Jepang Lakukan Social Distancing
Wabah Virus Menular, Ini Cara Masyarakat Jepang Lakukan Social Distancing!
March 22, 2020
Covid-19 Jepang: Abe Nyatakan Keadaan Darurat

Hai pembaca Tensai, semoga kita semua selalu sehat dan baik-baik saja. Di masa pandemik ini, jagalah kebersihan, selalu cuci tangan yang benar, tetap jaga social distancing, tetap di rumah saja, keluar jika hanya perlu, dan jangan lupa minum vitamin. Sebagai lembaga pendidikan yang menginformasikan tentang Jepang dan industrinya, kami tetap online dan mengupdate website ini.

Langkah Jepang Menangani Covid-19

Apa kabar Jepang terkini di situasi wabah covid-19 ini? Terkait penyebaran virus Corona Covid-19, perdana Menteri Shinzo Abe menyatakan negerinya memasuki keadaan darurat. Abe mengumumkan pernyataannya pada Selasa, 7 April 2020. Beberapa prefektur Jepang yang terdampak adalah Tokyo, Chiba, Kanagawa, Saitama, Osaka, Hyogo, dan Fukuoka.

1. Mendelegasikan Gubernur Perfektur

Sebagaimana dikutip dari: https://jpninfo.com/192004, guna menetapkan aturan dan pedoman yang kuat untuk memerangi pandemi, keadaan darurat ini akan berlangsung hingga hingga 6 Mei. Kebijakan ini diharapkan memungkinkan gubernur prefektur untuk mengambil langkah-langkah yang harus diprioritaskan.

Langkah penerapan darurat ini diambil Abe setelah menghadapi tekanan publik yang kian membesar terkait lonjakan kasus covid-19. Dikonfirmasi bahwa seluruh Jepang telah tertular pandemic ini dan Tokyo adalah area yang paling terpengaruh.

2. Langkah Gubernur Tokyo Koike Yuriko

Sebanyak 143 kasus COVID-19 telah tercatat di Tokyo pada hari Minggu, hari kedua berturut-turut ibukota Jepang mengalami tiga digit. Gubernur Tokyo Koike Yuriko meminta penduduk untuk tidak pergi selama akhir pekan kecuali jika benar-benar diperlukan. Himbauan tersebut dikeluarkannya setelah Tokyo mulai melihat peningkatan kasus virus korona.

sumber: https://www.instagram.com/tv/B-imLYeJ85W/

3. Himbauan Gubernur Perfektur

Bukan mewajibkan, Koike tetap dengan sopan meminta penduduk untuk tidak pergi. Koike tetap menghimbau karena alasannya adalah bahwa Jepang cenderung tidak mengganggu kebebasan sipil rakyat. Koike juga telah mengisyaratkan bahwa dia ingin Abe menyatakan keadaan darurat, karena tanpa itu setiap gubernur prefektur tidak memiliki kekuatan untuk menetapkan aturan.

Sebelum menyatakan keadaan darurat, Abe diminta untuk menentukan area mana yang akan ditargetkan. Proses birokrasi memakan waktu karena Abe tidak memiliki kekuatan untuk menyatakan keadaan darurat sendiri. Pertama, ia perlu berkonsultasi dengan panel spesialis. Pemerintah juga diharuskan memberi tahu parlemen tentang niat untuk menyatakan keadaan darurat.

Untuk alasan itu, Abe menyebutkan prefektur mana yang akan ditargetkan pada hari Senin, 6 April sambil mendeklarasikan keadaan darurat pada hari berikutnya.

4. Langkah-Langkah Menanggulangi Covid-19

Dalam situasi darurat, pemerintah prefektur DAPAT melakukan beberapa langkah berikut:

  • Membatasi penggunaan dan minta penutupan sementara tempat -tempat berkumpulnya orang dalam jumlah banyak, misalnya di sekolah, bioskop, stadion, tempat musik, dan taman hiburan.
  • Meminta pasokan makanan dan pasokan medis dari perusahaan yang menolak untuk menjualnya, dan memberi mereka sangsi tertenau jika mereka tidak mematuhi atau melakukan penimbunan.
  • Mengambil alih tanah dan bangunan jika pemiliknya menolak permintaan untuk membangun rumah sakit darurat. Ini dapat dilakukan jika sistem perawatan kesehatan runtuh dan rumah sakit menjadi penuh dengan pasien covid-19.
  • Memaksa perusahaan-perusahaan untuk membantu mengangkut barang untuk kebutuhan darurat
  • Menghimbau agar masyarakat tidak pergi ke luar kecuali itu hal penting seperti berbelanja bahan makanan
  • Menghimbau masyarakat orang untuk tidak pergi bekerja kecuali pekerjaan penting seperti di sektor kesehatan

Namun, pemerintah prefektur TIDAK memiliki kekuatan untuk:

  • Menghukum individu yang tidak sepenuhnya patuh
  • Melarang kegiatan bisnis

5. Kesimpulan

Dua hal itu didasari atas hukum Jepang yang melindungi kebebasan individu sehingga pemberlakuan status lockdown yang ketat seperti di Italia, Spanyol, Cina, dan Prancis tidak mungkin untuk dijalankan.

Kota Tokyo sendiri telah menyediakan sebanyak 1.000 tempat tidur untuk pasien corona virus, dan itu jumlah yang sedikit dibanding angka kasus yang dikonfirmasi, untuk  itu Koike berencana untuk menyiapkan 4.000 tempat tidur.

Pemerintah juga menggagasan rencana untuk mengubah Area yang sebelumnya direncakan untu kpelaksanaan Olimpiade untuk menjadi rumah sakit sementara guna merawat pasien covid-19.

Sementara itu, beberapa ahli khawatir bahwa keadaan darurat yang ditetapkan pemerintah tersebut adalah langkah yang terlambat, sehingga dikhawatirkan Tokyo bisa akan bernasib sama dengan Kota New York.

Leave a Reply

Butuh Penawaran / Info Lebih Lanjut?