Metode Hilangkan Penat dan ‘Stres’ ala Orang Jepang
Metode Hilangkan Penat dan ‘Stres’ ala Orang Jepang
March 12, 2020
Pentingnya Budaya Meminta Maaf Bagi Orang Jepang

Pentingnya Budaya Meminta Maaf Bagi Orang Jepang. Permintaan maaf umum dilontarkan saat seseorang melakukan suatu kesalahan kepada orang lain. Bagi sebagian orang, kata maaf hanya akan diucapkan ketika ia benar-benar melakukan kesalahan fatal yang merugikan orang lain. Bahkan, kata ‘maaf’ seolah terdengar sangat formal dan hanya diterapkan pada situasi-situasi tertentu saja. Namun, bagi masyarakat di negara Jepang, permintaan maaf sering diucapkan dengan makna yang lebih dalam dari hanya sekedar rasa penyesalan saat melakukan kesalahan. Bagi orang Jepang, meminta maaf merupakan sebuah budaya yang mencerminkan sifat kesopanan dan rasa hormat pada orang lain. Budaya positif ini telah diwarisi secara turun temurun dan diaplikasikan oleh seluruh lapisan masyarakat Jepang tanpa memandang kasta dan status, baik itu individu biasa, pihak perusahaan, tokoh masyarakat, selebritis, bahkan pejabat pemerintah sekalipun.

Orang Jepang memang dikenal dengan sifat sopan dan ramahnya terhadap sesama masyarakatnya, bahkan orang asing sekalipun. Bahkan, jika mereka hanya melakukan kesalahan sekecil apapun pasti akan dibalas dengan ucapan permintaan maaf dari lubuk hati yang terdalam. Masyarakat Jepang sudah membentuk perspektif positif tersendiri bagi masyarakat di seluruh dunia dengan nilai-nilai kesopanan yang selalu dijaga dengan baik dan terus dibudidayakan oleh keseharian orang Jepang. Mereka menyadari bahwa tindakan yang biasa mereka lakukan dapat mempengaruhi orang-orang di sekitar mereka dalam membentuk suatu perspektif atau penilaian, salah satunya adalah kebiasaan mengucapkan permohonan maaf dalam segala situasi dan kondisi. Orang Jepang akan melontarkan kalimat permohonan maaf dikala membuat kesalahan, meminta tolong, bahkan kala menerima kebaikan dari orang lain.

Makna Kata ‘Maaf’ Dalam Tradisi dan Budaya Jepang

Pentingnya Budaya Meminta Maaf Bagi Orang Jepang

Sumber: https://www.thoughtco.com/

Saat kalian berkunjung ke Negeri Sakura, jangan heran jika melihat orang Jepang yang meminta maaf walaupun hanya sekedar berkata ‘Sumimasen’ lebih dari 10 kali dalam sehari. Dalam tradisi dan budaya di Jepang, meminta maaf dilakukan dengan cara membungkukkan badan atau yang biasa disebut dengan “Ojigi” (お辞儀). Selain atas dasar permintaan maaf, ojigi juga berlaku saat situasi saling menyapa satu sama lain atau bahkan berterima kasih yang dilakukan orang Jepang. Kebiasaan membungkukkan badan ini bertujuan sebagai tanda rasa hormat dan menunjukkan sikap kesopanan. Saat melakukan ojigi, perlu juga diperhatikan tingkat kesopanannnya yang di sesuaikan dengan objek seseorang yang kita tuju.

Terdapat beberapa jenis Ojigi yang berbeda penerapannya sesuai dengan situasi, seperti ‘Eshaku’ yang berlaku untuk teman atau kerabat yang sepadan, dilakukan dengan cara berdiri sambil menundukkan kepala 15 derajat kebawah dan mengucapkan selamat pagi atau ‘otsukaresama desu’. Selanjutnya, ada ‘Senrei’ yang berlaku di situasi formal atau semi-formal, dilakukan dengan posisi duduk diatas tumpuan dua kaki yang ditekuk sambil menundukkan kepala 30 derajat selama 2 sampai 3 detik. Ketiga, ada ‘Keirei’ yang umum dijumpai di situasi resmi atau formal, seperti memberi salam atau ucapan terimakasih kepada orang baru yang dilakukan dengan cara berdiri lalu membungkuk 30 derajat. Terakhir, ada ojigi dengan jenis ‘Shaikeirei’ dan ‘Shazai’ yang cukup jarang ditemui. Ojigi jenis ini biasa berlaku kepada manajer, rekan bisnis, dan mertua sebagai wujud hormat atau permintaan maaf yang sangat mendalam. Shaikeirei dilakukan dengan cara membungkukkan badan 45 derajat dengan posisi kepala menunduk ditahan selama 3 detik. Sedangkan, Shazai dilakukan dengan lebih mendalam karena diterapkan saat melakukan kesalahan yang terbilang besar, yaitu
membungkuk 70 derajat selama 4 detik.

Pentingnya Budaya Meminta Maaf Bagi Orang Jepang

Sumber: https://www.urbanpro.com/

Dalam tradisi Jepang, meminta maaf dengan cara ‘Ojigi’ memiliki perbedaan yang penting untuk dipahami. Untuk wanita, tangan diletakkan saling bertumpuk dengan posisi di depan badan. Sedangkan untuk pria, kedua tangan diletakkan di samping. Bahkan, dalam situasi yang lebih serius, orang Jepang tidak segan untuk menerima konsekuensi sebagai tambahan balasan yang ia terima saat melakukan kesalahan, selain dengan hanya ucapan maaf. Sebagai contoh, pihak perusahaan atau pemerintah Jepang tidak segan untuk mengundurkan diri sekaligus meminta maaf yang sedalam-dalamnya di depan publik, saat dirinya atau bawahannya membuat suatu kesalahan, baik kesalahan serius atau sepele sekalipun. Hal tersebut, karena orang Jepang terbiasa menanamkan rasa malu akan suatu perbuatan yang diperbuatnya dan dianggap salah, serta merugikan orang lain.

8 Ucapan ‘Maaf’ Dalam Bahasa Jepang

Orang Jepang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan dan sangat memperhatikan rasa nyaman yang dirasakan orang lain terhadap segala perbuatan yang dilakukannya. Jika mereka merasa terdapat setidaknya satu saja perbuatan yang dianggap salah dan mengganggu kenyamanan orang lain, orang Jepang tidak akan segan untuk lebih dulu meminta maaf. Nah, kira-kira apa saja sih kata dalam Bahasa Jepang untuk meminta maaf beserta situasi penggunaannya? Berikut kami paparkan informasi seputar ucapan-ucapan ‘maaf’ dalam Bahasa Jepang.

1. Sumimasen / -deshita (すみません / -でした)

Pentingnya Budaya Meminta Maaf Bagi Orang Jepang

Sumber: https://www.scoop.it/

“Sumimasen” merupakan sebuah kata permohonan dalam Bahasa Jepag yang sangat sering dijumpai. Secara umum, sumimasen bisa berarti “permisi” atau “maaf” yang dapat digunakan bagi siapapun dan dalam situasi yang luas atau umum. Sedangkan, “sumimasen deshita” adalah bentuk yang lebih formal dari sumimasen, dan biasa digunakan kepada orang yang lebih kita hormati, seperti bos, dan sebagainya.

2. Sumanai (すまない)

Pentingnya Budaya Meminta Maaf Bagi Orang Jepang

Sumber: https://japango.life/

“Sumanai” adalah versi tidak formal atau santai dari “sumimasen”, biasanya dipakai oleh pria dewasa berusia 40-50 tahun. Namun, pria muda dengan orang yang sudah saling akrab pun terkadang mengucapkan kalimat ini untuk sekedar meminta maaf dari kesalahan-kesalahan yang terbilang sepele, seperti saat tidak sengaja menjatuhkan barang bawaan, dan lain sebagainya.

3. Gomen / -ne (ごめん / -ね)

Pentingnya Budaya Meminta Maaf Bagi Orang Jepang

Sumber: https://guidable.co/

“Gomen” merupakan kalimat permohonan maaf yang dipakai di kondisi yang santai atau tidak formal, dan biasanya hanya digunakan kepada kerabat dekat, sahabat, dan keluarga saja. Kata ini merupakan kependekan dari kata gomenasai. Sedangkan, “gomen ne” yang terlihat lebih feminim memiliki arti “maafkan aku, oke?” adalah kalimat yang biasanya digunakan gadis-gadis terhadap teman akrab wanitanya yang juga seumur.

4. Gomenasai (ごめんなさい)

Pentingnya Budaya Meminta Maaf Bagi Orang Jepang

Sumber: https://voyapon.com/

“Gomenasai” adalah bentuk yang lebih formal dari gomen yang biasanya hanya bisa digunakan saat situasi meminta maaf kepada sahabat atau keluarga saja. Contohnya, seperti saat seorang anak yang sedang dimarahi oleh ibunya.

5. Shitsureishimasu / -shimashita (しつれいします / -しました)

Pentingnya Budaya Meminta Maaf Bagi Orang Jepang

Sumber: https://gogonihon.com/

“Shitsureishimasu” adalah permintaan maaf yang digunakan saat kita hendak meminta maaf terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu yang dirasa tidak mengenakan atau cukup menganggu untuk orang lain. Contohnya, seperti ketika akan meninggalkan ruangan kelas disaat jam pelajaran berlangsung. Kata ini juga bisa berarti “permisi” dalam kondisi tertentu. Sedangkan, “shitsureishimashita” adalah ungkapan maaf atau permisi yang sopan, sesaat setelah melakukan sesuatu. Contohnya, kala kembali ke dalam ruangan setelah sebelumnya kita izin keluar ruangan.

6. Moushiwake arimasen / -deshita (もうしわけありません / -でした)

Pentingnya Budaya Meminta Maaf Bagi Orang Jepang

Sumber: https://www.iol.co.za/

“Moushiwake arimasen” adalah kata maaf yang sangat sopan dan formal, biasanya dilakukan sambil membungkukkan badan (ojigi). Sedangkan, “moushiwake arimasen deshita” pun serupa dengan moushiwake arimasen, hanya berbeda di waktu pengucapannya yang diucapkan setelah melakukan suatu kesalahan. Contohnya, seperti pihak perusahaan yang meminta maaf karena telah memproduksi produk yang gagal dan berujung membahayakan pelanggannya.

7. Moushiwake gozaimasen deshita (もうしわけございませんでした)

Pentingnya Budaya Meminta Maaf Bagi Orang Jepang

Sumber: https://www.bloomberg.com/

“Moushiwake gozaimasen deshita” merupakan permintaan maaf yang juga sangat sopan dan formal seperti moushiwake arimasen deshita. Kalimat ini biasa digunakan dikala melakukan sebuah kesalahan yang terbilang besar. Biasanya, diucapkan oleh seorang CEO perusahaan yang merasa terdapat kesalahan pada produk buatannya atau memproduksi produk gagal.

8. Makoto ni moushiwake gozaimasen deshita (まことにもうしわけございませんでした)

Sumber: https://travel.wittyfeed.com/

Satu lagi bentuk pernyataan maaf yang paling sopan dalam Bahasa Jepang, yaitu “Makoto ni moushiwake gozaimasen deshita”. Kalimat ini biasanya dilontarkan oleh seorang samurai atau ninja Jepang pada zaman dahulu saat mencopot jabatannya secara tidak hormat karena suatu alasan kesalahan yang diperbuatnya.

Nah, itu dia beberapa informasi mengenai budaya dan cara-cara orang Jepang dalam meminta maaf. Bagi kalian yang tertarik tinggal maupun sekedar hanya berkunjung ke Jepang, tidak cukup hanya dengan perbekalan fisik dan informasi umum terkait Jepang saja. Namun, juga perlu menguasai cukup kemampuan berbahasa Jepang yang fasih. Rutin berlatih adalah salah satu cara untuk dapat terus mengasah kemampuan Bahasa Jepang yang telah kita kuasai dan dipraktekkan langsung dalam obrolan berbahasa Jepang. Atas dasar itulah, Tensai Nihongo Bunka Gakuin hadir sebagai LKP Bahasa Jepang terdepan dan terpercaya nomor 1 di Karawang, bahkan Jawa Barat. Kami siap membantu Anda mewujudkan impian agar bisa fasih mengucapkan kalimat-kalimat dalam Bahasa Jepang.

Tensai Nihongo Bunka Gakuin juga berencana akan membuka kelas baru Bahasa Jepang di level reguler B atau N5 akhir pada jadwal hari Minggu pagi pukul 09.00-13.30 WIB di kelas Tensai cabang, yang berlokasi di Jalan Singaperbangsa (belakang kantor imigrasi Karawang). Kelas dimulai tanggal 15 Maret 2020. Sssst… khusus promo di bulan Maret ini, GRATIS! Gantungan kunci mirror keren dari Tensai, spesial buat kamu. Ayo, tunggu apalagi? Buruan daftar segera, promo terbatas lho..!!

Referensi

Artikel di atas dibuat dengan bersumberkan:

Leave a Reply

Butuh Penawaran / Info Lebih Lanjut?