Go to Top

Pendidikan TK di Jepang: Yuk Kita Lihat Keunikannya

Pendidikan TK di Jepang

Mengintip Uniknya Pendidikan TK di Jepang: Masyarakat Jepang dikenal sebagai masyarakat yang pekerja keras, mandiri dan sangat disiplin. Selain itu, tata krama yang dimiliki bangsa ini juga dapat dikatakan sangat baik. Sifat atau budaya baik tersebut tentunya tidak bisa diterapkan secara instan. Hal ini berkaitan dengan penerapan sistem pendidikan dari sejak usia dini yang unik. Penasaran ilmu apa saja yang anak TK Jepang dapatkan di sekolah mereka? Berikut merupakan pilar utama dari sistem pendidikan dasar di Jepang.

Pendidikan dimulai sejak usia dini

Bagi masyarakat Jepang, pendidikan tidaklah hanya diperoleh di sekolah. Pendidikan harus dimulai dari rumah dan oleh keluarga. Pendidikan di Jepang dimulai dari sejak usia sangat dini. Sejak balita, anak-anak di Jepang sudah dilatih kemandirian. Mulai dari melatih balita agar dapat makan dengan tangan sendiri hingga tidur tanpa harus digendong atau dibujuk terlebih dahulu oleh orang tuanya.

Jepang memiliki dua macam pendidikan pra-sekolah, yaitu daycare (hoikuen) semacam penitipan anak dan Taman Kanak-Kanak (youchien). Dari dua pendidikan pra-sekolah inilah anak maupun ibu memperoleh pengetahuan tentang cara mengasuh anak yang baik dan benar berdasarkan nilai-nilai dan budaya yang dimiliki masyarakat Jepang. Biasanya anak berusia 3-6 tahun akan mengikuti pra-sekolah ini.

Kemandirian, Disiplin & Etika

Pendidikan TK di Jepang yang didapatkan anak-anak Jepang bukan hanya melulu belajar membaca, menulis dan menghitung. Melainkan anak-anak Jepang dilatih kemandirian dan disiplin. Anak-anak akan dilatih untuk bisa mengelola barang-barangnya sendiri, baik di sekolah maupun di rumah. Mereka dilatih untuk terbiasa emakai baju sendiri, merapikan alat-alat makannya sendiri, membereskan mainan setelah selesai bermain dan membereskan tempat tidurnya sendiri.

Selain itu anak-anak Jepang juga akan dididik untuk memiliki etika yang baik. Mereka dilatih untuk bagaimana cara berterima kasih kepada orang tua, guru dan masyarakat. Etika menjadi hal yang penting di negeri bunga sakura ini.

Tanggung Jawab & Moral

Selain dilatih untuk mandiri dan disiplin, anak-anak di Jepang juga dilatih untuk memiliki rasa tangggung jawab dan moral yang tinggi. Bagi masyarakat Jepang, moral merupakan sebuah pondasi yang ditekankan dalam sistem pendidikan. Latihan mencuci alat makan sendiri dan membereskan barang-barang sendiri ditanamkan bukan semata-mata dikarenakan hal tersebut adalah kewajiban mereka, namun juga di dasarkan pada rasa tanggung jawab.

Dalam sistem pendidikan TK di Jepang, tidak ada sistem hukuman ataupun hadiah. Hal ini dilakukan agar anak-anak tidak terjebak dalam kompetisi yang melahirkan kebencian satu sama lainnya. Ketika anak melakukan kesalahan, guru ataupun orang tua akan langsung menghukumnya. Mereka akan menanganinya dengan membuat anak memahami akan konsekuensi atau dampak atas tindakannya tersebut terhadap orang lain sehingga anak akan melakukan evaluasi diri sendiri yang kemudian akan menumbuhkan rasa tanggung jawab atas dirinya sendiri maupun orang lain.

Penekanan terhadap kreativitas

Tidak seperti di Indonesia yang kebanyakan pra-sekolah mengajarkan bagaimana cara membaca, menulis dan menghitung. Pra-sekolah di Jepang mengajarkan mengenai seni, musik dan permainan tradisional sehingga Anda akan mendapati banyak kegiatan menarik yang dilakukan anak-anak di sana. Anak-anak kerap melakukan tur ke museum,kebun binatang, taman bermain, dan tempat-tempat edukatif lainnya. Hal ini ditujukan untuk melatih kepekaan mereka terhadap lingkungan. Bahkan, tak jarang polisi akan datang ke sekolah-sekolah untuk mengajarkan bagaimana cara menyebrang jalan yang benar ataupun pengetahuan terkait bagaimana menghadapi bencana gempa.

Nah, sungguh menarik bukan pendidikan yang dimiliki oleh Jepang? Bagi Anda yang ingin berkunjung ke Jepang atau sekedar ingin mempelajari lebih jauh tentang budaya maupun Bahasa Jepang, maka Anda bisa belajar kursus Bahasa Jepang di Tensai Karawang Jasa Penerjemah Jepang.

Referensi

  1. Foto: https://www.flickr.com/photos/jamesalexanderjack/3724064460
  2. https://tensai-indonesia.com/interpretation-translation-penerjemah-bahasa-jepang-tensai/
, ,