Go to Top

Ukai Tradisi Unik Memancing di Jepang

Ukai Tradisi Unik Memancing Di Jepang

Ukai tradisi unik Memancing di Jepang. Siapa yang suka tsuri o suru alias memancing ikan di sungai? Kalau memancing ikan pakai kail atau jaring mah udah biasa. Ada tradisi unik dari Jepang nih yang justru nggak biasa! Pastinya bukan pakai bom nuklir ya (secara Jepang  punya riset nuklir canggih), tentu dilarang dong!

Penasaran? Berikut ulasan menarik yang sudah Tensai rangkum untuk Anda yang ‘demen’ banget dengan budaya dan keunikan lainnya dari negara Sakura tersebut. Artikel menarik kali ini masih menjelaskan seputar tradisi unik dari Prefektur Gifu ya.

UKAI TRADISI UNIK MEMANCING DI JEPANG

Tradisi memancing ikan dengan burung bangau yang di sebut dengan Ukai di Sungai Nagara, Prefektur Gifu, sudah dilakukan sejak 1300 tahun lalu. Enam buah perahu dengan api pemandu dan 2 orang nelayan yang bertugas sebagai pawangnya dalam setiap perahu, akan mengarahkan burung bangau pemancing tersebut yang mulai berenang menyusuri dinginnya sungai Nagara. Sungguh merupakan sebuah pemandangan yang luar biasa!

Ukai Tradisi Unik Memancing Di Jepang

Ya, burung berjenis kormoran (hampir mirip seperti bangau) yang berbulu hitam dengan leher dan paruh yang panjang ini,  sengaja dilepas dan diceburkan di sungai Nagara serta memiliki tugas untuk menangkap ikan secara natural. Burung jenis ini mampu menyelam hingga kedalaman 48 meter di bawah permukaan air. Burung yang menyelam dan berhasil mendapatkan ikan akan naik kembali ke atas permukaan air, selanjutnya sang pawang akan menarik tali yang mengikat burung tersebut. Ikan yang sudah ditangkap tidak bisa dimakan oleh burung kormoran tersebut, karena di lehernya sudah dililit tali ikat sampul sehingga tidak bisa menelannya.

Bagi penyuka hewan, saat melihat hal ini pasti akan merasa kasihan dengan burung-burung kormoran yang kesannya  ‘dipaksa’ menangkap ikan tersebut. Ditambah lagi dengan adanya tali yang mengikat burung kormoran itu saat mulai berenang di sungai. Terlepas dari hal tersebut, tentunya ini merupakan sebuah tradisi masyarakat asli di daerah Gifu.  Salutnya, justru mereka tetap mempertahankan tradisi budaya tersebut ditengah maraknya peralatan modern untuk sekedar memancing ikan saja.

Ukai Tradisi Unik Memancing Di Jepang

Ada yang unik jika melihat dari pakaian tradisional yang dikenakan  khusus bagi sang pawang. Mereka terlihat menggunakan baju lengan panjang dan sorban berwarna biru tua. Uniknya,  mereka memakai rok dari rumbia yang terlihat hampir mirip seperti rok jerami adat khas  dari Papua.  Bahkan mereka mendapat gelar Usho yaitu guru/master bagi nelayan Jepang yang dapat mengendalikan burung kormoran dalam tradisi memancing ala Ukai ini dan juga mereka mendapat perlindungan secara khusus dari pemerintah kekaisaran Jepang lho!

Ukai Tradisi Unik Memancing Di Jepang

Ukai tradisi unik memancing di Jepang ini selalu digelar setiap malam hari tepatnya di tanggal 11 Mei – 15 Oktober yaitu pada saat musim panas di Jepang sedang berlangsung. Tetapi wisata tradisional ini ditutup sementara saat terjadi bulan purnama di pertengahan musim gugur dan ketika debit air sungai meningkat. Anda cukup membayar tiket seharga 1.500 – 3.000 Yen untuk ikut menikmati wisata memancing ini selama 1 jam.

Menarik sekali bukan Ukai tradisi unik memancing di Jepang ini?

Makanya selalu kunjungi website resmi Tensai untuk ‘kepoin’ sesuatu yang menarik lainnya tentang Jepang maupun informasi edukasi di https://tensai-indonesia.com

Mau kepoin  juga dengan program unggulan Tensai? Liat aja guys di akun FB resmi kami di :  Tensai Nihongo

Atau bisa juga via WA/Line ke : 0896-1157-4857  atau  0815-9888-287

 

, ,