Go to Top

Perhatikan 5 Hal Ini Saat Menyusun Kalimat dalam Bahasa Jepang

Menyusun kalimat dalam bahasa Jepang

Perhatikan 5 hal Ini saat menyusun kalimat dalam bahasa Jepang. Mengapa? Karena pada dasarnya bahasa Jepang memiliki sruktur kalimat yang berbeda dari bahasa Indonesia. Mari kita pahami lebih dalam tentang susunananya seperti yang dijelaskan berikut ini.

5 Poin Penting Ketika Menyusun Kalimat dalam Bahasa Jepang

1. Inti struktur kalimat

Jika bahasa Indonesia mempunyai struktur kalimat subjek + predikat, maka struktur kalimatnya terdiri atas unsur + predikat. Predikat harus selalu ada dalam kalimat dan disimpan di bagian akhir. Singkatnya, bahasa Jepang sangat memprioritaskan predikat dalam setiap kalimatnya, lalu unsur lain akan disusun untuk dirangkai di bagian depan predikat. Unsur tersebut meliputi subjek, objek, dan keterangan.

2. Susunan kalimat

Berbeda dari bahasa Indonesia yang memegang pakem SPOK (subjek + predikat + objek + keterangan), menyusun kalimat dalam bahasa Jepang cenderung fleksibel selama predikatnya berada di akhir kalimat. Lantas, bagaimana cara kita menentukan setiap unsur pada kalimat yang strukturnya lebih lepas? Penjelasannya akan dipaparkan pada poin selanjutnya.

3. Penentuan unsur kata benda

Ada tiga partikel yang sering kali digunakan dalam kalimat bahasa Jepang, yakni wa untuk menunjukkan subjek atau topik, o untuk menunjukkan objek, dan de untuk menunjukkan tempat. Saat menyusun kalimat dalam bahasa Jepang, maka partikel atau kata-kata bantu ini mempunyai fungsi yang serupa dengan kata depan dalam bahasa Indonesia, yaitu penunjuk waktu, tempat, arah, dan lain sebagainya (seperti di depan, ke taman). Hanya saja, partikel pada bahasa Jepang diletakkan di belakang kata yang ditunjukkan. Partikel ini yang akan memperlihatkan hubungan antarkata. Maka wajar saja kalau kalimat dalam bahasa Jepang bisa disusun secara fleksibel.

4. Kata menerangkan-diterangkan

Sistem MD atau menerangkan-diterangkan diaplikasikan juga dalam bahasa Jepang. Bedanya, di bahasa Indonesia, kata yang diterangkan ada di depan kata yang menerangkan. Sementara itu, dalam bahasa Jepang, kata yang menerangkan disimpan di depan kata yang diterangkan.

5. Predikat dalam bahasa Jepang

Setidaknya ada tiga jenis kalimat dalam bahasa Jepang yang disusun berdasarkan predikat, antara lain kalimat kata benda, kalimat kata sifat, dan kalimat kata kerja.

Kalimat kata benda

Pola yang digunakan dalam jenis kalimat ini dipakai untuk menyatakan bahwa kata benda 1 adalah kata benda 2. Kemudian, partikel wa menunjukkan bila kata benda 1 merupakan topik sekaligus subjek pada kalimat tersebut, lalu topik akan dijelaskan kata benda 2. Bagian desu akan diubah sesuai situasi seperti waktu, halus-biasa, positif-negatif, dan lain-lain.

Contoh kalimat kata benda: watashi wa Indonesia-jin desu (Saya orang Indonesia).

Kalimat kata sifat

Dalam jenis kalimat ini, pola yang diaplikasikan akan menjelaskan kondisi subjek. Partikel wa nantinya menunjukkan kata benda sebagai topik sekaligus subjek kalimat. Topik pun akan dijelaskan predikat atau kata sifat. Sementara bagian desu akan diubah sesuai waktu, halus-biasa, positif-negatif, dan lain-lain.

Contoh kalimat kata sifat: Rina-san kawai-i desu (Rina cantik).

Kalimat kata kerja

Ada banyak kalimat dalam bahasa Jepang yang menggunakan pola kalimat ini. Partikel yang ada dalam kalimat kata kerja berperan sebagai penunjuk hubungan antara unsur dengan predikat. Bagian masu pun akan diubah mengikuti situasi seperti waktu, halus-biasa, positif-negatif, dan lain-lain.

Contoh kalimat: Rina ga tabe-masu (Rina makan, ga menunjukkan subjek); tempe o tabe-masu (makan tempe, o menunjukkan objek).

Demikian pemaparan seputar struktur nya saat menyusun kalimat dalam bahasa Jepang. Seperti mempelajari bahasa lain, mulailah dengan menyusun kalimat simpel. Setelah terbiasa, kita pun akan lebih cepat membuat kalimat-kalimat yang lebih kompleks dalam bahasa Jepang.

Ingin menjadi mahir dalam menulis bahasa Jepang dengan kaidah yang baik? Tentulah harus bergabung dengan mereka yagn sudah menikmati kemudahan mempelajari bahasa Jepang di Tensai.

Para siswa di kursus bahasa Tensai

, , ,