Go to Top

Specified Skilled Worker (SSW)

Specified Skilled Worker (SSW)

Apa itu Specified Skilled Worker (SSW)? Selama ini kita bertanya-tanya tentang visa baru dari Jepang, Tokutei Ginou, kaitannya dengan kebijakan pemerintah Indonesia untuk pelaksanaannya setelah beberapa bulan lalu pemerintah Jepang mengetok palu, membuka peluang emas dengan memberlakukan jenis visa baru, yang sudah lama ditunggu-tunggu dengan harap-harap cemas.

Kini semuanya jelas, dan pemerintah Indonesia sudah melaksanakan MOC dengan pemerintah Jepang, dan akhirnya dengan berbagai pertimbangan telah diputuskan bahwa para pencari kerja dengan keahlian khusus ini, dikategorikan sebagai pencari kerja mandiri, di bawah pemerintah langsung. Nah jadi jangan sampai salah info atau salah jalan ya. Mandiri !!!

Untuk selama 5 tahun ke depan, Jepang sangat memerlukan bantuan tenaga kerja dari luar Jepang, kurang lebih sekitar 345.150 orang untuk beberapa sektor usaha. Wow, angka yang fantastis bukan ? Ini kesempatan yang sangat terbuka luas untuk Indonesia, khususnya untuk kini sampai 5 tahun ke depan.

Specified Skilled Worker (SSW)

Apa yang harus kita lakukan sekarang ?

Tentu saja mempersiapkan segala sesuatunya sebaik mungkin, mulai dari bahasa Jepang pastinya. Karena syarat mutlaknya diawali dengan keharusan menguasai bahasa Jepang, yang diukur dalam batasan minimal N4 (minimal lho yaaa).

Tentu Tensai siap membantu memfasilitasi untuk sampai kompeten khususnya bahasa dan budaya Jepang sesuai yang diharapkan. Selain itu, sssttt Tensai kasih bocoran deh, informasi terkait kebutuhan tenaga kerja di Jepang, kata Nara sumber yang hadir malam ini, bisa juga dicari di ” info pasar kerja ” yang merupakan sambungan dari link kebutuhan dari Jepang. Nah kita cari yuk sama-sama.

Masih bingung ? Selalu merapat deeeh ke Tensai.

JFT Basic

Untuk dapat bekerja di Jepang dengan jenis visa baru SSW (Specified Skilled Worker) bisa dari beberapa candidat diantaranya New Comer, yang belum pernah bekerja/magang di Jepang sama sekali. Itu artinya perlu bimbingan khusus terkait bahasa yang menyeluruh tentang pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari, yang salah satunya dapat diukur kemampuannya melalui Kokusai Kouryuukikin Nihongo Kiso Tesuto (Japan Foundation Test for basic Japanese/ JFT Basic).

Apa bedanya dengan JLPT ?

Ada perbedaan yang mencolok terkait pelaksanaannya, diantaranya waktu pelaksanaan JFT Basic rencananya akan dilaksanakan lebih sering dibanding JLPT saat ini, yaitu 6 kali dalam setahun, metode ujian yang dipergunakan pun berbeda. JFT basic mempergunakan metode CBT dengan menggunakan komputer dan audio melalui headphone. Hasil ujiannya pun akan dengan cepat diketahui setelah ujian selesai dilaksanakan, juga sertifikat kelulusan dapat lebih cepat diterima peserta ujian.

Ada beberapa yang akan diujikan, diantaranya kosakata, listening, membaca. Seperti kita tahu JLPT semula hanya diperuntukkan untuk warga non Jepang yang akan belajar di Jepang (ryuugakusei). Jadi sangat tepat, jika kita memilih jenis ujian bahasa Jepang JFT Basic, untuk keperluan bekerja di Jepang dengan visa SSW diantaranya.

Kegiatan Tensai malam ini bersama The Japan Foundation Jakarta, semoga menambah wawasan baru untuk kita semua.

(WA 0896 1157 4857 /0821 1012 3577)

, ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.