Go to Top

Be Smart dan Hemat Jadi Pelajar di Jepang

Be Smart dan Hemat Jadi Pelajar Di Jepang.  Bulan April memang telah berlalu, hembusan angin dingin perlahan mulai tergantikan dengan semilir angin sejuk menyegarkan yang menerpa dedaunan hijau muda di awal Mei ini. Indahnya senyuman para pelajar yang diiringi oleh perasaan antusias khususnya pelajar asing yang baru menginjakkan kaki mereka di tanah Samurai di awal April lalu pun lambat laun mulai digantikan dengan senyuman miris dan kerutan di kening pertanda antusiasme itu telah berubah menjadi suatu kebingungan. Bagaimana tidak, selain faktor bahasa yang masih terbata-bata, perubahan cuaca, lingkungan baru dan jauh dari keluarga membuat mental para ryuugakusei (Pelajar Asing) ini di uji ketahanannya, permasalahan seperti mengatur keuangan menjadi hal essential yang sangat penting untuk disiasati agar tidak menimbulkan masalah yang dapat mengganggu konsentrasi belajar sebagai tujuan utama sebagai seorang siswa.

Seperti halnya yang terjadi pada siswa-siswi Tensai Nihongo Bunka Gakuin Karawang yang pada tanggal 6 April 2016 kemarin baru saja menginjakkan kaki mereka di Kyoto Jepang sebagai pelajar di MRS Nihongo Gakkou, yaitu ananda Febry Wijiantoro dan adinda Villya Nova Herdiana.

Dari H-2 mereka terlihat sangat sibuk menanyakan beberapa hal kepada staff pengajar Tensai mengenai apa saja persiapan yang harus dibawa, ketentuan penerbangan, dan lain-lain. Villya dan Febry memang sangat bersungguh-sungguh untuk mempersiapkan segalanya sebaik mungkin sehingga perjalanan mereka bisa berjalan lancar sesuai rencana.Be Smart dan Hemat Jadi Pelajar di Jepang

(dok. pribadi Febry & Villya) Be Smart dan Hemat Jadi Pelajar di Jepang

Be Smart dan Hemat Jadi Pelajar Di Jepang

Menjadi ryuugakusei pasti nya menjadi dambaan setiap orang.  Menimba ilmu di Negara Jepang dengan  merasakan manis – pahitnya menjadi siswa mandiri yang dituntut juga untuk dapat bekerja part-time selain sekolah, sudah tentu merupakan tantangan tersendiri bagi anak muda Indonesia yang ingin merubah masa depannya menjadi lebih baik. Disamping harus pintar membagi waktu antara belajar dan bekerja, para ryuugakusei ini juga harus pintar me-manage kesehatan dan keuangannya sendiri. Kedua faktor ini adalah pondasi yang paling penting pada saat kita merantau ke negri orang. Karena bila kedua faktor ini tidak diperhatikan, dampaknya bukan saja akan berpengaruh pada nasib studi, akan tetapi pada seluruh anggota keluarga yang telah menitipkan harapan yang besar agar dapat meraih kesuksesan dengan belajar dan bekerja di Jepang. Untuk para ryuugakusei yang sedang meniti masa-masa penyesuaian diri dengan kehidupan di Jepang, berikut redaksi Tensai akan memberikan tips dan trik bagaimana caranya menjadi ryuugakusei yang “Smart dan Hemat” selama berada di Jepang. Silahkan disimak!

Be Smart!

Jadilah ryuugakusei yang Pintar! Arti pintar disini bukan saja berarti pintar dalam prestasi di sekolah, akan tetapi mengandung pengertian pintar yang lebih luas, yaitu pintar dalam menyesuaikan diri dalam lingkungan dan pergaulan.  Karena bila kita dapat sukses untuk mendapatkan teman yang banyak, maka dalam kondisi seburuk dan sesusah apapun kita disana, pasti selalu akan ada orang lain yang siap membantu kita. Intinya adalah bagaimana caranya agar dapat disukai oleh lingkungan.

Be Smart and Popular! Siapa sih yang tidak ingin jadi pintar dan populer? Ketika kita jadi seseorang yang pintar berarti kita sudah aman dalam prestasi di sekolah, dan ketika kita sudah populer berarti kita sudah aman dalam pergaulan di lingkungan kita tinggal. Dan ini bukan merupakan hal yang mustahil bagi setiap orang karena kuncinya ada pada diri sendiri yaitu dengan cara:

  1. Pintar bagi waktu

Pada saat menjadi ryuugakusei tugas kita adalah mencari ilmu dan mencari penghasilan tambahan! Aturlah waktu sebaik mungkin antara belajar di sekolah, bekerja, belajar di rumah dan beristirahat! Semuanya harus proposional! Tidak boleh ada yang di nomor dua kan. Karena bila salah satu ada yang tidak diperhatikan, maka dampaknya akan berpengaruh pada keseluruhan hidup sebagai ryuugakusei.Be Smart dan Hemat Jadi Pelajar di Jepang

(dok. pribadi Villya) Be Smart dan Hemat Jadi Pelajar di Jepang

  1. Pintar mengambil hati para Sensei

Jadilah ryuugakusei yang disukai oleh para Sensei di sekolah dengan menunjukan prestasi dan attitude yang baik. Dengan begitu segala urusan kita disekolah pasti akan berjalan lancar dan mudah. Perhatikan setiap pelajaran dengan seksama. Hargai Sensei yang sedang memberikan materi di kelas dengan tidak mengantuk dan mengobrol! Disinilah manfaat bagaimana ryuugakusei harus pintar membagi waktu antara belajar, bekerja dan beristirahat. Sehingga di kelas dapat belajar dengan penuh konsentrasi. Kemudian tidak melihat-lihat HP atau mengangkat telpon pada saat pelajaran sedang berlangsung, kecuali sangat Urgent! Hal ini terlihat sepele akan tetapi merupakan prinsip dasar tata krama ketika berada di kelas. Yang terakhir adalah dengan menyelesaikan tugas apapun yang diberikan oleh Sensei tepat pada waktu yang sudah ditentukan. Pada saat kita sudah berhasil menjaga sikap dan menjaga prestasi, para Sensei akan sangat dengan senang hati membimbing kita menjadi ryuugakusei yang sukses meraih impian!Be Smart dan Hemat Jadi Pelajar di Jepang

(dok. pribadi Gugun Olif F.) Be Smart dan Hemat Jadi Pelajar di Jepang

  1. Pintar bergaul

Pintar-pintarlah bergaul baik dengan pribumi Jepang maupun sesama orang asing dari Negara manapun. Maksud bergaul disini adalah menjaga sikap yang baik terhadap mereka. Bukan malah terlalu masuk ke dalam kebiasaan kehidupan mereka atau yang lebih parah jangan sampai mencampuri urusan mereka. Pada saat merantau ke negri orang, yang melekat pada diri kita bukan lagi diri kita pribadi masing-masing. Akan tetapi, orang akan lebih melihat dari manakah kita berasal.

Oleh karena itu pada saat melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan sopan santun atau etika yang berlaku maka bukan saja nama kita pribadi yang tidak baik, orang pun akan langsung menilai Negara tempat kita berasal juga yang tidak baik. Istilah populer untuk orang yang pintar bergaul dalam bahasa jepang adalah “kuuki wo yomeru hito” (orang yang dapat membaca udara/atmosphere) yaitu orang yang dapat memahami situasi dan kondisi orang-orang sekitarnya. Selain lingkungan sekolah dengan para Sensei dan siswa-siswi lain yang mungkin datang dari berbagai Negara di dunia, sebagai ryuugakusei kita juga harus bisa bergaul dengan baik dengan orang-orang yang ada di lingkungan tempat bekerja dan lingkungan tempat tinggal.

Pada saat orang-orang yang ada di lingkungan sekitar kita merasa nyaman dengan kehadiran kita maka energi positif mereka pun akan kembali kepada kita. Sehingga kesehatan jiwa dapat lebih terjaga karena itu kita bisa lebih nyaman untuk tinggal, menuntut ilmu dan bekerja di negri orang.

Be Smart dan Hemat Jadi Pelajar di Jepang

(dok. pribadi Silfy Ifani) Be Smart dan Hemat Jadi Pelajar di Jepang

Mari ber- Hemat!

            Jadilah ryuugakusei yang hemat! Hal ini berkaitan dengan tuntutan ryuugakusei untuk dapat pintar me-manage keuangannya. Akan tetapi hemat bukan berarti pelit lohhh… Untuk melakukan dua peran sekaligus dalam satu hari yaitu sebagai pelajar dan pegawai sudah pasti dibutuhkan energi yang tinggi. Untuk itu dibutuhkan juga asupan makanan yang bergizi. Beruntunglah bagi yang tinggal di Jepang, karena di Negara ini berbagai jenis makanan sehat, lezat dan bergizi melimpah ruah! Tapi hati-hati! Karena harga makanan atau bahan makanan di Jepang harganya relatif mahal apalagi bila kita tidak kontrol budget, bisa-bisa kebobolan! Berikut tips and tricks bagaimana mencukupi kebutuhan 4 sehat 5 sempurna selama jadi ryuugakusei tanpa bikin kantong bolong!

  1. Jadi detektif SALE!

Pada saat berada di lingkungan baru hal yang pertama kali dilakukan pastinya adalah menghapal jalan bukan? Baik jalan dari asrama ke sekolah, sekolah ke tempat kerja maupun dari tempat kerja ke asrama. Selama menyusuri jalan-jalan ini perhatikan berapa supermarket atau drugstore yang ada! Bila diantara jalan-jalan itu ada 5 supermarket atau drugstore yang dilewati, buatlah rencana belanja mingguan di ke 5 tempat tersebut! Misalnya belanja makanan minggu pertama pada hari senin di supermarket A, minggu ke 2 pada hari selasa di supermarket B dan seterusnya sampai kita mengetahui pola Sale mingguan yang diterapkan masing-masing Supermarket atau drugstore. Di Jepang masing-masing supermarket atau drugstore menerapkan hari Sale masing-masing untuk meraih konsumen. Dengan begitu apabila kita sedang butuh telur di hari Kamis kita bisa beli di Supermarket B, atau perlu membeli sayuran di hari Minggu bisa beli di drugstore C. Sedangkan untuk Sale harian, hampir semua drugstore atau supermarket menerapkan sistem diskon setengah harga atau “hangaku” untuk makanan-makanan siap saji setiap 2–1 jam sebelum waktu tutup toko. Disini kita bisa mendapatkan onigiri, roti, tempura, dan lainnya dengan setengah harga! So pintar-pintarlah mengatur jadwal belanja!Be Smart dan Hemat Jadi Pelajar di Jepang

(dok. pribadi Silfy) Be Smart dan Hemat Jadi Pelajar di Jepang

  1. Daiso 100 Yen Shop Sahabat terbaik!

Setelah menemukan tempat belanja bahan makanan yang murah meriah, selanjutnya adalah mencari toko tempat membeli alat berbagai keperluan dari mulai kebutuhan sekolah sampai alat-alat pribadi di rumah. Daiso 100 Yen Shop adalah surganya berbagai alat keperluan sekolah dan rumah tangga dengan harga flat 100 Yen belum termasuk pajak. Disini kita bisa dapatkan berbagai alat tulis, alat masak, alat kebersihan sampai peralatan mandi dan tidur tersedia dengan kualitas yang lumayan bagus. Pernak pernik pelengkap dan penghias kamar adalah yang paling banyak diminati khususnya oleh perempuan karena bisa bikin makin betah di kamar dan sejenak melupakan hangatnya kasur di Indonesia.  Maka tak heran perempuan kadang-kadang suka lupa diri kalau sudah ke toko yang satu ini. Harga per item nya memang terhitung murah yaitu 100 yen ditambah pajak 10% jadi 110 yen menjadi sekitar 12 ribu rupiah. Tapi, kalau yang dibeli sudah lebih dari 10 item bisa-bisa sama pengeluarannya seperti biaya belanja makanan satu minggu dong! Jadi siap-siap tarik nafas yang dalam dan tahan diri pada saat memasuki toko yang satu ini ya!

Kemudian hati-hati juga karena untuk barang-barang tertentu dengan ukuran dan kualitas barang yang berbeda ada harga spesial yang tidak termasuk dalam 100 Yen. Biasanya barang-barang itu dipasangi label harga berukuran lumayan besar supaya pembeli tidak salah membeli. So, teliti juga sebelum membeli. Intinya jangan hanya karena lumayan murah kemudian langsung membeli tanpa pikir panjang. Tapi pikirkan dengan baik apakah barang tersebut benar-benar diperlukan atau tidak. Karena bila dibandingkan dengan 120 yen per satu item di 100 yen shop, kita bisa membeli sepotong besar ikan salmon di supermarket untuk makan malam yang nikmat dan sehat!

  1. Buat Perincian Pendapatan dan Pengeluaran tiap Bulan

Jadilah manager keuangan untuk diri sendiri. Bayangkan kita adalah seorang owner perusahaan yang mempunyai pemasukan dan pengeluaran yang harus diatur alirannya. Buat prioritas pengeluaran dan kas sendiri untuk biaya lain-lain seperti bertamasya atau pengeluaran tak terduga lainnya. Khususnya untuk musim-musim tertentu pada saat pekerjaan paruh waktu sedang sepi, tunda lah pengeluaran-pengeluaran yang dirasa kurang penting seperti membeli sepatu baru atau tas model terbaru. Prioritaskan asupan gizi pada makanan. Karena intinya jadi pelajar harus tetap sehat supaya bisa cepat selesai sekolah dan terus bekerja untuk membiayai hidup! Jangan sampai karena keuangan sedang minus sampai harus pinjam uang ke teman atau minta dikirim uang dari keluarga di Indonesia.

  1. Kreatif dalam mencari dan memilih kerja sampingan

            Pekerjaan yang ramai di musim tertentu dan sepi di musim tertentu memang bukan merupakan pekerjaan yang cocok untuk dijadikan pekerjaan sampingan yang tetap. Oleh karena itu bila merasa pekerjaan sampingan yang biasanya kita dapatkan dari sekolah dirasa tidak terlalu mencukupi, maka bersabarlah dan tunggu sampai kita merasa mampu mencari pekerjaan sampingan sendiri dengan ritme kerja yang lebih stabil dan pendapatan yang lebih baik tentunya dengan izin sekolah. Hal ini biasanya dapat dilakukan setelah siswa melewati satu semester pertamanya di sekolah. Karena pada saat ini siswa sudah cukup dapat beradaptasi baik dalam bahasa maupun lingkungan.Be Smart dan Hemat Jadi Pelajar di Jepang

(dok. pribadi Febry) Be Smart dan Hemat Jadi Pelajar di Jepang

Tetap semangaaattt yaaaa!

Nah, Minasan pengin jadi ryuugakusei juga seperti mereka? Makanya buruan gabung kursus bahasa Jepang di Tensai Nihongo Bunka Gakuin Karawang dong. Mereka juga alumni Tensai lho!

Sudah terbukti dan teruji kan? Tensai menjadi jembatan untuk kesuksesan di masa depan Anda.

*Artikel Be Smart dan Hemat Jadi Pelajar di Jepang ini ditulis oleh: Sri Oktarita

Save

Save

Save

, , , ,