Go to Top

Centong Nasi Yang Tetap Eksis

Apalah arti sebuah ‘centong nasi’. Mungkin itu adalah ungkapan dari sebagian besar masyarakat di era modern seperti saat ini. Namun, jangan salah! Justru di negara maju dan super canggih seperti Jepang, nasib si centong nasi masih memiliki harapan untuk tetap eksis di dunia industri dan pariwisata Jepang. Masa sih?

Belum percaya dengan ke-eksisan si Centong Nasi yang begitu tersohor dari negeri Sakura ini? Anda pasti kurang update tuh! Tapi tak perlu khawatir karena Tensai punya segudang informasi tentang keunikan centong ajaib tersebut. Simak baik-baik ya!

Centong Nasi Yang Tetap Eksis

Yups, perlu Minasan ketahui di Miyajima Prefektur Hiroshima Jepang ini terdapat sebuah ‘centong nasi’ berbahan dasar kayu dengan panjang 7,7 meter dan beratnya mencapai 2,5 ton yang sengaja dipajang tepatnya berada di tengah-tengah pusat perbelanjaan Omotesando. Ini dia nih, penampakan si Centong Nasi yang eksis banget di seluruh daratan Jepang.

Centong Nasi yang tetap Eksis Artikel Kebudayaan Jepang Tensai

Tuh kan bener? Sampai ada centong nasi super raksasa. Dalam proses pembuatannya di tahun 1983, centong nasi terbesar di dunia ini membutuhkan waktu selama 2 tahun lebih 10 bulan. Hanya membuat sebuah centong nasi lho selama itu, catet ya!

Tak jauh dari kawasan wisata Kuil Itsukushima, Anda akan menemukan tempat shopping terlengkap di Omotesando, seperti pusat makanan khas Hiroshima dan toko-toko souvenir yang berderet sepanjang 300 meter. Di sini Anda akan menemukan beberapa toko yang menjual kue lezat Momiji Manju, tiram panggang yang Oishii banget, dan makanan hasil laut lainnya yang begitu masih fresh dari alam.

Centong Nasi yang tetap Eksis Artikel Kebudayaan Jepang Tensai

Selain itu, ada juga toko khusus yang menawarkan hasil kerajinan kayu, keramik atau barang tembikar, dan yang menjadi favorit pengunjung adalah postcard bergambar juga permen! Sedangkan kerajinan berbahan dasar kayu merupakan hasil kerajinan tangan yang khas dan menjadi souvenir paling laku dari Miyajima. Mulai dari baki atau nampan, centong,  tempat menaruh sesaji, dan lainnya dengan ukiran khas Hiroshima.

Centong Nasi yang tetap Eksis Artikel Kebudayaan Jepang Tensai

Salah satunya ya tetep, si centong kayu dan miniatur Otorii yang menjadi simbol dari kota Miyajima. Beragam ukuran centong kayu pun tersedia di sini. Namun yang menjadi pembeda adalah pada centong kayu Miyajima tertulis kaligrafi aksara atau huruf  Jepang, karena centong kayu dipercaya masyarakat Miyajima sebagai pembawa keberuntungan terutama saat acara olahraga dan bisa mengalahkan lawan. Maka tak heran jika ada centong kayu bertandatangan atlet profesional Jepang lho! Meskipun begitu, banyak juga yang sengaja membeli sekedar untuk hiasan saja.

Centong Nasi yang tetap Eksis Artikel Kebudayaan Jepang Tensai

Omotesando Shopping Arcade ini bahkan bahkan buka hingga malam hari. Jadi Anda tak perlu khawatir berlama-lama menikmati suasana berbelanja di area ini sepuasnya. Selain aman dari terik matahari, juga aman dari hujan karena terlindung dengan atapnya yang membentang di sepanjang jalan kawasan berbelanja yang menyenangkan tersebut.

Centong Nasi yang tetap Eksis Artikel Kebudayaan Jepang Tensai

Berniat menghabiskan waktu liburan jalan-jalan di Omotesando Shopping Arcade itu? Siap-siap untuk menawar juga pake bahasa Jepang dong, biar dapat harga murah.

Caranya? Ya segera gabung kursus bahasa Jepang di Tensai lah!

 

,