Go to Top

Metode Tensai Menyenangkan dan Tidak Kaku

Belajar bahasa Jepang? Metode Tensai Menyenangkan dan Tidak Kaku! Berikut sebuah testimoni dari alumni Tensai yang sudah lulus dan kini sukses berkarir di Jepang.

Pada waktu kelas 3 SMA, saya mempunyai mimpi untuk kuliah dan kerja di Jepang, lalu saya belajar bahasa Jepang di Sekolah SMA karena ada mata pelajarannya, tapi waktu belajarnya tidak efisien sehingga saya memutuskan untuk mencari tempat kursus bahsa Jepang yang berkualitas dan harganya terjangkau di Karawang. Singkat cerita saya menemukan lembaga kursus bahasa Jepang yang berada di Galuh Mas yang jaraknya lumayan dekat dari kosan saya. Lembaga tersebut adaah Tensai Nihongo Bunka Gakuin.

Di Tensai, belajarnya seru tidak terlalu kaku dan sangat menyenangkan, bahkan materi yang disampaikan oleh para pengajarnya sangat mudah difahami bagi saya. Saya mengambil program regular tingkat dasar A dan B atau setara dengan tingkat N5. Akhir Bulan Desember 2015 Alhamdulillah saya lulus tes kemampuan bahasa Jepang level N5, semua berkat kerja keras dan belajar dengan giat selama belajar di Tensai.

Bikin berhasil Magang!

Setelah lulus SMA, saya berniat untuk bekerja magang ke Jepang, dan alhamduliLLAH ada tawaran magang di Jepang dari guru kursus saya yaitu Deti Sensei yang merupakan pemilik Lembaga Tensai. Namun, saya gagal karena waktu itu umur saya masih 19 tahun sedangkan dalam persyaratan minimal harus 20 tahun. Saya hampir putus asa, dan berniat untuk mengurungkan keinginan saya untuk pergi ke Jepang. Seiring berjalannya waktu, saya tetap kepikiran dan harus mewujudkan cita-cita saya. Akhirnya saya memutuskan untuk kuilah di PTN di Indonesia.

Beasiswa full sampai lulus di Universitas

Alhamdulillah, saya mendapatkan beasiswa full sampai lulus di Universitas Padjadjaran Jatinangor. Saya mengambil jurusan Sastra Jepang S1. Selama kuiah saya sering mengikuti tes pertukaran pelajar atau tes beasiswa Monbukagakusho, namun sealu gagal. Akhirnya saya hanya fokus kuliah saja sampai lulus. Setelah lulus, saya mencoba melamar pekerjaan, namun saya belum mempunyai kemampuan bahasa Jepang dengan lancer.

Saya sempat berpikir tidak akan bekerja sesuai jurusan saya, namun ada tawaran dari dosen saya untuk menjadi perawat di Jepang selama 8 tahun, dalam hati ini adalah kesempatan dan peluang emas bagi saya untuk mewujudkan mimpi saya ke Jepang. Tapi kedua orang tua kurang menyetujui dengan alas an terlalu lama. Hilang sudah harapan, kesempatan emas saya sia-siakan begitu saja.

Tak lama kemudian, guru kursus saya, Deti sensei memberitahu saya bahwa akan ada kunjungan kepala sekolah bahasa First Study dari Osaka ke Tensai Galuh Mas. Saya rasa ini adalah kesempatan kedua dan jalan bagi saya untuk meraih mimpi yang hampir terkubur. Banyak orang berkata bahwa kesempatan tidak akan datang dua kali, tapi bagi saya tidak berlaku karena menurut saya, kesempatan akan selalu ada bagi dia yang selalu berusaha dan tak berputus asa.

Seminar dan Interview sekolah Jepang

Tanpa pikir panjang, saya langsung pergi ke Tensai untuk mengikuti seminar dan Interview untuk sekolah di Jepang. Selesai seminar, saya dan peserta lainnya dikasih formulir untuk interview, lalu saya kaget dan minder karena interviewnya menggunakan full bahasa Jepang, mengingat kemampuan bahasa Jepang saya belum memadai. Sempat berpikir untuk memundurkan diri dari interview, tapi karena demi mewujudkan cita-cita saya harus berani dan mencoba, mau lulus atau tidaknya itu masalah belakangan, yang penting saya sudah berusaha. Karena kunci keberhasilan itu berawal dari mencoba. Jika mencoba 50% gagal dan 50% berhasil dan jika tidak mencoba sama sekali maka 100% gagal.

Akhirnya, tiba giliran saya untuk diinterview langsung oleh kepala sekolah bahasa First Study Osaka di ruangan khusus, dan tak disangka keajaiban datang ketika ditengah-tengah wawancara, beliau mengatakan saya lulus di First Study dan mendapatkan beasiswa full selama 2 tahun. Mendengar itu, saya tidak bisa berkata-kata lagi, betapa bahagianya dan beruntungnya saya hari itu. Guru saya yang mendampingi saya pas saya wawancara pun ikut menangis terharu.

Saya, berangkat ke Jepang bulan april tahun 2020, dan biaya pesawat akan ditanggung sekolah jika saya lulus N3 pada bulan Desember 2019, dan mulai sekarang saya terus selalu berusaha, kerja cerdas dan giat belajar untuk meningkatkan kemampuan bahasa Jepang saya.

, ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.