Go to Top

Ojigi Budaya Hormat Yang Tetap Mengakar

 Tensai Nihongo Bunka Gakuin. Pernah lihat film dorama atau anime Jepang? Pernah lihat juga tidak, apa yang biasa dilakukan orang Jepang saat bertemu dengan seseorang dalam kehidupan sehari-hari? Di perusahaan tempat Mina san bekerja atau di sekolah/tempat kursus bahasa Jepang (seperti di Tensai), misalnya?

Bagi Mina san yang sudah terbiasa bertemu dengan orang Jepang secara langsung, pasti sudah tau ya dengan yang namanya budaya ‘hormat’ terutama dari negara-negara yang berada di kawasan Asia Timur (seperti Jepang, Korea, China, dll). Nah, kali ini Tensai akan membahas mengenai budaya hormat yang hingga saat ini masih dipertahankan bahkan sudah “mendarah daging” menjadi suatu tradisi yang tidak boleh dilanggar. Apakah itu? Simak saja yuuk.

Ojigi Budaya Hormat Yang Tetap Mengakar

Ojigi Budaya Hormat Yang Tetap Mengakar

Budaya membungkuk di Jepang seperti tampak pada gambar di atas tersebut, dikenal dengan Ojigi (お辞儀). Ojigi adalah salah satu kegiatan dalam budaya orang Jepang untuk melakukan penghormatan bagi orang lain. Sikap membungkuk ini dilakukan pada saat pertemuan pertama dengan seseorang atau orang asing. Namun, sikap membungkuk ini kadang terlihat juga ketika seseorang sedang bercakap-cakap secara intens. Hal tersebut mencerminkan bahwa sang pembicara sangat menghormati lawan bicaranya.

Bahkan ketika seorang karyawan menerima telepon dari atasannya pun akan membungkuk-bungkuk tetap memberi hormat (padahal bicara lewat telepon kan tidak bertemu secara langsung ya). Ungkapan untuk menyatakan rasa terimakasih dan permohonan maaf pun selalu disertai dengan gerakan membungkukkan badan. Dan perlu diingat ya, bahwa masyarakat Jepang selalu menjunjung tinggi permohonan maaf, rasa terimakasih, dan penghormatan kepada orang lain.

Ada beberapa jenis cara membungkuk yang biasa dilakukan dalam kehidupan masyarakat Jepang, antara lain sebagai berikut :

  • Mengangguk pelan dengan posisi 5 derajat. Ini adalah jenis salam ketika kita bertemu dengan teman dekat, teman sebaya, orang yang umurnya lebih muda dari kita, dan orang yang pangkat atau kedudukan sosialnya lebih rendah dari kita.
  • Membungkuk salam (Eshaku /会) dengan posisi 15 derajat. Cara membungkuk ini sedikit lebih formal dan digunakan untuk memberi salam kepada orang-orang yang kita kenal tapi tidak akrab.
  • Membungkuk hormat (Keirei /敬礼) dengan posisi 30 derajat. Ini adalah cara membungkuk yang sangat formal. Digunakan untuk menunjukan rasa hormat  kepada atasan atau kepada orang yang umurnya lebih tua.
  • Membungkuk hormat tertinggi (Sai-keirei /最敬礼) dengan posisi 45 derajat. Ini adalah cara membungkuk yang mempunyai arti sangat dalam. Juga merupakan cara menunjukkan rasa bersalah  yang sangat dalam ketika melakukan kesalahan. Cara membungkuk ini juga digunakan untuk  memberikan hormat kepada orang-orang yang sangat tinggi jabatan dan status sosialnya, misalnya seperti memberi hormat kepada Kaisar Jepang.
  • Membungkuk sambil berlutut. Cara membungkuk ini memiliki arti yang amat sangat dalam, bahkan paling jarang digunakan. Orang akan berlutut dengan cara ini apabila dia telah melakukan kesalahan fatal, seperti kesalahan yang mengakibatkan kematian orang lain. Ini juga merupakan cara orang-orang menghormati Kaisar di jaman dulu.

Ojigi Budaya Hormat Yang Tetap Mengakar

Sudah tau kan Mina san, kenapa orang Jepang selalu memberikan hormat dengan membungkukkan badan? Bahkan tidak sembarangan lho! Ada berapa besar sudutnya juga dan pada moment-moment kapan hal tersebut dilakukan! Wajib ditiru nih, meskipun Jepang merupakan negara yang super modern namun tetap mempertahankan adat, budaya, dan tradisi.

Makin tambah ilmu kan? Makanya segera gabung yuk, kursus bahasa dan budaya Jepang di Tensai Nihongo Bunka Gakuin Karawang!

Sumber : Tensai Ice Breaking

 

,