Go to Top

Warna Penting di Jepang: Ada 5 Jenis yang Paling Mempengaruhi Budaya

Warna Penting di Jepang

Apa sajakah 5 warna penting di Jepang. Berikut ini adalah sebuah pengantar mudah mengenal budaya Jepang. Dalam hal warna, setiap negara memiliki ciri khas dalam menggunakan warna. Begitu pula Jepang yang memilik 4 warna yang bernilai khusus dalam penggunaannya dalam hal budaya.

Ingin tahu tentang Jepang lebih dalam? Yuk gabung di kursus bahasa Jepang Tensai Karawang. Tensai memiliki banyak pendekatan yang memudahkan komunitasnya dalam menguasai dan memahami budaya Jepang. Tensai juga menyediakan banyak info tentang berkarir di Jepang dan di industri Jepang di Indonesia. Selain itu, lembaga pendidikan dan budaya Jepang yang dipimpin oleh wanita tangguh ini juga menyediakan jasa interpretasi dan translasi.

Kita akan membahas satu persatu 4 warna yang mendominasi dalam kultur kehidupan masyarakat Jepang. 4 warna itu adalah: ungu, merah, hitam dan biru Jepang (indigo).

1. Ungu

Ungu disebut murasaki (紫) dalam bahasa Jepang. Untuk waktu yang lama di Jepang, orang biasa dilarang untuk mengenakan pakaian ungu!

Dulu di Jepang warna ungu dulu sangat jarang terlihat karena sulit dan butuh waktu untuk membuatnya. Selain itu, warna ungu dulu memang sangat mahal karena perlu diekstraksi dari shigusa (tanaman gromwell ungu), yang sangat sulit untuk tumbuh. Upaya yang dibutuhkan juga banyak guna mendapatkan proses kain hingga berwarna ungu.

5 Warna Penting dalam Budaya Jepang

Warna Penting di Jepang: Wisteria trellis

Selama periode Nara, sekitar 1400 tahun yang lalu, hanya pejabat tinggi dan keluarga Kekaisaran yang bisa mengenakan pakaian ungu sejak tahun 604, ketika dua belas level sistem cap dan pangkat diberlakukan di Jepang.

Ketika agama Buddha datang ke Jepang, para bhikkhu yang memiliki tingkat kebajikan yang tinggi juga diizinkan untuk mengenakan pakaian ungu. Dalam pertunjukan Noh, ungu dan putih sering digunakan untuk kostum kaisar dan Dewa. Karakter lain sama sekali tidak memakai warna ungu di kostum mereka.

5 Warna Penting dalam Budaya Jepang

Warna Penting di Jepang: Karakter utama Bunga Edo, cetak balok kayu oleh Kunisada Utagawa

Menjelang periode Heian (794-1185), warna ungu dikaitkan dengan bunga wisteria. Selama pertengahan periode Heian, para pejabat Fujiwara menerapkan pemerintahan kabupaten. Fuji yang berarti bunga wisteria dalam bahasa Jepang, warna ungu menjadi sinonim untuk kelas penguasa lagi.

Selama periode Edo (1603-1868), keluarga yang berkuasa adalah Tokugawa dan lambangnya adalah bunga mallow, jadi ungu tetap dikaitkan dengan kaum bangsawan karena alasan yang sama.

Namun, ungu menjadi trend mode selama periode Edo. Orang awam dilarang untuk mengenakan warna-warna cerah, sehingga bagian luar pakaian mereka akan sering berwarna cokelat. Meski demikian banyak orang biasa yang melanggar aturan ini dengan menggunakan lapisan warna-warni!

Pada saat itu, para aktor kabuki merupakan kelas tertinggi dalam mode berpenampilan / berpakaian. Seorang superstar saat itu, Danjuro Ichikawa, mengenakan ikat kepala ungu dalam drama populernya, BUnga Edo, dan warnanya menjadi sangat modis di kalangan warga Edo.

2.  Merah

Merah disebut Aka (赤) dalam bahasa Jepang. Sejarah warna merah di Jepang bisa ditelusuri kembali ke zaman kuno. Gerabah tertua (Jomon) dan perkakas kayu lainnya yang dibuat pada era yang sama dicat dengan pernis yang disebut ‘sekishitsu’ (campuran cinnabar dan pernis).

Di kuburan tua bagi mereka yang berkuasa (disebut kofun), gambar dilukis dengan merah India yang terbuat dari oksida besi. Warna merah ini juga sering dimaksudkan untuk melindungi tubuh orang yang berkuasa dari kejahatan.

5 Warna Penting dalam Budaya Jepang

Warna Penting di Jepang: Gerbang Torii di kuil Fushimi-Inari, Kyoto.

Warna merah yang banyak Anda lihat banyak di Jepang adalah ada di gerbang kuil (torii). Merah khusus ini disebut akani. Setiap kuil menggunakan warna merah yang sedikit berbeda, tetapi akani melindungi terhadap karat karena adanya cinnabar mercury di dalamnya dan dimaksudkan sebagai perlindungan dari kejahatan dan bencana.

5 Warna Penting dalam Budaya Jepang

Salah satu ‘Keindahan Modern’ karya Keisai Eisen yang menggambarkan seorang wanita sedang mengecat bibirnya dengan warna merah.

Merah juga meningkatkan kekuatan kami (arwah yang disembah dalam agama Shinto). Selama perang saudara Jepang (1467-1568), warna merah dicintai oleh samurai dan dipakai sebagai simbol kekuatan dan tenaga di dalam pertempuran. Merah juga digunakan sebagai makeup di Jepang jauh sebelum lipstik menjadi populer.

Wanita bangsawan akan menggunakan bunga safflower (Carthamus tinctorius) sebagai dasar lipstik mereka. Bunga safflower ini masih dipetik sampai sekarang untuk membuat lipstik lebih tradisional dan dikatakan untuk melindungi kecantikan wanita Jepang.

3.  Hitam

Hitam disebut kuro (黒) dalam bahasa Jepang. Anehnya, penggunaan warna hitam tertua dalam budaya Jepang adalah tato! Pada zaman kuno, orang Jepang akan ditato, terutama nelayan, yang akan mendapatkan tato burung atau ikan lebar untuk melindungi diri mereka dari kejahatan.

5 Warna Penting dalam Budaya Jepang

Warna Penting di Jepang: Motif Hiam di langit-langit pada kuil Kenninji

Bermula dari periode Nara, tato digunakan untuk menandai penjahat sebagai hukuman, dan sejak itu tato menderita citra buruk, yang digunakan terutama oleh gangster Jepang. Namun, di beberapa bagian Jepang nelayan masih menggunakan tato saat ini.

Itu juga kebalikan dari warna ungu: dalam sistem peringkat tradisional dua belas tingkat, warna hitam adalah untuk dua peringkat bawah terakhir. Meski demikian, para ksatria samurai di Jepang menyukai warna hitam di armors mereka, asalkan itu merupakan persembahan hitam seperti pernis yang berkilau indah!

Hitam juga digunakan untuk rias wajah sejak zaman kuno. Warna hitam digunakan untuk melukis alis seperti di banyak negara lain, tetapi Jepang juga memiliki kebiasaan yang sangat aneh yang disebut o-haguro: sepulah gigi hitammu!

Hitam pekat dianggap sebagai warna yang indah, dan sampai akhir periode Meiji (1868-1912) wanita Jepang (dan beberapa pria) akan mewarnai gigi mereka hingga hitam dengan zat besi dan cuka.

Campuran itu sebenarnya mencegah kerusakan gigi. Kini hampir tidak ada yang melakukan budaya tersebu, kecuali beberapa geisha dalam acara-acara khusus dan beberapa orang di pedesaan selama pemakaman.

5 Warna Penting dalam Budaya Jepang

Warna Penting di Jepang: Gigi hitam.

Hitam juga merupakan warna penting dalam seni Jepang, terutama dalam kaligrafi. Melalui sumi-e, secara harfiah ‘lukisan tinta’, di mana pelukis hanya menggunakan nuansa warna hitam dengan tinta hitam untuk membuat lukisan yang indah.

4.  Biru Jepang (indigo)

Biru Jepang disebut juga indigo, bahasa Jepangnya adalah Ai (藍).  Ketika orang asing diizinkan masuk ke Jepang selama periode Meiji (1868-1912) karena mereka begitu kagum terhadap biru indigo ini yang ada di seluruh pelosok kota-kota Jepang. Orang-orang asing menyebutnya ‘biru Jepang biru‘.

5 Warna Penting dalam Budaya Jepang

Warna Penting di Jepang

Orang Jepang akan sangat suka menggunakan warna biru indigo untuk semua hal: Kimono, tempat tidur, handuk tangan,dan juga pada noren (kain Jepang).

Indigo adalah pewarna alami yang terbuat dari daun fermentasi tanaman indigo yang dicampur dengan air. Berbeda dengan warna lain, jika pada awalnya digunakan oleh bangsawan, pada periode Edo (1603-1868), semua jenis orang dari rakyat biasa sampai samurai telah menggunakan pakaian yang diwarnai indigo.

5 Warna Penting dalam Budaya Jepang

Warna Penting di Jepang

Bukan hanya karena mode, tetapi pakaian yang diwarnai indigo juga memiliki tiga manfaat: serat menjadi lebih kuat setelah indigo menyerap; ini memiliki efek mengusir serangga; dan juga memiliki efek perlindungan UV. Betapa sebuah kekuatan alam yang berada pada warna biru Jepang!

Saat ini warna biru ini masih digunakan untuk banyak barang di Jepang, bahkan jeans biru! Ada beberapa tempat di Tokyo untuk Anda dapat membuat item dengan warna biru Jepang Anda sendiri.

sumber: https://tadaimajp.com/2015/05/purple/

,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.