Go to Top

Jepang Berhasil Membom Asteroid dengan Hayabusa 2 untuk Mencari Asal Kehidupan

Jepang Berhasil Membom Asteroid dengan Hayabusa 2 untuk Mencari Asal Kehidupan

Dalam usahanya mencari petunjuk asal-usul kehidupan pada sebuah planet, Jepang berhasil membom sebuah asteroid berjarak 300 juta km dari bumi. Asteroid bernama Ryugu (artinya: istana bawah laut dalam cerita rakyat Jepang) itu diduga mengandung material yang bisa menjadi petunjuk penelitian tentang kehidupan planet. Diperkirakan dalam asteroid Ryugu ada terkandung material organik dan air dalam jumlah yang besar yang berasal dari proses pencitaan sistem tata surya pada 4 milyar tahun yagn lalu. Misi dengan anggaran 30 miliar yen ini dipersiapkan sejak Desember 2014.

Adalah Hayabusa 2 yang bertanggung jawab dalam kegiatan tersebut. Wahana antariksa bernama Hayabusa 2 milik Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) itu lah berhasil menjalankan misi tersebut dengan menggunakan small carry-on impact (SCI) untuk membuat ledakan di asteroid tersebut. Pada bulan September lalu, Hayabusa 2 mengerahkan dua robot di permukaan Ryugu guna mengirim kembali video dan foto.

Bersumber harian the Guardian pada hari Sabtu tanggal 6 April 2019, dari Hayabusa 2, SCI yang berbentuk kerucut itu dilengkapi dengan senjata peledak khusus tembaga sebesar bola bisbol dengan berat 2 kg. PEledak berhasil meledak setelah 40 mencapai Asteroid, itu adalah karena udah diprogram sebelumnya. Ledakkan itu sendiri kemudian menciptakan lobang kawah pada permukaan asteroid.

Baca juga: https://tensai-indonesia.com/penemuan-jepang-yang-bermanfaat/

Senjata SCI dilepaskan dari Hayabusa 2 dari jarak 500 meter di atas asteroid Ryugu. Kemudian wahana ini mengirimkan foto dan dishare via akun Twitter Hayabusa 2 yang resmi.

Jepang Berhasil Membom Asteroid dengan Hayabusa 2 untuk Mencari Asal Kehidupan

Sementara itu, kawah hasil ledakan itu akan membuat lubang sedalam 1 meter dan lebar diameter akan berukuran sesuai dengan komposisi dari permukaan asteroid. Apabila permukaan asteroid mengandung pasir, bisa jadi diameter yang dihasilkan ledakan akan memiliki ukuran 10 meter. Adapun bila permukaan berbatu, lebar kawah hanya akan berkisar diameter 3 meter saja.

Siaran live melalui sreaming Webcast dari ruang misi di pulau selatan Tanegashima menunjukkan staf JAXA bertepuk tangan ketika penyelidikan berhasil menyelesaikan setiap tahap fase paling kritis dari misinya sejauh ini. Sebelum ledakan terjadi, Takashi Kubota, seorang peneliti teknik di Jaxa, mengatakan bahwa mereka senang melihat apa yang akan terjadi ketika SCI itu mendarat di asteroid.

Wahana Hayabusa setelah berhasil menjatuhkan senjata proyektil peledak itu dilaporkan masih berada dalam kondisi stabil. Hanya saja, belum ada gambar hasli ledakkan yang dikirimkan yang menandakan selesain misi pengeboman. Hayabusa 2dijadwalkan akan ke asteroid Ryugu lagi guna memungut debu dan puing hasil ledakan guna dilakukan penelitian lebih lanjut. Hayabusa 2 juga akan mengambil beberapa contoh tanah dan material asteroid yang belum terekspos cahaya matahari atapun olhe radiasi angkasa luar lainnya.

Setiap sampel bawah tanah yang terkelupas dari muka asteroid ketika proses terciptanya kawah akan disimpan di Hayabusa 2 hingga mencapai lokasi pendaratannya di Australia Selatan pada tahun 2020 nanti.

Melalui akun Twitter Hayabusa 2, diberitakan bahwa pesawat ruang angkasa itu tidak menemui masalah selama evakuasi, bahkan misi itu “terus berkembang”.

NASA juga pernah meledakkan sebuah komet pada tahun 2005 meskipun tidak dilaporkan adanya aktivitas pengambilan sampel. Bagi Jepang dan dunia, misi dari Hayabusa 2 ini adalah keberhasilan pertama pengambilan sampel dari kandungan dalam asteroid.

, ,