Corona Virus: Jepang Sukses Evakuasi 206 Warganya dari Wuhan
Corona Virus: Jepang Sukses Evakuasi 206 Warganya dari Wuhan
January 30, 2020
Industri Manga dan Anime di Jepang
Industri Manga dan Anime di Jepang: Sejarah dan Perkembangannya
February 6, 2020

Sumber: https://mainichi.jp/

Apa saja dampak Wabah Virus Corona Bagi Jepang? Virus corona yang mewabah hingga ke beberapa negara diluar China telah membawa dampak besar bagi perekonomian negara tersebut, salah satunya Jepang. Minggu (26/1), Pemerintah China mengeluarkan pengumuman terkait larangan bagi grup travel asal Negeri Tirai Bambu tersebut untuk melakukan perjalanan tur atau wisata ke luar negeri. Hal itu bertujuan untuk mencegah penyebaran virus corona ke negara-negara lain diluar China, termasuk Jepang sebagai negara dengan jarak terdekat dengan China. Seperti diketahui, virus corona berjenis 2019-nCoV ini telah membuat sejumlah kepanikan di dunia Internasional akhir-akhir ini. Berdasarkan update terbaru, virus ini telah merenggut korban jiwa hingga 170 orang di seluruh wilayah China sebagai sumber awal kemunculan virus corona tersebut.

Salah satu agen travel perjalanan asal Jepang yang melayani turis China, bernama Kaname telah menerima hingga 20.000 pembatalan kunjungan turis China ke Jepang per tanggal 10 Februari 2020 nanti. Seperti dilansir CNN, sekitar 9,6 juta turis asing asal China mengunjungi Jepang sepanjang tahun 2019 lalu. Menjadi terbesar ketiga untuk negara penyumbang turis ke Jepang. Maka, puluhan ribu laporan pembatalan tiket perjalanan tersebut diprediksi akan berdampak melemahkan Jepang dalam sektor industri ekonomi dan pariwisata.

Perwakilan dari Japan National Tourist Organization (JNTO), Shiho Himura mengatakan, penurunan kunjungan wisata atas turis China tersebut dikhawatirkan memberikan dampak yang sangat besar dalam waktu jangka panjang terhadap industri pariwisata Jepang. Namun, ia menjelaskan hal tersebut bergantung seberapa lama kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah China tersebut berlangsung. Di wilayah Ibukota Jepang, Tokyo sedang dilanda kecemasan terkait orang-orang Jepang yang masih terjebak di Wuhan dan dikhawatirkan terinfeksi virus corona secara langsung disana.

Hal ini bukan untuk pertama kalinya terjadi di Jepang. Pada tahun 2003 silam, saat wabah Sindrom Pernapasan Akut Berat (Severe Acute Respiratory Syndrome, SARS) pertama kali muncul di wilayah China Selatan juga berdampak pembatalan sejumlah besar tiket perjalanan para turis China ke negara Jepang. Sehingga memberikan dampak yang cukup besar dan berjangka waktu lama terhadap industi pariwisata dan ekonomi Jepang saat itu.

Walaupun banyak media memberitakan mengenai perselisihan China dan Jepang secara diplomatis. Namun, beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan jumlah turis asal China yang berkunjung ke Jepang. Hal tersebut yang mengubah sikap, selera, dan kebijakan luar negeri Jepang terhadap Pemerintah China. Di pusat Ibukota Jepang, Tokyo sendiri pengumuman di hampir sebagian besar pusat perbelanjaan dan stasiun kereta telah tersedia pilihan Bahasa Mandarin. Relasi antara Beijing dan Tokyo pun mulai mencair sejak tahun 2018 lalu.

Jepang Cemaskan Penurunan Ekonomi Pasca Virus Corona

Sumber: https://www.piqsels.com/

Pemerintah negara Jepang turut harap-harap cemas terkait mewabahnya virus corona. Menteri Ekonomi Jepang, Yasutoshi Nishimura telah memperingati beberapa perusahaan dan produk-produk asal Jepang terkait kemungkinan terjadi penurunan keuntungan akibat wabah virus mematikan tersebut. “Adanya kekhawatirkan terkait dampak perekonomian global dari penyebaran infeksi virus di China, hambatan transportasi, serta pembatalan tur perjalanan secara berkelompok dari China saat masa perpanjangan liburan hari raya Imlek,” ucap Nishimura, dikutip dari Reuters, Selasa (28/1).

Nishimura menambahkan, bahwa jika situasi genting tidak segera selesai dalam waktu sebentar, pihaknya khawatir hal tersebut dapat merusak ekspor, output, dan keuntungan dari perusahaan-perusahaan Jepang pada produksi dan konsumsi produk dari China. Seperti diketahui, Negeri Tirai Bambu, China merupakan tujuan ekspor kedua terbesar di Jepang.

Bisnis department store, pengecer, dan perhotelan di Jepang bisa terancam penjualannya akibat dari mewabahnya virus corona. Jepang merupakan salah satu negara yang sangat mengandalkan keuntungan pemasukan di bidang pariwisata dari turis Tiongkok selama musim liburan Imlek berlangsung.

Beberapa perusahaan seperti salah satunya Honda Motor pun dapat terkena imbas dari wabah ini. Honda memiliki setidaknya tiga pabrik di Kota Wuhan, dan Jepang berencana mengevakuasi beberapa karyawannya. Selain itu, salah satu perusahaan fast retailing yang bergerak di bidang fashion Uniqlo juga memilih untuk menutup sementara sekitar 100 tokonya yang ada di sekitar wilayah Hubei. Namun, hal berbeda dilakukan oleh perusahaan ritel Aeon yang tetap membuka lima supermarketnya di Wuhan agar tetap bisa beroperasi melayani pelanggan.

Ahli Ekonomi di SMBC Nikko Securities memprediksi jika larangan yang berlaku bagi wisatawan asing asal China untuk melakukan tur luar negeri berlangsung selama enam bulan lamanya, maka akan menghambat pertumbuhan ekonomi negara Jepang sebesar 0,05%. Sebuah survei menyatakan, dari keseluruhan wisatawan asing yang berkunjung ke Jepang, sebesar lebih dari 30% merupakan wisatawan asal China.

Kepala Ekonom di Dai-ichi Life Research Institute, Hideo Kumano mengatakan, bahwa penurunan jumlah wisatawan asal Tiongkok dapat berpengaruh dalam merusak pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) Jepang hingga 0,2%. “Kecemasan terbesar adalah saat dampak negatif dari wabah itu terus berlanjut dan menyerang (ekonomi) selama Olimpiade Tokyo,” jelasnya. PDB merupakan salah satu metode untuk menghitung pendapatan nasional suatu negara.

Diperkirakan Tiongkok akan menjadi salah satu negara yang menyumbangkan wisatawan ke Jepang dalam jumlah besar saat perhelatan Olimpiade 2020 di musim panas nanti. “Jika nantinya jumlah pengunjung lebih cenderung menurun daripada meningkat, akan memberikan dampak yang cukup besar bagi industri konsumsi di Jepang,” pungkasnya.

Waspada Corona, KBRI Tokyo Menghimbau Warga Indonesia di Jepang

Semakin meresahkannya wabah virus corona yang menyebar hingga ke beberapa negara, termasuk Jepang membuat pihak KBRI Tokyo menghimbau Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal atau sedang berlibur ke Negeri Sakura itu untuk selalu menjaga kesehatan dan keselamatannya selama berada disana.

Dilansir dari VIVAnews, Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, Tri Purnajaya mengatakan, WNI yang sedang berada di Jepang dihimbau agar dapat melakukan pencegahan bagi diri pribadinya sendiri, khususnya saat sedang berada di tempat yang ramai. Namun, Tri juga berharap agar tidak ada kepanikan bagi WNI di Jepang atas informasi-informasi dengan sumber tidak jelas yang beredar akhir-akhir ini seputar penyebaran virus corona. “Kami berharap agar WNI di Jepang selalu menjaga kebersihan dan kesehatan dimanapun mereka berada. Diharapkan juga agar tetap memantau informasi yang resmi dikeluarkan oleh Pemerintah Jepang dan KBRI,” ungkapnya.

Tri menambahkan, bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dan menjalin komunikasi dengan Pemerintah Jepang terkait monitoring perkembangan di Negeri Sakura tersebut. “Sampai dengan saat ini, belum ada laporan terkait virus corona dari WNI yang ada di Jepang. KBRI juga terus memantau update informasi resmi dari Pemerintah Jepang dan KBRI,” jelasnya.

Sampai kini, dipastikan sekitar 11 orang di Jepang telah terinfeksi virus mematikan dengan kode 2019-nCoV. Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe pun memastikan seluruh pasien yang terinfeksi telah dirawat dengan fasilitas medis yang khusus. Pada Selasa (28/1), Pemerintah Jepang melalui Kabinet telah menyepakati satu aturan penyakit yang berasal dari virus corona jenis baru tersebut masuk dalam undang-undang penyakit menular dan karantina. Aturan ini baru akan diberlakukan pada 7 Februari 2020. Penetapan aturan baru itu, nantinya memungkinkan setiap daerah di Jepang agar dapat memaksa orang yang terinfeksi dan tertular virus mematikan tersebut untuk segera di karantina.

Otoritas setempat dapat memberikan cuti kerja selama masa periode tertentu bagi pasien yang telah menjalani pemeriksaan positif terinfeksi virus. Nantinya, seluruh biaya pengobatan pasien akan ditanggung oleh dana kesehatan masyarakat. Dengan berlakunya undang-undang karantina ini, para petugas di bandara dan pelabuhan seluruh Jepang juga dapat melakukan pemeriksaan medis khusus bagi mereka yang dicurigai telah terinfeksi. Siapapun yang menolak pemeriksaan tersebut, nantinya dapat diproses hokum yang berlaku sesuai undang-undang.

7 Pola Hidup Sehat Orang Jepang Ampuh Cegah Bermacam Penyakit

Wabah virus corona merupakan penyakit mematikan yang menyerang pernapasan, serupa dengan infeksi paru-paru (pneumonia). Selain pemakaian peralatan kesehatan seperti masker dan sarung tangan, pola hidup yang sehat juga penting untuk membentuk sistem imunitas yang kuat demi mencegah penyakit-penyakit berbahaya masuk ke tubuh kita. Kebiasaan hidup sehat ala orang Jepang telah diakui ampuh cegah berbagai macam penyakit. Seperti diketahui, bila dibanding negara lain, Jepang memiliki rata-rata usia penduduknya yang panjang umur bahkan hingga lebih dari seratus tahun.

Pada awal Januari kemarin saja, tepatnya tanggal 2 Januari 2020, Guinness World of Record mencatat nama Kane Tanaka sebagai manusia tertua yang masih hidup di dunia sampai saat ini dengan usia 117 tahun. Nah, penasaran kan kira-kira pola hidup sehat seperti apa sih yang menjadi rahasia sehat dan awet muda penduduk Jepang? Simak ulasan berikut ini.

1. Bersepeda dan Jalan Kaki

Di kota-kota besar dan pedesaan di negara Jepang, lazim ditemui masyarakat yang melakukan aktivitas sehari-harinya dengan bersepeda bahkan berjalan kaki. Sebanyak lebih dari 80% orang Jepang memilih bersepeda dan berjalan kaki untuk bepergian diluar ruangan. Hal itu tentu sangat memberikan efek baik bagi kesehatan masyarakatnya. Sebab jalan kaki merupakan suatu olahraga yang paling mudah untuk kita lakukan.

Selain itu, mahalnya segala kebutuhan biaya terkait kendaraan bermotor di Jepang menjadi salah satu alasan masyarakatnya lebih memilih menghindari penggunaan kendaraan pribadi. Sebut saja pembuatan surat izin dan pembayaran parkir kendaraan pribadi yang menguras biaya cukup mahal.

2. Rajin Mengkonsumsi Sayur dan Buah-Buahan

Salah satu pola hidup sehat yang diterapkan oleh orang Jepang yaitu dengan rajin mengkonsumsi sayur dan buah-buahan segar. Mereka kurang menyukai makanan instant seperti kentang goreng yang biasa disajikan di restoran fast food. Orang Jepang lebih senang mengkonsumsi makanan bernutrisi tinggi dan rendah kalori seperti sayuran lobak, mentimun, tauge, brokoli, selada, dan daun bawang yang juga biasa kita temukan sebagai pelengkap saat memesan menu masakan Jepang.

Selain itu, mereka juga sering menggunakan beras merah sebagai makanan pokok yang sehat dan bergizi tinggi mendampingi sayur dan buah-buahan.

3. Rutin Minum Secangkir Teh Hijau

Teh hijau khas Jepang atau biasa disebut Ocha, merupakan salah satu minuman sehat dengan kadar antioksidan yang tinggi. Biasanya, sebelum atau sesudah makan, orang Jepang menyempatkan untuk meminum secangkir the hijau setiap harinya.

Teh hijau dipercaya memiliki manfaat melancarkan peredaran darah sehingga dapat mengurangi resiko penyakit serangan jantung dan hipertensi. Selain itu, meminum secangkir the hijau secara rutin juga dapat menjaga kesehatan kulit dan mengontrol berat badan. Hal ini yang menjadikan alasan mengapa wanita dan pria di Jepang rata-rata memiliki berat badan yang ideal.

4. Banyak Konsumsi Ikan dan Seafood

Orang Jepang lebih suka menyantap kuliner berbahan dasar daging ikan atau seafood, daripada daging ayam atau sapi. Seafood atau makanan laut memiliki kandungan omega-3 dan protein tinggi yang baik untuk kesehatan otak dan jantung manusia.

5. Makan dengan Porsi Sedikit

Saat berkunjung ke restoran Jepang, biasanya kita akan disajikan hidangan berbagai menu lezat khas Jepang namun dengan porsi yang lebih sedikit. Orang Jepang memang gemar makan dalam porsi kecil dengan alasan makanan yang disajikan tersebut pasti akan habis dan tidak terbuang sia-sia karena porsi yang berlebihan. Semangkuk kecil nasi dan berbagai hidangan sehat pelengkap lainnya pun dirasa sudah cukup untuk menghilangkan rasa lapar orang Jepang saat santap makan pagi, siang, maupun malam.

6. Meminimalisir Makanan Berminyak

Makanan yang dipanggang dan direbus lebih disukai orang Jepang, ketimbang makanan yang digoreng menggunakan minyak. Sebut saja jenis makanan yang direbus seperti sup miso, udon, dan shabu-shabu lebih sering dihidangkan sebagai santapan sehari-hari masyarakat Jepang.

Orang Jepang sadar akan bahaya mengkonsumsi kuliner yang digoreng dengan minyak. Terlebih jika minyak tersebut dipakai berulang-ulang untuk menggoreng dalam jangka waktu yang lama. Di Jepang, makanan seperti ebi furai pun digoreng dengan memakai minyak goreng berkualitas tinggi.

7. Berendam Air Panas

Sehabis beraktivitas seharian, biasanya orang Jepang akan mandi menggunakan air hangat di rumahnya. Selain itu, terdapat juga sumber air panas atau Onsen (温泉) yang merupakan tempat yang senang dikunjungi orang Jepang untuk melakukan relaksasi. Kegiatan berendam di air panas ini berguna untuk melancarkan peredaran darah. Selain itu, juga bermanfaat bagi kesehatan kulit serta dapat membantu memulihkan stamina.

Nah, apakah Anda tertarik untuk berkunjung ke negara Jepang yang terkenal dengan masyarakatnya yang awet muda karena pola hidup sehatnya? Kalau iya, Anda tidak cukup dengan hanya mempersiapkan materi perbekalan fisik seperti uang dan pakaian saja. Namun, Anda juga harus memiliki kemampuan berbahasa Jepang yang mumpuni untuk berkomunikasi dengan masyarakat disana. Selain melalui cara kursus dan pelatihan Bahasa Jepang, bisa juga dengan menyewa jasa layanan penerjemah Bahasa Jepang bagi Anda yang tidak memiliki banyak waktu luang untuk belajar di tempat kursus Bahasa Jepang.

Tensai Nihongo Bunka Gakuin hadir sebagai LKP Bahasa Jepang terdepan dan terpercaya nomor 1 di Karawang. Kami telah berkiprah selama lebih dari 8 tahun melayani masyarakat akan kebutuhan jasa kursus dan pelatihan Bahasa Jepang. Dalam waktu dekat ini, Tensai akan membuka kelas baru level Reguler A (N5 awal) di hari Minggu, pukul 14.00-18.30 WIB yang bertempat di Kantor Pusat Tensai Galuh Mas (200 m dari Mall Karawang Central Plaza ke arah Perum PERURI). Selain itu, kami juga menyediakan layanan jasa khusus penerjemah Jepang-Indonesia dengan translator handal yang telah teruji di bidang penerjemah Bahasa Jepang.

Profil Singkat Jasa Penerjemah Tensai Nihongo Bunka Gakuin

Bagi Anda yang membutuhkan layanan jasa penerjemah Bahasa Jepang-Indonesia, Tensai Karawang menyediakan jasa cepat penerjemah Bahasa Indonesia-Jepang yang terpercaya dan bersertifikasi. Lokasi yang mudah dijangkau dan dekat dengan perindustrian di Karawang menjadikan salah satu kelebihan kami. Kantor pusat Tensai sangat mudah diakses dari pusat kota Karawang. Hanya perlu waktu tempuh 15 menit dari Stasiun Karawang, 10 menit dari Gerbang Tol Karawang Barat.

Tensai Karawang telah bekerjasama dengan lebih dari 80 perusahaan di wilayah Karawang dan sekitarnya. Bagi kalian yang penasaran dan butuh jasa cepat penerjemah dari Tensai bisa datang langsung ke kantor pusat Tensai Nihongo Bunka Gakuin di Ruko Emporium, Jl. Galuh Mas Raya No.5, Sukaharja, Kec. Telukjambe Timur, Kab. Karawang, Jawa Barat. Atau bisa juga menghubungi nomor kontak pelanggan, serta melalui beberapa akun media sosial pribadi kami.

  • Facebook : Tensai Nihongo Bunka Gakuin
  • Instagram : kursusjepangkarawang
  • YouTube : Tensai Indonesia | Kursus Bahasa Jepang

Referensi

Artikel di atas dibuat dengan bersumberkan:

Open chat
Butuh Penawaran / Info Lebih Lanjut?
Hi, Anda butuh penawaran atau info lebih lengkap tentang jasa kami? WhatsApp kami sekarang!