Menyambut Datangnya Musim Semi di Jepang, Melalui Perayaan Hanami

Peluang Bisnis Action Figure Anime Khas Jepang di Indonesia
February 19, 2020
Dampak Covid 19 Terhadap Jepang dan Akibat Jangka Panjang yang Terus Diwaspadai
Dampak Covid 19 Terhadap Jepang dan Akibat Jangka Panjang yang Terus Diwaspadai
March 1, 2020

Sumber: https://curiosity.com/

Memasuki penghujung bulan Februari, menjadi tanda akan segera berakhirnya musim dingin di Jepang yang akan berganti dengan musim semi di periode bulan Maret-Mei nanti. Di penghujung musim dingin ini ternyata, mulai bermekaran kuncup-kuncup bunga sakura pada beberapa daerah di Jepang. Bunga dengan ciri khas berwarna merah muda tersebut merupakan ikon bunga nasional negara Jepang yang juga memiliki tradisi khusus dalam hal menyambut kemekarannya saat musim semi yang dinamakan Hanami. Perayaan tahunan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap turis yang sengaja berkunjung ke Jepang saat musim semi. Saat bunga sakura mulai bermekaran, pemandangan kota-kota di Jepang seakan berubah layaknya lautan bunga berwarna pink. Kemudian, diikuti dengan masyarakat Jepang yang akan ramai-ramai berkumpul menyaksikan keindahan bunga sakura tersebut dengan antusiasnya.

Hanami merupakan kegiatan masyarakat Jepang dalam menikmati mekarnya bunga, seperti bunga sakura pada musim semi dengan berkumpul dibawah pohon sakura beralaskan tikar atau kain layaknya sedang berpiknik. Tradisi Hanami sebetulnya tidak hanya dikhususkan untuk bunga sakura saja, namun juga berlaku untuk bunga-bunga lainnya di Jepang saat mulai bermekaran. Pada awalnya, tradisi Hanami diisi dengan kegiatan kompetisi membuat waka (和歌, puisi klasik Jepang) di bawah rindangnya pohon sakura. Namun kini, kegiatan yang diisi saat perayaan Hanami umumnya hanya sekedar mengagumi bunga sakura sambil menyantap makanan atau minuman sembari berbincang bersama kerabat, ditengah sela-sela kesibukan masyarakat Jepang yang dikenal dengan budaya giat bekerjanya. Asal usul kata Hanami sendiri jika dilihat dari makna katanya, yaitu “hana” dan “mi” yang berarti bunga dan melihat.

Sumber: https://www.flickr.com/

Merujuk pada Japan National Tourism Organization, perayaan Hanami hanya dapat dijumpai pada tempat-tempat tertentu saja di Jepang. Tempat-tempat yang dapat didatangi untuk merayakan tradisi melihat bunga sakura tersebut tersebar pada beberapa kota di Jepang, diantaranya yaitu Tokyo, Osaka, Kyoto, Hiroshima, Nagoya, dan beberapa kota lainnya. Hal tersebut karena tidak semua tempat atau taman yang ditumbuhi pohon sakura di Jepang bisa dimanfaatkan untuk menggelar perayaan Hanami.

Sejarah Singkat Tradisi Hanami di Jepang

Sumber: https://ukiyo-e.org/

Perayaan Hanami sudah muncul berabad-abad lamanya di Jepang, tepatnya sejak periode Nara (710-794 M), yakni pengaruh dari raja-raja China terdahulu yang gemar menanam pohon plum di sekitar istana mereka. Sehingga, membuat para bangsawan di Jepang pada masa itu mulai mengagumi indahnya bunga Ume (plum). Namun, baru pada awal periode Heian (794-1185 M), kebiasaan tersebut mulai bergeser dari bunga plum ke bunga sakura sebagai bunga dianggap lebih cantik dan indah untuk dikagumi.

Pada era kerajaan di Jepang dahulu kala, terdapat sebuah Kerajaan Saga yang dikisahkan sangat gemar mengadakan perayaan Hanami sambil meminum sake yang berlokasi di taman Shinsenen, Kyoto. Kemudian, para kaum bangsawan pada masa itupun turut menyelenggarakan perayaan tersebut di istana-istana mereka. Sedangkan, para petani akan mendaki gunung terdekat untuk bisa menikmati indahnya bunga sakura yang tumbuh bermekaran disana pada awal musim semi, sembari membawa sekotak perbekalan makan siang untuk dinikmatinya di bawah rindangnya pohon-pohon sakura tersebut.

Dalam sebuah buku kumpulan puisi yang dipublikasikan pada tahun 783 masehi yang berjudul “Manyoshu”, banyak terdapat puisi klasik Jepang yang mengangkat tema tentang bunga. Dalam puisi klasik tersebut, bunga Ume (plum) masih lebih sering diceritakan daripada bunga sakura yang dua kali lebih sedikit disebutkan. Lalu, dalam buku lainnya terbitan tahun-tahun selanjutnya seperti “Kokin Wakashu” dan “Genji Monogatari”, terdapat kisah yang mengangkat kegiatan perayaan Hanami dibawah pohon sakura. Sejak saat itulah, Hanami mulai dikenal luas di kalangan masyarakat Jepang, tidak hanya kaum bangsawan, yang hendak mengagumi bunga sakura yang bermekaran di awal musim semi yang menjadi ciri khas perayaan tahunan di Negeri Sakura.

Yozakura, Menikmati Cantiknya Bunga Sakura di Malam Hari

Sumber: https://twitter.com/nomed613/

Keindahan bunga sakura saat mulai bermekaran di awal musim semi di Jepang tidak hanya dapat dinikmati dibawah sinar matahari saja, namun juga tetap cantik dipandang dengan sinar bulan di malam hari. Tradisi yang disebut Yozakura (夜桜, Pohon Sakura di Malam Hari) ini juga tak kalah menarik dari perayaan Hanami. Bedanya, Yozakura dinikmati di tengah gelapnya malah, diterangi cahaya bulan dan indahnya lampion-lampion yang sengaja dipasang di setiap pohon sakura yang baru bermekaran tersebut.

Karena Yozakura diadakan pada malam hari, menjadikan keunikan tersendiri bagi perayaan serupa Hanami yang satu ini. Biasanya, orang Jepang lebih memilih memanfaatkan malam harinya untuk beristirahat sejenak dari lelahnya bekerja dan beraktivitas sehari-hari. Namun, khusus pada perayaan Yozakura, masyarakat Jepang akan dengan antusias bertebaran keluar rumah agar tidak ketinggalan mengikuti kegiatan tradisi melihat bunga sakura mekar di malam hari ini. Lentera-lentera tradisional Jepang nampak digantungkan di dahan-dahan pohon sakura yang semakin menambah keindahan bunga bewarna dengan warna pinknya yang cantik tersebut.

Jenis-Jenis Bunga Sakura di Jepang

Bunga sakura tidak hanya satu jenis, namun memiliki banyak jenis yang berbeda-beda nama serta penampilan fisik bunganya. Tidak semua jenis bunga sakura berwarna pink lho! Mau tahu apa saja jenis-jenis bunga sakura yang menjadi tumbuhan ikonik negara Jepang tersebut? Berikut kami hadirkan informasi lima jenis bunga sakura yang ada di Jepang.

1. Shidarezakura

Sumber: https://www.japansociety.org.uk/

Karakteristik bunga sakura jenis yang satu ini yaitu dahan dan bunganya yang berbentuk menyebar layaknya sebuah air mancur. Shidarezakura (Bunga Sakura Menangis) ini merupakan varietas Edohigan dengan ciri khas kuncupnya yang jatuh kebawah, sehingga dijuluki sebagai pohon sakura menangis. Selain itu, bunga Shidarezakura juga dikenal sebagai simbol Prefektur Kyoto. Bunga yang diketahui sudah tumbuh di Jepang selama kurang lebih 1000 tahun lamanya tersebut mekar lebih awal dibanding bunga sakura jenis lainnya.

2. Somei Yoshino

Sumber: https://japan-forward.com/

Somei Yoshino merupakan jenis bunga sakura yang paling umum dibudidayakan oleh masyarakat di seluruh Jepang. Bunga sakura yang banyak ditemui di wilayah Shikoku, Kyushu, Tokyo, dan Aomori pada musim semi ini memiliki 5 kelopak bunga dengan warna pink pucat yang kemudian akan semakin pucat seolah-olah berwarna putih ketika bunga mekar. Bagian bunga dari Somei Yoshino tumbuh dengan merekah lebih cepat sebelum daun-daunnya. Nama bunga ini diambil dari nama sebuah desa di akhir zaman Edo, yaitu Desa Somei yang memang terkenal jual beli bunga sakura “Yoshino” ini.

 3. Yaezakura

Sumber: https://livejapan.com/

Jenis bunga sakura yang selanjutnya adalah Yaezakura yang dikenal dengan bentuk kelopak bunganya yang bertumpuk ganda. Bunga Yaezakura memiliki kelopak sebanyak 10 hingga 50 lembar dalam satu tangkai bunganya. Warna bunga sakura yang satu inipun bermacam-macam, mulai dari putih, pink gelap, dan warna lainnya. Yaezakura juga memiliki nama lain yakni Satozakura.

4. Yamazakura

Sumber: https://steemit.com/flowers/

Bunga Yamazakura memiliki warna yang hampir serupa dengan bunga Somei Yoshino dengan 5 kelopak bunganya yang berwarna putih, maupun pink gelap saat bunga sakura yang satu ini mekar. Yamazakura merupakan bunga sakura yang dijuluki sebagai bunga sakura liar dan dipercaya telah ada sejak dahulu kala, serta seringkali muncul dalam tema pada puisi klasik Jepang.

5. Gyoiko

Sumber: https://www.pinterest.co.uk/

Bunga sakura yang memiliki julukan Enzo Kuning ini memiliki 10 hingga 15 lembar kelopak bunga yang saling tersusun tumpang tindih. Saat tiba musim semi, bunga Gyoiko memiliki warna bunga yang hampir serupa dengan daunnya sehingga cukup sulit bagi kita, untuk menyadari keindahan yang seolah disembunyikan bunga sakura ini lewat warna daunnya yang memiliki perbedaan mencolok dibanding bunga sakura jenis lainnya.

Hanami merupakan salah satu perayaan khas yang hanya bisa kita temui di Negeri Sakura, Jepang saat musim semi telah datang. Walaupun Hanami disini mengacu pada bunga sakura sebagai objek keindahannya, namun sejatinya perayaan melihat dan mengagumi bunga tersebut tidak hanya sebatas untuk bunga sakura saja. Mungkin karena bunga sakura merupakan salah satu ikon nasional negara Jepang, maka tidak heran jika festival Hanami yang melihat bunga sakura ini banyak diminati dan menjadi magnet bagi masyarakat Jepang dan wisatawan yang sedang berkunjung kesana.

Nah, bagi kalian yang tertarik berkunjung langsung ke Jepang dan penasaran ingin merasakan langsung pengalaman mengikuti perayaan Hanami disana, maupun hanya ingin sekedar mempelajari dan mencari tahu lebih dalam hal-hal menarik seputar Jepang, tidak cukup hanya dengan mempersiapkan segala perbekalan fisik dan informasi-informasi umum seputar Jepang saja lho. Melainkan, perlu kiranya untuk juga mempersiapkan skill berbahasa Jepang yang baik dan benar dengan terus berlatih rutin sampai kalian mahir dan fasih mengucapkan berbagai kosa kata dan percakapan dalam Bahasa Jepang. Atas dasar itulah, Tensai Nihongo Bunka Gakuin hadir sebagai LKP Bahasa Jepang terdepan dan terpercaya nomor 1 di Karawang, bahkan Jawa Barat. Kami telah berkiprah selama lebih dari 8 tahun melayani masyarakat akan kebutuhan jasa kursus dan pelatihan Bahasa Jepang.

Referensi

Artikel di atas dibuat dengan bersumberkan:

Open chat
Butuh Penawaran / Info Lebih Lanjut?
Hi, Anda butuh penawaran atau info lebih lengkap tentang jasa kami? WhatsApp kami sekarang!