Go to Top

Mengapa Tingkat Kemandirian Anak-anak Jepang Sangat Tinggi?

Kemandirian Anak-anak Jepang

Mengapa Tingkat Kemandirian Anak-anak Jepang Sangat Tinggi? Salah satu pemandangan khas di Jepang yang mungkin mengejutkan di negara lain adalah bahwa anak-anak berjalan pulang atau naik bus sendiri ke dan dari sekolah. Itulah budaya mereka bahwa anak-anak harus belajar untuk menjadi mandiri pada usia muda. Di Jepang ada pepatah mengatkan “Kawaii ko ni wa tabi o saseyo” yang berarti “Kirim anak tercinta dalam perjalanan.”

Jepang adalah negara besar yang maju yang telah mengalami begitu dashyat bencana perang, baik akibat politik perang dan bencana alam. Bahkan bencana alam dashyat baik gempa, tsunami, bahkan kebocoran reaktor nuklir. Namun demikian, Jepang adalah bangsa yang bisa cepat pulih bahkan tampil memimpin di depan dalam kemajuan teknologi. Mereka tidak punya kekuatan militer, akan tetapi mereka tidak bergantung kepada bangsa lain untuk membangun negaranya.

Tentu saja karena kemandirian menjadi budaya yang harus diajarkan semenjak dini kepada generasi mereka. Kemandirian di Jepang dipupuk kepada penerus mereka semenjak kanak-kanak.

Tensai Karawang hadir untuk membantu Anda mempelajari budaya mandiri di Jepang. Tensai memberikan kursus bahasa Jepang dengan metode pendekatan budaya. Tensai juga menyediakan jasa interpreter dan translasi.

Kemandirian Anak-anak Jepang

Kemandirian Anak-anak Jepang

家に帰る小学生

Setiap anak diciptakan berbeda dan unik,  satu sama lain. Tentu saja seorang anak dapat matang lebih awal dari anank yang lain. Akan tetapi di Jepang, anak-anak dilatih untuk mandiri pada usia yang sangat dini. Mungkin terlihat menakutkan terutama bagi orang asing, tetapi hal tersebut sudah menjadi tradisi di Jepang.

Kebanyakan orang tua mengirim anak-anak mereka ke sekolah yang tidak terlalu jauh dari rumah mereka, biasanya sekitar 15 hingga 20 menit, sehingga mudah bagi mereka untuk pergi ke sekolah sendiri.

Meskipun sangat tidak masuk akal bagi orang tua yang berada di luar negeri, ini adalah realitas Jepang.

Negara Menjamin Keamanan untuk Anak-anak

Kemandirian Anak-anak Jepang

冬のコートを着て歩く子供

Banyak orang tua Jepang percaya bahwa Jepang adalah negara yang aman bagi anak-anak karena tingkat kejahatannya relatif rendah.

Di negara-negara Barat, orang selalu berpikir bahwa anak-anak tidak aman ketika tidak diawasi. Orangtua takut jika anak-anak mereka diculik atau lebih buruk lagi, tidak bisa pulang ke rumah. Jadi, membiarkan mereka sendirian tidak umum. Namun, di Jepang, anak-anak biasanya diberikan alat pencegahan kejahatan untuk keperluan darurat.

Siswa SD dilatih untuk berjalan pulang sendiri sementara anak-anak yang sangat muda sering bertemu dengan anak-anak lain di lingkungan tempat mereka berjalan ke sekolah sebagai kelompok.

Bagaimana Anak-Anak Jepang Dipersiapkan Mandiri?

Kemandirian Anak-anak Jepang

Anak-anak Jepang tidak seperti anak-anak lain di dunia. Mereka diajarkan untuk mandiri di usia muda sehinggamenjadi pemandangan umum melihat anak-anak berumur 7 tahun naik kereta sendirian. Pada dasarnya para orang tua di Jepang khawatir pada awalnya, namun karena ada begitu banyak anak di Jepang yang mampu melakukannya dengan aman, maka kekhawatiran itu sirna.

Banyak anak-anak di Jepang sudah dikirim untuk bepergian melalui transportasi umum sendiri. Mungkin tidak terpikirkan oleh banyak orang tua, tetapi inilah bagaimana mereka, anak-anak kecil di Jepang dipersiapkan untuk bisa mandiri.

  • Diperkenalkan ke Lingkungan Sekitar

Anak-anak Jepang secara teratur diperkenalkan ke dunia luar rumah pada usia yang sangat muda oleh orang tua mereka. Banyak dari mereka percaya bahwa berjalan ke sekolah dan lapangan sederhana adalah langkah pertama untuk mengajarkan kemandirian terhadap anak-anak. Kemandirian adalah salah satu atribut Jepang yang membedakan mereka dari yang negara lain.

Jangan kaget jika Anda melihat anak-anak kecil di Jepang yang memakai kaus kaki lutut, sepatu kulit paten yang dipoles, dan jumper kotak-kotak, dengan topi bertepi lebar yang menuju ke stasiun, toko kelontong, toko roti, dan banyak tempat lainnya.

  • Transortasi

Orang tua di Jepang percaya bahwa kereta api itu aman, tepat waktu, dan mudah dinavigasi, sehingga mereka bergantung pada kecerdasan anak-anak mereka untuk pergi keluar secara tidak langsung.

  • Di Rumah

Banyak anak-anak Jepang sudah diberikan tugas-tugas sederhana pada usia 2 atau 3 tahun. Sebagian besar tugas ini berkisar dalam rumah seperti membersihkan atau membuang serpihan kecil sampah.

Itulah cara hidup generasi muda mereka. Tidak hanya di rumah, di sekolah, mereka belajar cara membersihkan dan makan siang sendiri dengan benar, bukannya tergantung pada staf.

  • Di Sekolah

Bekerja di sekolah juga didistribusikan dan diputar di antara siswa yang berbeda pada waktu yang berbeda-beda. Anak-anak juga dibesarkan dengan pemahaman tentang konsekuensi jika mereka membuat berantakan atau kekacauan. Mereka tahu mereka harus membersihkannya sendiri. Mreka benar-benar memahami tanggung jawab mereka. Lalu sikap itu berkembang di ruang publik. Tidak heran jalan-jalan Jepang sangat bersih!

Kemandirian Anak-anak Jepang

Mengapa anak-anak Jepang harus cepat mandiri?

Kemandirian anak-anak Jepang ini disebabkan oleh beberapa faktor dan alasan. Pertama, mereka ditanamkan konsep “ketergantungan kelompok” pada usia yang sangat muda. Inilah alasan mengapa anak-anak memiliki tingkat kemandirian yang tinggi. Mereka bergantung pada kelompok dan belajar bahwa itu ideal dan penting untuk membantu orang lain yang membutuhkan. Seorang anak ketika di berada di lingkungan luar rumah, mereka faham bahwa mereka dalam keadaan darurat,  mereka akan tahu cara mencari bantuan yang tepat. Di Jepang, saling mempercayaai dan kerjasama itu timbul tanpa diucapkan atau diminta.

Alasan lain adalah Jepang adalah negara yang aman dan melindungi. Dengan Jepang sebagai negara terendah di dunia dalam tingkat kejahatan, tentu membuat orang tua percaya diri mengirim anak-anak mereka sendirian.

  • Jalanan yang Aman

Budaya berjalan dan transit adalah sesuatu yang umum di negara ini jadi ini mungkin menumbuhkan keamanan juga. Orang-orang di negara ini terbiasa berjalan di mana-mana karena ada begitu banyak ruang.  Pengguna mobil di Jepang sangat menghormati pejalan kaki, sehingga aman bagi anak-anak untuk menyeberang jalan.

Di Jepang, anak-anak ini diberikan kebebasan di usia muda sehingga memupuk kepercayaan mereka. Meskipun mungkin aman bagi 9 tahun bepergian menggunakan kereta bawah tanah Tokyo, itu tidak sama di negara-negara lain atau negara-negara seperti New York dan London.

  • Tidak Bergantung pada Gadget

Hari-hari remaja di Jepang, bahkan lebih sulit karena mereka tidak akan dibekali ponsel atau sarana komunikasi lainnya sehingga mereka harus pergi dari titik A ke titik B dengan sukses sendiri.

Hajimete no Otsukai (はじめてのおつかい)

Banyak anak-anak di Jepang diajarkan mandiri saat mereka memasuki prasekolah atau yochien (幼稚園). Salah satu hal yang mereka pelajari adalah bagaimana menjadi mandiri, seperti membersihkan diri sendiri. Ini adalah pendekatan sedikit demi sedikit yang memastikan tumbuhnya tanggung jawab pada diri anak-anak.

Menariknya, bahkan ada acara televisi di Jepang yang berjudul, Hajimete no Otsukai (Tugas Pertama), yang menunjukkan anak-anak kecil melakukan tugas untuk orang tua mereka.

Acara ini menampilkan anak-anak berumur 2 atau 3 yang melakukan tugas-tugas sederhana sendiri. Seorang kru kamera tersembunyi memfilmkan mereka untuk menunjukkan dengan jelas seberapa mahir anak-anak kecil Jepang ini.

Konon acara tersebut telah berjalan selama lebih dari 25 tahun memotret kemandirian anak-anak Jepang. Banyak orang berpikir bahwa pertunjukan itu lucu dan anak-anak yang terlibat sangat kompeten dan sangat imut.

Masyarakat Berperan Aktif

Komunitas masyarakat yang lebih luas sesungguhnya memainkan peran besar dalam membantu menumbuhkan kemandirian anak-anak Jepang. Orangtua di Jepang menempatkan kepercayaan yang signifikan tidak hanya pada anak-anak mereka tetapi juga pada komunitas yang lebih luas tersebut. Dengan demikian orang tua senantiasa merasa percaya diri dalam membiarkan anak-anak mereka pergi.

Masyarakat di Jepang melihat anak-anak orang lain yang berjalan sendirian, mereka akan langsung membantu, mereka tidak memanggil polisi. Setiap orang hadir untuk memastikan bahwa anak-anak tiba di rumah masing-masing dengan selamat.

Bantuan di rute pulng pergi sekolah sangat mudah dijumpai; seperti penjaga penyeberangan sukarela dan tanda-tanda yang menunjuk rumah dalam hal-hal darurat. Jadi jangan khawatir ketika Anda tersesat di Jepang, orang-orang akan sangat senang membantu Anda.

Belajar mandiri selamanya

Kemandirian adalah pelajaran seumur hidup. Kemandirian adalah keterampilan yang diajarkan melalui latihan berbulan-bulan yang perlu kedisiplinan dan tanggung jawab. Dan sikap bertanggung jawab akan tumbuh selangkah demi selangkah.

Mengajarkan kemandirian semenjak dini membuat mereka tumbuh bermanfaat bagi diri mereka dan semua orang.

Antar Jemput itu Tidak Baik

Bahkan di Jepang ada sekolah yang melarang mengantar-jemput anak-anak dengan mobil. Anak-anak harus berjalan kaki ketika pulang-pergi sekolah. Menanamkan sikap mandiri pada anak-anak di usia dini akan memberi mereka kepercayaan diri yang nantinya ketika dewasa sangat dibutuhkan.

Siklus Hidup Rutin di Jepang

Melatih kemandirian sejak dini akan membuat mereka anak bisa membuat anak membuat keputusan mereka sendiri. Mereka akan bisa melakukan tugas-tugas sederhana dan menguasainya pada usia yang sangat muda, karena di masa depan, mereka akan menangani tantangan yang lebih sulit dalam hidup.

Pelajaran kemandirian Anak-anak Jepang sejak dini tujuannya adalah agar anak-anak di Jepang nantinya tumbuh dewasa dan sukses dan juga mengajarkan kemandirian kepada anak-anak mereka. Dan itu adalah siklus kehidupan yang baik dan sehat.

Diolah dari sumber: http://jpninfo.com/25585  dan http://jpninfo.com/67222

, ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.