Go to Top

Jinrikisha Tak Boleh Dianggap Sebelah Mata

Jinrikisha tak boleh dianggap sebelah mata loh. Apakah itu Jinrikisha? Alat transportasi darat yang tradisional memang beragam macamnya. Jika di Indonesia ada andong, becak, bajaj juga ojek sepeda, begitu pula yang ada di Jepang. Ditengah maraknya Shinkansen dan transportasi canggih lainnya, becak khusus yang satu ini masih memiliki pelanggan setianya.

Jinrikisha tak boleh dianggap sebelah mata

Jinrikisha Tak Boleh Dianggap Sebelah Mata

 

Ya, Jinrikisha (人力車) alias becak khas Jepang ini berasal dari kata jin (人) = manusia, riki (力) = daya atau tenaga,  dan sha (車) = kendaraan. Jadi memang benar jika kendaraan Jinrikisha ini ditarik oleh pemuda-pemuda  Jepang yang perkasa dan bertenaga. Kenapa begitu?

Karena berat dari becak beroda dua ini saja sudah berat mencapai  puluhan kilogram, apalagi jika ditambah dengan berat penumpangnya. Bisa dibayangkan bukan? Yang pasti penarik Jinrikisha harus mempunyai tenaga yang besar terutama mengandalkan kekuatan kaki dan tangan.

Jinrikisha Tak Boleh Dianggap Sebelah Mata

Saat menaiki Jinrikisha atau istilah bahasa asingnya dikenal dengan nama Pulled Rickshaw, tentunya memiliki pengalaman unik tersendiri. Anda akan merasakan sensasi bak selebriti papan atas yang sedang berkeliling di Jepang dengan posisi duduk cantik. Sebab Anda akan langsung jadi sasaran foto para wisatawan lain yang sama-sama penasaran dengan si becak ini.

Selain itu, abang-abang Jepang penarik Jinrikisha ini begitu ganteng dan ramah. Yang pasti mereka sanggup mengantar Anda berkeliling wisata Jepang. Namun tarif untuk jalan-jalan dengan becak khas ini pun terbilang cukup merogoh banyak kocek nih, yaitu berkisar antara 5.000 – 7.000 Yen tergantung dari jarak tempuhnya. Sedangkan tarif standarnya dipatok seharga 3.000 Yen/orang  dan 4.000 Yen untuk dua orang penumpang.

Transportasi tradisional  ini mulai beroperasi sekitar tahun 1868 ketika restorasi Meiji. Bahkan Jinrikisha dari Jepang ini dianggap sebagai nenek moyangnya becak pertama kali di dunia. Saat ini Jinrikisha hanya bisa ditemui di sekitar kawasan wisata Asakusa (Tokyo) dan Kyoto. Dengan sigap, mereka akan membantu Anda berkeliling di lokasi wisata tanpa perlu lelah berjalan kaki.

Ternyata, masa emansipasi wanita berlaku juga di Jepang. Buktinya di tahun 2015 lalu, ramai diperbincangkan seorang wanita muda yang berprofesi sebagai penarik Jinrikisha di kawasan wisata kuil Sensoji, Asakusa. Gadis cantik berusia 20 tahun tersebut bernama Ryoko Nakamura. Menurutnya berprofesi sebagai “tukang becak cantik” itu sangat menyenangkan, karena bisa berkenalan dengan wisatawan dari manca negara.

Jinrikisha Tak Boleh Dianggap Sebelah MataWah, keren! Bisa sambil belajar bahasa asing secara langsung pastinya. Good job Nechan!

Jika suatu saat Minasan bisa ke Jepang, jangan lewatkan untuk merasakan naik Jinrikisha ini ya! Tapi, biar tambah kece pas selfie nanti naik Jinrikisha, belajar bahasa Jepang dulu dong. Dimana? Ya di Tensai Nihongo Bunka Gakuin Karawang lah!

 

, ,