Go to Top

Cara Jepang Tangani Virus Corona Patut Ditiru Dunia

Cara Jepang Tangani Virus Corona Patut Ditiru Dunia

Cara Jepang Tangani Virus Corona Patut Ditiru Dunia | Corona merupakan sebuah virus mematikan yang awalnya bersumber dari wilayah Kota Wuhan yang merupakan Ibukota Provinsi Hubei, Tiongkok dengan jumlah penduduk kurang lebih sebanyak 9,1 juta jiwa. Kota Wuhan merupakan salah satu kota terpadat di bagian pusat negara China. Virus corona sendiri kini ramai diperbincangkan masyarakat di seluruh belahan dunia karena penyebarannya yang masif dan mudah menular.

Dilansir dari BBC, berdasarkan update terbaru, virus ini telah menjangkit sebanyak 3.000 orang di China, dengan 81 orang di antaranya meninggal dunia. Media pemerintah setempat juga mengatakan bahwa terdapat lebih dari 300 orang dinyatakan sedang alami kondisi kritis. Dilaporkan juga virus corona telah menyebar hingga ke 13 negara, salah satunya Jepang dan Indonesia.

Virus corona pertama kali terdeteksi pada tahun 1960-an dengan menyerang sistem pernapasan manusia dan hewan. Virus ini dinamakan Corona karena bentuknya yang menyerupai sebuah mahkota (Crown). Struktur tubuh virus corona terdiri dari glikoprotein, membran, nukleokapsid, selubung lipid bilayer, dan genom RNA positif.

Terkait kasus penyebaran virus corona, beberapa negara langsung bergerak cepat untuk segera mengevakuasi warganya yang berada di Wuhan, salah satunya adalah negara Jepang. Bahkan, beberapa diantaranya sampai melakukan aturan larangan keras bagi turis asing yang berasal China untuk berkunjung ke daerahnya demi meminimalisir penyebaran virus mematikan ini. Negara-negara yang telah mendeteksi masuknya virus itu pun menyarankan para warganya yang hendak beraktivitas diluar ruangan untuk selalu memakai masker.

Dilansir dari Kompas, Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah China untuk memulangkan segera warga Jepang yang berada di wilayah Wuhan. Segala kemungkinan akan dipertimbangkan oleh kedua pihak demi mencegah semakin luasnya penyebaran virus tersebut. Salah satunya yaitu dengan menggunakan pesawat carteran. Ia juga menuturkan bahwa terdapat total 700 warga Jepang disana yang rencananya akan dilakukan tindakan evakuasi secepatnya.

Atas situasi darurat tersebut, pemerintah China langsung melakukan pergerakan dengan menutup seluruh kawasan di sekitar Kota Wuhan yang kini tampak seperti kota mati. Penduduk Kota Wuhan diisolasi dan dilarang beraktivitas diluar rumah selama beberapa hari kedepan. Seluruh layanan transportasi disana pun dihentikan sementara secara serentak. Pemerintah setempat juga telah mengerahkan ribuan bahkan jutaan personil medis ke wilayah-wilayah terdampak virus tersebut. Mereka juga kini tengah mengebut pembangunan Rumah Sakit baru berkapasitas 1.000 tempat tidur untuk merawat pasien-pasien yang terjangkit virus corona di Kota Wuhan.

Mengenal Awal Mula Virus Corona

Cara Jepang Tangani Virus Corona Patut Ditiru Dunia

Jepang Tangani Virus Corona | Sumber: https://inakoran.com/

Di awal tahun 2020, dunia dikejutkan dengan penyebaran virus berbahaya yang sangat mematikan dan memiliki gejala yang mirip dengan infeksi saluran pernafasan. Virus ini ditemukan pertama kali di Wuhan, China. Nama virus mematikan tersebut yaitu Virus Corona yang termasuk jenis virus dari famili Coronaviridae. Virus ini berdampak pada gejala infeksi pernapasan mulai dari yang ringan, berat, bahkan kemungkinan terburuk dapat menyebabkan kematian bagi penderitanya.

Diketahui sebanyak 13 negara telah menemukan pasien yang positif mengidap virus corona, negara-negara tersebut adalah Singapura, Taiwan, Malaysia, Nepal, Korea Selatan, Thailand, Hong Kong, Vietnam, Amerika Serikat, Perancis, Australia, Kanada, dan Jepang.

Mulanya virus corona hanya menyebar pada hewan saja. Namun, yang terkini menurut para ilmuwan, virus ini juga menular lewat manusia ke manusia lainnya dan merupakan gabungan dari virus yang menjangkiti kelelawar dan hewan lainnya yang diduga adalah ular. Kedua jenis hewan tersebut diketahui sering diperjualbelikan di Pasar Ikan Wuhan sebagai konsumsi warga setempat. Sampai dengan saat ini, diketahui belum ditemukan vaksin penawar dari virus yang menyebar melalui hewan kelelawar dan ular tersebut.

Cara Jepang Tangani Virus Corona Patut Ditiru Dunia

Jepang Tangani Virus Corona | Sup Kelelawar

Baru-baru ini terungkap soal kebiasaan nyeleneh warga Wuhan, Tiongkok dalam menyantap hidangan. Menjadi kota yang diduga sebagai sumber dari wabah virus corona, warga Wuhan ternyata sering menjadikan hewan-hewan liar sebagai menu makanan yang lazim diperjualbelikan pada beberapa pasar disana. Sebut saja sup kelelawar menjadi salah  satu santapan khas di kota tersebut. Selain itu, diketahui juga kerakusan warga Wuhan yang mengkonsumsi hewan liar seperti ular, koala, hingga bayi tikus. Hal itulah yang diyakini sebagai sebab awal mula tersebarnya virus corona yang mematikan tersebut.

Akibat kasus ini, sejumlah perusahaan di China meminta para pekerjanya untuk bekerja dari rumahnya masing-masing guna memperlambat penyebaran virus yang mematikan tersebut. Bahkan, beberapa perusahaan menawarkan kepada para karyawannya yang tinggal di daerah terjangkit virus terparah untuk mengambil libur lebih lama. Sebelumnya, Presiden China, Xi Jinping telah memperingati situasi serius terkait penyebaran virus corona yang menimpa negaranya tersebut.

Level darurat tertinggi bahkan telah diumumkan di negara Hong Kong dengan memperpanjang liburan sekolah. Sedangkan, pada beberapa negara terdampak lainnya sejumlah pasien yang diduga terjangkit virus corona telah dirawat dan diisolasi di ruangan khusus.

Virus Corona mencakup keluarga virus yang biasa menyerang saluran pernapasan atau biasa lebih dikenal dengan flu. Namun, virus yang baru-baru ini ramai diperbincangkan belum pernah terdeteksi sebelumnya. Walaupun begitu, diketahui pernah ada wabah penyakit dengan gejala serupa dengan virus corona yang juga sempat mengejutkan dunia pada beberapa tahun lalu. Setidaknya, terdapat tiga jenis penyakit yang diakibatkan dari infeksi virus corona yaitu:

1. Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS)

Pada tahun 2002-2003, China digegerkan dengan penyebaran wabah SARS yang memakan sebanyak total 774 korban jiwa dari berbagai negara di seluruh belahan dunia. Penyakit yang memiliki tingkat kematian hingga 15% ini diduga bersumber dari kelelawar dan hewan sejenis musang atau luwak. Wabah SARS menular kepada penderitanya melalui udara.

Wabah penyakit ini baru dinyatakan selesai penyebarannya pada tahun 2015 berdasarkan dari tidak adanya lagi laporan terkait wabah penyakit mematikan ini.

2. Middle East Respiratory Syndrome (MERS)

Penyakit yang serupa dengan SARS juga ditemui dan diidentifikasi pada tahun 2012. Sesuai Namanya, penyakit ini pertama kali muncul di beberapa negara Timur Tengah, termasuk Arab Saudi. Sumber virus ini ditularkan melalui kontak fisik dengan hewan unta dan pasien pengidap MERS. Dalam periode tahun 2012-2019 dilaporkan terjadi 845 kasus kematian dengan presentase sebesar 35% akibat virus ini.

3. Wuhan Coronavirus (2019-nCoV)

Terkini, wabah virus mematikan yang juga menyerang saluran pernapasan adalah virus corona yang berasal dari Kota Wuhan di Provinsi Hubei, China. Kemudian, Badan Kesehatan Dunia (WHO) memberi nama virus ini yaitu novel Coronavirus (2019-nCoV). Penyakit yang diperkirakan sangat mudah menular ini menyebar lewat udara. Namun, sampai dengan saat ini WHO belum menyatakan virus corona ini berstatus sebagai penyakit global (pandemik).

Saat ini, pemerintah China telah mengambil tindakan cepat dengan mengisolasi seluruh aktivitas di wilayah Kota Wuhan yang menyebabkan kota tersebut Nampak layaknya kota mati. Virus corona ini diprediksi akan sangat berdampak negatif bagi perekonomian China dan beberapa negara terdampak lainnya.

Gejala Virus Corona Beserta Pencegahannya

Tindakan Jepang CoronaVirus

Jepang Tangani Virus Corona | Sumber: http://emitennews.com/

Orang yang terpapar virus corona akan ditandai dengan gejala-gejala flu biasa pada umumnya. Namun, terdapat beberapa gejala dari virus ini yang harus anda waspadai, yaitu:

  • Batuk
  • Hidung Tersumbat
  • Sakit Tenggorokan
  • Demam dengan Suhu diatas 38 derajat celcius

Sebetulnya, tidak ada gejala-gejala khusus virus corona yang terlalu signifikan terlihat berbeda dengan infeksi virus flu biasa. Apabila anda merasakan gejala-gejala tersebut, sebaiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter dan rumah sakit terdekat terlebih apabila gejala tersebut terus berlangsung berhari-hari, tidak kunjung juga sembuh walaupun sudah meminum beberapa obat sesuai resep dokter. Karena jika tidak segera diatasi virus ini dapat berkembang menjadi infeksi paru-paru (pneumia) atau yang terparah pada beberapa kasus hingga menyebabkan kematian.

Selanjutnya, untuk mencegah penyebaran virus corona yang kian meluas, dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya yaitu:

  • Selalu menggunakan masker penutup mulut dan hidung saat hendak beraktivitas diluar ruangan.
  • Rutin mencuci tangan dengan sabun berbahan dasar alkohol (hand sanitizer).
  • Perbanyak minum air putih, serta rutin mengkonsumsi sayur dan buah-buahan.
  • Mengkonsumsi asupan tambahan berupa suplemen vitamin untuk menjaga imunitas tubuh.
  • Pastikan selalu menutup mulut dan hidung saat hendak bersin.
  • Menghindari kontak langsung secara fisik dengan penderita infeksi.

Pemerintah Jepang Bergerak Cepat Lakukan Tindakan Evakuasi

Penanganan Jepang CoronaVirus

Jepang Tangani Virus Corona | Sumber: https://5news.co.id/

Menanggapi masalah penyebaran virus berbahaya ini, pemerintah Jepang tidak tinggal diam dan segera bertindak cepat demi mengamankan warganya yang masih terjebak di Kota Wuhan, China. Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe menyatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah China untuk memulangkan warga negara Jepang yang ada disana.

“Kami telah memutuskan untuk memulangkan semua warga Jepang jika mereka menginginkan kembali, dengan mempertimbangkan segala cara termasuk menggunakan pesawat charteran,” ujar Abe dilansir dari AFP, Minggu (26/01/2020).

“Kami juga telah melakukan koordinasi dengan pemerintah China dari berbagai level, dan kami akan mempercepat proses evakuasi (warga negara Jepang) dari Wuhan, Ibukota Provinsi Hubei di China Tengah,” imbuhnya.

Disaat negara lain masih sibuk mengatur rencana mengerahkan personel untuk memulangkan warga negaranya, Jepang sudah memulai lebih cepat tindakan evakuasi bagi kepulangan warganya. Seorang pejabat kementerian luar negeri Jepang menuturkan bahwa terdapat 430 warga Jepang yang berada di Provinsi Hubei. Sampai dengan saat ini, terdapat tiga laporan kasus pasien yang dikonfirmasi positif mengidap virus corona di Jepang. Ketiga pasien tersebut memang diketahui baru saja berkunjung ke Wuhan beberapa hari yang lalu.

Jepang Tangani CoronaVirus | Sumber: https://kumparan.com/

Selain melakukan tindakan evakuasi cepat, pemerintah Jepang mulai harap-harap cemas terkait penyebaran virus corona di negaranya. Hal tersebut dikarenakan akan ada event Olimpiade 2020 yang diselenggarkan di Tokyo pada pertengahan tahun ini. Seluruh masyarakat dari seluruh belahan dunia, tak terkecuali China akan datang ke Tokyo untuk mengikuti dan menyaksikan langsung ajang olahraga bergengsi empat tahunan tersebut.

Jepang selaku tuan rumah, mulai meminimalisir kemungkinan penularan virus 2019-nCoV tersebut saat perhelatan Olimpiade Tokyo 2020 yang dimulai enam bulan kedepan.  Untuk mencegah penularan virus mematikan tersebut, otoritas kesehatan Jepang menghimbau kepada warganya agar rutin melakukan vaksinasi sebelum para turis asing mulai berdatangan saat musim panas nanti.

Akibat mewabahnya virus corona ini, beberapa jadwal pertandingan cabang olahraga yang rencananya diselenggarakan di Kota Wuhan, seperti tinju dan sepak bola wanita, terpaksa harus membatalkan pertandingannya. Pertandingan pemanasan sebelum digelarnya Olimpiade 2020 secara resmi itu pun harus dipindahkan ke Kota Nanjing, China.

Melihat metode pemerintah Jepang yang bergerak cepat membantu warganya dalam menangani masalah virus corona ini, seharusnya bisa ditiru dan direalisasikan oleh seluruh negara yang juga mendapati pasien positif mengidap virus mematikan tersebut di negaranya. Pemerintah Jepang selalu peduli dan memperhatikan sekecil apapun permasalahan warga negaranya, serta memberikan solusi cepat dalam menangani berbagai masalah. Hal itu layak dijadikan acuan bagi pemerintah negara di berbagai belahan dunia manapun dalam hal memberikan perhatian lebih bagi warga negaranya.

Apakah Anda tertarik untuk berkunjung ke Jepang dengan pemerintah dan warganya yang sopan nan ramah? Kalau iya, Anda tidak cukup dengan hanya mempersiapkan materi perbekalan seperti uang dan pakaian saja. Anda juga harus memiliki kemampuan berbahasa Jepang yang bagus untuk berkomunikasi dengan warga disana. Selain melalui cara kursus dan pelatihan Bahasa Jepang, Anda juga bisa menyewa jasa layanan penerjemah Bahasa Jepang bagi Anda yang tidak memiliki banyak waktu untuk menempuh pendidikan kursus.

Tensai Nihongo Bunka Gakuin hadir sebagai LKP terdepan dan terpercaya nomor 1 di Karawang. Kami telah berkiprah selama lebih dari 8 tahun melayani masyarakat akan kebutuhan jasa kursus dan pelatihan Bahasa Jepang. Selain itu, kami juga menyediakan layanan jasa khusus penerjemah Jepang-Indonesia dengan translator handal yang telah teruji di bidang penerjemah Bahasa Jepang.

Profil Singkat Jasa Penerjemah Tensai Nihongo Bunka Gakuin

Bagi Anda yang membutuhkan layanan jasa penerjemah Bahasa Jepang-Indonesia, Tensai Karawang menyediakan jasa cepat penerjemah Bahasa Indonesia-Jepang yang terpercaya dan bersertifikasi. Lokasi yang mudah dijangkau dan dekat dengan perindustrian di Karawang menjadikan salah satu kelebihan kami. Kantor pusat Tensai sangat mudah diakses dari pusat kota Karawang. Hanya perlu waktu tempuh 15 menit dari Stasiun Karawang, 10 menit dari Gerbang Tol Karawang Barat.

Tensai Karawang telah bekerjasama dengan lebih dari 80 perusahaan di wilayah Karawang dan sekitarnya. Bagi kalian yang penasaran dan butuh jasa cepat penerjemah dari Tensai bisa datang langsung ke kantor Tensai Nihongo Bunka Gakuin di Ruko Emporium, Jl. Galuh Mas Raya No.5, Sukaharja, Kec. Telukjambe Timur, Kab. Karawang, Jawa Barat.

Referensi

Artikel di atas dibuat dengan bersumberkan:

, , ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Butuh Penawaran / Info Lebih Lanjut?
Hi, Anda butuh penawaran atau info lebih lengkap tentang jasa kami? WhatsApp kami sekarang!
Powered by