Go to Top

Suasana Bersekolah di Jepang Dulu dan Sekarang

Bagaimana suasana bersekolah di Jepang dulu dan sekarang? Pendidikan merupakan salah satu aspek kehidupan yang paling penting untuk dikuasai dan dipelajari. Salah satu jalan menempuh pendidikan adalah dengan menjalani pendidikan di sekolah-sekolah formal seperti yang kita ketahui saat ini. Baru-baru ini, sebuah situs, yakni Vouchercloud merilis predikat daftar negara-negara tercerdas di dunia. Situs tersebut menganalisa sebanyak 25 negara berdasarkan dari statistik jumlah hadiah Nobel yang diterima, skor rata-rata pendidikan, dan skor IQ rata-rata.

Fakta mengejutkan terungkap bahwa negara Jepang berhasil menempati peringkat pertama sebagai negara tercerdas. Terdapat beberapa faktor yang menjadi sebab masyarakat Jepang cerdas, salah satunya karena sistem pendidikan yang tertata dengan baik. Namun, tahukah kalian? jauh sebelum masa sekarang, Jepang memiliki sejarah panjang terkait sekolah publik pertama yang ditujukan bagi rakyat biasa bernama Terakoya.

Terakoya (寺子屋, sekolah biara) adalah lembaga pendidikan publik pertama di Jepang yang memberikan fasilitas pendidikan menulis dan membaca kepada anak-anak dari golongan rakyat biasa. Sekolah ini awalnya hanya tersebar di Edo (nama Tokyo sebelumnya), namun perlahan mulai menyebar di kota-kota dan desa-desa lainnya di seluruh Jepang. Selama periode era Tempō (1830-1844), ribuan sekolah rakyat ini sudah mulai menerima murid-murid dari seluruh penjuru negeri. Pada akhir Keshogunan Tokugawa, terakoya semakin menyebarluas hingga berjumlah sekitar 30.000-40.000, termasuk juga lembaga-lembaga yang turut berkontribusi bagi tingginya tingkat melek huruf dikalangan rakyat biasa di Jepang pada saat itu.

Bersekolah di Jepang

Sumber: https://twitter.com/Tokyonobo

Biara Buddha pertama kali membuka sekolah rakyat ini pada abad ke-17 dengan tujuan untuk membantu anak-anak dari kalangan rakyat awam di Jepang dalam menyediakan fasilitas pendidikan. Para rakyat biasa ini menuntut ilmu di Terakoya, untuk merajut asa bagi kehidupan mereka yang mapan dikemudian hari. Sekolah-sekolah publik ini didirikan atas dasar sukarela oleh berbagai golongan orang di Jepang seperti keluarga samurai, orang kota, biksu, pegawai kantor desa, bahkan Imam Shinto dan Tabib yang juga turut berperan aktif mengadakan kegiatan berbasis pendidikan tersebut.

Pada awalnya, hanya sedikit anak yang rutin mendatangi sekolah-sekolah ini, namun perlahan tingkat kehadiran pun kian meningkat bersamaan dengan kesadaran akan pentingnya memiliki ilmu pengetahuan. Di pertengahan Zaman Edo, terakoya semakin melebar hingga ke kota-kota besar seperti Tokyo, Osaka, dan beberapa daerah lainnya. Pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19, bahkan tingkat kehadiran murid pada sekolah rakyat di Tokyo mencapai 70%. Presentase ini menunjukkan tingkat antusias belajar anak-anak Jepang yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan anak-anak dari daratan Hindia Belanda pada masa itu yang sama-sama belum mengenal alfabet.

Selain itu, dikutip oleh Hidekazu Ishiyama (Kepala Museum Edo-Tokyo), jumlah pendaftar sekolah rakyat itupun berada di kisaran 70-80%, yang mana rasio tersebut bahkan lebih tinggi daripada pendaftar sekolah anak-anak di Benua Eropa pada masa yang sama. Di terakoya, anak-anak tidak hanya diajarkan soal membaca dan menulis dalam huruf-huruf Jepang saja, namun mereka juga mempelajari ilmu pengetahuan umum seperti menghitung dengan sempoa, ilmu sejarah, dan geografi. Sedangkan, khusus untuk anak perempuan, mereka juga mempelajari kegiatan-kegiatan seni seperti merangkai bunga (ikebana), ritual upacara minum teh (chanoyu), dan pelajaran jahit menjahit. Pengetahuan yang mereka dapatkan di terakoya ini membangkitkan semangat dan kepercayaan diri mereka selama masa periode Jepang yang menutup diri dari dunia Barat.

Bersekolah di Jepang

Sumber: https://www.worthpoint.com/

Setelah menguasai pembelajaran baca-tulis, murid-murid di terakoya memakai buku teks yang telah ada dari sejak Zaman Heian (794-1185) yang pada masa itu hanya digunakan oleh kalangan kaum samurai, buku ini bernama “Oraimono”. Buku-buku teks yang berisi berbagai pengetahuan praktis seperti ajaran kekeluargaan, nilai-nilai moral, sejarah, serta keterampilan berkomunikasi tersebut dimanfaatkan dengan baik. Selain itu, ilmu didalam buku ini juga dibedakan sesuai dengan kebutuhannya, misal antara anak-anak pedagang dan petani masing-masing mempelajari buku teks yang berbeda sesuai dengan ilmu yang dibutuhkan.

Teikin-ōrai (庭訓往来) merupakan salah satu teks “Ōraibutsu” yang digunakan untuk mempelajari kaligrafi dan budaya dasar Jepang di terakoya. Para periode Muromachi, buku ini pertama kali dibuat untuk ditujukan hanya kepada anak-anak dari kalangan bangsawan, biarawan, dan samurai saja. Namun, kemudian pada periode Edo, barulah buku teks ini dipakai untuk seluruh kalangan rakyat biasa di Jepang.

Pada periode Meiji, terakoya kemudian dihapus dan digantikan oleh sekolah umum pendidikan dasar yang wajib diikuti oleh seluruh penduduk Jepang. Hal ini sesuai dengan kebijakan pemerintah dalam melembagakan Sistem Pendidikan Orde (学制, gakusei) pada tahun 1872.

Walaupun tidak terdapat data tertulis, namun berkat adanya kegiatan terakoya atau sekolah rakyat sebelumnya di Jepang, diperkirakan telah berhasil mendongkrak angka melek huruf dikisaran 50% laki-laki dan 20% perempuan Jepang. Selain itu, mereka juga telah menguasai kemampuan dasar berhitung. Pada waktu yang sama, tingkat melek huruf di Amerika bahkan hanya menyentuh angka 20% dan Rusia 10%.

10 Fakta Menarik Seputar Dunia Pendidikan Sekolah di Jepang Masa Kini

Bersekolah di Jepang

Sumber: https://www.hisgo.com/

Setelah melalui perjalanan sejarah yang cukup panjang, dunia pendidikan di Jepang pun terus berkembang seiring kemajuan zaman. Bahkan, Jepang kini menempati urutan 10 besar negara dengan tingkat melek huruf terbaik didunia dengan jumlah persentase sebesar 99%, mengalahkan China dan Amerika Serikat (AS). Dengan begitu, tidaklah berlebihan jika kita mengatakan bahwa orang-orang Jepang memang memiliki tingkat kecerdasan yang luar biasa. Hal ini tidak lepas dari kebiasaan dan budaya Jepang dalam menjalani pendidikan di sekolah dalam berbagai tingkatannya.

Nah, berikut ini kami paparkan 10 fakta menarik seputar dunia pendidikan sekolah di Jepang.

1. Kapan Mulai Sekolah?

Sekolah dan perkuliahan di Jepang dimulai pada tanggal 1 April, dimana pada saat itu bertepatan dengan Bunga Sakura yang mulai bermekaran diawal musim semi.

Bersekolah di Jepang

Sumber: https://www.flickr.com/

 2. Makan Siang

Biasanya, siswa-siswa bersekolah di Jepang tingkat SD dan SMP akan makan siang bersama dengan guru di dalam kelas, dengan tujuan untuk menciptakan ikatan kebersamaan dan hubungan harmonis yang erat antar anggota kelas.

Bersekolah di Jepang

Sumber: https://mainichi.jp/

 3. Tak Ada PR

Kurikulum saat tiga tahun pertama awal siswa bersekolah di Jepang lebih mengutamakan pengajaran tentang sikap dan moral yang baik daripada nilai akademis yang bagus. Siswa diajarkan untuk dapat bersikap hormat kepada orang lain, berlaku baik terhadap hewan dan alam, bersikap dermawan, berempati, serta memiliki rasa kasih sayang. Selain itu, siswa tingkat sekolah dasar ini juga diajarkan tentang keadilan, keberanian, dan pengendalian diri. Bahkan, dalam tingkat sekolah dasar di Jepang, tidakada yang namanya pekerjaan rumah (PR) yang dibebani kepada para siswanya.

Bersekolah di Jepang

Sumber: http://www.geocities.com/

4. Mandiri

Para siswa dibiasakan untuk dapat mandiri, bahu membahu kerja tim dalam membersihkan ruang kelas, toilet, dan fasilitas sekolah lainnya. Umumnya, beberapa sekolah di Jepang bahkan tidak mempekerjakan pekerja kebersihan disekolahnya. Hal ini agar mendorong kesadaran para siswa akan kebersihan kelas dan lingkungan sekolahnya.

Bersekolah di Jepang

Sumber: https://4570book.info/

5. Kaus Kaki

Terdapat peraturan bahwa siswa hanya diperkenankan memakai kaus kaki berwarna putih, hitam, atau biru tua. Jika seorang siswa melanggar dengan memakai warna-warna diluar warna tersebut maka berlaku hukuman berbentuk penyitaan kaus kaki oleh pihak sekolah.

Bersekolah di Jepang

Sumber: https://learnjapanese123.com/

6. Bahasa Inggris

Bahasa Inggris bukan merupakan bagian dari mata pelajaran utama pada sekolah-sekolah di Jepang. Namun, sekarang sudah terdapat beberapa sekolah tingkat dasar yang mulai mengajarkan mata pelajaran Bahasa Inggris.

Bersekolah di Jepang

Sumber: https://mainichi.jp/

7. Ekstrakurikuler

Pemilihan klub atau ekstrakulikuler sangat penting bagi siswa di Jepang. Sebagian besar sekolah bahkan mendorong siswanya agar dapat bergabung dalam salah satu dari dua klub, yang terdiri dari klub olahraga (sepak bola, baseball, tenis, berenang, bola voli, rugby, kendo, judo, atletik, dll) dan klub budaya (kaligrafi, sains, dll).

Bersekolah di Jepang

Sumber: http://www.asano.ed.jp/

8. Liburan

Pembagian libur tahunan disetiap musimnya, yaitu liburan musim panas yang berlangsung selama 40 hari, biasanya mulai tanggal 20 Juli-31 Agustus. Liburan musim dingin berlangsung selama 10 hari, mulai tanggal 26 Desember-6 Januari. Sedangkan, liburan musim semi yang juga berlangsung selama 10 hari, mulai tanggal 25 Maret-5 April. Selain itu, anak-anak sekolah ditingkat SMP dan SMA juga biasanya akan diberikan PR selama liburan musim panas dan musim dingin berlangsung.

Bersekolah di Jepang

Sumber: https://jpninfo.com/

9. Durasi Sekolah

Durasi bersekolah di Jepang biasanya berlangsung dari pukul 08.30-15.00 waktu setempat. Siswa juga diharuskan untuk sudah berada di sekolah setidaknya jam 08.30 tepat. Jika siswa terlambat walaupun hanya beberapa menit dan melakukannya berulang-ulang selama 5 kali, maka ia akan menanggung hukuman berupa datang lebih pagi untuk membersihkan lingkungan sekolah.

Bersekolah di Jepang

Sumber: https://www.sbs.com.au/

10. Jalan Kaki

Tidak ada bus sekolah di Jepang yang memaksa para siswa untuk menempuh perjalanan dengan berjalan kaki, menaiki sepeda atau dengan angkutan umum. Biasanya, murid-murid dalam tingkat sekolah dasar akan pergi bersekolah dengan mandiri bersama temannya dalam kelompok-kelompok kecil, tanpa diantar orang tuanya.

Bersekolah di Jepang

Sumber: https://www.city-cost.com/

Nah, bagi kalian yang tertarik untuk bersekolah di Jepang atau melanjutkan pendidikan di Negeri Sakura itu, tidak cukup dengan hanya mempersiapkan diri dalam hal ilmu pengetahuan umum terkait jurusan di sekolahan yang kita tuju saja. Namun, perlu juga untuk setidaknya bisa menguasai bahasa Jepang dengan baik. Maka, menjalani pendidikan bahasa Jepang di tempat-tempat kursus formal juga bisa menjadi salah satu solusi ampuh bagi Anda untuk dapat menguasai bahasa Jepang dengan cepat dan lancar. Rutin berlatih dan belajar dengan giat juga dapat membantu Anda agar semakin mengingat beragam kosa kata dalam bahasa Jepang.

Atas dasar itulah, Tensai Nihongo Bunka Gakuin hadir sebagai LKP Bahasa Jepang terdepan dan terpercaya nomor 1 di Karawang, bahkan Jawa Barat. Kami siap membantu Anda mewujudkan impian agar bisa fasih mengucapkan kalimat-kalimat dalam Bahasa Jepang. Selain itu, Tensai juga mengadakan banyak program-program beasiswa ke Jepang bagi siswa Kami yang berprestasi dibidang Bahasa Jepang.

Referensi

Artikel di atas dibuat dengan bersumberkan:

,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Butuh Penawaran / Info Lebih Lanjut?
Hi, Anda butuh penawaran atau info lebih lengkap tentang jasa kami? WhatsApp kami sekarang!
Powered by