Go to Top

Mengenal Kata Sifat Bahasa Jepang

Mengenal Kata Sifat Bahasa Jepang

Artikel kali ini akan mengajak pembaca website kursus bahasa Jepang Tensai untuk mengenal kata sifat bahasa Jepang. Ada berapa sebenarnya kata sifat dalam bahasa Jepang. Mari kita simak satu-persatu.

Kata Sifat Bahasa Jepang

Kata sifat pada bahasa Jepang dikategorikan menjadi 2 kelompok, yakni Keiyōshi dan Keiyō Dōshi. Apa beda keduanya? Berikut penjelasan lebih lengkapnya:

Kata Sifat Keiyōshi

Kelompok kata sifat Keiyōshi terdiri dari semua kata sifat yang memiliki akhiran huruf “i”. Contohnya akai (merah), utsukushii (cantik), oishii (enak), dan takai (tinggi atau mahal). Namun, ada beberapa pengecualian dimana beberapa kata sifat berakhiran i tidak termasuk Keiyōshi. Seperti kata aimai, saiwai, kirai, dan zonzai bukan kata sifat Keiyōshi.

Dalam bahasa Jepang, kata sifat ditulis di depan kata benda untuk menerangkan kata benda. Jadi seperti penggunaan kata sifat dalam bahasa Inggris. Berikut contohnya:

  • amai (manis) mikan (jeruk) yang berarti jeruk manis

  • oishii (enak) tabemono (makanan) yang berarti makanan enak

Ada peraturan terkait perubahan kalimat dalam tata bahasa Jepang. Dimana beberapa partikel desu, deshita, dewa arimasen, dan dewa arimasen deshita digunakan sebagai akhiran yang berupa kata benda. Seperti dalam kalimat kore wa oishii tabemono desu (ini makanan enak), kore wa oishii tabemono deshita (ini makanan enak – waktu lampau), kore wa oishii tabemono dewa arimasen (ini bukan makanan enak), dan kore wa oishii tabemono dewa arimasen deshita (ini bukan makanan enak – waktu lampau).

Akan tetapi ada peraturan beda untuk kata sifat Keiyōshi. Khususnya untuk penulisan dalam bentuk lampau, bentuk negatif, bentuk negatif lampau, dan menyambung kata sifat. Ini bedanya:

  • Bentuk Lampau

Akhiran i dalam kata sifat Keiyōshi diubah menjadi katta. Seperti kata oishii yang ditulis menjadi oishikatta dalam kalimat kore wa oishikatta desu (ini enak – waktu lampau).

  • Bentuk Negatif

Akhiran i dalam kata diubah menjadi kunai. Contohnya kata oishii menjadi oishikunai dalam kalimat kore wa oishikunai (ini tidak enak).

  • Bentuk Negatif Lampau

Untuk penulisan kalimat negatif lampau, akhiran i diubah menjadi kunakatta. Seperti pada kata oishii yang ditulis menjadi oishikunakatta dalam kalimat kore wa oishikunakatta (ini tidak enak – waktu lampau).

  • Menyambung Kata Sifat

Kata sifat Keiyōshi bisa disambung dengan mengubah akhiran i menjadi kute. Misalnya kata oishii menjadi oishikute dalam kalimat kore wa oishikute, yasui desu (ini enak dan murah).

Kata Sifat Keiyō Dōshi

Keiyō Dōshi biasanya disebut pula Na Keiyōshi. Ciri-ciri kelompok kata sifat Keiyō Dōshi yaitu tidak berakhiran huruf “i”. Contohnya shinsetsu (ramah), joozu (mahir), kirei (cantik atau indah), dan kimben (rajin).

Kata-kata seperti kirei bukan berakhiran i melainkan termasuk suara e panjang. Dalam penulisan kalimat biasanya untuk menggabungkan kata sifat dengan kata benda ditambah dengan partikel Na. Sehingga menjadi kirei na hana (bunga cantik) dan shinsetsu na hito (orang ramah).

Untuk kata sifat Keiyō Dōshi berlaku perubahan seperti perubahan pada kata benda, baik untuk bentuk lampau, bentuk negatif, bentuk negatif lampau, dan menyambung kata sifat. Berikut perbedaan pada masing-masing bentuk:

  • Bentuk Lampau

Bentuk lampau dari kata kirei yang berarti cantik ditulis menjadi kirei deshita.

  • Bentuk Negatif

Bentuk negatif dari kata kirei menjadi kirei dewa/ ja arimasen yang berarti tidak cantik.

  • Bentuk Negatif Lampau

Bentuk negatif lampau kata kirei adalah kirei dewa/ ja arimasen deshita yang memiliki arti tidak cantik (waktu lampau).

Menyambung Kata Sifat

Kata sifat bahasa Jepang,  dua kata sifat bisa disambung menggunakan partikel. Partikel yang dimaksud yaitu de. Sebagai contohnya kirei de, shinsetsu desu yang artinya cantik dan bagus.

,