Budaya Tertib Lalu Lintas di Jepang
Patut Ditiru! Budaya Tertib Lalu Lintas di Jepang
March 19, 2020
Negara paling Ramah Sepeda di Asia

Bersepeda kini menjadi tren kembali di sebagian besar Indonesia. Mungkin terpicu pentingnya hidup sehat dan mendukung lingkungan yang lebih baik di masa pandemik Corono ini. Yuk bersepeda dan kursus bahasa Jepang di Tensai Karawang. Di Jepang kita bisa melihat pesepeda bebas berlalu-lalang bersaing dengan aneka transpostasi publik modern. Kok bisa? 7 hal inilah jawabannya, 7 Hal Mengapa Jepang Menjadi Negara paling Ramah Sepeda di Asia. adalah Mikael Coville-Anderson, dari Copenhagenize, memeringkatkanJepang sebagai negara bersepeda terbesar ketiga di dunia setelah Belanda dan Denmark. Tentu dengan demikian menjadikan Jepang sebagai negara no 1 dalam penggunaan sepeda di Asia. Mengapa Jepang yang menjadikan bersepeda sebagai pilihan transportasi yang menarik bagi jutaan orang setiap hari?

Negara paling Ramah Sepeda di Asia

Hal-hal ini yang Bikin Bersepeda di Jepang itu Fenomenal

1. Kota di Jepang

Kota-kota di Jepang merupakan lingkungan modern yang terbesar dan terpadat di dunia, tetapi sebagian besar lingkungan tempat tinggal memiliki nuansa kota kecil yang unik. Di Jepang, kemandirian menjadi kunci dalam hal layanan, lingkungan Jepang

Penduduk harus bersepeda minimal 5 hingga 10 menit untuk mencapai supermarket, taman kanak-kanak, sekolah, dokter, dokter gigi, bahkan sebagian besar kebutuhan hidup sehari-hari hanya berjarak singkat dengan perjalanan singkat.

Tanpa perlu menempuh jarak yang terlalu jauh untuk dasar kehidupan sehari-hari, sepeda menjadi sangat masuk akal.

2. Transportasi umum

Di Jepang, kota-kota terhubung dengan sistem kereta api dan kereta bawah tanah yang cepat bersih dan efisien. Selain itu layanan bis juga murah dan sangat bisa diandalkan. Dibandingkan dengan mobil, sistem transportasi umum di Jepang begitu efisiennya sehingga seringkali lebih cepat dan nyaman untuk naik kereta daripada bepergian dengan mobil.

Sementara pengendara sepeda meningkat setelah gempa bumi 11 Maret melumpuhkan sistem kereta api Tokyo, sedikit orang yang bersedia bersepeda lebih dari satu atau dua stasiun dari rumah mereka. Banyak yang menggunakan sepeda untuk menikmati transportasi umum, sehingga mereka memilih bersepeda dari rumah ke stasiun.

3. Mobil

Memiliki mobil di Tokyo tidaklah mudah, dan sudah pasti, mahal. Calon pembeli mobil diwajibkan untuk memberikan bukti bahwa mereka telah mendapatkan tempat parkir yang sesuai. Di Jepang tempat parkir bukanlah barang murah. Penduduk perkotaan di Jepang tidak memiliki garasi, sehingga menyewa tempat parkir bisa menjadi hal yang mahal. Asal Anda tahu saja, dari tempat parkir menuju rumah itu mungkin beberapa menit berjalan kaki.

Bagi orang-orang yang bekerja di kota, pulang pergi bekerja dengan mobil bukanlah suatu pilihan karena beberapa ruang parkir di pusat kota bisa lebih mahal per bulan daripada apartemen kecil di pinggiran kota. Menghamburkan-hamburkan uang untuk biaya asuransi dan perawatan kendaraan adalah tidak masuk akal jika dibandingkan bersepeda.

4. Sepeda

Lupakan sepeda jalanan yang mahal, juag sepeda hibrida dan apalagi sepeda gunung, sebagian besar orang Jepang naik sepeda Mama-chari. Merk ini, bagi orang Jepang sudah seperti motor di Indonesia yang menjadi kendaraan wajib. Speda Mama-chari itu murah, dilengkapi dengan lampu dinamo, kunci sepatu kuda dan stander belakang yang kokoh. Keranjang depan dan rak belakang merupakan pilihan standar untuk membawa barang dan anak-anak dengan penambahan aksesori tidak terbatas.

Negara paling Ramah Sepeda di Asia

Mama-chari digunakan emak-emak di Jepang untuk mengangkut dua atau lebih anak-anak. Itu adalah pemandangan yang umum. Mungkin terlihat berat dan tidak fashionable, tapi sepeda Mama-chari sangat cocok untuk lingkungan di kota Jepang, dan untuk tugas-tugas yang digunakan jutaan orang dalam kehidupan sehari-hari.

5. Aturan Hukum

Peraturan secara undang-undang bersepeda di Jepang sebenarnya sebagian besar tidaklah begitu ketat, kecuali jika terjadi kecelakaan. hal itu menjadikan pengalaman bersepeda yang sangat bebas dan membebaskan.

Bersepeda di Jepang melahirkan begitu banyak karakteristik pesepeda dan kultur bersepeda yagn beraneka ragam. Jika Anda pede dengan arus lalu lintas di jalanan, bersepedalah di jalan raya. Tapi jika Anda membawa anak-anak di sepeda, maka tetaplah di trotoar. Jika jalanan padat, maka Anda bisa  lompati trotoar dan sebaliknya. Selama Anda mengendarai sepeda dengan aman dan menghormati orang lain, tidak masalah berapa banyak undang-undang bersepeda Jepang (atau saya suka menyebutnya “pedoman”) yang Anda langgar, tapi jangan sampai mengalami kecelakaan.

6. Infrastruktur

Meskipun Jepang tidak memiliki infrastruktur sepeda yang istimewa jiak dibandingkan dengan Eropa, namun kenyataannya ada jutaan orang bersepeda setiap hari.

Sebagian besar jalan-jalan Jepang, terutama di pinggiran kota seringkali tidak memiliki trotoar sehingga pejalan kaki, sepeda, dan mobil merasa nyaman berbagi ruang yang sama. Jalur sepeda praktis tidak ada, ketika seringkali tidak ada cukup ruang untuk trotoar, bagaimana kita bisa mengharapkan jalur sepeda?

Menemukan tempat parkir resmi seringkali cukup sulit, jadi parkir secara ilegal dengan orang lain adalah norma yang berlaku. Meskipun demikian beberapa orang menyerukan peningkatan infrastruktur bersepeda, dan bersepeda kini memang sedang booming dan trending.

7. Masyarakat

Faktor besar dalam membuat bersepeda menjadi pilihan utama di Jepang adalah orang Jepang itu sendiri. Mereka, sebagian besar sangat sabar dan sopan, serta tinggi sekali toleransi mereka terhadap orang-orang di sekitar. Di Tokyo, kota dengan 12,9 juta manusia, Anda mau tak mau harus hidup berdampingna dan menjunjung tinggi nilai toleransi dan haru banyak sabar.

Pejalan kaki, pengendara sepeda dan mobil sering berbagi ruang yang sama dan itu tidak dapat berfungsi kecuali seorang pengemudi dan pengendara sepeda siap melakukan perjalanan dengan kecepatan berjalan sampai seorang pejalan kaki dapat keluar dari jalan mereka.

Orang Jepang juga memiliki apa yang disebut “roh gaman”, yang diterjemahkan secara longgar adalah “lanjutkan saja” bersama dengan “shoganai”, atau “apa yang akan Anda lakukan?” Itulah sikap mereka. Jadi ketika Anda harus menuju ke stasiun di tengah musim dingin, lakukan saja dengan bersepeda, karena apa lagi yang bisa Anda lakukan?

Bisakah negara lain di Asia terutama, meniru kesuksesan bersepeda di Jepang ini? Sumber: http://www.tokyobybike.com

5 Lokasi Terbaik di Jepang untuk Bersepeda

Berwisata dengan sepeda adalah salah satu cara terbaik untuk menikmati Jepang. Berikut adalah 5 area terbaik di Jepang untuk bersepeda dan tips tentang musim terbaik, peraturan dan cara memilih tur bersepeda dan menyewa sepeda.

Sebelumnya, Anda harus pahami bahwa selain menikmati tempat wisata, ada manfaat lain yang didapat dari bersepeda. Sepeda adalah salah satu cara berguna terbaik untuk bergerak di wilayah kota dan pedesaan di Jepang.

Anda dapat dengan bebas berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan sepeda sementara kereta dan bus terikat oleh tabel waktu dan peta transportasi yang rumit. Selain itu, sepeda sewaan jauh lebih murah daripada kereta, bus, dan transportasi lainnya. Ini dilayani dari hanya 200-300 yen per jam di Jepang.

Bagi mereka yang khawatir kehilangan diri sendiri dan membutuhkan petunjuk arah di negara asing, sangat disarankan untuk mengambil bagian dalam tur bersepeda dengan pemandu terutama untuk pelancong pertama kali ke Jepang.

Berikut adalah 5 area terbaik di Jepang untuk bersepeda dan tips termasuk musim terbaik, peraturan dan cara memilih tur bersepeda dan menyewa sepeda.

1. Chiba – Sawara dan Narita

Negara paling Ramah Sepeda di Asia Negara paling Ramah Sepeda di Asia Negara paling Ramah Sepeda di Asia Negara paling Ramah Sepeda di Asia Negara paling Ramah Sepeda di Asia Negara paling Ramah Sepeda di Asia

2. Fukuoka – Itoshima

Negara paling Ramah Sepeda di Asia Negara paling Ramah Sepeda di Asia Negara paling Ramah Sepeda di Asia Negara paling Ramah Sepeda di Asia Negara paling Ramah Sepeda di Asia Negara paling Ramah Sepeda di Asia

3. Osaka – Sakai

Negara paling Ramah Sepeda di Asia Negara paling Ramah Sepeda di Asia

4. Tokyo – Imperial Palace dan Sekitarnya

Negara paling Ramah Sepeda di Asia

5. Tokyo – Taman Yoyogi dan Sekitarnya

Negara paling Ramah Sepeda di Asia

Sumber: https://jw-webmagazine.com/best-areas-for-cycling-in-japan/

 

Leave a Reply

Butuh Penawaran / Info Lebih Lanjut?