Go to Top

Menilik Pertumbuhan Islam di Negeri Sakura Jepang dari Masa ke Masa

Islam di Negeri Sakura

Tulisan ini akan membahas pertumbuhan Islam di negeri Sakura Jepang dari zaman ke zaman. Tahukah Anda, bahwa Islam adalah agama minoritas yang terbilang paling baru masuk ke negara Jepang? Karena sejatinya mayoritas masyarakat Jepang menganut agama dan kepercayaan asli dari leluhur mereka yakni Shinto (神道 Shintō, bermakna “jalan/jalur dewa”). Agama Shinto sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu dan semakin tumbuh berkembang sedari Masa Restorasi Meiji hingga akhir Perang Dunia II.

Banyak dari pemeluk agama ini juga mengikuti ritual keagamaan yang lain, seperti contohnya ikut merayakan natal. Hal tersebut karena Agama Shinto tidak mengikat dan membebaskan penganutnya yang ingin juga memiliki agama atau kepercayaan yang lain diluar ritual Agama Shinto.

Sejarah Masuknya Islam di Negari Sakura Ini

Balik lagi ke Agama Islam, yang mulai masuk dan dikenal di Jepang pada 1877 M sebagai salah satu dari pemikiran keagamaan yang berasal dari daerah Barat. Baru pada tahun 1890 M, Kerajaan Turki Ottoman mengirim sebuah armada kapal Angkatan Laut untuk mulai memperkenalkan Islam melalui hubungan diplomatik dengan Jepang. Namun, sayangnya kapal Angkatan Laut yang diketahui bernama Ertugrul tersebut mengalami musibah tenggelam saat perjalanan pulang dan menewaskan sekiranya 540 orang dari total 609 penumpang yang ada di dalamnya.

Islam baru mulai dirasakan pengaruhnya di periode awal tahun 1900-an, dimana tercatat nama Mitsutaro Takaoka sebagai pemeluk Agama Islam pertama di negara Jepang. Lalu, setelah melaksanakan ibadah Haji di Tanah Suci, ia mengganti namanya menjadi Omar Yamaoka.

Namun, penelitian terbaru mengungkap, bahwa Muslim pertama adalah seorang pengusaha Jepang bernama Torajiro Yamada yang mengunjungi Turki untuk menyampaikan bela sungkawa atas musibah tenggelamnya kapal Angkatan Laut Ertugrul. Ia kemudian memutuskan untuk masuk Agama Islam dan mengubah namanya menjadi Abdul Khalil Yamada. Terbentuknya komunitas Muslim juga menjadi salah satu pengaruh masuknya Islam ke negara Jepang.

Komunitas berskala kecil mulai terbentuk di beberapa kota utama di Jepang yang berisi ratusan pengungsi Muslim dari beberapa daerah di Asia Tengah dan Rusia saat Revolusi Bolshevik selama masa Perang Dunia I.

Mengikuti fenomena tersebut, akhirnya mulai didirikannya beberapa bangunan Masjid di sudut-sudut kota di negara Jepang. Salah satunya yaitu Masjid Kobe yang juga merupakan salah satu Masjid tertua di Jepang. Masjid ini dibangun pada tahun 1928 dan baru diresmikan di tahun 1935. Masjid bernama lengkap Masjid Muslim Kobe ini adalah satu-satunya masjid tertua di Jepang yang masih ada sampai saat ini.

Islam di Negeri Sakura

Selama masa Perang Dunia II, terjadinya fenomena Islamic Boom yang dijalankan oleh pemerintah militer yang memunculkan kesadaran mengenai Islam. Informasi terkait Islam tersebut didapat melalui organisasi-organisasi Islam serta dengan tahap riset terhadap Islam dan dunia Muslim itu sendiri.

Organisasi ini tidak memiliki tujuan utama sebagai penyebar Agama Islam, namun hanya sebatas pengajaran Ilmu Pengetahuan seputar Islam dan Muslim di lingkup dunia Militer. Hal tersebut dikarenakan adanya komunitas Muslim berskala besar di beberapa daerah jajahan di sekitaran wilayah Cina dan Asia Tenggara.

Islamic Boom sempat menghilang beberapa tahun setelah berakhirnya Perang Dunia II di tahun 1945. Baru pada tahun 1973, organisasi ini mulai muncul lagi dan naik ke permukaan publik. Dimana pada saat itu media massa Jepang mempublikasi secara besar-besaran terkait dunia Muslim pada umumnya, khususnya tentang dunia Arab.

Hal tersebut dikarenakan media mulai menyadari peran penting negara-negara Muslim bagi kebangkitan roda perekonomian Jepang. Dari sinilah, banyak masyarakat Jepang mulai mengenali Agama Islam beserta ritual-ritual keagamannya. Setelah publikasi media massa terkait dunia Muslim tersebut, dikabarkan sebanyak puluhan ribu masyarakat di Jepang memeluk ajaran Islam.

Fakta Penyebaran Islam di Jepang

Terdapat beberapa fakta yang menunjukkan proses kebangkitan Islam di Negari Sakura yang menarik untuk diulas. Berikut beberapa fakta terkait penyebaran Agama Islam di Negeri Sakura tersebut.

Islam di Negeri Sakura

Adanya Kenaikan Signifikan Sebesar 25 Kali Lipat Penganut Muslim Jepang

Dilansir dari Tempo, sampai pertengahan tahun 2018 lalu, tercatat jumlah umat Islam di negeri Sakura saat ini sebanyak 160.000 orang. Memang angka tersebut masih terbilang rendah dibandingkan beberapa penganut dari agama atau kepercayaan lainnya yang menjadi mayoritas di Jepang. Namun, angka tersebut dianggap mengalami kenaikan sangat signifikan bila dibanding 50 tahun kebelakang, saat masa-masa awal Islam baru memasuki Negeri Sakura tersebut, dimana Muslim Jepang pada saat itu hanya terdapat sekitar 3.000 orang saja.

Ketua Organisasi Islam Jepang, Amin K. Tokumatsu mengatakan, bahwa masyarakat Jepang perlahan mulai tertarik mempelajari dunia keislaman. Hal tersebut dikarenakan hubungan baik negara Jepang dengan beberapa negara berpenduduk mayoritas Muslim, seperti Indonesia. Dengan begitu, semakin besar kesempatan bagi orang Jepang yang berinteraksi dengan masyarakat Muslim dari negara-negara sahabat untuk mempelajari lebih jauh mengenai Islam dan bagaimana menjadi seorang Muslim yang taat.

Islam di Negeri Sakura

• Kota Berlabel Ramah Muslim di Jepang

Kota Chiba sudah sangat terkenal dimata para pelancong Muslim dari luar Jepang yang hidup dan bertempat tinggal disana untuk suatu keperluan. Chiba merupakan salah satu kota pelabuhan utama di daerah Kanto. Bangunannya terdiri dari mayoritasnya pemukiman warga, walaupun terdapat juga beberapa pabrik-pabrik perusahaan.

Disini, terdapat banyak fasilitas yang ditujukan untuk masyarakat Muslim diantaranya ada restoran halal, musholla, dan beberapa fasilitas Muslim lainnya. Selain itu, juga terdapat Lembaga Sertifikasi Halal pertama di Jepang yang terbentuk pada tahun 2014 bernama Nippon Asia Halal Association yang bermarkas di pusat kota Chiba, tepatnya di daerah Makuhari.

• Menjamurnya Pusat Wisata Kuliner Halal di Jepang

Islam di Negeri Sakura

Salah satu kendala utama yang paling umum bagi para turis asing beragama Islam di negeri Sakura adalah soal kehalalan kulinernya. Hal tersebut karena sebagian besar kuliner tradisional Jepang mengandung bahan-bahan yang berasal dari hewan Babi. Sebut saja makanan khas Jepang yang sudah terkenal dan mendunia, Ramen yang kebanyakan resep utama yang terkandung dalam kaldunya mengandung Tonkotsu (豚骨, Tulang Babi). Resep Ramen yang memakai Kaldu Tonkotsu sudah terkenal dengan kelezatannya yang mendunia.

Maka dari itu, kebanyakan para pelancong Muslim berburu santapan lezat berbahan dasar daging ikan, ayam atau sapi yang dijamin kehalalannya. Namun, halal bukan sekedar bahan dasar pembuatannya saja, tapi juga bersertifikasi halal dari lembaga resmi. Nah, restoran bersertifikasi halal tersebut kini sudah menjamur di jantung Ibukota Jepang, Tokyo. Salah satunya bernama Malaychan yang merupakan satu-satunya restoran bersertifikat halal resmi dari pemerintah Malaysia. Berlokasi di pusat perbelanjaan terbesar di Tokyo, Ikebukuro, restoran ini menyajikan berbagai menu hidangan halal food yang sebagian besarnya berasal dari Malaysia dan Cina.

• Teknologi Masjid Portable di Gelaran Olimpiade 2020

Muadzin di Jepang

Di tahun 2020 ini, pemerintah Jepang tengah mempersiapkan perhelatan olahraga terbesar di dunia, yakni Olimpiade 2020 yang dijadwalkan akan terlaksana pada musim panas nanti mulai tanggal 24 Juli-9 Agustus 2020 di Tokyo. Ada hal unik di event olahraga Internasional paling bergengsi tersebut yaitu Mobile Mosque atau Masjid Mobil yang disiapkan pemerintah Jepang bagi para tamu beragama Muslim yang hendak beribadah. Nantinya, Masjid yang berbentuk truk kontainer besar berwarna putih-biru ini akan stand by diluar stadion tempat pertandingan olimpiade diselenggarakan. Inovasi Masjid portable ini diprakarsai oleh Yasu Project, sebuah perusahaan di Tokyo yang fokus di bidang olahraga dan kebudayaan.

Dilansir dari Sindonews, CEO Yasu Project, Yasuhara Inoue mengatakan, mobil rancangan perusahaannya tersebut mampu berpindah-pindah tempat sesuai lokasi olimpiade dari berbagai cabang olahraga. Jepang sebagai negara yang terkenal ramah dan terbuka, ingin berbagi dengan orang-orang Muslim tentang gagasan ‘omotenashi’ (keramahan Jepang) dengan adanya inovasi Masjid Portable ini.

Konsep Toleransi di Negara dengan Beraneka Ragam Agama dan Budaya Jepang

Jepang adalah salah satu negara dengan keberagaman adat dan budaya kepercayaanya. Masyarakat Jepang sangat terkenal dengan sikap ramah dan toleransinya terhadap pemeluk agama lain di luar kepercayaan asli mereka yaitu Shinto. Mereka sangat terbuka menerima ritual dan adat istiadat yang dibawa agama lain ke lingkungan masyarakatnya.

Bagi pemeluk agama Islam, setiap kali momen puasa Ramadhan tiba, orang Jepang yang bukan Muslim pun turut sukacita merayakan dan menghormati mereka yang sedang berpuasa. Masyarakat Jepang bahkan tidak ragu untuk memberitahu masyarakat muslim yang sedang berpuasa tentang makanan-makanan yang tidak boleh dimakan, seperti mengandung alkohol dan daging babi. Mereka juga membenci tipe orang yang plin plan dan akan menegur orang Muslim yang melanggar ajaran agamanya seperti minum minuman keras mengandung alkohol. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga ketertiban dalam hidup beragama di masyarakat Jepang.

Sampai saat ini, selama kurang lebih 40 tahun masuknya Islam ke negeri Sakura Jepang, masih sangat terkendala dalam penyebaran dakwah Islam menggunakan Bahasa Jepang. Kebanyakan dakwah yang berjalan dalam penyebaran Agama Islam di ngeri Sakura Jepang dilakukan oleh orang Muslim dari negara luar Jepang, termasuk Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim terbesar di Asia Tenggara. Namun, Bangsa Turki menjadi yang terbesar dalam melakukan dakwah di negara Jepang.

Nah, ternyata Bahasa Jepang sebagai bahasa komunikasi sehari-hari di Jepang masih menjadi faktor kesulitan tersendiri untuk menyampaikan sesuatu hal seperti contohnya berdakwah agama, bahkan bagi warga asli Jepang sendiri. Ternyata menguasai skill berbahasa Jepang yang baik juga sangat penting sekali bagi kalian yang ingin pergi kesana.

Tensai Nihongo Bunka Gakuin sebagai salah satu Lembaga Kursus dan Pelatihan Bahasa Jepang terpercaya no. 1 di Karawang akan membuka kelas baru nih. Jadwalnya di hari Senin dan Rabu malam pukul 19.30-21.00 WIB, yang akan dimulai tanggal 22 Januari 2020 dan berlokasi di Galuh Mas Karawang.

Open Registration Tensai

Selain itu, Tensai menyediakan jasa penerjemah Bahasa Indonesia-Jepang bersertifikasi juga lho. Tensai juga bekerjasama dengan lebih dari 80 perusahaan di wilayah Karawang dan sekitarnya.

Bagi kalian yang penasaran dan butuh jasa cepat penerjemah dari Tensai bisa datang langsung ke kantor Tensai Nihongo Bunka Gakuin di Ruko Emporium, Jl. Galuh Mas Raya No.5, Sukaharja, Kec. Telukjambe Timur, Kab. Karawang, Jawa Barat.

Referensi

Artikel di atas dibuat dengan bersumberkan:

  1. https://dunia.tempo.co/
  2. https://international.sindonews.com/
  3. https://www.republika.co.id/
, ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Butuh Penawaran / Info Lebih Lanjut?
Hi, Anda butuh penawaran atau info lebih lengkap tentang jasa kami? WhatsApp kami sekarang!
Powered by