Go to Top

Mahasiswa di Jepang: Bagaimana Keseharian Mereka?

mahasiswa di Jepang

Bagaimana Kehidupan Mahasiswa di Jepang? Kehidupan pelajar atau mahasiswa pada suatu negara pasti berbeda-beda. Baik dari segi kurikulum yang diterapkan maupun dari segi kebiasaan pada kampus tersebut. Lalu bagaimana dengan kehidupan mahasiswa di Jepang?

Mahasiswa di Jepang: Metode Perkuliahan

Pada umumnya, kehidupan dan kebiasaan mahasiswa Jepang di dunia perkuliahan memiliki kemiripan dengan kehidupan dan kebiasaan mahasiswa di Indonesia. Metode perkuliahan di Jepang dilakukan melalui komunikasi, observasi dan literasi. Komunikasi dilakukan dengan dosen (sensei) dan teman-teman di perkuliahan, bahkan seminar. Diskusi dan presentasi menjadi makanan sehari-hari bagi mahasiswa.

Metode observasi juga dilakukan oleh mahasiswa dengan melakukan penelitian pada lingkungan. Dalam hal ini, baik lingkungan alam maupun lingkungan budaya dan manusia. Tentunya sesuai dengan bidang dan jurusan yang ditekuni oleh masing-masing mahasiswa. Bahkan banyak juga mahasiswa-mahasiswa di Jepang yang ikut aktif dalam lembaga-lembaga sosial. Mereka tanpa ragu mengajukan diri sebagai sukarelawan.

Sedangkan yang dimaksud dengan metode literasi adalah pembelajaran melalui buku-buku literatur yang disediakan oleh perpustakaan kampus, perpustakaan kota dan pemerintah, maupun sumber literasi lainnya yang dapat mendukung sistem pembelajaran di kampus. Masyarakat Jepang selalu menekankan budaya membaca sehingga tidak heran mahasiswa di sana sangat gemar membaca.

Hal yang menjadikan pendidikan kuliah di Jepang menarik adalah universitas sebagai sumber riset dan pengetahuan yang mumpuni bagi pelajar di dalamnya. Bukan hanya dilihat dari kampus sebagai lembaga pendidikan, namun juga kebiasaan para mahasiswa dan dosen di Jepang yang sangat komunikatif satu sama lainnya.

Sistem kuliah di Jepang sangat mendukung interaksi dua arah antara dosen dan mahasiswa. Setelah dosen selesai menjelaskan materi, mahasiswa akan diberikan kesempatan untuk memberikan opini, saran ataupun pendapat. Apabila mahasiswa masih kurang puas dengan penjelasan materi di kelas, maka mereka dapat mengirimkan email kepada dosen tersebut untuk bertanya.

Selain itu, mahasiswa pun dapat berdiskusi secara personal dan mengatur jadwal untuk bertemu secara langsung dan membahas materi yang masih kurang dimengerti. Banyak sekali waktu dan kesempatan untuk berdiskusi dengan dosen. Para pengajar pun dengan mudah dapat meluangkan waktunya untuk memberikan arahan ataupun penjelasan tambahan kepada mahasiswanya. Tidak seperti di Indonesia yang terkadang beberapa pengajar sangat sulit untuk ditemui.

Mahasiswa di Jepang: Gaya Hidup, Berpakaian dan Kehidupan Kampus

Di negara yang terkenal dengan keindahan bunga sakura ini, kuliah menjadi salah satu momen bagi mahasiswa untuk bisa hidup mandiri sepenuhnya dan menjadi kesempatan untuk mengekspresikan diri. Pada masa-masa sekolah, mereka mengenakan seragam sekolah dan harus rapih. Sedangkan di dunia perkuliahan ini mereka bisa mengenakan pakaian bebas dengan berbagai model pakaian dan aksesoris sesuai dengan seleranya masing-masing. Kebanyakan dari mahasiswa Jepang memiliki gaya berbusana yang modis dan unik.

Tidak jauh berbeda dengan mahasiswa Indonesia, mahasiswa di Jepang juga cenderung tinggal sendiri. Kebanyakan dari mereka memilih tinggal di beberapa apartemen maupun asrama kampus. Hal ini menjadi salah satu pelajaran hidup dimana mereka secara nyata belajar untuk hidup mandiri hingga belajar untuk menghemat keuangannya. Tidak sedikit mahasiswa di Jepang yang mengambil kerja sambilan untuk menambah uang jajan mereka.

Lalu apa saja kebiasaan mahasiswa Jepang dalam menghabiskan hari libur mereka? Berbagai kegiatan dan aktivitas banyak dilakukan mahasiswa Jepang dalam menghabiskan hari libur mereka. Beberapa diantaranya ada yang menghabiskan waktu dengan mengikuti kegiatan ekstrakulikuler kampus. Beberapa diantaranya juga ada yang menghabiskan hari libur mereka dengan bersenang-senang, seperti berbelanja ke pusat perbelanjaan, bercengkrama dengan teman sekampus di kafe atau restaurant, melakukan hobi dan lain sebagainya. Namun banyak juga mahasiswa di Jepang yang menghabiskan waktu liburan mereka untuk bekerja paruh waktu. Masyarakat Jepang memang terkenal sebagai pekerja keras.

Bagi Anda yang memiliki rencana untuk melanjutkan studi di Jepang, alangkah lebih baiknya untuk mempelajari terlebih dahulu Bahasa Jepang. Tensai Kawarang Jasa Penerjemah Jepang terpercaya dan professional. Anda dapat dengan mudah belajar bahasa tersebut.

Referensi

  1. Picture Source: https://www.cfr.org/blog/referendum-japan
  2. https://tensai-indonesia.com/interpretation-translation-penerjemah-bahasa-jepang-tensai/
, , ,