Go to Top

Tako Layang-layang Unik Khas Jepang

Tako Layang-layang Unik Khas Jepang. Pernah mendengar kata ‘tako’? Sama-sama dari Jepang sih, tapi ini bukan ‘takoyaki’ atau makanan bulat-bulat dari gurita itu lho ya..

Penasaran? Yuk mari baca penjelasan berikut yang sudah Tensai siapkan untuk menambah pengetahuan Anda tentang Jepang! Budayakan gemar membaca agar Anda tidak ‘kuper’  ya.. 😀

Tako Layang-Layang Unik Khas Jepang

Di Jepang, tanggal 5 Mei merupakan hari Festival Anak Laki-laki. Oleh karena itu parade layang-layang khusus yang berdesain menarik pun diselenggarakan secara bersamaan. Event ini menjadi acara tahunan yang tak bisa dilewatkan oleh para orang tua dengan anak lelakinya. Seperti yang dilakukan oleh beberapa masyarakat Jepang di Festival Hamamatsu atau parade lomba layang-layang yang diadakan setiap tanggal 3-5 Mei bertempat di Bukit Pasir Nakatajima, Prefektur Shizuoka berikut ini.

Tako Layang-layang Unik Khas Jepang

Para orang tua akan menuliskan nama anaknya pada layang-layang unik ini (yang dinamakan Tako) sebelum diterbangkan. Biasanya mereka akan memilih layang-layang dengan gambar prajurit atau pahlawan legendaris terkenal dalam cerita anak-anak dengan tujuan agar anaknya tumbuh sehat dan kuat.

Selain gambar prajurit, motif yang banyak dipilih para orang tua adalah kura-kura dan bangau yang melambangkan panjang umur, juga mpotif gurame yang dipercaya melambangkan keuletan. Konon semakin tinggi layang-layang yang bertuliskan nama anak tersebut terbang, maka nasib anak tersebut pun akan semakin baik juga.

Pada bulan Mei (minggu ke-4) dalam perayaan “Yokaichi Giant Kite Festival” yang diadakan di Higashiomi, Prefektur Shiga. Orang-orang akan menerbangkan layang-layang Hyakujo berukuran 13 meter dan 12 meter dengan berat 700 kg. Bahkan pada perayaan tahun baru, hal yang sama pun dilakukan sebagai kegiatan rutin. Banyak juga sekolah di Jepang yang mengajarkan cara membuat mainan tersebut dengan desain baru dan dipadukan dengan motif tradisional.

Tako Layang-layang Unik Khas Jepang

Permainan layang-layang alias ‘Tako’ di Jepang ini, kebanyakan terbuat dari kertas washi dengan kerangka tipis. Hingga kini permainan layang-layang pun sudah menjadi acara seni dan budaya bernilai tinggi yang dilestarikan. Pemerintah Jepang juga menberikan tunjangan dan subsidi kepada para seniman layang-layang. Bahkan hasil karya seniman tersebut diabadikan di sebuah museum bernama Tako no Hakubutsukan di Tokyo. Di museum ini terdapat sekitar 3.500 koleksi layang-layang dari Jepang dan manca negara, baik dalam bentuk dua atau tiga dimensi yang luar biasa.

Tako Layang-layang Unik Khas Jepang

Nah, gambar ini adalah suasana salah satu ruangan di dalam Museum Tako no Hakubutsukan yang menampilkan berbagai macam kreasi asli dari tangan seniman layang-layang berbakat dari Jepang. Unik dan kawaii banget ya!

Tako Layang-layang Unik Khas Jepang

Berdasarkan sejarahnya, layang-layang di Jepang pertama kali dikenal pada zaman Heian (794-1185) yang dugunakan sebagai alat komunikasi pembawa pesan rahasia istana. Sedangkan di zaman Edo (1630-1868) layang-layang hanya mampu dimiliki dan diterbangkan oleh kaum bangsawan karena dampak dari harga kertas washi yang sangat mahal untuk membuat layang-layang.

Wah, menarik dan sangat bermanfaat banget artikel tersebut kan?

Makanya silakan kunjungi terus website resmi Tensai Nihongo Bunka Gakuin di https://tensai-indonesia.com  ya..

Bagi yang masih penasaran dengan Tensai, lembaga kursus bahasa dan budaya profesional di Karawang ini silakan datang langsung ke Kampus Utama Tensai (Ruko Emporium Blok VII C-5 Galuh Mas Karawang)

Atau bisa melalui WA/Line ke : 0896-1157-4857 / 0815-9888-287

 

,