Chagu-chagu umako festival? Kuda. Ya, hewan yang identik dengan ksatria ini, ternyata punya daya tarik tersendiri bagi masyarakat Prefektur Iwate di Jepang. Sejak zaman kuno, Iwate memang dikenal sebagai peternakan kuda. Tak mengherankan jika kuda sangat berharga bagi mereka, terutama peran kuda yang banyak membantu dalam proses penanaman padi. Bahkan postur tubuh kuda di sana lebih jangkung dan lebih kekar dibandingkan dengan kuda di Indonesia lho!

Sebagai bentuk kecintaan dan rasa terima kasih masyarakat Iwate terhadap kuda-kuda perkasa di sana yang telah bekerja keras saat menanam padi, maka digelar acara pawai iring-iringan kuda yang dikenal dengan festival Chagu-Chagu Umako.

Chagu-chagu Umako Festival

Adakah yang sudah mengetahui dengan chagu-chagu umako festival alias matsuri kuda tersebut? Yang belum tau, Tensai kasih tau deh lewat artikel berikut ini. 😀

Keseruan Chagu-chagu Umako Festival

Chagu-chagu Umako Matsuri merupakan festival yang menandai musim panas akan tiba. Perlu Anda ketahui, festival ini sudah berlangsung sejak abad ke -18 silam! Festival tahunan ini biasanya digelar tanggal 9 Juni atau setiap hari Sabtu ke-2 di bulan Juni.

Chagu-chagu berasal dari suara gemerincing lonceng berbentuk donat yang dikalungkan di bawah leher kuda. Awalnya lonceng tersebut berfungsi sebagai penangkal serigala. Semua kuda yang mengikuti pawai iring-iringan tersebut, dihiasi dengan pernak-pernik yang menyerupai pakaian dan aksesoris berwarna-warni seperti kaum bangsawan di zaman Edo. Kuda-kuda bertubuh besar itu pun tampak terlihat semakin gagah dan menarik.

Chagu-chagu Umako Festival

Tak hanya itu, anak-anak yang menunggangi kuda cantik tersebut pun terlihat mengenakan kostum tradisional a la Jepang. Sedangkan orang dewasa yang berjalan di sampingnya memakai baju seragam hapi. Mirip seperti seragam hapi punya Tensai ya!

Tepat di hari Sabtu pagi pukul 8.30 waktu setempat, sebuah tim khusus yang berjumlah 100 orang  mulai mengiring kuda-kuda gagah tersebut dari Kuil Onikoshisozen di Desa Takizawa. Mereka berpawai sejauh 13 km menuju Kuil Morioka Hachimangu di Morioka. Perjalanan iring-iringan kuda tersebut mulai dari melintasi sungai beserta area persawahan, bahkan melewati depan stasiun JR Morioka dan jalan-jalan sibuk lainnya. Jika dihitung, ternyata pawai ini memakan waktu selama 4 jam.  Woww, sugoi ne!

Chagu-chagu Umako Festival

Meskipun pawai yang dilakukan tiap tahun tersebut digelar, justru tak membuat masyarakat Iwate bosan. Bahkan banyak di antara mereka dan turis asing yang berebut untuk memfoto kuda-kuda unik tersebut dari jarak dekat.

Festival yang begitu seru dan unik yah Minasan! Cuma ada di Jepang dong.

Eits, belajar bahasa Jepang di  Tensai dulu yuuk!

 

https://tensai-indonesia.com/wp-content/uploads/2016/06/chagu-577x383.jpghttps://tensai-indonesia.com/wp-content/uploads/2016/06/chagu-150x150.jpgTensai NihongoArtikel TensaiChagu-chagu Umako Festival,kursus bahasa dan budaya Jepang,Prefektur Iwate Jepang,Tensai Nihongo Bunka Gakuin KarawangChagu-chagu umako festival? Kuda. Ya, hewan yang identik dengan ksatria ini, ternyata punya daya tarik tersendiri bagi masyarakat Prefektur Iwate di Jepang. Sejak zaman kuno, Iwate memang dikenal sebagai peternakan kuda. Tak mengherankan jika kuda sangat berharga bagi mereka, terutama peran kuda yang banyak membantu dalam proses penanaman padi....Kursus Bahasa Jepang dan Penerjemah Bahasa Jepang | Kursus Bahasa Indonesia untuk Expatriat