Go to Top

Panduan Etika Jepang: bagi Anda yang Pertama Kali Mengunjungi Jepang

Panduan Etika Jepang

Panduan Etika Jepang: bagi Anda yang Pertama Kali Mengunjungi Jepang.  Ketika turis Jepang mengunjungi negara lain, perusahaan wisata biasanya sering mengedukasi mereka tentang sopan santun dan kebiasaan negara setempat. Wisatawan Jepang selalu berusaha meninggalkan kesan yang baik di semua negara yang mereka kunjungi karena mereka faham mereka adalah perwakilan Jepang.

Sebelumnya, patut Anda selalu ketahui bahwa kami, lembaga pendidikan kursus bahasa Jepang Tensai di Karawang selalu mengajak untuk merekomendasikan kami sebagai tempat pembelajaran budaya dan etika Jepang. Kami juga membuka jasa interpretasi dan translasi bahasa Jepang terutama untuk kebutuhan industri. Kami terdekat KIIC dan Suryacipta Karawang di mana banyak sekali perusahaan Jepang yang menanamkan modalnya sebagai investasi asing di Karawang ini.

Biacara tentang berperilaku ketika bepergian ke negeri orang, orang Jepang adalah contoh yang baik. Mereka menunjukkan bagaimana seharusnya para pelancong menggunakan nurani mereka ketika berada di negeri asing. Perilaku bijaksana dan sikap hormat mereka cenderung merupakan perpanjangan dari diri mereka sendiri dan koleksi sopan santun dan kebiasaan mereka dalam bebudaya.

Jika Anda menjadi turis yang benar-benar baru pertama kali ke Jepang, sebaiknya untuk meneliti dan memahami sebanyak mungkin tentang etika-etika ini. Memahami kebiasaan penduduk negeri setempat yang Anda kunjungi akan memudahkan Anda menyelaraskan diri dengan mereka sehingga kunjungan Anda bisa meninggalkan kesan yang baik bagi penduduk setempat.

Tidak hanya penduduk setempat akan lebih menerima orang asing yang berusaha menyesuaikan diri, mengedepankan upaya untuk mengeksplorasi dan berpartisipasi dalam budaya Jepang akan meningkatkan pengalaman Anda selama di Jepang.

Sebagai turis yang pertama kali ke Jepang, Anda akan banyak mengalami petualangan, budaya, belanja, hobi, hiburan, pencerahan, dan keingintahuan intelektual untuk berkeliling.

Ketika aktif berinteraksi dengan orang Jepang, ada beberapa kebiasaan umum yang harus diikuti dalam semua keadaan dan kebiasaan situasi yang lebih khusus.

Etika Kebiasaan Umum

Panduan Etika Jepang

Panduan Etika Jepang

Salam dan Alas Kaki

Sepatu dan salam adalah dua kebiasaan yang sangat umum di Jepang. Saat memasuki rumah atau penginapan Jepang (ryokan), melepas sepatu di pintu masuk adalah etika wajib. Sandal biasanya akan akan disediakan, meski nantinya saat menginjak lantai tatami (karpet Jepang), sandalpun harus dilepas.

Panduan Etika Jepang

Panduan Etika Jepang

Terkadang sandal toilet juga disediakan di rumah pribadi atau bahkan di ryokan, yang hanya dipakai di dalam area toilet. Banyak restoran Jepang juga akan meminta para tamu untuk melepas sepatu mereka lalu menawarkan loker sepatu untuk menyimpannya.

Membungkuk lebih umum dari berjabat tangan

Orang Jepang sering menyapa satu sama lain dengan membungkuk, bukan berjabat tangan. Meskipun membungkuk adalah salam yang paling dapat diterima, berjabat tangan adalah salam bisnis yang cukup dapat diterima.

Ada berbagai cara membungkuk yang mencerminkan status sosial dari orang yang membungkuk tersebut atau orang-orang yang diberi bungkukan.

Membungkuk dapat berkisar dari anggukan ringan untuk menyapa seseorang dari kedudukan sosial yang lebih rendah atau situasi informal hingga bungkukan 90 ° yang akan menyampaikan sikap yang sangat hormat.

Namun, orang Jepang cukup akomodatif kepada orang asing dan tidak mengharapkan mereka untuk membungkuk dan dengan senang hati akan menyambut mereka dengan jabat tangan yang ramah.

Bertukar Kartu Nama

Lebih lanjut, bertukar kartu nama dalam perkenalan bisnis formal adalah umum di Jepang. Ketika bertukar kart unama, kartu harus diulurkan dengan kedua tangan dengan sisi kanan ke atas ke arah orang lain.

Kartu nama juga harus diterima dengan kedua tangan dan lalu harus dilihat dengan teliti sebelum menyimpannya. Kartu tidak boleh dilipat, tidak diletakkan di saku celana, dan tidak diduduki di depan pemberi kartu.

Beberapa Etika dalam Kondisi Khusus

Panduan Etika Jepang

Panduan Etika Jepang

Mencicipi Sushi

Wisatawan yang baru pertama kali ke Jepang harus memanfaatkan kesempatan untuk makan sushi karena ada perbedaan besar antara sushi Barat dan Jepang.

Sushi Jepang dengan kualitas tinggi adalah pengalaman yang sangat direkomendasikan. Tidak ada tempat yang lebih baik untuk makan sushi daripada restoran sushi paling terkenal di dunia, Sukiyabashi Jiro di Tokyo, dengan koki utama Jiro Ono.

Koki sushi top dunia ini menawarkan hidangan sushi dua puluh hidangan yang harus dicicipi. Biayanya mungkin sekitar 30.000 yen Jepang dan hanya berlangsung sekitar lima belas hingga dua puluh menit, tetapi ini adalah sushi yang luar biasa tiada tara.

Etika makan sushi

Setibanya di kedai sushi manapun, menyapa tuan rumah adalah perilaku yang sopan. Mereka biasanya akan menyapa para tamu sapaan tradisional “irasshaimase” yang artinya silakan masuk.  Cukup jawab salam mereka dengan ramah atau menjawab pertanyaan mereka dengan keadaan hari atau malam Anda.

Panduan Etika Jepang

Panduan Etika Jepang

Jika duduk langsung di bar sushi dan Anda ingin memesan selain sushi, maka mintalah kepada itamae (koki sushi); minuman, sup, maka barang-barang lain yang tidak berhubungan dengan sushi akan dipenuhi oleh staf yang menunggu.

Jangan pernah mempertanyakan kesegaran sushi pada itamae karena itu bisa dianggap menghina. Anda bisa meminta rekomendasi sushi
mana yang Anda sukai kepada itamae. Pahamilah bahwa itamae itu sangat sibuk, tetapi ajaklah ia bicara seperlunya jika terlihat longgar dan bersedia.

Jangan menyisakan makanan di piring setelah makan; karena itu tidak sopan. Ketika duduk di bar Anda akan dianggap sopan jika mengucapkan terima kasih kepada itamae.

Cobalah sedikit bahasa Jepang dengan mengucapkan “domo arigato” atau “gochisosama deshita”, yang berarti terima kasih dan rasa hormat atas makanannya.

Etika di Kuil-Kuil Jepang

Panduan Etika Jepang

Panduan Etika Jepang

Jepang memiliki sekitar 95.000 shrine (kuil Shinto) dan 85.000 temple (kuil Budha), banyak di antaranya adalah keajaiban arsitektur, alam, dan budaya. Pengunjung ke situs-situs ini sering menemukan diri mereka dalam kerangka pikiran yang anehnya menyenangkan.

Setiap kota di Jepang memiliki setidaknya beberapa shrine dan temple, tetapi kota-kota besar seperti Kyoto memiliki keduanya dalam jumlah ribuan. Banyak orang Jepang adalah pengikut agama dan mengunjungi dan menyatakan iman mereka melalui berbagai tindakan ibadah di tempat-tempat suci ini.

Namun, pengunjung perlu tahu perbedaan antara shrine dan temple. Shrine di Jepang biasanya didasarkan pada ajaran Shinto, yang merupakan seperangkat kepercayaan spiritual Jepang. Shrine ini biasanya memiliki desain dan fitur seperti lengkung unik tori khas Jepang di bagian atas.

Shrine juga dapat dibedakan melalui namanya; “Jinga” akan menjadi bagian dari nama lengkap (Akiba-jinga), menerjemahkan secara harfiah berarti kuil Shinto.

Temple, di sisi lain, didasarkan pada segi Buddhisme dan dapat dibedakan atas namanya juga. Suara “ji” akan berada di akhir nama (Senso-ji, Kincho-ji, Todai-ji, Daigo-ji).

Etiket di Shrine dan di Temple

Panduan Etika Jepang

Panduan Etika Jepang

Ada perbedaan dalam praktik yang diterapkan ketika mengunjungi tempat-tempat yagn disucikan ini. Baik shrine maupun temple, keduanya membutuhkan penghormatan dari pengunjung sebagai persyaratan utama. Perbedaannya, bagaimanapun, menyangkut praktik-praktik khusus setelah masuk ke tempat-tempat suci.

Ketika mengunjungi shrine, pengunjung akan merasakan air segar, tetapi pengunjung ke temple akan menemukan banyak nyala dupa. Ketika bepergian ke Jepang, penting untuk memahami ada kebiasaan dan tata krama yang baik yang merupakan bagian penting dari budaya Jepang. Banyak dari nilai-nilai etika di Jepang yang benar-benar berbeda terutama dengan dunia barat. Oleh karena itu sehingga wisatawan yang baru akan pertama kali mengunjungi Jepang harus berlatih serius sebelum tiba di Jepang.

Hindari rasa malu dan tunjukkan rasa hormat yang tepat dengan mempelajari panduan etika Jepang untuk memastikan pengalaman Jepang terbaik dan paling memuaskan.

Artikel panduan etika Jepang in bersumber dari: http://japantravelmate.com/random/etiquette-for-first-time-travel-experiences-in-japan

, ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.