Go to Top

Hiroshima Peace Memorial Park

Hiroshima Peace Memorial Park

Jepang adalah negara yang dijuluki sebagai negara matahari. Kata nihon (sebutan untuk Jepang) berasal dari dua kata,  yaitu kata ni yang berarti ‘matahari’, dan kata hon yang berarti ‘sumber’. Sehingga, pengertian kata nihon secara harfiah ialah ‘sumber matahari’. Hiroshima Peace Memorial Park. Dahulu, sebagian masyarakatnya menganut agama Shinto, yaitu suatu kepercayaan yang menyembah matahari. Sampai sekarang pun kepercayaan itu masih ada. Tetapi, akibat pengaruh dari luar hanya beberapa orang saja yang masih menganut kepercayaan tersebut.

Hiroshima Peace Memorial Park

Selain itu, masyarakat Jepang juga dikenal sebagai masyarakat yang memiliki loyalitas tinggi, kerja keras, pantang menyerah, dan disiplin. Sebagian besar teknologi  yang digunakan sekarang merupakan hasil ide dari para pemuda dan pemudi Jepang, seperti mobil, motor, hingga barang-barang elektronik lainnya, dan terkadang mereka menciptakan suatu produk yang diluar dari logika seorang manusia seperti produk makanan yang terbuat dari feses manusia.

 Hiroshima Peace Memorial Park

Hasil dari produknya, mereka kirim ke negara-negara berkembang seperti di Asia Tenggara. Di Indonesia, seperti yang kita ketahui bahwa sebagian besar masyarakat memiliki kendaraan pribadi seperti mobil dan motor yang merupakan buatan dari Jepang. Khususnya ibu kota yang setiap harinya dipadati dengan kendaraan pribadi hingga membuat macet dan stress.  Transporatsi umum yang sudah diberikan oleh pemerintah terkadang hanya sebagai hiasan karena masih dinilai kurang nyaman dan praktis. Berbeda dengan Jepang, pemerintahnya lebih menyodorkan berbagai fasilitas umum, seperti pelebaran trotoar, kereta  listrik di permukaan atau bawah tanah, dan bus. Oleh karena itu, jika dilihat dari segi keamanan dan kenyamanan, masyarakat Jepang lebih memilih transportasi umum dibandingkan kendaraan pribadi. Walaupun begitu, Jepang dan Indonesia tetap sebagai dua negara berbeda yang memiliki sisi kelebihan dan kekurangannya.

Saat ini Jepang masih menjadi negara impian bagi penduduk dunia karena kebersihan, keamanan dan keunikannya. Pemerintah dan penduduknya selalu bekerja keras dan saling mendukung untuk kesejahteraan dan kemajuan sistem pemerintahannya. Disamping itu, mereka juga memiliki budaya malu jika melakukan hal yang buruk dan merugikan banyak pihak. Cara mereka menghilangkan rasa malu yaitu dengan harakiri atau bunuh diri seperti loncat dari gunung Fuji, stasiun kereta api, jembatan, atau gedung perkantoran. Karena rasa yang terus-menerus tumbuh itulah, kriminalitas di negara Jepang sangat kecil, sehingga masyarakatnya selalu merasa nyaman dan aman dari segala bentuk kejahatan.

Perubahan positif yang dihasilkan tidak dilakukan hanya sekali atau dua kali saja,  tetapi dilakukan berulang-ulang, sehingga dari segi ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan kebudayaannya tumbuh semakin kuat. Sebelumnya, negara mereka juga pernah mengalami keterpurukan dan kemerosotan akibat perang dunia kedua. Peristiwa yang menelan banyak korban itu terjadi pada bulan Agustus tahun 1945, menghancurkan dua kota sekaligus yaitu  Hiroshima Peace Memorial ParkHiroshima dan Nagasaki. Bom yang berkekuatan 55 ton itu dijatuhkan dari ketinggian ribuan meter oleh pesawat B-29 bernama Enola Gay yang dikemudikan oleh Letkol Paul W. Tibbets. Bom yang dijuluki Little Boy ini jatuh bebas tepat di antara penduduk sipil di kota Hiroshima pada pukul 09.15. Para penduduk mengalami luka bakar hebat dan rasa sakit secara perlahan-lahan akibat efek radiasi yang dihasilkan. Korban yang dipastikan meninggal berjumlah 140.000 juta jiwa,  Hiroshima Peace Memorial Park tidak terkecuali wanita dan anak-anak. Masyarakat yang berprofesi sebagai ahli kesehatan juga  turut membantu para korban. Walaupun jumlah mereka tersisa sedikit, mereka tetap mengerahkan kemampuan yang dimiliki untuk para korban yang selamat.

Radiasi dari ledakan bom yang dihasilkan begitu besar. Jarak 1 Km dari pusat bom, banyak korban yang menjadi abu dan bangunan – bangunan yang kokoh menjadi hancur, sedangkan pada jarak kurang lebih 8 Km banyak korban yang mengalami luka bakar, penyakit darah, dan leukemia.

Penderitan yang sama juga dirasakan oleh penduduk Nagasaki. Bom yang dijuluki dengan nama Fat Man jatuh pada tanggal 9 Agustus 1945, tiga hari setelah Little Boy. Jumlah korban yang berjatuhan kurang lebih mencapai 80.000 juta jiwa, terdiri dari pria, wanita dan anak-anak.

Setelah peristiwa tersebut, pemerintah Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945. Kemudian, mereka menandatangi instrumen menyerah pada tanggal 2 September 1945. Setelah penandatanganan itulah kisah perang dunia kedua berakhir dan Jepang mendapatkan julukan sebagai Three Non-Nuclear Principles yang artinya Jepang tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Beberapa tahun kemudian, negara ini mengalami kemerosotan dari segi ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Banyak pula bangunan-bangunan penting yang hancur dan hangus. Dari 90.000 gedung, 62.000 diantaranya rusak parah akibat gelombang ledakan dengan kecepatan 1000 km/jam pada radius 2 Km. Sisanya hanya 28 gedung saja yang masih dapat dikenali, salah satunya adalah ‘Gedung Pameran  Produk Industri Prefektur Hiroshima’ yang terletak di pusat kota Hiroshima, Prefektur Hiroshima, Jepang. Sebelah selatan gedung terdapat sungai Motoyasu, sedangkan di sebelah utaranya terdapat jalur trem dalam kota Hiroden. Bangunan yang bergaya Arsitektur Barok dicampur dengan ornamen gerakan seni Art Nouveau Wina itu merupakan hasil rancangan pemuda asal Ceko bernama Jan Letzel. Dia menyelesaikan hasil karyanya pada tanggal 5 April 1915, dan diresmikan oleh pemerintah pada tanggal 5 Agustus 1915.

 Hiroshima Peace Memorial ParkNama untuk gedung ini pernah mengalami perubahan sebanyak dua kali. Pertama pada tahun 1921, nama gedung ini berubah menjadi ‘Gedung Pameran Produk Perdagangan Prefektur Hiroshima’. Kemudian, pada tahun 1933, nama gedung ini menjadi ‘Gedung Promosi Industri Prefektur Hiroshima’. Walaupun demikian, gedung ini selalu ramai oleh pengunjung yang datang  untuk melihat koleksi barang seni di Hiroshima. Lalu, pada tahun 1944 gedung ini tidak lagi menjadi pameran barang-barang seni, tetapi dijadikan sebagai kantor pekerjaan umum wilayah Chuugoku dan Shikoku yang berada di bawah Kementrian Dalam Negeri, serta kantor perusahaan swasta yang bergerak di bidang perkayuan dan kantor administrasi daerah.

Setelah ledakan, bangunan ini hanya tersisa beberapa bagian saja karena letaknya yang berada pada jarak 200 meter dari pusat bom. Para pekerja yang berada di dalam gedung ini tewas, yang selamat hanya satu orang saja yaitu penjaga malam yang pulang ke rumah menggunakan sepeda sekitar 15 menit sebelum kejadian.

Gedung yang bergaya klasik ini menjadi pusat perhatian masyarakat Jepang khususnya penduduk Hiroshima. Beberapa dari mereka ingin bangunan ini tetap ada, sebagai bukti bahwa perang dunia pernah terjadi dan dampak yang dihasilkan sangat buruk bagi penduduk sipil yang mengharapkan perdamaian. Tetapi, adapula pihak yang menentang kalau gedung tersebut tidak dihancurkan akan menjadi mimpi buruk bagi para korban yang masih selamat. Dari dua perbedaan itu, akhirnya pemerintah memutuskan  untuk tetap mempertahankan karena akan dijadikan sebagai tempat bersejarah, serta terus melakukan perbaikan agar gedung ini dapat bertahan dari segala jenis cuaca. Pada tahun 1995 pemerintah Jepang meresmikan gedung ini dan mengizinkan penduduk asing untuk datang berkunjung. Kemudian pada tanggal 5 Desember 1996, UNESCO menetapkannya sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO dan diberi nama menjadi  ‘Monumen Perdamaian Hiroshima’ atau Hiroshima Memorial Place. Pada tahun 2010, para pengelola mengadakan pertemuan untuk membahas masalah perbaikan fasilitas dan sebagainya. Sampai pada akhirnya mereka memutuskan bahwa pelestarian gedung akan terus berlanjut tetapi tidak merubah penampilan aslinya supaya tetap terlihat alami sehingga para pengunjung dapat membayangkan bagaimana peristiwa tersebut berlangsung. Di dalamnya juga terdapat barang-barang peninggalan korban yang masih layak untuk diperlihatkan, serta beberapa patung yang menggambarkan kondisi sebelum dan sesudah bom dijatuhkan. Monumen ini juga memiliki enam gerbang yang memiliki tinggi 5 m dan lebar 2 m, pada permukaannya juga bertuliskan kata ‘damai’ dalam bahasa yang berbeda-beda.

Monumen ini merupakan saksi bisu dari perang yang saling merebutkan kekuasaan tanpa memikirkan keamanan dan keselamatan masyarakatnya, terutama anak-anak. Semoga peristiwa ini selalu mengingatkan kita bahwa perang bukanlah solusi akhir untuk menyelesaikan masalah.

Hiroshima Peace Memorial Park 1

 Hiroshima Peace Memorial Park

Hiroshima Peace Memorial Park 2

 Hiroshima Peace Memorial Park

Hiroshima Peace Memorial Park 3

 Hiroshima Peace Memorial Park

, ,