Bagaimana suasana edukasi untuk  orang Jepang yang belajar Bahasa Indonesia di Tensai? Pengajaran bahasa Indonesia merupakan salah satu program yang dimiliki Tensai Nihongo Bunka Gakuin (TNBG) untuk para ekspatriat Jepang yang ada di kawasan Industri Karawang guna mempelajari Bahasa Indonesia.

Meskipun para ekspatriat ini tidak diharuskan untuk mempelajari Bahasa Indonesia oleh setiap perusahaan tempat mereka bekerja, namun semangat mereka untuk mempelajari Bahasa Indonesia sebagai alat penunjang untuk melakukan komunikasi langsung dengan para karyawan lokal sangatlah tinggi dan layak mendapatkan apresiasi.

Sampai tahun 2016 ini sudah puluhan ekspatriat yang berasal dari berbagai perusahaan yang melakukan kerjasama dengan Tensai untuk mempelajari Bahasa Indonesia. Kepercayaan yang sangat berharga ini tidak pernah disia-siakan Tensai dengan terus melakukan terobosan kurikulum serta inovasi-inovasi dalam pengajaran Bahasa Indonesia.  Sehingga pembelajaran Bahasa Indonesia ini dapat menjadi lebih efektif, edukatif dan interaktif.

10463956_1059370594085488_822192209713373689_n

HAVE FUN BELAJAR BAHASA INDONESIA DI TENSAI

Sebagai program unggulan Tensai, Pengajaran Bahasa Indonesia tentunya memiliki tantangan yang cukup besar. Bahasa Indonesia yang memiliki struktur kalimat SPO [Subjek – Predikat – Objek ( contoh : Adik makan roti)] sangat bertolak belakang dengan bahasa yang biasa dituturkan oleh orang Jepang dengan struktur kalimat SOP [Subjek-Objek-Predikat (contoh : Adik roti makan)] sehingga bukan saja hanya orang Indonesia yang menemukan kesulitan untuk mempelajari bahasa Jepang akan tetapi begitu juga sebaliknya, orang Jepang pun menemukan kesulitan dalam memahami Bahasa Indonesia.

Selain dari struktur pembentuk kalimat yang berbeda, para ekspatriat Jepang ini juga biasanya menemukan kesulitan diantaranya dalam membedakan pelafalan huruf “L” dan “R”, huruf konsonan “H” dan “N” yang terdapat ditengah atau diakhir kata seperti pada kata sudah atau angin dan pantai. Begitu juga konsonan dobel yang ada dalam satu kata seperti misalnya “kh” dalam kata khawatir atau “mp” dalam kata menyempurnakan. Kata-kata yang biasanya diucapkan sehari-hari dengan mudah oleh orang Indonesia bisa menjadi hambatan berat bagi mereka yang sudah terbiasa dengan pelafalan berbasis vokal seperti Bahasa Jepang.

20160311_183926

Beberapa kesulitan seperti disebutkan diatas yang dihadapi oleh beberapa ekspatriat Jepang yang sedang belajar bahasa Indonesia ini menjadi api pemicu semangat bagi para staf pengajar Tensai untuk dapat terus menyampaikan materi dengan sebaik mungkin. Sehingga kesulitan yang mereka rasakan bukan dijadikan hambatan, akan tetapi lebih merupakan tantangan baru yang menyenangkan dalam mempelajari bahasa asing.

Waktu belajar yang biasanya dilakukan setelah jam kerja pun menjadi faktor lain yang menjadi hambatan bagi mereka dalam memahami materi secara keseluruhan. Dapat dibayangkan setelah seharian penuh bekerja dengan berbagai permasalahannya, mereka masih bersemangat untuk belajar selama kurang lebih 2 jam dalam setiap kali pertemuan. Maka penyampaian materi tidak akan efektif bila tidak dilakukan dengan cara yang inovatif.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Pimpinan Tensai Ibu Deti Deviani atau yang akrab disapa dengan Deti Sensei ini yang memberikan materi dalam bentuk “games” kepada para ekspatriat Jepang peserta didiknya di beberapa perusahaan di kawasan KIIC. Sebagai seseorang yang sudah lama terjun dalam bidang pendidikan, beliau tahu betul bagaimana membuat kelas menjadi lebih menyenangkan. Sehingga peserta didiknya tidak merasa bosan dan lelah dalam mempelajari Bahasa Indonesia.

20160311_184129

Beliau dapat memancing peserta didiknya untuk menggunakan bahasa Indonesia secara spontan dengan menggunakan kartu bergambar. Pada awalnya beliau meminta peserta didiknya untuk mengambil salah satu kartu yang dia sudah acak diatas meja secara tertutup. Kartu bergambar apa yang akan diambil oleh peserta didik memberikan excitement tersendiri bagi mereka karena tidak tahu akan mendapatkan gambar yang seperti apa. Selain peserta didik yang memilih kartu secara acak, rasa “deg deg” an juga akan dirasakan oleh pengajar karena ketika peserta didik telah memilih salah satu kartu dengan gambar tertentu, pengajar harus dengan sigap memikirkan topik apa yang akan menjadi bahan pertanyaan untuk memancing interaksi dengan menggunakan Bahasa Indonesia berdasarkan gambar yang ada tersebut.

20160311_184219

Hanya dengan satu kartu saja, interaksi tanya-jawab yang timbul bisa menghabiskan waktu sekitar 30 menit hingga 1 jam lamanya. Seperti contohnya bila peserta didik mendapatkan kartu bergambar orang yang sedang minum sambil berjalan, Deti Sensei dapat membahas gambar tersebut dari mulai jenis kelamin orang tersebut, macam dan warna baju dan sepatu yang dipakai, jenis minuman, situasi gambar, sampai kepada pengalaman pribadi peserta didik yang mungkin ada kaitannya dengan gambar tersebut.  Dengan begitu peserta didik dapat lebih tertantang untuk berbicara dengan menggunakan Bahasa Indonesia tanpa merasa lelah dan tertekan. Waktu belajar dapat dilewati dengan begitu ceria dan menyenangkan.

20160311_184310

Pada saat peserta didik memutuskan untuk mempelajari suatu bahasa asing, sudah barang tentu mereka tahu bahwa dibutuhkan perjuangan untuk menghadapi kesulitan-kesulitan tertentu dalam proses belajar tersebut. Untuk itu sudah seharusnya juga pengajar sebagai fasilitator untuk memasuki dunia bahasa yang baru tersebut dapat terus mempertahankan semangat yang ada dari awal hingga akhir pembelajaran. Sehingga para peserta didik tidak meresa kecewa lalu putus asa ditengah pembelajaran. Dan itu lah yang mendasari Tensai Nihongo Bunka Gakuin (TNBG) untuk terus berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik sebagai fasilitator ilmu pengetahuan bagi para peserta didiknya. Sehingga tidak hanya orang Indonesia yang gemar mempelajari Bahasa Jepang, namun juga orang-orang Jepang yang gemar mempelajari Bahasa Indonesia.

(Sri Oktarita)

 

https://tensai-indonesia.com/wp-content/uploads/2016/03/20160311_183926.jpghttps://tensai-indonesia.com/wp-content/uploads/2016/03/20160311_183926.jpgTensai NihongoProgram TensaiBelajar Bahasa Indonesia di Tensai,Kelas Bahasa Indonesia Tensai,kursus bahasa dan budaya jepang profesional,Tensai Nihongo Bunka Gakuin KarawangBagaimana suasana edukasi untuk  orang Jepang yang belajar Bahasa Indonesia di Tensai? Pengajaran bahasa Indonesia merupakan salah satu program yang dimiliki Tensai Nihongo Bunka Gakuin (TNBG) untuk para ekspatriat Jepang yang ada di kawasan Industri Karawang guna mempelajari Bahasa Indonesia. Meskipun para ekspatriat ini tidak diharuskan untuk mempelajari Bahasa...Kursus Bahasa Jepang dan Penerjemah Bahasa Jepang | Kursus Bahasa Indonesia untuk Expatriat