Jepang Berhasil Membom Asteroid dengan Hayabusa 2 untuk Mencari Asal Kehidupan
Jepang Berhasil Membom Asteroid dengan Hayabusa 2 untuk Mencari Asal Kehidupan
April 8, 2019
Virtual Youtuber
Fenomena Virtual Youtuber ‘Kawaii’ yang Bermula dari Jepang
February 25, 2020
Robot pendeta Jepang

 Sumber: https://www.indozone.id/news/o8szzP/robot-pendeta-di-jepang-yang-bisa-berikan-wejangan

Kemajuan teknologi merupakan salah satu faktor penunjang kehidupan bermasyarakat di zaman modern seperti saat ini. Teknologi juga dapat menimbulkan ketergantungan masyarakat akan penggunaan teknologi tersebut. Masyarakat saat ini memiliki kehidupan dimana teknologi modern telah mendominasi bidang komunikasi yang terjadi di dalam suatu masyarakat. Zaman yang semakin berkembang mendorong terjadinya perubahan-perubahan di segala bidang termasuk dalam teknologi terkini yang berbasis AI (Artificial Intelligence). AI merupakan kecerdasan buatan yang disematkan pada suatu sistem, contohnya robot dan diatur secara ilmiah. Keberadaan Robot berteknologi AI yang canggih, mulai merambah berbagai rana kehidupan manusia modern, seperti upacara keagamaan.

Di Jepang, tepatnya di Kuil Kodaiji, Kyoto, Jepang terdapat sebuah robot pendeta yang ditujukan bagi umat beragama Buddha disana. Robot pendeta Jepang yang memiliki nama “Midar” tersebut menarik perhatian dan membuat penasaran banyak orang yang mengunjungi Kuil yang telah berusia 400 tahun tersebut. Robot canggih itu diciptakan oleh seorang pendeta Buddha bernama Tensho Goto yang bertujuan untuk menyampaikan suatu wejangan atau nasihat kehidupan kepada orang-orang penganut ajaran Buddha. Pendeta Tensho Goto mengatakan bahwa robot merupakan suatu keindahan yang dapat digunakan untuk menyimpan suatu pengetahuan tanpa terbatas waktu.

Robot pendeta Jepang yang mulai dioperasikan sejak awal tahun 2019 lalu ini mampu menggerakkan bagian badan, lengan, dan kepalanya. Kedua tangan robot Mindar ini dapat membentuk posisi layaknya orang yang sedang berdoa sambil mengeluarkan suara-suara yang menenangkan. Pada beberapa bagian seperti telapak tangan, kepala, dan bahu robot ini dilapisi oleh silikon agar lebih tampak seperti kulit manusia sungguhan. Di bagian mata kiri robot terdapat sebuah kamera perekam video dengan ukuran yang sangat kecil yang berguna untuk mengidentifikasi manusia yang hendak berinteraksi dengan Robot Mindar.

Kehadiran Robot pendeta Jepang Mindar diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi para generasi muda umat Buddha yang seringkali merasa depresi dengan tekanan kehidupan di zaman modern dan  membutuhkan sebuah wejangan yang menenangkan hati mereka. Maka, lahirlah sosok Humanoid yang merupakan perwujudan dari Kannon atau Dewa Pengampunan dalam ajaran agama Buddha. Berkat teknologi AI yang telah disematkan ke sistem pengoperasiannya, Robot Mindar memiliki kemampuan dalam berinteraksi dengan pengunjung layaknya manusia sungguhan. Bagi para turis asing yang berasal dari luar Jepang, pihak Kuil Kodaiji telah menyediakan sebuah layar yang menampilkan terjemahan dari khutbah yang disampaikan Robot tersebut ke dalam Bahasa Inggris dan Cina.

Karena merupakan perwujudan dari Dewa Pengampunan, maka Robot Mindar lebih memfokuskan isi dari ceramahnya hanya seputar hawa nafsu yang berlebihan, ego, dan kemarahan. Tujuan utama dari diciptakannya Robot pendeta tersebut adalah agar generasi millennial di Jepang bisa lebih rajin beribadah ke kuil. Selama ini, kuil hanya dianggap sebagai tempat untuk menghadiri pernikahan dan pemakaman seseorang. Robot ini juga menuai beberapa kritik yang mengatakan bahwa Robot Mindar mirip dengan monster “Frankenstein”, artinya robot ini dianggap sebuah robot gagal karena wujud fisiknya yang tidak sempurna menyerupai manusia sungguhan. Terlihat dari bagian tengah tubuh robot yang masih berbentuk kerangka dengan lapisan kabel yang memenuhi rongga-rongga di kerangka tersebut.

Robot Pendeta rancangan Profesor Hiroshi Ishiguro asal Universitas Osaka yang bekerjasama dengan Kuil Zen tersebut diketahui telah menghabiskan dana hingga US$1 juta atau sekitar Rp.14 miliar. Para pendeta Buddha di Kuil Kodaiji mengatakan tidak bermasalah dengan khutbah yang dibawakan oleh sebuah robot. Mereka menegaskan bahwa fokus dari agama Buddha ialah mengikuti risalah atau ajaran-Nya, tidak memandang melalui apa media yang digunakan untuk menyampaikan ajaran tersebut.

Perkembangan teknologi berbasis AI yang semakin berkembang pesat di zaman yang serba modern ini telah membuat sebuah kolaborasi apik di segala sektor kehidupan manusia, termasuk sektor Agama. Artificial Intelligence yang diprogram pada suatu peralatan teknologi akan sangat membantu teknologi tersebut agar dapat meniru tindakan dan pemikiran layaknya manusia. Di era digital seperti sekarang, telah banyak diciptakan pemrograman khusus komputer agar bisa mengambil alih berbagai aktivitas maupun pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh kita sebagai manusia.

Apa sih yang Dimaksud Teknologi Berbasis AI atau Artificial Intelligence?

Sadar atau tidak, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) seperti pada teknologi Robot pendeta Jepang Mindar tersebut telah berbaur dengan segala aktivitas kehidupan kita sehari-hari. Sebut saja benda yang hampir dimiliki oleh semua orang, yaitu Smartphone atau Ponsel Pintar. Berbagai fitur yang ada di dalam smartphone telah tersemat teknologi kecerdasan buatan. Mulai dari fitur smart assistant seperti Siri dan Google Assisstant hingga yang terbaru fitur AI Camera yang bisa menyesuaikan hasil foto sesuai dengan objek yang akan difoto. Selain itu, teknologi berbasis AI juga hadir pada fitur di beberapa aplikasi atau situs media sosial. Segala informasi yang dimuat oleh media sosial akan menyesuaikan dengan kebiasaan penggunanya dalam menyaring informasi yang sering dilihatnya.

Artificial Intelligence sederhananya mengacu pada simulasi kecerdasan yang dimiliki manusia yang disematkan pada sebuah mesin pemrograman komputer untuk bisa berpikir dan meniru tindakan layaknya manusia. Istilah ini disematkan pada mesin berjenis apapun yang memiliki sifat pemrograman dasar yang terikat dengan pikiran manusia. AI terus berkembang dan semakin memudahkan berbagai macam kegiatan manusia yang sebelumnya masih dilakukan menggunakan metode konvensional.

Teknologi kecerdasan buatan membutuhkan data yang rumit dan berjumlah luar biasa (Big Data) dalam pengoperasiannya. Karena tidak mudah untuk “mengajari” komputer agar berpikir dan bertindak seperti manusia. Untuk dapat memproses data yang jumlahnya luar biasa masif tersebut dibutuhkan kapasitas komputer (computing power) yang mumpuni. Itulah yang menjadi alasan mengapa teknologi AI terus berkembang semakin pesat beriringan dengan perkembangan teknologi yang membuat kapasitas komputer ini semakin terjangkau. Di masa modern ini, AI bukan lagi menjadi sesuatu yang mahal untuk disematkan di teknologi sehari-hari. Segala hal yang dibutuhkan dalam pengembangannya, semakin banyak tersedia dan mudah dijangkau. Maka, kini tidak hanya negara atau perusahaan tertentu saja yang bisa berinovasi menggunakan teknologi AI. Semua memiliki peluang yang sama untuk terus mengembangkan teknologi yang menyematkan sistem kecerdasan buatan pada setiap produknya, salah satunya yaitu teknologi robotik.

Jepang Gemar Menciptakan Robot Canggih

Sumber: https://akurat.co/

Jepang merupakan salah satu negara yang sejak dulu terkenal dengan kecanggihan teknologi robotiknya. Perspektif masyarakat dunia tentang perkembangan robot di Jepang juga dibentuk oleh beberapa karakter di manga dan animasi kartun ternama asal Jepang, sebut saja beberapa contohnya yaitu Astroboy, Doraemon dan Gundam. Maka, tidak heran jika sebagian dari kita bila ditanya teknologi canggih apa yang identik dengan Jepang, tentu kita akan menjawab Teknologi Robotik atau Robot.

Robot mulai dikenal di Jepang sejak zaman Edo, sekitar tahun 1603-1867. Pada zaman Edo, teknologi robot mulai dikembangkan oleh para pengrajin kayu yang menciptakan sebuah boneka atau patung ukiran (Karakuri Ningyo). Boneka kayu tersebut dilengkapi dengan mesin yang memiliki katrol penggerak dan mampu beroperasi secara otomatis. Mesin tersebut biasa dikenal juga dengan istilah Automata. Meskipun masih terbilang sederhana, robot-robot kayu tersebut sudah mampu melakukan berbagai macam kegiatan manusia, seperti menulis, menghidangkan secangkir teh, dan lain sebagainya.

Robot yang pertama kali diciptakan di Jepang sekaligus menjadi salah satu robot tertua di Asia bernama Gakutensoku. Robot ini dirancang dan diproduksi oleh seorang ahli biologi bernama Makoto Nishimura pada tahun 1929 di Osaka, Jepang. Robot Gakutensoku ini dapat menggerakkan kepala dan kedua tangannya serta mengubah ekspresi wajahnya melalui sistem mekanisme tekanan udara. Sementara, pada bagian atasnya terdapat robot berbentuk burung bernama Kokukyocho. Gakutensoku akan otomatis membentuk ekspresi layaknya orang yang sedang termenung sambil menutup matanya apabila robot Kokukyocho diatasnya menangis. Namun, ketika lampu yang terdapat di salah satu tangannya menyala, Gakutensoku akan mulai
menggerakkan pena di tangan yang lainnya membentuk sebuah tulisan.

Teknologi robot mulai dikembangkan secara lebih serius pada tahun 1973, oleh seorang professor yang juga dikenal sebagai bapak robotika Jepang asal Universitas Waseda bernama Ichiro Kato. Robot Humanoid pertama buatannya dinamai Wabot-1 yang mampu berputar melebar ke samping dan dapat berjalan diatas dua kakinya. Kato mengatakan bahwa robot tersebut memiliki IQ atau kecerdasan yang setara dengan bocah berusia 2 tahun. Kemudian, pada tahun 1984, Ichiro Kato memperkenal sebuah robot yang memiliki keahlian bermain Piano dengan membaca not balok diatas selembar kertas yang biasa dipakai oleh seorang Pianist. Robot tersebut diberi nama Wabot-2. Selain bermain piano, robot itu juga mampu memainkan tuts dengan kakinya secara bersamaan.

Penerapan teknologi robot merupakan salah satu upaya Jepang untuk mewujudkan visi “Masyarakat 5.0”. Melalui visi tersebut, pemerintah Jepang ingin menciptakan sebuah model perekonomian yang baru dengan inovasi teknologi di dalamnya pada bidang infrastruktur, logistik, keuangan, serta Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence). Pengembangan robot berdasar dari alasan sederhana yakni memudahkan berbagai pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara konvensional yang diimplementasikan di berbagai bidang kehidupan manusia.

Dalam beberapa manga dan animasi buatan Jepang, seperti Astroboy dan Doraemon, robot memang seringkali digambarkan sebagai karakter yang tangguh, berani, dan bersahabat dengan anak-anak. Sehingga hal tersebut yang memicu budaya atau kebiasaan masyarakat Jepang untuk memiliki keinginan berinovasi dengan teknologi robotik. Yang terbaru, pada pergelaran Olimpiade Tokyo di pertengahan tahun 2020 nanti, pihak penyelenggara telah menciptakan inovasi robot yang akan membantu panitia dan peserta pada event olahraga terbesar di dunia tersebut. Robot yang dibuat oleh Toyota tersebut diantaranya adalah Human Support Robot (HSR) dan Delivery Support Robot (DSR).

Robot ini memiliki fungsi sebagai pemberi informasi lengkap seputar olimpiade, mengantarkan makanan dan minuman, hingga mengarahkan penonton ke tempat duduk yang telah disediakan. Robot tersebut nantinya akan ditempatkan di beberapa venue penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020.

Nah, dengan semakin berkembangnya teknologi robot berbasis AI di Jepang, tidak dapat dipungkiri bahwa masa depan industri robotik di Jepang akan terus tumbuh semakin pesat seiring kemajuan manusia dalam berinovasi di bidang teknologi. Bagi Anda yang tertarik untuk bekerja pada perusahaan-perusahaan pengembang robot di Jepang, selain membutuhkan skill dan keahlian dalam mengoperasikan mesin robot juga dibutuhkan kemampuan dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa Jepang yang baik dan benar. Maka, Tensai Nihongo Bunka Gakuin Karawang hadir untuk melengkapi keahlian Anda di bidang Bahasa Jepang. Selain itu, kami juga membuka layanan jasa penerjemah Bahasa Jepang dari atau ke Bahasa Indonesia bagi Anda yang membutuhkan cepat jasa penerjemah, baik untuk keperluan pribadi maupun instansi perusahaan.

Profil Singkat Jasa Penerjemah Tensai Nihongo Bunka Gakuin

Bagi Anda yang membutuhkan layanan jasa penerjemah Bahasa Jepang-Indonesia, Tensai Karawang juga menyediakan jasa cepat penerjemah Bahasa Indonesia-Jepang yang terpercaya dan bersertifikasi. Lokasi yang mudah dijangkau dan dekat dengan perindustrian di Karawang menjadikan salah satu kelebihan kami. Kantor pusat Tensai sangat mudah diakses dari pusat kota Karawang. Hanya perlu waktu tempuh 15 menit dari Stasiun Karawang, 10 menit dari Gerbang Tol Karawang Barat.

Tensai Karawang telah bekerjasama dengan lebih dari 80 perusahaan di wilayah Karawang dan sekitarnya. Bagi kalian yang penasaran dan butuh jasa cepat penerjemah dari Tensai bisa datang langsung ke kantor Tensai Nihongo Bunka Gakuin di Ruko Emporium, Jl. Galuh Mas Raya No.5, Sukaharja, Kec. Telukjambe Timur, Kab. Karawang, Jawa Barat.

Referensi

Artikel di atas dibuat dengan bersumberkan:

Leave a Reply

Butuh Penawaran / Info Lebih Lanjut?