Go to Top

6 Persiapan Tinggal Lama Di Jepang

Tinggal Lama Di Jepang

Apakah Anda berencana tinggal lama di Jepang? Inilah 6 persiapan yang harus Anda pahami dan lakukan. Bagi orang luar Jepang yang tidak hidup di Jepang, tinggal di Jepang bisa seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Dengan mesin penjual otomatis, makanan lezat, dan segala macam teknologi rapi di setiap sudut, bagaimana mungkin Jepang tidak menjadi surga?

Namun bagi mereka yang hidup di Jepang dalam jangka panjang, stigma indah itu akan perlahan memudar seiring waktu, itulah setidaknya yang digambarkan oleh beberapa blogger non Jepang yang pernah tinggal lama di Jepang.

Pembaca, jika Anda merencanakan tinggal dalam waktu lama di Jepang, sebaiknya Anda baca tulisan ini sampai habis. Jika Anda hanya berniat melancong dan mengagumi kebudayaan Jepang, magang di Jepang atau melanjutkan studi, hubungi kontak Tensai Karawang yang bisa membantu memudahkan langkah perencanaan Anda ke sana. Tidak itu saja, Tensai Karawang, lembaga pendidikan bahasa dan budaya di Jepang ini juga menyediakan jasa interpreter dan translasi.

Untuk memudahkan memahami bagaimana hidup tinggal lama di Jepang, video yang dibuat oleh Youtuber asal Itali, All Mangas Fault yang telah tinggal 8 tahun di Jepang, ini merinci beberapa tahapan menyesuaikan diri hidup di Jepang dengan cara animasi yang manis.

Tinggal lama di Jepang, pada kenyataannya, akan ada lebih banyak tahapan yang harus dilalui. Tahapan-tahapan itu bisa banyak sekali, akan tetapi kita rangkum saja menjadi 6 hal saja yagn diketahui oleh mereka dan dipersiapkan jika akan tinggal lama di Jepang.

1. Pertama Datang: Seperti Bulan Madu

“Wow! Lihat semua cahaya terang! Sangat ajaib, banyak anime, Jepang! ” Dari saat pesawat mulai turun ke Jepang, Anda jadi sangat bersemangat!

Tinggal Lama Di Jepang

Dari jendela pesawat Anda melihat mobil-mobil di sisi yang berlawanan dari jalan, hamparan luas ladang terjalin dengan kota-kota yang ramai, dan terakhir, tanda yang bertuliskan “Yokoso! Selamat datang di Jepang! ”Saat Anda melewati bea cukai.

Kemudian ketika Anda mengambil tas Anda dari area klaim, “Wow! Aku di Jepang! ” Tahap awal ini adalah apa yang banyak orang sebut sebagai fase “Bulan Madu”. Ini berlangsung rata-rata sekitar satu tahun dan selama ini, semua hal Jepang luar biasa bagi Anda. Anda dengan mudah mengabaikan segala cacat atau aspek negatif dari budaya Jepang secara keseluruhan dan mengapung di atas awan sepanjang waktu.

Semoga Anda menikmati fase ini, karena pada akhirnya Anda akan masuk ke tahap selanjutnya yaitu …..

2. Mulai Kecewa

Tiba-tiba, saat berdiri di kereta yang penuh sesak untuk kesekian kalinya di musim panas yang terik, tetes-tetes keringat mulai perlahan merayapi punggungmu, aroma tubuh yang menyengat dari pegawai di sebelahmu menyerang hidungmu, lebih komplet lagi ketika serta-merta , kurva di lintasan menggeser orang-orang di sekitar Anda dan seseorang menginjak kakimu.

Tinggal Lama Di Jepang

Lalu Anda mulai berseru, “Ini tidak seperti di anime atau acara TV yang pernah saya tonton!” sambil bertanya-tanya ke mana hilangnya mimpi-mimpi indah tentang Jepang. Anda kemudian berusahan membuang jauh-jauh segala pertanyaan tersebut.

Ya, hal itu akan terjadi pada kita semua. Fase bulan madu pada akhirnya akan sirna dan Anda mulai bertanya-tanya apakah Anda telah salah menilai tentang Jepang sebelumnya.

Anda terus berusaha memperjelas semua situasi yang muncul dalam kehidupan sehari-hari, tetapi tidak bisa menahan perasaan… yah… dan ..yah… kecewa, yang mengarah ke fase berikutnya:

3. Mengomel dan Mengeluhkan Segala Hal

“Ugh, mengapa mereka membiarkan orang berjalan dan merokok !?” – “Mengapa kereta selalu terlambat!?!”

Tinggal Lama Di Jepang

Dan keluhan itu akan terus berlanjut. Itulah fase mulai dirasakan oleh mereka yang memasuki tahun ke-2 atau ke 3 tinggal di Jepang. Selama fase ini, apa pun itu akan memicu Anda untuk mulai menyalahkan, mengkritik, dan sebagainya.

  • Gempa kecil pukul 2 pagi hari? Kesalahan Jepang karena seismologis aktif.
  • Anda lupa mengisi Suica Anda dan dihentikan di gerbang kereta? Kesalahan Jepang karena tidak secara otomatis mengisinya (Padahal suica akan terisi otomatis jika Anda mengaturnya!)
  • Ketinggalan kereta terakhir jam 1 pagi? Kesalahan Jepang karena kekurangan kereta!

Namun, tak lama kemudian, semua kritik ini cenderung memudar dan sebagian besar mengalami fase kehidupan selanjutnya di Jepang:

4. Mulai Menyendiri

Pada tahap ini, mendapatkan teman sepertinya semakin sulit. Hambatan bahasa menngurangi kemudahan berteman dengan penduduk lokal. Atau sebagian Anda masih alergi untuk berteman dengan orang asing. Kemudian Anda mulai menyadari bahwa orang-orang yang biasa bergaul dan menyapa, mulai jarang menghubungi.

Tinggal Lama Di Jepang

JIka Anda terus-terusan mengeluh dan mengomel, tidak ada yang akan mau berteman dengan Anda.

Undangan dibatalkan di detik-detik terakhir. Akun messenger dan social media Anda terdiam di antara kebisingan AC Anda ketika ditinggal pergi mencari diskon ¥40 tuna onigiri terakhir di konbini lokal pada jam 3 pagi.

Saat Anda menatap cahaya monitor komputer dengan mata sayu, tiba-tiba Anda menyadari bahwa foto kucing di di media sosial tidak lagi menghasilkan tawa nyata. Kemudian hal tersebut bisa menyebabkan salah satu dari dua fase terakhir:

5. Destructive!

Semua hal negatif yang terpendam selama bertahun-tahun telah mencapai level kritis! Pada titik ini, Anda tidak melihat apa pun selain merah dan marah pada apa pun dan semua orang Jepang.

Tinggal Lama Di Jepang

Bahkan hal-hal yang biasa Anda temukan untuk menenangkan diri malah membuat Anda kesal. Dan melihat pendatang baru di Jepang yang masih dalam fase “Bulan Madu” membuat Anda semakin kesal!

Kebanyakan orang di fase ini memilih untuk menyalahkan segala sesuatu tentang Jepang, termasuk menyerang orang lain yang bahkan menunjukkan sedikit kesenangan dalam hidup di Jepang. Umumnya orang yang berada pada fase destruktif ini akhirnya akan meninggalkan Jepang dan tidak pernah kembali lagi.

Atau kadang-kadang mereka akan memilih untuk tetap di Jepang, meskipun itu membuat mereka kesal. Namun terkadang, kadang-kadang, mereka dapat mengatasi kemarahan dan mencapai tahap akhir:

6. Menerima

Salah satu fase terakhir adalah penerimaan. Fase ini adalah titik di mana Anda menyadari bahwa Jepang bukanlah tanah fantasi di mana semua impian Anda menjadi kenyataan dan Anda bisa menjalani petualangan Anda.

Jepang ya begini ini, sama seperti banyak negara lain.Jika Anda menyadari hakl itu, maka itu poin bagus. Selain itu adalah poin buruk, dan itu terserah Anda untuk memutuskan apakah Anda OK dengan kondisi ini atau tidak.

Tinggal Lama Di Jepang

Anda akhirnya bisa menjalani hari Anda dengan normal dan tahu bagaimana menghadapi kondisi buruk di Jepang kapan saja terjadi. Namun jangan putus asa, Jepang masih memiliki banyak hal untuk dilakukan dan dilihat.

Terbaik dari semua, ketika Anda tidak mengharapkannya, Anda akan menemukan diri Anda di bawah payung Anda, menatap pantulan lampu neon di genangan air di jalan, Anda akan melihat ke atas, dan itu akan memukul Anda lagi … “ya sudahlah! Saya memang tinggal di Jepang!”

Tinggal Lama Di Jepang

Persiapkanlah matang-matang, entah itu Anda tinggal sebagai turis, magang, sekolah, atau permanen di Jepang. Tensai Karawang akan membantu Anda memiliki perencanaan terbaik terkait mengunjungi negeri sakura tersebut. Yuk bergabung dengan komunitas bahasa Jepang di Karawang, Tensai.

sumber: https://web.archive.org/web/20150726005738/http://japanistas.com:80/en/archives/28892

,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.