Category: Materi

Ekspresi Sehari-hari Dalam Bahasa Jepang

Ungkapan Ekspresi Sehari-hari Dalam Bahasa Jepang

26 Mar 20
tensai
,
No Comments

Inilah Ungkapan Ekspresi Sehari-hari Dalam Bahasa Jepang. Perasaan senang, sedih, bahkan marah merupakan suatu hal yang wajar dan pasti pernah dialami oleh semua orang. Namun, sepertinya akan lebih menarik jika kita dapat mengekspresikan ungkapan-ungkapan perasaan tersebut dalam pelafalan bahasa Jepang. Hal ini juga bermanfaat untuk melatih kosa kata dalam berbahasa Jepang yang telah kalian kuasai, lho. Nah, penasaran kan kira-kira seperti apa jika kita hendak berekspresi mengungkapkan perasaan sehari-hari dalam bahasa Jepang? Berikut, Kami paparkan 20 macam ungkapan ekspresi dalam bahasa Jepang beserta contoh kalimat dan penjelasannya.

15 Macam Ungkapan Ekspresi Dalam Bahasa Jepang

1. Utsukushii (Indah)

Ekspresi Sehari-hari Dalam Bahasa Jepang

Sumber: https://pixels.com/

Ungkapan ‘Utsukushii’ (うつくしい) digunakan untuk mengekspresikan rasa takjub akan ‘keindahan’ atau kemegahan sesuatu yang terdengar anggun dan elegan. Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut.

  • 日本のじょせいはうつくしいです。(Nihon no Josei wa utsukushii desu). Wanita Jepang yang Anggun / Indah.

2. Ureshii (Senang)

Ekspresi Sehari-hari Dalam Bahasa Jepang

Sumber: https://www.fluentu.com/

Secara harfiah, ‘Ureshii’ (うれしい) dapat diartikan sebagai ungkapan kebahagiaan seseorang ketika sedang merasa ‘senang’. Misalnya ketika Anda mendapatkan kejutan atau hadiah dari sahabat Anda, kemudian Anda merasa sangat senang dengan hadiah yang diberikan tersebut. Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut.

  • 私はプレゼントをもらってうれしいです。 (Watashi wa Purezento o moratte ureshii desu). Saya senang mendapatkan kado.

3. Subarashii (Luar Biasa, Hebat)

Ekspresi Sehari-hari Dalam Bahasa Jepang

Sumber: https://www.pinterest.ch/

Kata ‘Subarashii’ (素晴らしい) biasanya dipakai ketika hendak memuji ‘kehebatan’ atau kebaikan seseorang. Namun, bisa juga untuk mengungkapkan rasa kagum terhadap sesuatu yang terlihat hebat. Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut.

  • その飛行機は素晴らしいです。(Sono hikouki wa subarashii desu). Pesawat terbang itu luar biasa / hebat.

4. Kirai (Benci)

Ekspresi Sehari-hari Dalam Bahasa Jepang

Sumber: https://aboutjapan.japansociety.org/

Ungkapan bahasa Jepang selanjutnya adalah ‘Kirai’ (嫌い) yang berarti ‘benci’ atau ungkapan ketidaksukaan seseorang terhadap suatu hal. Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut.

  • 私は数学が嫌いです。(Watashi wa suugaku ga kirai desu). Saya membenci pelajaran matematika.

5. Omoshiroi (Menarik)

Ekspresi Sehari-hari Dalam Bahasa Jepang

Sumber: https://www.cheria-travel.com/

Kata dalam bahasa Jepang yang satu ini biasanya digunakan untuk mengungkapkan ketertarikan Anda pada sesuatu. ‘Omoshiroi’ (面白い) juga berarti ‘menarik’. Selain itu, pada beberapa kondisi, omoshiroi juga dapat dipakai ketika Anda melihat hal-hal yang lucu.  Jadi, penggunaannya disesuaikan kembali dengan situasi dan kondisi. Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut.

  • 花見まつりは面白いです。 (Hanami matsuri wa omoshiroi desu). Festival hanami itu sungguh menarik.

6. Suki (Suka)

Ekspresi Sehari-hari Dalam Bahasa Jepang

Sumber: https://www.robertharding.com/

Salah satu kata ungkapan dalam bahasa Jepang yang paling populer ada ‘Suki’ (好き) yang dalam bahasa Indonesia berarti ‘suka’. Suki tidak hanya digunakan untuk menyampaikan perasaan seseorang terhadap orang yang disukainya saja, namun juga berlaku sebagai ungkapan perasaan suka terhadap suatu hal atau benda. Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut.

  • 私はお茶が好きです。 (Watashi wa ocha ga suki desu). Saya suka minum teh.

7. Kanashii (Sedih)

Ekspresi Sehari-hari Dalam Bahasa Jepang

Sumber: https://www.telegraph.co.uk/

Selanjutnya, ungkapan dalam bahasa Jepang yang mengekspresikan rasa sedih terhadap suatu hal dapat menggunakan kata ‘Kanashii’ (悲しい) yang juga berarti ‘sedih’. Misalnya saat Anda merasa sangat sedih ketika mengetahui bahwa kucing peliharaan Anda mati. Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut.

  • ペットの猫が死んだ、私は悲しいです。(Petto no neko ga shinda, watashi wa kanashii desu). Saya merasa sedih karena kucing peliharaan saya telah mati.

8. Tanoshii (Menyenangkan)

Ekspresi Sehari-hari Dalam Bahasa Jepang

Sumber: https://www.liveabout.com/

Kata ‘Tanoshii’ (楽しい) bisa diartikan sebagai perasaan gembira atau ‘menyenangkan’ ketika melakukan suatu hal. Perbedaannya dengan ‘ureshii’ adalah ‘tanoshii’ merupakan perasaan senang yang hanya berlalu sesaat saja. Sedangkan, ‘ureshii’ adalah rasa senang yang cukup dimaknai mendalam oleh subjeknya sehingga sifatnya bertahan cukup lama. Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut.

  • 野球をするのはとても楽しいです。(Yakyuu o suru no wa totemo tanoshii desu). Bermain baseball sangat menyenangkan.

9. Kowai (Takut)

Sumber: https://en.compathy.net/

‘Kowai’ (怖い) merupakan kata dalam bahasa Jepang untuk mengekspresikan rasa ‘takut’ terhadap sesuatu, bisa berupa benda maupun peristiwa yang menakutkan atau menyeramkan. Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut.

  • 私はジェットコースターに乗るのが怖いです。(Watashi wa jettokoosutaa ni noru no ga kowai desu) . Aku takut naik roller coaster.

10. Usotsuki (Pembohong)

Sumber: https://soranews24.com/

Kata ungkapan dalam bahasa Jepang selanjutnya adalah ‘Usotsuki’ (うそつき) yang jika diartikan merupakan ungkapan bagi seseorang yang dianggap sedang ‘berbohong’. Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut.

  • あの ひとはうそつき です。 (Ano hito wa usotsuki desu). Orang itu adalah seorang pembohong.

11. Tsukareru (Melelahkan)

Sumber: https://www.japantimes.co.jp/

Saat Anda merasa kelelahan akibat melakukan atau mengerjakan sesuatu, penggunaan kata ‘Tsukareru’ (疲れる) adalah pilihan tepat, yang umumnya memiliki arti dalam bahasa Indonesia yaitu ‘lelah’. Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut.

  • 宿題はとても疲れるです。(Shukudai wa totemo tsukareru desu). Mengerjakan PR begitu melelahkan.

12. Akiramenai (Jangan Menyerah!)

Sumber: https://soranews24.com/

Ucapan atau kalimat ‘Akiramenai’ (あきらめない) ini sepertinya sudah cukup sering terdengar di film-film buatan Jepang. Kata ini juga dapat diartikan sebagai ungkapan semangat terhadap sahabat atau kerabat yang tengah dalam keadaan sulit dengan mengatakan ‘jangan menyerah’. Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut.

  • あなたは悪いテストスコアをあきらめないでください. (Anata wa warui Tesuto sukoa o akiramenaide kudasai).  Tolong Anda jangan menyerah dengan nilai ujian yang buruk.

13. Shiawase (Bahagia)

Sumber: https://www.straitstimes.com/

Kata ungkapan dalam bahasa Jepang selanjutnya adalah ‘Shiawase’ (幸せ) yang juga berarti ‘kebahagiaan’ atau ungkapan bahagia seseorang atas suatu momen atau peristiwa yang sedang dialami. Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut.

  • 私は妹の誕生を見て幸せです。 (Watashi wa imouto no tanjou o mite shiawase desu). Saya bahagia melihat kelahiran adik.

14. Hazukashii (Malu)

Sumber: http://cosplaying-niffer.blogspot.com/

Hazukashii (恥ずかしい) biasanya digambarkan sebagai perasaan ‘malu’ terhadap suatu hal atau barang yang dianggap memalukan untuk dilakukan atau dikenakan. Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut.

  • このシャツはとても恥ずかしいです。 (Kono shatsu wa totemo hazukashii desu). Baju ini sangat memalukan

15. Kakkoii (Keren)

Sumber: https://soranews24.com/

Terakhir, salah satu kata yang juga cukup sering diucapkan oleh tokoh-tokoh dalam film atau animasi buatan Jepang yaitu ‘Kakkoii’ (かっこいい) yang berarti ‘keren’, atau bisa juga dikatakan sebagai ungkapan bagi seseorang yang takjub akan sesuatu yang dianggap keren. Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut.

  • その車はかっこいいです。(Sono kuruma wa kakkoii desu). Mobil itu terlihat keren

Nah, itu dia beberapa kosa kata dalam bahasa Jepang yang digunakan untuk mengungkapkan perasaan atau ekspresi sehari-hari. Bagi kalian yang tertarik mengunjungi Negeri Sakura dan ingin mencoba berbicara langsung dengan orang Jepang, tidak cukup dengan hanya mempersiapkan perbekalan fisik dan informasi umum seputar Jepang saja. Namun, perlu juga untuk setidaknya mahir dalam menguasai bahasa Jepang yang baik dan benar. Maka, menjalani pendidikan bahasa Jepang di tempat-tempat kursus formal juga bisa menjadi salah satu solusi tepat bagi Anda untuk dapat menguasai bahasa Jepang dengan cepat dan lancar. Rutin berlatih dan belajar dengan giat juga dapat membantu Anda agar semakin mengingat beragam kosa kata dalam bahasa Jepang.

Atas dasar itulah, Tensai Nihongo Bunka Gakuin hadir sebagai LKP Bahasa Jepang terdepan dan terpercaya nomor 1 di Karawang, bahkan Jawa Barat. Kami siap membantu Anda mewujudkan impian agar bisa fasih dalam mengucapkan kalimat-kalimat berbahasa Jepang. Selain itu, Tensai juga mengadakan banyak program-program beasiswa pendidikan ke Jepang bagi siswa Kami yang berprestasi dibidang bahasa Jepang.

Referensi

Artikel di atas dibuat dengan bersumberkan:

Panduan Menulis Aksara Kanji Jepang yang Baik dan Benar

Panduan Menulis Aksara Kanji Jepang yang Baik dan Benar

16 Dec 17
tensai
,
No Comments

Inilah beberapa panduan menulis aksara kanji Jepang yang baik dan benar. Bahwa bukan rahasia lagi bila kanji menjadi jenis aksara tersulit yang dipelajari dalam bahasa Jepang, itu benar. Mengapa? Supaya kita tidak salah mengaplikasikannya. Karenanya, mari simak tata cara penulisan huruf-huruf kanji berikut ini!

Metode penulisan aksara kanji dalam bahasa Jepang

Kendati sering digunakan masyarakat Jepang, kanji menyimpan tingkat kesulitan di atas hiragana serta katakana. Jenis huruf ini berasal dari daratan Tiongkok yang juga dikenal akan sistem penulisan hurufnya yang sangat sulit. Kanji mempunyai sejumlah aturan yang harus dipatuhi. Jadi, jangan berani menulis aksara kanji tanpa mematuhi ketentuan, karena satu kesalahan kecil bakal mengubah banyak aspek, dari pelafalan hingga maknanya.

Panduan Menulis Aksara Kanji Jepang yang Baik dan Benar

Berikut ini ada sekumpulan tata cara dan panduan menulis aksara kanji Jepang yang baik dan benar.

  • Menulis aksara kanji dari kiri ke kanan; dari atas ke bawah

Ketentuan ini menjadi aturan paling umum yang harus mampu kita kuasai. Pada dasarnya, tiap karakter kanji ditulis dari kiri ke kanan; dari atas ke bawah. Contohnya, saat kita ingin menulis ichi atau satu dalam bahasa Jepang. Dalam tahap penulisannya, ichi diawali dari garis horizontal yang dibentuk dalam sebuah goresan. Sementara arahnya dimulai dari kiri ke kanan.

  • Menulis aksara kanji dari arah horizontal, lalu vertikal

Aturan ini diberlakukan pada huruf-huruf kanji yang ditulis secara menyilang. Ketika mempraktikannya, kita harus mempraktikan huruf-huruf kanji tersebut dalam bentuk goresan horizontal terlebih dahulu, lalu diikuti dengan goresan vertikal.

  • Menulis aksara kanji secara vertikal yang memotong huruf lain di tulisan sebelumnya

Pada metode ini, goresan vertikal yang memangkas karakter lain perlu dituliskan setelah semua bagian pada goresan horizontal selesai dikerjakan. Salah satu contohnya dapat kita lihat saat menuliskan aksara kanji 車 dan 中.

  • Menulis aksara kanji secara vertikal sebelum goresan sayap kiri dan kanan

Selanjutnya, dalam cara ini, goresan vertikal perlu ditulis terlebuh dulu sebelum sisi kanan-kiri ditulis. Jika kita sudah menyelesaikannya, lanjutkan dengan membuat goresan di sayap kiri dan kanan karakter.

  • Menulis aksara kanji sisi luar sebelum ke sisi dalam

Goresan yang terletak di sisi luar aksara kanji dibuat terlebih dahulu sebelum kita menuliskan huruf di bagian dalamnya. Kemudian, akhiri dengan menuliskan goresan di sisi bawahnya. Ketentuan tersebut diterapkan untuk aksara kanji yang tidak mempunyai bottom strike atau goresan di sisi bawah.

  • Menulis aksara kanji dengan memulai goresan di sisi kiri vertikal, lalu ke sisi lainnya

Goresan vertikal pada sisi kiri harus kita buat sebelum membuat goresan di sisi kanan. Aturan panduan menulis aksara kanji Jepang yang baik dan benar tersebut berlaku pada penulisan aksara kanji 日 dan 口 dengan goresan di sisi vertikal kiri (|) ditulis kali pertama, lalu diikuti dengan (┐) yang harus dibuat dalam sekali goresan.

  • Menulis aksara kanji dengan goresan penutup yang dibuat di bagian akhir

Goresan penutup dalam metode ini dipraktikan pada huruf-huruf kanji seperti 道, 週, dan 画.

  • Menulis aksaran kanji dengan goresan kecil atau titik di bagian akhir

Terakhir, cara ini mengharuskan kita membuat goresan kecil yang biasanya dituliskan pada aksara kanji seperti 玉, 求, dan 朮. Goresan dalam huruf-huruf ini ditulis paling akhir setelah semua goresan dibuat.

Itulah beberapa ketentuan panduan menulis aksara kanji Jepang yang baik dan benar. Kendati terlihat sukar, ketekunan dan kesabaran selama praktik akan membuahkan hasil optimal serta membantu kita menguasai bahasa Jepang.

 

Cara Penulisan 4 Jenis Hiragana dalam Bahasa Jepang

Cara Penulisan 4 Jenis Hiragana dalam Bahasa Jepang

09 Dec 17
tensai
,
No Comments

Dalam belajar kursus komprehensif, bagaimana cara penulisan 4 jenis Hiragana dalam bahasa Jepang?. Bukan tanpa alasan bahasa Jepang menjadi salah satu bahasa paling sulit di dunia. Pasalnya, dalam pembelajarannya, kita tidak hanya harus mengenal empat jenis aksara Jepang, tetapi juga cara menulis huruf-huruf tersebut. Setiap jenis aksara mempunyai tingkat kesukaran masing-masing, sehingga wajar bila kita membutuhkan waktu cukup lama untuk benar-benar menguasainya.

Pada materi dasar, hiragana menjadi jenis huruf yang umumnya dipelajari kali pertama. Untuk tahu lebih dalam tentang hiragana dan cara menulisnya, mari kita simak pemaparan berikut ini.

Cara penulisan 4 jenis Hiragana dalam bahasa Jepang

Dalam penerapannya, hiragana maupun tipe akasara Jepang lainnya tidak boleh ditulis sembarangan. Sebab, satu kesalahan kecil saja—misalnya salah menggores—akan menimbulkan makna berbeda atau tak memiliki arti sama sekali.

Hiragana sendiri terbagi atas empat jenis, antara lain hiragana Seion, hiragana Dakuon, hiragana Youon, dan hiragana Handakuon. Di bawah ini ada penjelasan dari masing-masing tipe hiragana.

1. Hiragana Seion

Seion adalah rangkaian aksara bahasa Jepang dengan pelafalan dasar yang terdiri atas 46 huruf (vokal dan konsonan). Jenis hiragana ini dapat kita modifikasi dengan menambahkan tanda-tanda tertentu dan menggabungkannya dengan aksara lain untuk menciptakan bunyi berbeda. Selain itu, Seion sering kali disebut memakai bunyi dasar dalam hiragana. Dalam praktik penulisannya, Seion menggunakan aksara pendek tanpa imbuhan tenten dan maru.

2. Hiragana Dakuon

Dalam Dakuon, huruf-huruf yang ditulis sekilas mengingatkan kita dengan Seion. Hanya saja, hiragana yang satu ini menggunakan tanda tenten atau titik dua (“) yang diletakkan di kanan atas aksara hiragana dasar. Kemudian, Dakuon juga memakai tanda maru yang merupakan lingkaran kecil (o) yang diletakkan di kanan atas aksara hiragana dasar. Jadi, kalau kita perhatikan dengan cermat, Dakuon tidaklah sepolos Seion yang tak memiliki tanda.

3. Hiragana Youon

Berbeda dari Seion dan Dakuon, Youon adalah tipe hiragana yang sering kali disebut dengan aksara ganda. Hal tersebut dikarenakan penggabungan dua huruf yang jadi satu, yakni aksara kesatu yang pada umumnya terdiri atas konsonan vokal (a, i, u, e, o). Sementara huruf keduanya meliputi ya (や), yu (ゆ, dan yo (よ) yang ditulis lebih kecil dibandingkan huruf kesatu. Ini juga menandakan bahwa ya, yu, serta yo dibaca pendek.

Dalam penulisannya, besar-kecil sebuah huruf dalam Youon menjadi fokus utama. Karena, kalau kita sampai menulis dua jenis huruf di atas dengan ukuran serupa, maka pelafalan maupun artinya akan serta-merta berubah. Jadi pastikan kalian berhati-hati saat menulis hiragana Youon.

4. Hiragana Handakuon

Terakhir, ada Handakuon yang menjadi salah satu anggota keluarga hiragana. Handakuon hanya punya lima huruf, yakni pa, pi, pu, pe, po. Kelima aksara tersebut merupakan turunan dari konsonan ha, hi, hu, he, ho. Yang membedakan adalah Handakuon mempunyai tanda maru (o). Beberapa contoh kata yang ditulis dengan hiragana Handakuon adalah sebagai berikut:

  • えんぴつ / enpitsu yang berarti pensil;
  • ぱちんこ / pachinko yang berarti tempat judi;
  • ぺらぺら / pera-pera yang berarti fasih.

Itulah cara penulisan 4 jenis Hiragana dalam bahasa Jepang. Mulailah sesi latihan menulis dari kata-kata termudah dan pastikan tanda yang dipakai sudah benar. Semoga informasi ini dapat membantu kita yang ingin mempelajari bahasa Jepang!

Mengenal 4 Tipe Aksara dalam Bahasa Jepang

Mengenal 4 Tipe Aksara dalam Bahasa Jepang

09 Dec 17
tensai
,
No Comments

Menulis adalah bagian tidak terpisahkan dari sebuah bahasa. Begitu pula dalam belajar bahasa Jepang. Sebelum lebih jauh mengenal tulis menulis dalam kursus bahasa Jepang online ini, mari kita mengenal 4 tipe aksara dalam bahasa Jepang.

Dalam pembelajaran bahasa, materi dasar yang akan dikenalkan kali pertama adalah pengetahuan abjad dan angka. Abjad yang paling kita kenal adalah huruf dan angka dari bahasa Latin, yakni A sampai Z; 0 sampai 9. Namun, ada bahasa-bahasa lain yang abjadnya terbilang kompleks dan terbagi jadi beberapa jenis. Kendati perannya sama—membentuk kata hingga kalimat—tapi mengingat bentuk dan strukturnya berbeda, penting bagi kita buat mempelajari materi dasarnya terlebih dahulu.

Mengenal 4 tipe aksara dalam bahasa Jepang

Bahasa Jepang adalah salah satu bahasa yang paling digemari dan dipelajari di Indonesia. Setidaknya ada empat jenis abjad Jepang yang wajib dipelajari oleh mereka yang ingin menguasai bahasa ini. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak pemaparan dari masing-masing tipe aksara Jepang berikut ini.

1. Hiragana

Jenis huruf Hiragana ini merupakan penyederhanaan dari huruf kanji yang sudah dipakai masyarakat Tiongkok sejak abad ke-5. Mulanya, Hiragana sempat ditolak kaum elite Jepang yang hanya ingin menggunakan huruf kanji. Namun, kaum perempuan yang saat itu dilarang mempelajari aksara tersebut berlaih ke huruf hiragana. Hal tersebut yang kemudian membuat hiragana terkenal, lantas dikenal dengan onnade (huruf perempuan). Baru pada abad ke-10, hiragana diaplikasikan secara luas. Sampai sekarang, jenis aksara ini menjadi salah satu yang terkenal dan mudah dipelajari.

2. Katakana

Berikutnya, ada katakana yang merupakan jenis huruf yang terdiri atas kata-kata penyerapan bahasa asing. Katakana pun digunakan untuk menulis onomatope, yakni kata-kata asli di bahasa Jepang yang hanya dipakai untuk penegasan sesuatu. Karakteristik jenis huruf ini cenderung ringkas, bersudut, serta paling simpel di antara jenis-jenis aksara Jepang lainnya. Ada dua sistem pengurutan dalam katakana, yakni Iroha (urutan kuno) dan gojūon (lebih umum). Strip katakana terlengkap terdiri atas 51 karakter—tidak termasuk diakritik dan tanda fungsional.

3. Kanji

Kanji yang secara harfiah berarti karakter Han adalah karakter Tiongkok yang dipakai dalam bahasa Jepang. Berdasarkan sejarah, kanji masuk ke wilayah Jepang pada abad ke-4 atau ke-5 dengan jumlah 5.000 aksara. Sebagian huruf dalam kanji lantas dikembangkan menjadi katakana dan hiragana. Kanji mempunyai karakteristik paling kompleks dibandingkan jenis huruf lainnya. Kemudian, karena jumlahnya yang sangat banyak, kanji pun dibagi menjadi beberapa jenis yang bakal kalian jumpai dalam pelajaran bahasa Jepang, antara lain:

  • Kanji kokotsu. Jenis kanji paling kuno yang ditemukan di daratan Tiongkok ini sudah eksis sejak abad 14-11 SM (sebelum Masehi);
  • Kanji kinbun. Telah digunakan sejak Dinasti Chou (abad 11-7 SM), kanji kinbun kerap dijumpai pada peralatan perunggu dengan cara diukir;
  • Kanji tenbun. Kanji tenbun sudah dipakai sejak Dinasti Chin (3 SM). Pada saat itu, jenis kanji ini menjadi solusi dari kesulitan masyarakat yang ingin memakai huruf tersebut;
  • Kanji kaisho. Dibandingkan kanji-kanji sebelumnya, kaisho merupakan tipe teranyar yang akan sangat mudah ditulis maupun diterapkan.

4. Romaji

Terakhir, ada romaji yang berasal dari kata roma atau romawi. Dalam penulisannya, kata-kata dalam jenis aksara ini merupakan kumpulan lema bahasa Jepang yang dilatinkan (ditulis dalam aksara Latin). Sistem alihaksara dalam romaji terdiri dari beberapa macam meliputi alihaksara romaji Nihon-Shiki, Hepburn, dan Kunrei-Shiki romaji. Dibandingkan jenis-jenis huruf lainnya, romaji adalah tipe yang paling mudah untuk dipahami dan ditulis, karena sebagian besar kata yang dilatinkan mempunyai pelafalan yang tak jauh berbeda dari bahasa aslinya.

Demikianlah pembahasan dalam mengenal 4 tipe aksara dalam bahasa Jepang. Lebih dalam mempelajari bahasa Jepang sekaligus dengan etika dan nilai-nilai etos kerja Jepang? Yuk daftar segera di Tensai Karawang.

 

Mempelajari Lebih Dalam Cara Menulis Penanggalan Kalender Jepang

Mempelajari Lebih Dalam Cara Menulis Penanggalan Kalender Jepang

07 Dec 17
tensai
,
No Comments

Yuk mempelajari lebih dalam cara menulis penanggalan kalender Jepang. Nama-nama bulan pada bahasa Jepang tidak jauh berbeda dari bahasa Indonesia, yakni terdiri atas 12 bulan. Namun, penanggalan dalam bahasa Jepang mempunyai sejumlah perbedaan. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Nama-nama bulan dalam kalender Jepang

Dalam bahasa Jepang, nama bulan disebut dengan getsu atau gatsu. Hal tersebut disebabkan para tetua di Negeri Sakura sering kali menyebutkan bulan berdasarkan angka yang mengikutinya. Contohnya, Juni yang berada di urutan enam yang lalu diterjemahkan menjadi roku gatsu (roku berarti enam; gatsu berarti bulan). Singkatnya, formula penamaan dalam bahasa Jepang adalah bilangan + gatsu.

Cara menulis penanggalan kalender Jepang

Berikut ini ada daftar nama bulan dalam bahasa Jepang yang ditulis dengan hiragana, romaji, dan kanji. Kemudian diikuti nama-nama bulan sesuai kalender Lunar masyarakat Jepang.

  • Januari: いちがつ / ichigatsu / 一月 / Mutsuki / 睦月;
  • Februari: にがつ / nigatsu / 二月 / Kisaragi / 如月;
  • Maret: さんがつ / sangatsu / 三月 / Yayoi / 弥生;
  • April: しがつ / shigatsu / 四月 / Uzuki / 卯月;
  • Mei: ごがつ / gogatsu / 五月 / Satsuki / 皐月;
  • Juni: ろくがつ / rokugatsu / 六月 / Minazuki / 水無月;
  • Juli: しちがつ / sihigatsu / 七月 / Fumizuki / 文月;
  • Agustus: はちがつ / hachigatsu / 八月 / Hazuki / 葉月;
  • September: くがつ / kugatsu / 九月 / Nagatsuki / 長月;
  • Oktober: じゅうがつ / jyuugatsu / 九月 / Kannazuki / 神無月;
  • November: じゅういちがつ / jyuuichigatsu / 十一月 / Shimotsuki / 霜月;
  • Desember: じゅうにがつ / jyuunigatsu / 十二月 / Shiwasu / 師走.

Dalam cara menulis penanggalan kalender Jepang, nama-nama bulan dalam kalender Lunar Jepang atau Inreki (陰歴) sampai sekarang masih digunakan dalam lingkup dunia sastra dan dikenal oleh sebagian besar masyarakat Jepang. Selain itu, berdasarkan cerita penamaan bulan dalam Inreki, Oktober atau Kannazuki secara harfiah berarti bulan tidak adanya dewa. Konon pada bulan ini, dewa-dewi akan berkumpul di kuil Izumo Taisha yang berlokasi di Perfektur Shimane. Kemudian, Desember atau Shiwasu bila diterjemahkan langsung berarti guru berlari, karena di akhir tahun, para guru pun akan sibuk berlari untuk menyambut malam pergantian tahun.

Sistem penanggalan dalam bahasa Jepang

Penanggalan dalam bahasa Jepang ditulis dengan urutan 1) tahun 2) bulan 3) hari. Sebagai contoh, 11 April 2017 akan ditulis menjadi 2017411. Penulisan angka pada tanggal dan bulan dapat memakai kanji maupun latin. Sedangkan untuk pengetikan tanggal dengan komputer bisa menggunakan karakter penuh (全角 / zenkaku) maupun karakter setengah (半角 / hankaku). Penerapan sistem penulisan tanggal dan bulan ini kembali lagi pada kebutuhan kita saat mempelajari bahasa Jepang.

Demikian informasi seputar nama bulan dan sistem penanggalan dalam bahasa Jepang. Semoga artikel cara menulis penanggalan kalender Jepang ini dapat bermanfaat dan membantu proses pemahamannya, ya!

Mengenal Kata Sifat Bahasa Jepang

Mengenal Kata Sifat Bahasa Jepang

06 Dec 17
tensai
,
No Comments

Artikel kali ini akan mengajak pembaca website kursus bahasa Jepang Tensai untuk mengenal kata sifat bahasa Jepang. Ada berapa sebenarnya kata sifat dalam bahasa Jepang. Mari kita simak satu-persatu.

Kata Sifat Bahasa Jepang

Kata sifat pada bahasa Jepang dikategorikan menjadi 2 kelompok, yakni Keiyōshi dan Keiyō Dōshi. Apa beda keduanya? Berikut penjelasan lebih lengkapnya:

Kata Sifat Keiyōshi

Kelompok kata sifat Keiyōshi terdiri dari semua kata sifat yang memiliki akhiran huruf “i”. Contohnya akai (merah), utsukushii (cantik), oishii (enak), dan takai (tinggi atau mahal). Namun, ada beberapa pengecualian dimana beberapa kata sifat berakhiran i tidak termasuk Keiyōshi. Seperti kata aimai, saiwai, kirai, dan zonzai bukan kata sifat Keiyōshi.

Dalam bahasa Jepang, kata sifat ditulis di depan kata benda untuk menerangkan kata benda. Jadi seperti penggunaan kata sifat dalam bahasa Inggris. Berikut contohnya:

  • amai (manis) mikan (jeruk) yang berarti jeruk manis
  • oishii (enak) tabemono (makanan) yang berarti makanan enak

Ada peraturan terkait perubahan kalimat dalam tata bahasa Jepang. Dimana beberapa partikel desu, deshita, dewa arimasen, dan dewa arimasen deshita digunakan sebagai akhiran yang berupa kata benda. Seperti dalam kalimat kore wa oishii tabemono desu (ini makanan enak), kore wa oishii tabemono deshita (ini makanan enak – waktu lampau), kore wa oishii tabemono dewa arimasen (ini bukan makanan enak), dan kore wa oishii tabemono dewa arimasen deshita (ini bukan makanan enak – waktu lampau).

Akan tetapi ada peraturan beda untuk kata sifat Keiyōshi. Khususnya untuk penulisan dalam bentuk lampau, bentuk negatif, bentuk negatif lampau, dan menyambung kata sifat. Ini bedanya:

  • Bentuk Lampau

Akhiran i dalam kata sifat Keiyōshi diubah menjadi katta. Seperti kata oishii yang ditulis menjadi oishikatta dalam kalimat kore wa oishikatta desu (ini enak – waktu lampau).

  • Bentuk Negatif

Akhiran i dalam kata diubah menjadi kunai. Contohnya kata oishii menjadi oishikunai dalam kalimat kore wa oishikunai (ini tidak enak).

  • Bentuk Negatif Lampau

Untuk penulisan kalimat negatif lampau, akhiran i diubah menjadi kunakatta. Seperti pada kata oishii yang ditulis menjadi oishikunakatta dalam kalimat kore wa oishikunakatta (ini tidak enak – waktu lampau).

  • Menyambung Kata Sifat

Kata sifat Keiyōshi bisa disambung dengan mengubah akhiran i menjadi kute. Misalnya kata oishii menjadi oishikute dalam kalimat kore wa oishikute, yasui desu (ini enak dan murah).

Kata Sifat Keiyō Dōshi

Keiyō Dōshi biasanya disebut pula Na Keiyōshi. Ciri-ciri kelompok kata sifat Keiyō Dōshi yaitu tidak berakhiran huruf “i”. Contohnya shinsetsu (ramah), joozu (mahir), kirei (cantik atau indah), dan kimben (rajin).

Kata-kata seperti kirei bukan berakhiran i melainkan termasuk suara e panjang. Dalam penulisan kalimat biasanya untuk menggabungkan kata sifat dengan kata benda ditambah dengan partikel Na. Sehingga menjadi kirei na hana (bunga cantik) dan shinsetsu na hito (orang ramah).

Untuk kata sifat Keiyō Dōshi berlaku perubahan seperti perubahan pada kata benda, baik untuk bentuk lampau, bentuk negatif, bentuk negatif lampau, dan menyambung kata sifat. Berikut perbedaan pada masing-masing bentuk:

  • Bentuk Lampau

Bentuk lampau dari kata kirei yang berarti cantik ditulis menjadi kirei deshita.

  • Bentuk Negatif

Bentuk negatif dari kata kirei menjadi kirei dewa/ ja arimasen yang berarti tidak cantik.

  • Bentuk Negatif Lampau

Bentuk negatif lampau kata kirei adalah kirei dewa/ ja arimasen deshita yang memiliki arti tidak cantik (waktu lampau).

Menyambung Kata Sifat

Kata sifat bahasa Jepang,  dua kata sifat bisa disambung menggunakan partikel. Partikel yang dimaksud yaitu de. Sebagai contohnya kirei de, shinsetsu desu yang artinya cantik dan bagus.

Kata yang Sering Diucapkan Orang Jepang

8 Kata yang Sering diucapkan Orang Jepang

08 Nov 17
tensai
,
No Comments

Tahukah Anda 8 kata yang sering diucapkan orang Jepang? Mau kursus kilat bahasa Jepang? Yuk sedikit kami gratiskan di sini. Setiap bahasa itu unik dan memiliki keistimewaan. Bahasa apapun pasti mempunyai istilah untuk menyederhanakan maskdu dan menghemat kata. Begitu pula bahasa Jepang. Dalam bahasa Jepang ada beberapa istilah atau kata yang populer yang mewakili suatu maksud tertentu.

8 Kata yang Sering diucapkan Orang Jepang

Berikut 8 kata dalam bahasa Jepang yang populer yang bisa Anda gunakan untuk menyampaikan suatu maksud. 8 kata yang paling sering digunakan oleh orang Jepang ini akan membantu Anda memahami kebudayaan mereka. Dari 8 kata populer yang biasa di ucapkan oleh orang Jepang, Anda akan tahu bagaimana orang Jepang berpikir.

Dan sekali lagi, kursus bahasa Jepang dan pengenalan budaya Jepang? Gak usah jauh-jauh dari KIIC Suryacipta Karawang, Tensai aja deh.

1. Genki (元気)

Kata ini bermakna tentang kesehatan, antusiasme dan energi. Genki, satu kata mewakili semua konsep itu.

Kata yang Sering Diucapkan Orang Jepang

2. Mottainai (もったいない, 勿体無い)

Mottainai adalah semacam perasaan menyesal yang dirasakan ketika membuang sesuatu. Jepang adalah negara kepulauan dengan sedikit sumber daya alam, karena itu orang Jepang biasanya sangat memperhatikan kekurangan itu. Mereka sangat berhemat, efisien dan efektif terutama dalam makanan dan harta yang mereka miliki.

Kata yang Sering Diucapkan Orang Jepang

3. Ganbatte (がんばって)

Ucapan Ganbattebisa diartikan sebagai “Lakukan yang terbaik!”. Kata ganbatte ini merupakan cara orang Jepang mengungkapkan semangat kerja keras dan totalitas mereka.

Kata yang Sering Diucapkan Orang Jepang

3. Kawaii (可愛い)

Kawaii itu cantik. Pada dasarnya segala sesuatu di Jepang itu memang cantik-cantik semua. Kawaii merupakan istilah dengan makna yang luas di Jepang. Kawaii juga salah satu dari 9 estetika di budaya orang Jepang.

Kata yang Sering Diucapkan Orang Jepang

4. Otsukare (お疲れ)

Otsukare artinya “Lelah”. Di Jepang, bekerja keras seorang diri hingga kelelalahan itu sesuatu yang sangat mulia. Orang Jepang ketika keluar kantor kemalaman karena bekerja hingga larut, mereka akan mengucapkan “otsukaresama deshita” (Wah kerja keras yang melelahkan). Ucapan ini adalah hal baik yang bisa Anda ucapkan dalam bahasa Jepang.

Kata yang Sering Diucapkan Orang Jepang

5. Shoganai (しょうがない)

Shoganai bisa diterjemahkan sebagai,”Sudahlah”. Ungkapan ini adalah cara untuk menerima kenyataan takdir yang sudah terjadi dan tidak bisa. Oleh karena itulah mengapa orang Jepang kebanyakan tidak tertarik dalam dunia politik.

Kata yang Sering Diucapkan Orang Jepang

6. Yoroshiku (よろしく)

Yoroshiku ini mungkin paling sulit dicarikan padan katanya dalam bahasa lain. Terjemahan yang paling mendekati kemungkinan adalah “mohon ramahlah pada saya”. Ungkapan ini biasanya di gunkakan pada saat orang Jepang memperkenalkan diri.

Kata yang Sering Diucapkan Orang Jepang

7. Itadakimasu (いただきます)

Itadakimasu bisa diartikan sebagai “Saya terima yaa”. Dalam bahasa Sunda ada padan kata dan budayanya yaitu dengan ucapan, “Ditampi..”. Hal ini diucapkan oleh orang Jepang sebelum menyantap hidangan. Ungkapan ini sebagai cara berterima kasih pada semua pihak yang terlibat atas keterhidangan makanan tersebut. Menghidangkan makanan di Jepang itu melibatkan banyak pihak, mulai dari yang menyediakan makanan, karena menyediakan makanan di Jepang berarti menanam, memanen, mengolah, dan memasak.

Jepang adalah negara dengan kultur Budha. Meski demikian, Itadakimasu juga artinya berterima kasih kepada hewan dan tanaman yang memberikan hidup mereka untuk menjadi makanan.

Kata yang Sering Diucapkan Orang Jepang

Demikianlah 8 ungkapan atau kata – kata yang sering diucapkan orang Jepang. Tertarik mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan Jepang? Bahasa budaya dan teknologi mereka memang tidak ada habisnya untuk dikupas. Yuk kursus aja bahasa dan budaya Jepang. Di mana yang bagus? Tentu di Tensai Karawang.

Sumber: https://www.japan-talk.com/jt/new/7-most-important-Japanese-words

Tips Belajar Bahasa Jepang

4 Tips Belajar Bahasa Jepang

07 Oct 17
tensai
,
No Comments

Kursus bahasa Jepang? Di Tensai Karawang saja. Kali ini dan setiap kalinya Tensai selalu berbagi kemudahan berupa tips – tips belajar bahasa Jepang. Simak yuk yang satu ini. Meskipun belum terlalu popular di kalangan masyarakat Indonesia, Bahasa Jepang tetap saja menjadi salah stau bahasa yang paling digemari. Bukan hanya di Indonesia akan tetapi diseluruh dunia. Hal ini tak lepas dari peran teknologi Jepang yang selalu unggul dan maju dibandingkan dengan negara yang lain.

Jepang sudah terkenal akan produksi teknologi mulai dari sistem hingga robotnya. Oleh karena itulah banyak orang Indonesia yang berkeinginan untuk bisa kesana baik untuk sekedar berjalan-jalan atau bekerja disana. Bahasa Jepang bukanlah bahasa yang sulit untuk dipelajari hanya saja memang untuk pelafalan logatnya bagi orang Indonesia sedikit kesulitan dengan bentukan lidah dan mulut yang berbeda. Akan tetapi bukan tidak mungkin bahasa tersebut dipelajari. Karena dengan menguasai bahasa Jepang membuka peluang untuk menjadi bagian dari negara maju tersebut. sudah tak terhitung lagi jumlah pelajar yang menimba ilmu disana demikian pula orang yang bekerja di perusahaan Jepang.

4 Tips Belajar Bahasa Jepang

Nah untuk menguasai bahasa Jepang tentu saja dibutuhkan sebuah usaha yang maksimal sehingga dapat dengan mudah melafalkan dan mengingat kata dan kalimat dalam bahasa Jepang. Berikut ini beberapa tips belajar bahasa Jepang yang diambil dari kursus bahasa Jepang tensai karawang.

1. Motivasi Diri dengan Mencari Tujuan yang Tepat

Hal pertama yang diperlukan untuk beajar bahasa Jepang adalah mencari alasan yang tepat agar bisa memotivasi diri. Lasan tersebut bisa jadi ingin menjadi orang Jepang, ingin menjadi pelajar di Jepang, atau ingin pergi bekerja di Jepang. Alasan-alasan tersebut bisa menjadi motivasi sendiri untuk selalu berkembang dan berusaha dalam belajar bahasa Jepang. Tanpa ada tujuan seringkali semangatnya akan lepas di tengah jalan begitu menemui kesulitan. Padahal di titik kesulitan itulah umumnya akan menjadi penekanan penting dalam belajar bahasa Jepang.

2. Sering Menonton Film Bahasa Jepang

Bagi yang tidak suka dengan banyak materi dan teori dalam belajar bahasa Jepang bisa saja dengan menonton film buatan Jepang. Sudah banyak film Jepang yang diproduksi khususnya pada bidang anime yang selalu memperoleh peringkat penjualan tertinggi di dunia. Dengan menonton film tersebut akan memudahkan telinga dan mata untuk melihat dan mendengar logat pelafalan bahasa Jepang. Semakin sering menoton semakin mudah pelafalan bahasa dikuasai. Bukan hanya itu saja dengan menonton film yang berasal dari Jepang setidaknya akan memberikan informasi tentang bagaimana kehidupan yang berjalan disana dengan berbagai ciri khas dan kebudayaannya. Tentu saja film-film di Jepang tidak akan bisa lepas dari keberadaan bunga sakura yang menjadi primadona dunia.

3. Mendengarkan Musik Bahasa Jepang

Sama halnya dengan menonton film, tujuan utama mendengarkan lagu-lagu Jepang adalah mengenali logat dan pelafalan yang benar dalam bahasa Jepang. Bahkan baru-baru ini sudah banyak lagu yang sedang tren dinyanyikan menggunakan bahasa Jepang. Bahkan di Indonesia sempat menggabungkan bahasa Jepang dan bahasa Indonesia dalam sebuah lagu. Semakin banyak lagu yang dikuasai semakin mudah untuk mempelajari bahsa Jepang sesuai dengan logat pelafalannya.

4. Mencari Kenalan Orang yang Mahir atau Bahkan Orang Jepang Itu Sendiri

Tips terakhir adalah mencari kenalan orang yang mahir bahasa Jepang atau bisa juga dengan berkenalan dengan orang Jepang asli. Perkembangan internet tentu saja membuat orang tidak terbatasi mengenal hanya orang disekitarnya saja akan tetapi bisa mencakup berbagai wilayah di dunia. Sedangkan berbicara dengan orang yang mahir bahasa Jepang menjadi progam khusus di tensai karawang dengan menggunakan bahasa Jepang dilingkungan kursus untuk memudahkan orang yang mempelajarinya.

Oleh karena itulah tak perlu bingung dimana untuk belajar bahasa Jepang dengan mudah. Kursus bahasa Jepang? Di Tensai Karawang.

5 Perbedaan Bahasa Jepang dan Bahasa Indonesia

5 Perbedaan Bahasa Jepang dan Bahasa Indonesia

25 Jan 17
tensai
,
No Comments

Apa saja perbedaan bahasa Jepang dan bahasa Indonesia secara mendasar? Kamu semua pasti memiliki keinginan untuk menguasai bahasa asing kan? Hal tersebut memang sudah seharusnya. Karena selain bisa membuat kita terlihat lebih keren, menguasai bahasa asing juga akan membuat peluang kerja kita terbuka lebih lebar.

Sekarang ini dunia bisnis sudah semakin luas, apalagi dengan adanya kemajuan jaman dan teknologi. Bekerja atau menjalankan bisnis tak lagi hanya dilakukan di dalam negeri, namun bisa juga hingga ke mancanegara.

Untuk bisa mendapatkan pekerjaan atau menjalankan bisnis hingga ke mancanegara tentu kita harus menguasai bahasa asing. Jika kamu sedang bingung hendak mempelajari bahasa asing apa, pikirkan saja bahasa apa yang sering digunakan dalam dunia bisnis saat ini.

Selain bahasa inggris, bahasa asing yang kerap digunakan oleh para pelaku bisnis ialah bahasa Mandarin dan bahasa Jepang. Bahasa mandarin memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi, sedangkan bahasa Jepang lebih mudah dikuasai. Oleh karena itu banyak orang yang lebih tertarik untuk mempelajari bahasa Jepang, di samping bahasa Inggris tentunya.

Jika kamu juga berminat untuk kursus bahasa Jepang, kamu bisa mencari informasi di Sekolah bahasa Tensai International.

Nah, sebelum melangkah dan mulai mempelajari bahasa jepang, ada baiknya kamu mengetahui apa saja perbedaan antara bahasa Jepang dengan bahasa kita yaitu bahasa Indonesia. Berikut 5 perbedaan bahasa Jepang dan bahasa Indonesia.

1. Perbedaan rumpun bahasa

Beberapa bahasa di dunia ini memiliki rumpun yang sama, misalnya antara bahasa Indonesia dengan bahasa Melayu. Bahasa yang memiliki rumpun yang sama biasanya memiliki banyak sekali kemiripan. Untuk bahasa Indonesia dan bahasa jepang hal ini tidak terjadi, karena memang kedua bahasa tersebut berasal dari rumpun yang berbeda.

Bagi kamu yang belum tahu, bahasa Indonesia termasuk dalam rumpun Austronesia. Sedangkan bahasa jepang sendiri tidak termasuk dalam rumpun bahasa manapun. Karena berdasarkan para ahli bahasa dan sejarah, hingga saat ini belum ada bahasa yang memiliki struktur dan juga kosakata yang mirip dengan bahasa jepang. Unik ya.

2. Perbedaan huruf dan penulisan

Hal ini sebenarnya sudah sangat jelas. Bahasa indonesia menggunakan huruf latin , sedangkan bahasa Jepang dikenal menggunakan huruf kanji. Eh tapi tunggu dulu, penulisan bahasa Jepang bukan hanya Kanji saja loh. Karena tenyata dalam bahasa Jepang dikenal 3 sistem dalam penulisannya. 3 sistem penulisan tersebut ialah Hiragana, Katakana, dan juga Kanji.

3. Perbedaan ragam bahasa

Bahasa Jepang memiliki keragaman bahasa yang lebih banyak dibandingkan dengan bahsa Indonesia. Dalam bahasa Jepang dikenal adanya tingkatan dalam penggunaan bahasa. Yaa mudahnya, seperti yang ada dalam bahasa Jawa.

Kalian tentu tahu kan kalau bahasa Jawa itu memiliki tingkatan bahasa saat digunakan? Bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang tua berbeda dengan bahasa yang digunakan untuk berbicara dengan teman sebaya. Nah kira – kra seperti itu juga halnya dengan bahasa jepang.

Berbeda dengan bahasa Indonesia yang tidak mengenal tingkatan dalam penggunaan bahasa. Walaupun memang bahasa Indonesia mengenal bahasa formal dan bahasa tidak formal.

4. Perbedaan Struktur Kalimat

Masih ingat kan pelajaran bahasa Indonesia saat Sekolah Dasar mengenai susunan kalimat? Dalam bahasa Indonesia kita membuat kalimat dengan struktur Subjek + Predikat + Objek. Hal tersebut berbeda dengan bahasa Jepang yang dalam penyusunan kalimatnya menggunakan struktur Subjek + Objek + Predikat.

Untuk lebih mudahnya kita akan melihat melalui contoh berikut.

  • Dalam bahasa Indonesia: Saya (Subjek) membuat  (Predikat) blog (Objek).
  • Dalam bahasa jepang: watashi wa (Saya=Subjek) burogu (Blog=Objek)  o tsukuru (Membuat=Predikat).

Paham kan perbedaan bahasa Jepang dan bahasa Indonesia dalam struktur kalimat?

5. Perbedaan gabungan kata

Perbedaan bahasa Jepang dan bahasa Indonesia lainnya adalah galam hal gabungan kata. Sama seperti dalam bahasa Inggris, gabungan kata dalam bahasa jepang menggunakan sistem menerangkan – diterangkan. Hal tersebut berbeda dengan bahasa Indonesia yang menggunakan sistem gabungan kata diterangkan menerangkan.

Sebagai contoh, dalam bahasa Indonesia kita menggunakan gabungan kata “kertas putih”, sedangkan dalam bahasa jepang akan digunakan gabngan kata “shiroi kami” (putih kertas).

Hal ini tidak terlalu sulit dan tidak akan menjadi maasalah yang berartio pada saat kalian mulai mempelajari bahasa jepang. Satu hal yang harus kalian perhatikan adalah saat menggabungkan 2 kata benda. Karena penggabungan 2 kata benda tersebut harus ditambah dengan partikel “no”.

Demikianlah beberapa perbedaan antara bahasa jepang dengan bahasa Indonesia. Semoga dengan mengetahui hal – hal yang sudah diuraikan di atas, kamu bisa lebih tertarik dan lebih mudah dalam mempelajari bahasa jepang.

Mempelajari suatu bahasa yang sama sekali asing dengan kita memang membutuhkan waktu dan tenaga. Tetapi jika kalian benar – benar memiliki niat untuk bisa menguasai bahasa jepang, tentu kalian akan berhasil. Jadi, jangan pernah menyerah dalam berusaha menggapai apa yang kalian inginkan. Aplaagi hal ini berkaitan dengan masa depan kalian nantinya.

Save

Save

Open chat
Butuh Penawaran / Info Lebih Lanjut?
Hi, Anda butuh penawaran atau info lebih lengkap tentang jasa kami? WhatsApp kami sekarang!