Hanakotoba, Ungkapkan Perasaanmu Melalui Bahasa Setangkai Bunga

Dampak Covid 19 Terhadap Jepang dan Akibat Jangka Panjang yang Terus Diwaspadai
Dampak Covid 19 Terhadap Jepang dan Akibat Jangka Panjang yang Terus Diwaspadai
March 1, 2020
Tokusatsu
Kupas Tuntas Dunia Tokusatsu di Jepang
March 8, 2020
Hanakotoba

Konnichiwa, Mina san! Bunga tidak hanya memiliki penampilan fisik yang indah dan mempesona. Namun, di kebudayaan Jepang, bunga memiliki makna khusus berupa ungkapan perasaan terhadap seseorang atau momen-momen tertentu yang biasa disebut dengan istilah ‘Hanakotoba’. Dilihat dalam segi tata bahasa, ‘hanakotoba’ (花言葉, makna bunga) berasal dari dua suku kata yaitu ‘hana’ dan ‘kotoba’ yang memiliki masing-masing arti dalam Bahasa Indonesia yakni ‘bunga’ dan ‘bahasa’ atau ‘kata-kata’. Jadi, hanakotoba diartikan sebagai makna bahasa sebuah bunga yang tersirat dalam warnanya dan dipercaya dalam kebudayaan Jepang.

Bunga seringkali dijadikan sebuah simbol yang memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Jepang. Bunga juga menyiratkan sebuah pesan bahasa atau kata-kata sebagai bentuk ekspresi rasa dan sikap kita. Layaknya bunga sakura yang menjadi ikon nasional negara Jepang, bunga-bunga lainnya pun seolah memiliki kekuatan emosi kuat yang tertanam didalam pemikiran setiap orang Jepang. Bunga memiliki makna yang lebih mendalam dan merupakan hadiah favorit yang biasanya diberikan kepada orang-orang terkasih pada momen-momen spesial. Setangkai bunga juga sering dipakai untuk mengungkapkan pesan yang tidak bisa diucapkan.

Hanakotoba sendiri mengacu sebagai terjemahan makna yang terkandung dalam sebuah bunga dalam seni kuno di budaya Jepang. Memberikan setangkai bunga sebetulnya tidak melulu hanya sebagai ungkapan cinta kepada wanita atau pria yang kita cintai saja. Sebab, bunga juga memiliki arti mendasar dalam mengartikan sebuah pesan dari pengirim kepada penerima bunga. Hal tersebut menjadikan bunga sebagai jembatan penghubung dalam mengkomunikasikan sebuah emosi dan perasaan tanpa harus mengucapkan sepatah katapun. Jadi, saat hendak memberikan setangkai bunga kepada seseorang, kita harus juga memperhatikan arti yang tersirat dalam bunga-bunga jenis tertentu. Bahasa bunga ini ternyata tidak hanya berlaku di Jepang saja lho, tetapi juga di negara-negara barat dan luar Jepang yang tentu memiliki perbedaan dalam pengartiannya. Penting bagi kita yang hendak menghadiahi seseorang bunga untuk memperhatikan dimana lingkungan kita berada, sebab berbeda negara juga biasanya memiliki bahasa bunga yang juga berbeda-beda.

Makna Dibalik Keindahan 10 Jenis Bunga, Menurut Kepercayaan Jepang!

Sumber: http://blog.goodtv.tv/

Bahasa bunga telah dikenal di seluruh belahan dunia, termasuk Jepang sebagai bentuk komunikasi yang tidak diucapkan oleh kata-kata. Meskipun di sebagian negara, tradisi ini telah hilang digerus oleh zaman, namun di Jepang, bahasa bunga yang dikenal dengan istilah ‘hanakotoba’ ini masih dipertahankan dan dipercayai oleh masyarakat Jepang sebagai media penyampaian makna pesan khusus melalui setangkai bunga. Ketahui arti tersembunyi yang terdapat pada 10 jenis bunga dalam kepercayaan Jepang yang Kami ulas berikut ini.

1. Plum Flower / Ume

Sumber: https://www.piqsels.com/

Bunga plum juga dikenal dengan nama lain yaitu bunga ume di Jepang. Bentuk fisiknya hampir serupa dengan bunga sakura. Hanya saja, ume memiliki mahkota bunga yang bertumpuk. Tumbuhan yang satu ini menghasilkan buah ume, sejenis aprikot khas Jepang, namun memiliki rasa yang cenderung asam. Buah ume ini acapkali dijadikan sebagai umeboshi (acar ume) yang biasanya dijadikan bahan pelengkap nasi atau makanan-makanan lainnya di Jepang. Bunga ume mekar lebih cepat ketimbang bunga sakura dan mulai bermekaran pada awal musim semi. Bunga ini memiliki makna tersirat yang menggambarkan keanggunan atau kesetiaan.

2. Cherry Blossom / Sakura

Sumber: https://www.pxfuel.com/

Bunga sakura yang juga dikenal dengan nama Cherry Blossom, merupakan bunga yang menjadi ikon ciri khas negara Jepang. Bunga yang terkenal melambangkan datangnya musim semi di Jepang ini mekar pada periode Maret dan April setiap tahunnya. Bunga sakura mudah sekali rontok dan hanya bisa dinikmati dalam kurun waktu yang singkat. Maka, dalam hanakotoba, bunga dengan warna pink yang khas ini menggambarkan kerapuhan atau kecantikan sesaat, namun bisa juga berarti makna hati yang lembut dan murni. Sedangkan, dalam arti di bidang sastra, bunga sakura melambangkan keindahan dan keringkasan hidup.

3. Rose

Hanakotoba

Sumber: https://www.pxfuel.com/

Rose atau dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan nama Bunga Mawar, ini sangat identik dengan simbol cinta yang hampir tak tergantikan. Bunga yang memiliki tangkai berduri ini tidak hanya berwarna merah saja. Mahkota pada bunga mawar mempunyai banyak warna seperti kuning, orange, putih, peach, serta pink yang masing-masingnya memiliki makna berbeda. Di Jepang, nama lain bunga mawar adalah bara, yang secara umum memiliki arti terima kasih dan melambangkan kebaikan hati. Selain itu, kita tidak boleh sembarangan memberikan bunga mawar berwarna-warni tanpa tahu arti dan maknanya. Seperti, bunga mawar kuning (黄色いバラ, Kiroiibara) yang dalam kebudayaan barat bermakna persahabatan. Namun, dalam hanakotoba, bunga ini melambangkan kecemburuan.

4. Sun Flower

Hanakotoba

Sumber: https://www.flickr.com/

Sun Flower yang juga disebut bunga matahari atau ‘himawari’ di Jepang ini memiliki nama ilmiah Helianthus dengan ciri fisik bunga berbentuk bulat, berinti cokelat, serta warna kuning khas pada kelopaknya menyerupai matahari yang tengah bersinar di terik siang. Seperti namanya, bunga ini mekar dengan sempurna saat terpapar sinar matahari dalam jumlah banyak. Bunga Matahari mayoritas ditemui di daerah Amerika Utara yang perlahan mulai menyebar di seluruh belahan dunia, termasuk Jepang. Himawari mulai dibawa dan tumbuh di Jepang ratusan tahun yang lalu dan memiliki makna sebagai pancaran atau cahaya, serta melambangkan kecantikan dan rasa hormat terhadap sesuatu.

5. Sweet Pea / Suitopi

Hanakotoba

Sumber: https://www.floretflowers.com/

Sweet Pea atau biasa dikenal sebagai Bunga kacang manis ini berasal dari Italia dan mulai dibawa ke Jepang di masa pergantian abad ke-20. Bunga ini juga disebut ‘Suitopi’ dalam pelafalan Bahasa Jepang dengan makna hanakotoba yang berarti ungkapan perpisahan atau selamat tinggal. Meskipun memiliki makna yang cukup mengharukan, bunga yang biasa dikemas dalam bucket ini sangat populer dan marak dijual di Jepang saat pergantian musim dingin ke musim semi.

6. Saboten no hana

Hanakotoba

Sumber: https://pixnio.com/

Saboten no hana sebetulnya adalah sebutan di Jepang terhadap bunga kaktus. Tumbuhan yang terkesan memiliki banyak duri ini juga ternyata memiliki jenis yang dihiasi bunga-bunga cantik di pucuknya, lho! Bunga kaktus yang identik dengan padang pasir ini ternyata memiliki konotasi negatif dalam hanakotoba di Jepang, yang bermakna “Hawa Nafsu”. Maka, jangan sekali-kali mencoba memberikan bunga ini kepada orang Jepang kalau kalian tidak ingin dianggap buruk! Namun, walaupun begitu, diluar Jepang, bunga kaktus ini malah mempunyai arti positif, yakni sebagai makna kasih ibu. Jadi, boleh banget nih memberikan bunga unik yang satu ini kepada ibu kalian sebagai tanda kasih seorang anak.

7. Camellia

Sumber: https://www.thetreecenter.com/

Di Jepang, bunga camellia disebut dengan nama Tsubaki dan memiliki banyak manfaat dalam daunnya yang bisa dijadikan teh, serta biji bunganya yang dapat dijadikan minyak penghalus rambut. Di zaman Edo, Camellia populer di kalangan kaum bangsawan yang biasa dimanfaatkan oleh para kaum perempuan di Jepang pada masa itu, yang memanfaatkan minyak bunga camellia untuk kesehatan rambut mereka. Berbeda dengan bunga-bunga di Jepang pada umumnya, camellia mekar pada periode akhir musim gugur, tepatnya sekitar akhir bulan November setiap tahunnya. Camellia mampu bertahan hingga berlangsungnya musim dingin. Sehingga, saat mekar, kita akan melihat serpihan-serpihan salju pada bunga Tsubaki.

Bunga camellia mempunyai makna dan arti sesuai dengan warnanya. Pada zaman dahulu, camellia merah memiliki arti kematian yang mulia bagi kalangan Samurai Jepang. Sedangkan, makna lain bunga camellia merah adalah cinta, camellia kuning yang menggambarkan kerinduan, serta camellia putih bermakna menunggu. Namun, meski memiliki arti cinta, bunga camellia merah kurang cocok dihadiahi bagi orang yang sedang sakit dikarenakan mengandung arti kesedihan.

8. Chrysanthemum / Kiku

Sumber: https://eu.clipdealer.com/

Di Indonesia, bunga yang satu ini dikenal dengan nama Krisan. Sedangkan, di Jepang, Chrysanthemum memiliki nama Kiku dan sangat populer dijual sebagai rangkaian bucket bunga. Bunga yang umum ditemukan di kawasan benua Asia dan Eropa ini berkonotasi luhur, serta muncul pada lambang keluarga kerajaan Jepang. Bunga krisan memiliki makna suci, kebenaran, dan kesedihan. Maka, bunga ini biasanya dikaitkan dengan acara pemakaman di Jepang.

9. Daffodil

Sumber: https://www.publicdomainpictures.net/

Bunga Daffodil memiliki nama Suisen di Jepang. Dafodil berasal dari wilayah Eropa dan Afrika Utara yang kemudian kini umum ditemui sebagai tumbuhan liar di negara Jepang sejak hampir 700 tahun yang lalu. Bunga yang mekar pada periode akhir bulan Desember hingga Februari ini biasanya diberikan kepada kerabat dekat dan orang tua sebagai tanda rasa hormat. Namun, diluar Jepang, bunga Suisen ini memiliki hanakotoba yang sangat berbeda, lho! Suisen biasanya dimaknai sebagai perasaan cinta yang tak terbalaskan.

10. Carnation

Sumber: https://www.itl.cat/

Yang terakhir, ada Bunga Carnation yang biasa kita kenal di Indonesia dengan nama Anyelir. Sedangkan, sebutan bunga yang memiliki nama ilmiah Dianthus ini di Jepang adalah kānēshon. Umumnya, carnation digambarkan sebagai makna perasaan cinta dan kasih sayang. Hampir serupa dengan Saboten no hana, carnation berwarna merah atau merah muda identik dengan kasih sayang terhadap ibu bagi orang Jepang. Sehingga, bunga carnation sangat populer saat peringatan hari ibu di Negeri Sakura. Namun, carnation dengan warna putih seringkali dimaknai sebagai perasaan mengenang sosok ibu yang telah tiada.

Ternyata, selain memiliki keindahan pada warna-warninya, bunga-bunga di sekitar kita juga memiliki makna atau bahasa tersendiri dengan arti yang berbeda-beda. Bahkan, beberapa bunga memiliki hanakotoba yang berbeda saat diaplikasikan di Jepang dengan diluar Jepang. Kini, pengetahuan soal makna yang tersirat dalam setangkai bunga melalui hanakotoba sudah mina san dapatkan. Jadi, jangan salah lagi ya dalam memilih bunga yang hendak diberikan kepada seseorang yang spesial dan terkasih.

Nah, bagi kalian yang tertarik berkunjung langsung ke Jepang dengan hanakotoba atau bahasa bunga yang bermacam-macam rupanya, tidak cukup hanya dengan mempersiapkan segala perbekalan fisik dan informasi umum terkait Jepang saja. Namun, perlu juga untuk mempersiapkan kemampuan berbahasa Jepang yang baik dan benar dengan terus berlatih rutin sampai mahir dan fasih mengucapkan berbagai kosa kata dan percakapan dalam Bahasa Jepang. Atas dasar itulah, Tensai Nihongo Bunka Gakuin hadir sebagai LKP Bahasa Jepang terdepan dan terpercaya nomor 1 di Karawang, bahkan Jawa Barat. Kami telah berkiprah selama lebih dari 8 tahun melayani masyarakat akan kebutuhan jasa kursus dan pelatihan Bahasa Jepang.

Tensai juga akan membuka kelas baru Bahasa Jepang level reguler A atau N5 dasar di jadwal hari minggu siang pukul 14.00-18.30 WIB. Pendaftaran mulai dibuka mulai hari ini sampai tanggal 8 Maret 2020. Eiiitss… khusus bulan Maret ini, ada Promo Gratis gantungan kunci menarik dari Tensai bagi kalian yang mendaftar segera. Tunggu apalagi? Buruan daftar, promo terbatas lho!

Open chat
Butuh Penawaran / Info Lebih Lanjut?
Hi, Anda butuh penawaran atau info lebih lengkap tentang jasa kami? WhatsApp kami sekarang!