Dampak Covid 19 Terhadap Jepang dan Akibat Jangka Panjang yang Terus Diwaspadai
Dampak Covid 19 Terhadap Jepang dan Akibat Jangka Panjang yang Terus Diwaspadai
March 1, 2020
Metode Hilangkan Penat dan ‘Stres’ ala Orang Jepang
Metode Hilangkan Penat dan ‘Stres’ ala Orang Jepang
March 12, 2020
Menguak Kebiasaan Orang Jepang Gemar Pakai Masker

Masker bagi sebagian besar masyarakat di seluruh dunia mungkin dipakai hanya saat-saat tertentu saja, seperti saat terserang penyakit menular. Namun, saat berkunjung ke Jepang, kalian akan melihat banyak orang Jepang mengenakan masker berwarna putih yang biasa dipakai dokter bedah di rumah sakit. Pemandangan ini sudah umum kita lihat dan lazim dijumpai di Jepang, dimana orang-orang memakai masker saat tengah menjalankan aktivitas sehari-harinya seperti sekolah, bekerja, dan lain sebagainya walaupun kondisi mereka sedang tidak sakit sekalipun. Di Negeri Sakura, pemakaian masker bahkan sudah menjadi budaya turun temurun dalam kehidupan bersosial masyarakat disana.

FAKTA UNIK PENGGUNAAN MASKER DI JEPANG

Menurut Japan Hygiene Products Association, Jepang mengenakan rata-rata 2 milyar masker pertahunnya dengan populasi 127 juta jiwa penduduk Jepang. Artinya, setidaknya lebih dari 15 kain masker dipakai untuk setiap individu setiap tahunnya. Biasanya, orang Jepang memakai masker untuk beberapa alasan tertentu. Walaupun, diluar Jepang, pemakaian masker dengan intensitas yang terlalu sering akan dianggap sebagai suatu hal yang tidak sopan dan dapat menyinggung perasaan orang lain saat berinteraksi. Namun, hal tersebut tidak berlaku di Jepang yang telah menjadikan masker sebagai budaya hidup yang sehat. Selain itu, masyarakat Jepang juga terkenal dengan sifat saling menghormati individu satu sama lain.

Beberapa tahun terakhir, masker merupakan pilihan utama bagi orang yang tengah mengidap penyakit menular seperti flu, batuk, maupun demam ringan agar bisa tetap beraktivitas seperti biasanya diluar ruangan tanpa menularkan penyakit tersebut ke orang lain disekitarnya. Namun, pada tahun 2003, salah satu perusahaan masker ternama asal Jepang, Unicharm membuat masker dengan desain khusus bagi orang yang sedang sakit seperti Flu. Masker ini didesain dengan katun sebagai bahan dasarnya, dan memiliki lapisan kantung filter. Sehingga setelah dipakai, pengguna bisa segera mencuci masker untuk kemudian membuang dan mengganti kantung filternya dengan yang baru demi menjaga sterilisasi masker. Masker keluaran Unicharm ini dinilai efektif menangkal debu dan partikel-partikel yang berbahaya bagi pernafasan. Selain itu, harga masker ini pun cukup terjangkau bagi semua kalangan.

Pemakaian masker menjadi sangat penting bagi kesehatan, terlebih dengan adanya kasus penyakit yang baru-baru ini terjadi. Wabah virus corona jenis baru COVID-19 yang mematikan dan menyebabkan jatuhnya ribuan korban jiwa di seluruh dunia. Bahkan, virus ini diketahui telah menyebar hingga ke Benua Eropa dan Amerika. Penyebaran virus yang sangat cepat merebak ini semakin mengkhawatirkan masyarakat di negara-negara seluruh dunia, termasuk Jepang dan Indonesia yang diketahui telah terdapat beberapa orang yang positif terjangkit virus dengan kode COVID-19 ini. Maka, pemakaian masker menjadi sangat penting yang gencar digerakkan oleh pemerintah di seluruh dunia terhadap warganya, demi menghentikan penyebaran virus berbahaya tersebut.

Sejarah Budaya dan Trend Memakai Masker di Jepang

Sumber: https://www.firstpost.com/

Masker yang pertama kali dipakai masyarakat di Jepang, berbahan dasar logam yang dilapisi sehelai kain dan berfungsi untuk menjaga mulut agar terhindar dari debu yang bertebaran. Saat itu, pemakaian masker belum terlalu marak atau populer, dan hanya dikenakan saat munculnya jenis penyakit baru di Jepang saja. Kepopuleran masker mulai merebak di tahun 1918, saat sebuah penyakit Influenza yang menular berasal dari Spanyol mengancam kesehatan seluruh masyarakat di seluruh dunia. Seketika, secara serentak orang-orang mulai memakai masker saat beraktivitas sehari-hari dengan tujuan menghindari penyakit-penyakit berbahaya masuk kedalam tubuh.

Baru pada periode tahun 1950-an, produsen masker di Jepang mulai memproduksi masker jenis baru yang dinilai lebih praktis dan ekonomis dipakai sehari-hari dibanding masker konvensional yang sebelumnya. Masker ini sepenuhnya terbuat dari bahan kain kasa khusus yang terlihat seperti masker yang kita kenal saat ini. Sejak itulah, budaya memakai masker terus dipertahankan dan erat kaitannya bagi masyarakat Jepang hingga kini.

Dilansir Japan Today, penjualan masker terus mengalami peningkatan yang signifikan hingga tiga kali lipat di Jepang sejak tahun 2009. Penyebabnya, diketahui karena kekhawatiran pada wabah flu dan kecelakaan nuklir pada tahun 2011 lalu. Bahkan, pada tahun 2013, tercatat nilai finansial pasar dari penjualan masker di Jepang diperkirakan mencapai 23,9 miliar Yen atau lebih dari Rp 3,2 triliun.

7 Alasan Mengapa Orang Jepang Suka Memakai Masker

1. Alergi Terhadap Sesuatu

Sumber: https://quizzclub.com/

Alergi masyarakat Jepang terhadap suatu hal menjadi salah satu alasan mengapa orang Jepang terlihat sering memakai masker di tempat umum. Belakangan ini, seringkali ditemui orang Jepang yang alergi terhadap serbuk sari bunga yang bertebaran dari pohon-pohon yang tumbuh di musim semi. Maka, mengenakan masker tentu solusi yang cukup ampuh dalam membantu pengidap alergi untuk mencegah sesuatu penyakit yang timbul dari alergi yang diderita.

2. Tidak Ingin Menularkan Penyakit

Sumber: https://blog.gaijinpot.com/

Fungsi utama masker sejatinya adalah untuk memproteksi diri dari virus dan bakteri yang bertebaran di luar ruangan. Terutama saat kita sedang terjangkit penyakit yang menular seperti flu dan batuk, masker penting digunakan untuk mencegah penyebaran kuman. Masyarakat Jepang yang sangat menghormati kenyamanan individu satu sama lain, mempercayai bahwa menularkan penyakit yang sedang mereka idap merupakan suatu sikap buruk dan mencoreng rasa hormat atau harga diri seseorang. Maka, orang Jepang akan sesegera mungkin memakai masker saat merasakan gejala-gejala penyakit. Bahkan, pihak rumah sakit di Jepang akan mewajibkan para pasiennya untuk memakai masker, sekalipun sudah dianggap sembuh dan sehat saat hendak meninggalkan rumah sakit. Hal ini untuk mencegah sisa-sisa virus dari penyakit yang diidap pasien saat masa perawatan di rumah sakit.

3. Menyembunyikan Wajah

Sumber: https://press.ikidane-nippon.com/

Bersolek atau menghias diri merupakan suatu hal yang lazim dilakukan kaum wanita, tak terkecuali para gadis muda di Jepang. Wanita di Jepang biasanya merasa kurang percaya diri jika mereka belum mendandani diri mereka agar terlihat lebih cantik. Maka, untuk menutupi wajahnya yang belum dipoles riasan wajah itu, wanita Jepang akan menggunakan masker. Selain bagi para gadis, pria Jepang pun sangat memperhatikan penampilan mereka, tak terkecuali bagian wajah. Mereka juga akan mengenakan masker saat belum atau lupa mencukur rambut-rambut di wajahnya seperti kumis dan jenggot yang mereka anggap sesuatu yang tidak rapih. Selain itu, menutup wajah menggunakan masker juga biasanya dijumpai pada artis atau public figure di Jepang yang hendak bepergian ke tempat umum agar tidak dikenali dan tidak ingin diganggu.

4. Melembabkan Wajah Saat Musim Dingin

Sumber: http://www.6tuba.com/

Masker juga berfungsi untuk mencegah kulit di area wajah yang membeku saat musim dingin di Jepang. Pemakaian masker dapat berguna untuk menahan terpaan udara dingin agar tidak menyentuh kulit wajah. Orang Jepang biasa memakai masker di musim dingin agar tetap merasa hangat dan tidak kering saat diselimuti hawa dingin. Nafas yang dikeluarkan didalam masker dapat memberikan hawa lembab bagi wajah.

5. Membatasi Interaksi Sosial dengan Orang Asing

Sumber: https://www.shutterstock.com/

Selain alasan kesehatan atau medis, beberapa orang Jepang memakai masker dengan tujuan untuk meminimalisir kontak sosial dengan orang lain yang mereka anggap asing, terutama saat di tempat-tempat umum seperti stasiun kereta, bandara, dan lain sebagainya. Dengan memakai masker, mereka akan lebih nyaman menyembunyikan ekspresi wajah mereka kepada orang lain saat sedang cemberut, tersenyum, marah, bahkan tertawa berlebihan hingga membuka mulut lebar-lebar yang dirasa memalukan bagi sebagian orang Jepang.

6. Trend Fashion

Sumber: https://tr.dhgate.com/

Jepang merupakan salah satu kiblat dunia fashion yang paling terkenal di dunia Internasional. Penggunaan masker dianggap sebagai salah satu trend fashion yang sedang marak dan dianggap modis di Jepang. Masker dengan berbagai pola warna dan motif unik banyak ditemui disana. Walaupun tidak memenuhi standar kesehatan seperti masker pada umumnya, pemakaian masker bagi masyarakat Jepang dianggap dapat menarik perhatian orang lain di sekitar mereka dan menggambarkan kesan pribadi yang misterius.

7. Menghindari Bebauan Tidak Sedap

Sumber: https://theculturetrip.com/

Mayoritas orang Jepang saat berada di tempat umum atau keramaian tidak ingin terganggu oleh bebauan yang tidak sedap seperti bau badan, bau asap rokok, dan wewangian parfum yang terlalu menyengat. Penggunaan masker merupakan solusi ampuh untuk meminimalisir dan memfilter bau-bau kurang sedap tersebut agar tidak terhirup secara langsung.

Wah, ternyata banyak alasan mengapa orang Jepang gemar mengenakan masker saat beraktivitas sehari-hari. Selain karena manfaatnya bagi kesehatan, masker juga populer dan menjadi trend fashion tersendiri di Negeri Sakura. Kebiasaan baik ini sudah sewajarnya ditiru oleh masyarakat di seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia agar menyadari akan pentingnya penggunaan masker tanpa perlu malu dengan orang-orang sekitar.

Nah, bagi kalian yang tertarik mengunjungi Jepang untuk merasakan berlibur di Negeri Sakura, tidak cukup hanya sekedar mempersiapkan perbekalan fisik dan informasi umum terkait Jepang saja. Namun, juga diperlukan kemampuan berbahasa Jepang yang fasih. Berlatih dengan rutin adalah salah satu solusi untuk terus mengasah Bahasa Jepang yang telah kita pelajari dan kuasai agar semakin melekat di ingatan kita untuk kemudian diaplikasikan langsung dengan orang Jepang saat kita berinteraksi. Atas dasar itulah, Tensai Nihongo Bunka Gakuin hadir sebagai LKP Bahasa Jepang terdepan dan terpercaya nomor 1 di Karawang, bahkan Jawa Barat. Kami telah berkiprah selama lebih dari 8 tahun melayani masyarakat akan kebutuhan jasa kursus dan pelatihan Bahasa Jepang.

Referensi

Artikel di atas dibuat dengan bersumberkan:

Leave a Reply

Butuh Penawaran / Info Lebih Lanjut?