Go to Top

Jepang Bersih dan Bebas dari Sampah, Ternyata Ini Rahasianya!

Jepang Bersih dan Bebas dari Sampah, Ternyata Ini Rahasianya!

Bagi beberapa negara, sampah yang menumpuk menjadi suatu permasalahan serius yang cukup mengganggu dan mengkhawatirkan. Namun, tidak bagi Negeri Sakura, Jepang. Kalian pasti sangat jarang menemui sampah yang berserakan di jalan-jalan atau tempat umum saat berkunjung ke Jepang yang dikenal dengan lingkungannya yang indah, nyaman, dan bersih. Bahkan, Jepang disebut-sebut merupakan negara dengan tingkat kebersihan terbaik di dunia. Negara Jepang perlu waktu yang tidak singkat untuk bisa menyandang gelar sebagai negara paling bersih tersebut, karena negara Jepang pun sempat mengalami masa-masa dimana masalah sampah yang menumpuk nampak kumuh dan kotor di beberapa kota beberapa tahun silam. Namun, hal tersebut perlahan berhasil diatasi melalui penerapan dalam ajaran Shinto, yakni kepercayaan atau agama nenek moyang di Jepang. Di dalam agama Shinto diajarkan bahwa untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, orang Jepang penganut agama Shinto harus berlomba-lomba dalam menjaga kebersihan dan menjadikannya sebagai budaya turun temurun.

Selain itu, kebersihan lingkungan di negara Jepang juga tidak mesti disebabkan oleh para petugas kebersihan yang sigap tanggap membersihkan tempat-tempat umum di Jepang dari sampah yang kotor dan menumpuk. Namun, hal ini juga berkat peran aktif masyarakat Jepang dalam membudidayakan kebiasaan bersih di kehidupan sehari-harinya yang telah ditanamkan dan diajarkan sedari kecil. Sehingga, kebiasaan baik tersebut memberikan kenyamanan satu sama lain dalam lingkungan masyarakat Jepang yang asri dan bersih.

Jepang Bersih dan Bebas dari Sampah, Ternyata Ini Rahasianya!

Sumber: https://japaninsides.com/

Para orang tua di Jepang melatih anak-anaknya sejak kecil untuk senantiasa menerapkan hidup bersih dimanapun dan kapanpun. Selalu membuang sampah di tempat sampah, mengelompokkan sampah yang hendak dibuang sesuai jenisnya, membiasakan mengelap dudukan kloset dengan tisu setelah menggunakannya adalah beberapa contoh penerapan budaya kebersihan masyarakat Jepang. Hal tersebut perlahan menimbulkan kesadaran orang Jepang yang sangat peka terhadap kebersihan lingkungan sekitar, bahkan masyarakat Jepang pun telah menjadi cerminan masyarakat yang paling peduli dengan kebersihan di dunia.

Awal Mula Budaya Hidup Bersih Masyarakat Jepang

Jepang Bersih dan Bebas dari Sampah, Ternyata Ini Rahasianya!

Sumber: https://japaninsides.com/

Jepang yang terkenal dengan kebersihannya, ternyata butuh waktu puluhan tahun untuk mendapat pencapaian ini. Sekitar 20 tahun yang lalu, orang Jepang belum mengenal cara pemilahan sampah yang baik dan benar. Bahkan, pada periode tahun 1960 dan 1970an, tingkat kepedulian masyarakat Jepang terhadap pengelolaan sampah masih sangat rendah. Memang pada saat itu, Jepang baru mengawali kebangkitan dunia industrinya. Sehingga, membuat mereka mengacuhkan permasalahan kebersihan lingkungan hidup. Yang terparah, terjadinya kasus pencemaran Minamata pada tahun 1958, yang menewaskan para nelayan dan warga sekitar yang keracunan hingga lebih dari 1700 korban jiwa. Tragedi ini terjadi saat Pabrik Chisso Minamata membuang limbah dengan zat kimia berbahaya ke lautan Jepang yang kemudian mencemari ikan-ikan dan biota laut lainnya. Tragedi ini tercatat menjadi salah satu wabah penyakit terburuk sepanjang sejarah Jepang terkait pencemaran lingkungan.

Selama berlangsungnya periode tahun 60 dan 70-an, pencemaran lingkungan, keracunan, dan kasus polusi udara telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jepang yang merupakan suatu permasalahan serius bagi keasrian lingkungan yang perlahan mulai mengganggu kehidupan masyarakat, utamanya di Ibukota Jepang, Tokyo. Baru kemudian pada pertengahan tahun 1970-an mulai digaungkannya gerakan masyarakat peduli lingkungan atau dikenal dengan istilah “Chonaikai” di seluruh Jepang. Kelompok tersebut secara bertahap menumbuhkan kesadaran bagi warga Jepang terkait cara pembuangan, pemilahan, dan pengolahan sampah. Gerakan ini berkiblat pada tema 3R, yaitu Reduce (mengurangi pembuangan sampah), Reuse (penggunaan kembali), dan Recycle (daur ulang).

Jepang Bersih dan Bebas dari Sampah, Ternyata Ini Rahasianya!

Sumber: https://www.quora.com/

Gerakan yang menyerukan ajakan positif terkait kebersihan tersebut terus berkembang dan didukung oleh hampir seluruh masyarakat di Jepang. Namun, meskipun begitu, pemerintah Jepang masih belum mempunyai adanya Undang-undang yang mengatur soal pengolahan sampah dan limbah, karena urusan lingkungan bukan menjadi prioritas utama pemerintah pada saat itu. Kemudian, setelah berlalu tahun 1972 di Jepang, barulah pemerintah mulai merespon dan menetapkan permasalahan sampah ini sebagai masalah yang serius di seluruh Jepang.

Kemudian, setelah kurang lebih 20 tahun berlalu, barulah Undang-undang yang mengatur masalah pengolahan sampah disahkan oleh Parlemen Jepang. Hal itupun ditanggapi positif oleh seluruh masyarakat Jepang yang sedari awal mendukung gerakan peduli lingkungan. Tahun 1997, mulai berlakunya Undang-undang mengenai aturan daur ulang kemasan pembungkus produk. Setiap konsumen wajib memilah sampah botol PET (Polyethylene Terephthalate), botol kaca, dan kaleng (alumunium dan baja). Perusahaan-perusahaan diwajibkan untuk mengumpulkan kembali dan mendaur ulang wadah dari produk buatannya. Kemudian di pertengahan tahun 2000, juga mulai dikeluarkan lagi UU lainnya terkait pembungkus dari kertas dan jenis-jenis plastik lainnya selain botol PET yang telah diatur pada undang-undang sebelumnya.

Mempelajari Sistem Pembuangan Sampah di Jepang

Jepang Bersih dan Bebas dari Sampah, Ternyata Ini Rahasianya!

Sumber: https://www.nilsjapan.com/

Selain dari budaya orang Jepang yang peka terhadap kebersihan lingkungan, sistem pembuangan sampah yang tepat pun turut berperan penting dalam menjaga negara Jepang tetap bersih dan asri. Di Jepang, setiap rumah tangga diwajibkan untuk memilah terlebih dahulu sampah-sampah yang hendak dibuang dalam kantong sampah yang terpisah sesuai jenisnya. Sehingga, tidak bisa seenaknya memasukkan dan menggabungkan semua jenis sampah kedalam satu kantong saja. Beberapa daerah bahkan menerapkan aturan yang mengharuskan sampah dimasukkan kedalam kantong yang transparan.

Di Jepang, sampah dibagi menjadi tiga jenis, yang pertama adalah ‘Moerugomi’ ( 燃えるゴミ) atau sampah yang bisa dibakar dan masih bisa diolah secara alami, seperti sampah dapur rumah tangga, sampah kertas, dll. Selanjutnya, yang kedua ada ‘Moenaigomi’ ( 燃えないゴミ) atau sampah yang tidak bisa dibakar, tapi masih bisa untuk didaur ulang, seperti botol plastik, kaleng, gelas, CD, baterai, dll. Yang terakhir tergolong dalam jenis ‘Sampah Besar’ yang merupakan barang-barang bekas yang berukuran besar dan tidak muat dimasukkan kedalam kantong sampah, seperti televisi, AC, mesin cuci, kulkas, kompor, dan sejenisnya.

Namun, barang yang memiliki ukuran besar seperti itu tidak bisa asal jika hendak dibuang. Pemilik barang dapat menghubungi toko penjual terlebih dahulu untuk mendiskusikan terkait wacana pembuangan barang lama tersebut. Pihak penjual mungkin saja akan berinisiatif mengambil barang itu untuk kemudian dibawa ke pusat daur ulang perusahaan pembuatnya. Karena barang besar tersebut tidak bisa dibuang ke tempat pembuangan sampah karena mungkin saja bisa dikenakan sanksi tegas terkait aturan membuang sampah yang berukuran besar begitu saja.

Selain itu, Jepang juga memberlakukan beberapa tata cara terkait jadwal pembuangan sampahnya sendiri, yang akan dijelaskan dalam gambar berikut ini.

Jepang Bersih dan Bebas dari Sampah, Ternyata Ini Rahasianya!

Sumber: http://www.deepjapan.org/

Di Jepang, juga terdapat perbedaan warna pada plastik untuk membuang sampah, sesuai dengan jenis atau kategori sampah yang hendak dibuang. Umumnya, warna plastik sampah tersebut tergantung dari peraturan di masing-masing daerah di Jepang. Selain itu, di Jepang memiliki banyak simbol-simbol yang lazim kita jumpai pada tempat-tempat sampah disana. Beberapa simbol-simbol tersebut diantaranya adalah:

  1. Kertas (紙, kami) yaitu sampah yang berbahan dasar kertas mudah terbakar.
  2. Alumunium (アルミ, arumi) yaitu sampah yang berbahan alumunium dan dapat didaur ulang.
  3. Plastik (プラ, pura) yaitu sampah plastik yang juga tidak dapat didaur ulang.
  4. Steel (スチール, suchiiru) yaitu sampah yang terbuat dari baja dan bisa didaur ulang.
  5. Karton (紙パック, kami pakku) yaitu sampah yang berbeda dari kertas biasa, seperti kemasan minuman susu dan jus kotak. Sebelum dibuang, sampah ini harus terlebih dahulu dicuci, dibuka, dan dikeringkan.
  6. PET, yang memiliki simbol segitiga dengan angka 1 didalamnya. Ditujukan untuk sampah botol plastik.

Potret Budaya Kebersihan Masyarakat Jepang

Budaya hidup bersih yang terus dipertahankan oleh masyarakat Jepang sudah sepatutnya diacungi jempol. Dukungan pemerintah Jepang dalam memperhatikan kebersihan lingkungan dengan aturan-aturannya juga patut ditiru negara-negara lain, termasuk Indonesia. Namun, perlu dicatat bahwa kebersihan lingkungan itu bukanlah tanggung jawab satu pihak saja, tapi semua pihak harus terlibat dalam menyadari pentingnya penerapan kebersihan pada kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa potret kebersihan yang telah menjadi budaya bagi masyarakat Jepang.

1. Saat Perayaan Hanami

Jepang Bersih dan Bebas dari Sampah, Ternyata Ini Rahasianya!

Sumber: https://id.pinterest.com/

Saat tiba musim semi, biasanya orang Jepang merayakannya dengan tradisi Hanami (melihat bunga sakura bermekaran). Kegiatan ini layaknya piknik keluarga dibawah rindangnya pohon Sakura bersama banyak orang lainnya yang berkumpul di beberapa tempat tertentu yang tersebar di berbagai Kota di Jepang. Saat berkumpul, sudah barang tentu pasti sampah akan berserakan dimana-mana. Tapi, budaya kebersihan yang mendarahdaging pada orang Jepang membuat mereka menyiapkan kantong sampah sendiri yang dibawanya dari rumah masing-masing. Lalu, nantinya mereka akan membawa pulang kantong-kantong sampah yang penuh tersebut jika tidak menemui tong sampah didekatnya.

2.  Suporter Timnas Jepang Memunguti Sampah

Jepang Bersih dan Bebas dari Sampah, Ternyata Ini Rahasianya!

Sumber: https://www.givemesport.com/

Beberapa tahun silam, tepatnya pada perayaan Piala Dunia 2018 di Russia terjadi hal unik pada rombongan suporter atau pendukung Timnas Jepang kala tim Samurai Biru tersebut bertanding. Usai pertandingan, para suporter Jepang memunguti sampah-sampah yang berserakan di area Stadion dengan kantong-kantong sampah yang mereka bawa sendiri. Perilaku suporter Jepang yang peduli akan kebersihan tersebut sontak menuai banyak pujian dan decak kagum dari berbagai masyarakat di seluruh belahan dunia yang seketika juga menjadi sorotan utama sepanjang jalannya kontes sepakbola empat tahunan tersebut.

3. Kamikatsu, Cerminan Daerah Bebas Sampah di Jepang

Sumber: https://www.tokyoweekender.com/

Di Jepang terdapat sebuah daerah yang mencolok dengan label kebersihannya, yaitu Desa Kamikatsu di Pulau Shikoku, Jepang Barat, yang dijuluki sebagai Desa bebas sampah. Cara mereka meminimalisir sampah bukan dengan membakar atau menguburnya, namun melalui pengelompokkan yang dipisah menjadi 45 kategori yang berbeda. Di dalam kategori-kategori tersebut masih terdapat beberapa sub kategori, misal limbah logam yang harus dipisahkan lagi menurut jenisnya, seperti baja dan alumunium. Lalu, ada juga limbah kertas yang dipisahkan lagi dalam kategori sampah kardus, koran, kertas, karton, gelas kertas, tabung kertas, dll. Begitupun beberapa jenis limbah lainnya.

4. Meski Dilanda Banjir, Airnya Bersih Tanpa Sampah!

Sumber: https://www.sukita.info/

Pada tanggal 13 Oktober 2019 lalu, dunia sosial media dihebohkan dengan bencana banjir yang melanda beberapa daerah di Jepang akibat badai Topan Hagibis yang menerpa Jepang bagian tengah dan timur. Di Indonesia sendiri, bencana banjir sudah lazim terjadi dan dianggap menjadi bencana rutin yang hampir terjadi setiap tahunnya. Namun, berbeda halnya dengan di Indonesia, banjir yang terjadi di Jepang ini membuat banyak warganet bertanya-tanya perihal kondisi air banjir yang bersih dan tidak nampak ada satupun sampah mengalir. Potret pemukiman yang terkena banjir itu diketahui berada di daerah Nishijima, Suruga-ku, Shizuoka.

5. Berwisata ke Tempat Pembuangan Sampah di Jepang

Sumber: http://kansai-odyssey.com/

Di Osaka, Jepang kita dapat menemukan sebuah tempat objek wisata yang juga merupakan tempat pengolahan sampah yang bernama Maishima Incineration Plant. Tempat wisata ini memiliki tema ‘hidup selaras dengan alam’ dan menggunakan tenaga pembangkit listrik yang ramah lingkungan untuk menggerakkan segala peralatan didalamnya. Bangunan yang satu ini memiliki desain dan bentuk nyentrik yang menjadi daya tarik tersendiri. Terdapat sebuah cerobong asap memanjang keatas dibagian luar bangunan, namun ramah lingkungan dan tidak mengeluarkan asap. Hal tersebut karena gas hasil pembakaran sampah disini telah dibersihkan dan disaring terlebih dahulu sebelum keluar melalui cerobong asap ini.

Nah, itu dia beberapa fakta dan informasi menarik yang mungkin jarang kalian ketahui seputar kebersihan dan pengolahan sampah di negara Jepang. Bagi kalian yang tertarik tinggal atau berkunjung ke Jepang yang terkenal dengan julukan negara dengan masyarakatnya yang paling peduli dengan kebersihan di dunia, tidak cukup dengan hanya mempersiapkan perbekalan fisik dan informasi umum seputar Jepang saja. Namun, juga diperlukan kemampuan berbahasa Jepang yang fasih. Rutin berlatih adalah salah satu cara untuk dapat terus mengasah kemampuan Bahasa Jepang yang telah kita kuasai dan dipraktekkan langsung dalam obrolan berbahasa Jepang. Atas dasar itulah, Tensai Nihongo Bunka Gakuin hadir sebagai LKP Bahasa Jepang terdepan dan terpercaya nomor 1 di Karawang, bahkan Jawa Barat. Kami siap membantu Anda mewujudkan impian agar bisa fasih mengucapkan kosa kata dan kalimat dalam Bahasa Jepang.

Tensai juga menyediakan layanan jasa penerjemah Bahasa Jepang-Indonesia yang terpercaya dan bersertifikasi. Kami memiliki komitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi para pelanggan setia Kami. Tensai Nihongo Bunka Gakuin telah berkiprah selama lebih dari 8 tahun melayani masyarakat di Karawang dan sekitarnya akan kebutuhan jasa kursus dan pelatihan Bahasa Jepang, serta penerjemah Bahasa Jepang dari dan ke Bahasa Indonesia.

Lokasi kantor pusat Tensai pun mudah dijangkau dan dekat dengan pusat Kota Karawang. Kami juga telah bekerjasama dengan lebih dari 80 perusahaan besar di kawasan perindustrian Karawang dan sekitarnya. Bagi Anda yang tertarik dengan jasa layanan yang Kami tawarkan, bisa datang langsung ke kantor pusat Tensai Nihongo Bunka Gakuin yang berada di Ruko Emporium, Jl. Galuh Mas Raya No.5, Sukaharja, Kec. Telukjambe Timur, Kab. Karawang, Jawa Barat. Atau bisa juga dengan menghubungi layanan kontak pelanggan Kami, serta dengan mengakses akun-akun sosial media Tensai agar dapat terus mengupdate perkembangan terkait promo-promo terbaru Kami, dan mendapatkan informasi-informasi menarik seputar Jepang dan budayanya!

Artikel di atas dibuat dengan bersumberkan:

, , ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Butuh Penawaran / Info Lebih Lanjut?
Hi, Anda butuh penawaran atau info lebih lengkap tentang jasa kami? WhatsApp kami sekarang!
Powered by