Category: Agama di Jepang

Islam di Negeri Sakura

Menilik Pertumbuhan Islam di Negeri Sakura Jepang dari Masa ke Masa

16 Jan 20
tensai
, ,
No Comments

Tulisan ini akan membahas pertumbuhan Islam di negeri Sakura Jepang dari zaman ke zaman. Tahukah Anda, bahwa Islam adalah agama minoritas yang terbilang paling baru masuk ke negara Jepang? Karena sejatinya mayoritas masyarakat Jepang menganut agama dan kepercayaan asli dari leluhur mereka yakni Shinto (神道 Shintō, bermakna “jalan/jalur dewa”). Agama Shinto sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu dan semakin tumbuh berkembang sedari Masa Restorasi Meiji hingga akhir Perang Dunia II.

Banyak dari pemeluk agama ini juga mengikuti ritual keagamaan yang lain, seperti contohnya ikut merayakan natal. Hal tersebut karena Agama Shinto tidak mengikat dan membebaskan penganutnya yang ingin juga memiliki agama atau kepercayaan yang lain diluar ritual Agama Shinto.

Sejarah Masuknya Islam di Negari Sakura Ini

Balik lagi ke Agama Islam, yang mulai masuk dan dikenal di Jepang pada 1877 M sebagai salah satu dari pemikiran keagamaan yang berasal dari daerah Barat. Baru pada tahun 1890 M, Kerajaan Turki Ottoman mengirim sebuah armada kapal Angkatan Laut untuk mulai memperkenalkan Islam melalui hubungan diplomatik dengan Jepang. Namun, sayangnya kapal Angkatan Laut yang diketahui bernama Ertugrul tersebut mengalami musibah tenggelam saat perjalanan pulang dan menewaskan sekiranya 540 orang dari total 609 penumpang yang ada di dalamnya.

Islam baru mulai dirasakan pengaruhnya di periode awal tahun 1900-an, dimana tercatat nama Mitsutaro Takaoka sebagai pemeluk Agama Islam pertama di negara Jepang. Lalu, setelah melaksanakan ibadah Haji di Tanah Suci, ia mengganti namanya menjadi Omar Yamaoka.

Namun, penelitian terbaru mengungkap, bahwa Muslim pertama adalah seorang pengusaha Jepang bernama Torajiro Yamada yang mengunjungi Turki untuk menyampaikan bela sungkawa atas musibah tenggelamnya kapal Angkatan Laut Ertugrul. Ia kemudian memutuskan untuk masuk Agama Islam dan mengubah namanya menjadi Abdul Khalil Yamada. Terbentuknya komunitas Muslim juga menjadi salah satu pengaruh masuknya Islam ke negara Jepang.

Komunitas berskala kecil mulai terbentuk di beberapa kota utama di Jepang yang berisi ratusan pengungsi Muslim dari beberapa daerah di Asia Tengah dan Rusia saat Revolusi Bolshevik selama masa Perang Dunia I.

Mengikuti fenomena tersebut, akhirnya mulai didirikannya beberapa bangunan Masjid di sudut-sudut kota di negara Jepang. Salah satunya yaitu Masjid Kobe yang juga merupakan salah satu Masjid tertua di Jepang. Masjid ini dibangun pada tahun 1928 dan baru diresmikan di tahun 1935. Masjid bernama lengkap Masjid Muslim Kobe ini adalah satu-satunya masjid tertua di Jepang yang masih ada sampai saat ini.

Islam di Negeri Sakura

Selama masa Perang Dunia II, terjadinya fenomena Islamic Boom yang dijalankan oleh pemerintah militer yang memunculkan kesadaran mengenai Islam. Informasi terkait Islam tersebut didapat melalui organisasi-organisasi Islam serta dengan tahap riset terhadap Islam dan dunia Muslim itu sendiri.

Organisasi ini tidak memiliki tujuan utama sebagai penyebar Agama Islam, namun hanya sebatas pengajaran Ilmu Pengetahuan seputar Islam dan Muslim di lingkup dunia Militer. Hal tersebut dikarenakan adanya komunitas Muslim berskala besar di beberapa daerah jajahan di sekitaran wilayah Cina dan Asia Tenggara.

Islamic Boom sempat menghilang beberapa tahun setelah berakhirnya Perang Dunia II di tahun 1945. Baru pada tahun 1973, organisasi ini mulai muncul lagi dan naik ke permukaan publik. Dimana pada saat itu media massa Jepang mempublikasi secara besar-besaran terkait dunia Muslim pada umumnya, khususnya tentang dunia Arab.

Hal tersebut dikarenakan media mulai menyadari peran penting negara-negara Muslim bagi kebangkitan roda perekonomian Jepang. Dari sinilah, banyak masyarakat Jepang mulai mengenali Agama Islam beserta ritual-ritual keagamannya. Setelah publikasi media massa terkait dunia Muslim tersebut, dikabarkan sebanyak puluhan ribu masyarakat di Jepang memeluk ajaran Islam.

Fakta Penyebaran Islam di Jepang

Terdapat beberapa fakta yang menunjukkan proses kebangkitan Islam di Negari Sakura yang menarik untuk diulas. Berikut beberapa fakta terkait penyebaran Agama Islam di Negeri Sakura tersebut.

Islam di Negeri Sakura

Adanya Kenaikan Signifikan Sebesar 25 Kali Lipat Penganut Muslim Jepang

Dilansir dari Tempo, sampai pertengahan tahun 2018 lalu, tercatat jumlah umat Islam di negeri Sakura saat ini sebanyak 160.000 orang. Memang angka tersebut masih terbilang rendah dibandingkan beberapa penganut dari agama atau kepercayaan lainnya yang menjadi mayoritas di Jepang. Namun, angka tersebut dianggap mengalami kenaikan sangat signifikan bila dibanding 50 tahun kebelakang, saat masa-masa awal Islam baru memasuki Negeri Sakura tersebut, dimana Muslim Jepang pada saat itu hanya terdapat sekitar 3.000 orang saja.

Ketua Organisasi Islam Jepang, Amin K. Tokumatsu mengatakan, bahwa masyarakat Jepang perlahan mulai tertarik mempelajari dunia keislaman. Hal tersebut dikarenakan hubungan baik negara Jepang dengan beberapa negara berpenduduk mayoritas Muslim, seperti Indonesia. Dengan begitu, semakin besar kesempatan bagi orang Jepang yang berinteraksi dengan masyarakat Muslim dari negara-negara sahabat untuk mempelajari lebih jauh mengenai Islam dan bagaimana menjadi seorang Muslim yang taat.

Islam di Negeri Sakura

• Kota Berlabel Ramah Muslim di Jepang

Kota Chiba sudah sangat terkenal dimata para pelancong Muslim dari luar Jepang yang hidup dan bertempat tinggal disana untuk suatu keperluan. Chiba merupakan salah satu kota pelabuhan utama di daerah Kanto. Bangunannya terdiri dari mayoritasnya pemukiman warga, walaupun terdapat juga beberapa pabrik-pabrik perusahaan.

Disini, terdapat banyak fasilitas yang ditujukan untuk masyarakat Muslim diantaranya ada restoran halal, musholla, dan beberapa fasilitas Muslim lainnya. Selain itu, juga terdapat Lembaga Sertifikasi Halal pertama di Jepang yang terbentuk pada tahun 2014 bernama Nippon Asia Halal Association yang bermarkas di pusat kota Chiba, tepatnya di daerah Makuhari.

• Menjamurnya Pusat Wisata Kuliner Halal di Jepang

Islam di Negeri Sakura

Salah satu kendala utama yang paling umum bagi para turis asing beragama Islam di negeri Sakura adalah soal kehalalan kulinernya. Hal tersebut karena sebagian besar kuliner tradisional Jepang mengandung bahan-bahan yang berasal dari hewan Babi. Sebut saja makanan khas Jepang yang sudah terkenal dan mendunia, Ramen yang kebanyakan resep utama yang terkandung dalam kaldunya mengandung Tonkotsu (豚骨, Tulang Babi). Resep Ramen yang memakai Kaldu Tonkotsu sudah terkenal dengan kelezatannya yang mendunia.

Maka dari itu, kebanyakan para pelancong Muslim berburu santapan lezat berbahan dasar daging ikan, ayam atau sapi yang dijamin kehalalannya. Namun, halal bukan sekedar bahan dasar pembuatannya saja, tapi juga bersertifikasi halal dari lembaga resmi. Nah, restoran bersertifikasi halal tersebut kini sudah menjamur di jantung Ibukota Jepang, Tokyo. Salah satunya bernama Malaychan yang merupakan satu-satunya restoran bersertifikat halal resmi dari pemerintah Malaysia. Berlokasi di pusat perbelanjaan terbesar di Tokyo, Ikebukuro, restoran ini menyajikan berbagai menu hidangan halal food yang sebagian besarnya berasal dari Malaysia dan Cina.

• Teknologi Masjid Portable di Gelaran Olimpiade 2020

Muadzin di Jepang

Di tahun 2020 ini, pemerintah Jepang tengah mempersiapkan perhelatan olahraga terbesar di dunia, yakni Olimpiade 2020 yang dijadwalkan akan terlaksana pada musim panas nanti mulai tanggal 24 Juli-9 Agustus 2020 di Tokyo. Ada hal unik di event olahraga Internasional paling bergengsi tersebut yaitu Mobile Mosque atau Masjid Mobil yang disiapkan pemerintah Jepang bagi para tamu beragama Muslim yang hendak beribadah. Nantinya, Masjid yang berbentuk truk kontainer besar berwarna putih-biru ini akan stand by diluar stadion tempat pertandingan olimpiade diselenggarakan. Inovasi Masjid portable ini diprakarsai oleh Yasu Project, sebuah perusahaan di Tokyo yang fokus di bidang olahraga dan kebudayaan.

Dilansir dari Sindonews, CEO Yasu Project, Yasuhara Inoue mengatakan, mobil rancangan perusahaannya tersebut mampu berpindah-pindah tempat sesuai lokasi olimpiade dari berbagai cabang olahraga. Jepang sebagai negara yang terkenal ramah dan terbuka, ingin berbagi dengan orang-orang Muslim tentang gagasan ‘omotenashi’ (keramahan Jepang) dengan adanya inovasi Masjid Portable ini.

Konsep Toleransi di Negara dengan Beraneka Ragam Agama dan Budaya Jepang

Jepang adalah salah satu negara dengan keberagaman adat dan budaya kepercayaanya. Masyarakat Jepang sangat terkenal dengan sikap ramah dan toleransinya terhadap pemeluk agama lain di luar kepercayaan asli mereka yaitu Shinto. Mereka sangat terbuka menerima ritual dan adat istiadat yang dibawa agama lain ke lingkungan masyarakatnya.

Bagi pemeluk agama Islam, setiap kali momen puasa Ramadhan tiba, orang Jepang yang bukan Muslim pun turut sukacita merayakan dan menghormati mereka yang sedang berpuasa. Masyarakat Jepang bahkan tidak ragu untuk memberitahu masyarakat muslim yang sedang berpuasa tentang makanan-makanan yang tidak boleh dimakan, seperti mengandung alkohol dan daging babi. Mereka juga membenci tipe orang yang plin plan dan akan menegur orang Muslim yang melanggar ajaran agamanya seperti minum minuman keras mengandung alkohol. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga ketertiban dalam hidup beragama di masyarakat Jepang.

Sampai saat ini, selama kurang lebih 40 tahun masuknya Islam ke negeri Sakura Jepang, masih sangat terkendala dalam penyebaran dakwah Islam menggunakan Bahasa Jepang. Kebanyakan dakwah yang berjalan dalam penyebaran Agama Islam di ngeri Sakura Jepang dilakukan oleh orang Muslim dari negara luar Jepang, termasuk Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim terbesar di Asia Tenggara. Namun, Bangsa Turki menjadi yang terbesar dalam melakukan dakwah di negara Jepang.

Nah, ternyata Bahasa Jepang sebagai bahasa komunikasi sehari-hari di Jepang masih menjadi faktor kesulitan tersendiri untuk menyampaikan sesuatu hal seperti contohnya berdakwah agama, bahkan bagi warga asli Jepang sendiri. Ternyata menguasai skill berbahasa Jepang yang baik juga sangat penting sekali bagi kalian yang ingin pergi kesana.

Tensai Nihongo Bunka Gakuin sebagai salah satu Lembaga Kursus dan Pelatihan Bahasa Jepang terpercaya no. 1 di Karawang akan membuka kelas baru nih. Jadwalnya di hari Senin dan Rabu malam pukul 19.30-21.00 WIB, yang akan dimulai tanggal 22 Januari 2020 dan berlokasi di Galuh Mas Karawang.

Open Registration Tensai

Selain itu, Tensai menyediakan jasa penerjemah Bahasa Indonesia-Jepang bersertifikasi juga lho. Tensai juga bekerjasama dengan lebih dari 80 perusahaan di wilayah Karawang dan sekitarnya.

Bagi kalian yang penasaran dan butuh jasa cepat penerjemah dari Tensai bisa datang langsung ke kantor Tensai Nihongo Bunka Gakuin di Ruko Emporium, Jl. Galuh Mas Raya No.5, Sukaharja, Kec. Telukjambe Timur, Kab. Karawang, Jawa Barat.

Referensi

Artikel di atas dibuat dengan bersumberkan:

  1. https://dunia.tempo.co/
  2. https://international.sindonews.com/
  3. https://www.republika.co.id/
Hotel Syariah di Jepang

Hotel Syariah di Jepang: Ada 5 yang Terbaik

14 Apr 19
tensai
,
No Comments

Hotel Syariah di Jepang. Terkenal dengan negara yang memiliki strata toleransi yang baik antar umat beragama, dan meksipun bukan negara dengan jumlah moslem yang dominan, akan tetapi negeri bunga sakura ini mefasilitasi wisawatan muslim dengan kemudahan berupa restoran halal, masjid dan hotel berlabel syari’ah.

Oleh karena itu pantas saja jika Jepang sekarang ini menjadi populer di kalangan wisatawan muslim dari seantero jagad. Banyak pelancong muslim yg terus mengunjungi Jepang tentunya menjadi devisa yang tinggi bagi Jepang. Anda semua yang muslim tentu tidak perlu resah lagi jika memilih Jepang sebagai destinasi wisata. Masjid, restoran bersertifikat halal dan hotel syariah kini sudah bertebaran di sudut-sudut Jepang.

Dan adapun berikut inilah lima hotel syariah di Jepang yang terbaik untuk Anda wisatawan muslim yang bisa membuat Anda aman dan nyaman.

1. Hotel Syariah Jepang Agora Place Asakusa

Hotel Syariah di Jepang

Hotel Agora Place Asakusa bisa dikatakan sebagai hotel yang ramah terhadap urusan kehalalan dalam yang melayani tamu Muslim. Hotel ini memberikan layanan-layanan hala terbaik untuk pelancong Muslim. Hotel Agora Place Asakusa Ini terletak di 111-0042 Prefektur Tokyo, Taito-ku Kotobuki 2-2-9, Jepang.

Lokasainya isa dijangkau dengan 10 menit berjalan kaki dari Kuil Senso-ji. Hotel ini menawarkan kamar-kamar berpendingin ruangan ang modern dengan Wi-Fi yang cuma-cuma, dan delengkapi dengan TV layar datar. Tersedia staf yang ramah yang bisa memberikan informasi lokal. Selain itu, bagi Anda yang membutuhkan, ada tersedia komputer di lobi dan tersedia penyewaan iPad di meja depan. Ada kulkas dna brankas di setiap kamar, sementara itu di kamar mandi dilengkapi dengan perlengkapan mandi gratis, pengering rambut, pakaian tidur, dan sandal. Harga yang ditawarkan adalah mulai dari 2,5 jutaan.

2. Hotel Syariah Jepang di Fujisan

Hotel Syariah di Jepang

Hotel Syariah Fujisan ini merupakan hotel syariah pertama di Jepang. Hotel ini sepenuhnya memenuhi Islam dalam hal makanan minuman, dan tempat menginap. Berlokasi di Minami Tsurugun Fuji Kawaguchiko-cho Funatsu 6713-1, Yamanashi-ken 401-0301, hotel ini berjarak hanya 16 km dari gunung paling terkenal di Jepang, Fuji dan 27 km saja dari Pemandian Air Panas Shimobe.

Walaupun hanya hotel kecl tanpa fasilitas mewah yang ditawarkan, hotel ini bisa menjadi pilihan yang sangat pas karena pelayanannya yang sangat nyaman para wisatawan Muslim yang berwisata ke Gunung Fuji yang terkenal indah di semu musim

Berapa tarif yang ditawarkan? Fasilitas yang lengkap dari mulai peralatan mandi, kamar dengan peralatan ibadah dan tersedia arah kiblat, makanan dan minuman yang 100% halal, Wifi, pendingin udara, bebas rokok dan alkohol, serta pemanas ruangan, hotel ini mematok harga dari Rp. 1.400.000,- saja.

3. Hotel Syariah Jepang Gracery Shinjuku

Penginapan ramah muslim

Hotel Gracery Shinjuku yang mulai dibuka pada April 2015 ini memberikan layanan dengan kamar-kamar yang nyaman, Wi-Fi gratis, dan restoran. Lokasinya cukup dekat, hanya 5 menit jalan kaki dari Stasiun JR Shinjuku atau 3 menit berjalan kaki dari stasiun Seibu Shinjuku.

Hotel Gracery Shinjuku ini adalah hotel bintang empat bersertifikat halal dengan harga layanan mulai dari 3 jutaan per malam. Berada di 160-0021 perfektur Tokyo, Shinjuku-ku Kabukicho 1-19-1, Jepang. Anda sebagai turis muslim akan disambut oleh para staf hotel yang akan memberikan pelayanan terbaik untuk mengakomodasi dengan menyediakan hidangan dan layanan halal lainnya.

Ada TV layar datar di setiap kamar. Juga dilengkapi dengan meja, dan jaringan internet Wi-Fi gratis. Jika dibutuhkan, ada ruang bertingkat bersofa untuk menikmati pemandangan kota Shinjuku yang indah. Ada restoran Italia kasual sebagai fasilitas dan juga kafe. Sementara itu layanan binatu bisa dioperasikan dengan koin serta layanan parkir berbayar.

4. Hotel Syariah Jepang Granvia Kyoto

Hotel ini berlokasi di Kyoto, tepatnya di Shimogyo-ku Karasuma-dori Shiokoji-sagaru JR Kyoto Station Karasuma Chuo-guchi, Jepang. Hotel Granvia Kyoto ini bisa dikatakan sebagai satu dari sekian hotel yang pertama menerapkan label halal pertama di Jepang. Hotel Granvia Kyoto menyajikan makanan dan minuman halal bagi turis muslim, serta menyediakan sajadah dan arah kiblat sholat. Karena hotel ini berada di gedung Stasiun JR Kyoto, maka akan sangat mudah ditemukan bahkan oleh turis meski tidak tahu bahasa Jepang. Tentu berkunjung ke Jepang baik kerja magang maupun travelling lebih baik lagi dengan berbekal kemampuan bahasa Jepang. Tensai adalah tempat kursus bahasa Jepang di Karawang yang bisa membantu Anda.

Adapun lokasi stasiun Kereta Api Kyoto adalah kompleks dengan arsitektur yang menarik. Tidak itu saja, di tempat ini juga dilengkapi dengan supermarket, museum, dan mall bawah tanah yang luas dengan ratusan toko. Dari kompleks ini, tamu hotel dengan nyamannya akan bisa mengakses langsung dan mudah Bandara Internasional Kansai dan juga akses yang mudah ke metropolitan utama di seluruh Jepang yang melayani rute Osaka, Tokyo, Hiroshima, Nagoya, Nagano, Fukuoka dan hingga kota bersejarah terdekat, Nara.

Fasilitas lain yang disediakan Hotel Granvia ini adalah kolam renang indoor, gym, dan 12 restoran pilihan. Kamar-kamar dan fasilitas modern lainnya di hotel ini luas dan ditata dengan dekorasi yang apik. Selain itu jaringan internet melalui Wi-Fi disediakan dengan gratis di seluruh hotel. Selain jendela-jendela kamar yang besar, juga kamar dilengkapi dengan TV LCD, extra longbed, dan tentu saja kamar mandi. Dengan merogoh kocek mulai dari 2 jutaan, Anda bisa menginap di sini.

5. Hotel Syariah Jepang Sheraton Miyako Osaka

Hotel Islami di Jepang

Hotel Sheraton Miyako ini berada di kota Osaka dan berlokasi di 6-1-55 Uehonmachi, Tennoji Ward, Osaka, 543-0001. Kepada tamu muslim, hotel Sheraton Miyako Osaka senang hati menyambut mereka dengan sertifikat halal pada semua fasilitas. Di Osaka, hotel inilah yang pertama mendapatkan sertifikasi halal dari Dewan Kyoto yang membidangi Urusan Syariah & Halal, Jepang.

Berpredikat bintang empat, hotel ini mempunyai staf Muslim yang akan membantu para tamu terhadap kebutuhan mereka meliputi: makanan halal, berbagai fasilitass, sajadah, petunjuk kiblat, Al-Quran, dan sebagainya.

Selain itu, untuk melengkapi pelayanan laiknya hotel berbintang, Sheraton Miyako menyediakan fasilitas sangat lengkap mulai dari Wifi dan pendingan maupun pemanas ruangan, spa, TV LCD, kolam renang dengabn harga mulai 3 jutaan saja per malam.

Sumber: https://www.islampos.com/ini-5-hotel-syariah-terbaik-di-jepang-143743/

Restoran halal di Jepang

Restoran Halal di Jepang Menyambut Peningkatan Kunjungan Turis Muslim

27 Feb 19
tensai
, ,
No Comments

Bagaimanakah perkembangan kesadaran akan produk makanan yang halal di Jepang? Akhir-khir ini para pebisnis dan perusahaan makanan di Jepang sedagn giat-giatnya mempromosikan produk halal mereka, hal ini karena meningkatnya kunjungan turis muslim ke Jepang. Hal tersebut ditandai dengan maraknya restoran Halal yang Mulai Bermunculan Di Jepang.

Berkunjung ke negeri sakura Jepang kini anda semakin mudah menemukan sebuah tempat makan yang halal. Hal ini tentu saja menjadi sebuah hal yang positif bagi setiap kaum Muslim yang ada di negeri Jepang. Selain dari pada itu dengan adanya sertifikasi halal di Jepang yang di kelola Nippon Asia Halal Association mampu menjelaskan makna halal secara universal.

Tentu saja hal tersebut juga menjelaskan pada pelaku bisnis setempat, bahwa Halal bukan makanan khusus Muslim akan tetapi bisa juga untuk dikonsumsi oleh seluruh budaya dan juga agama di seluruh. Akan pentingnya hal tersebut, berikut adalah beberapa tempat makan halal di Jepang yang bisa anda kunjungi:

3 Restoran Halal di Jepang

1. Matsuri di Osaka

Tempat yang sangat layak dicoba oleh anda ketika berada di Jepang adalah dengan menuju ke Matsuri yang tepatnya berada di Osaka. Perlu anda ketahui bahwa Ramen Matsuri merupakan salah satu makanan yang paling diminati, karena rasanya yang sangat enak dan menjadi pilihan daripada tempat Ramen yang lainnya. Bagi anda yang Muslim, jangan khawatir untuk bisa mencicipi Ramen Matsuri yang sangat enak tersebut karena sudah dipastikan halal.

Restoran halal di Jepang

Keunikan yang bisa anda rasakan di sana adalah dengan terdapat 2 bagian  baik itu berupa tempat lesehan dan juga dengan tempat makan seperti biasa. Tempat makan yang dipastikan halal ini telah ada sejak tahun 2016 dan anda tidak akan kesulitan menemukannya lokasinya karena sangat dekat dengan objek wisata yang sangat terkenal yakni Universal Studio Japan.

2. Sojibo Soba di Kansai

Apabila anda mencari sesuatu yang berkaitan dengan Mie Soba maka tempat ini bisa menjadi solusi anda menemukannya. Apabila anda telah fasih berbahasa Jepang, maka akan lebih mudah menemukan Sojibo Soba yang ada di Kansai, yang mana merupakan tempat yang tepat untuk menikmati makanan halal dengan rasa yang khas Jepang.

Restoran halal di Jepang

Salah satu keunikan apabila menikmati makanan di Sojibo Soba adalah dengan porsi makanannya yang sangat besar. Maka dari itu, apabila anda berencana berkunjung ke Sojibo Soba ada baiknya bila hanya memesan satu porsi saja untuk bisa dimakan rame-rame. Untuk posisi tepat dari Sojibo Soba sendiri anda bisa menuju perjalanan dahulu ke Terminal 1 Kansai Airport yang tepatnya berada di lantai 3. Untuk masalah harganya masih sangat terjangkau dan bisa disesuaikan dengan menu yang bisa anda pilih di sana yang kebanyakan dari jenis Mie Soba.

3. Sanuki Udon di Kansai

Salah satu tempat makan alternatif bagi anda ketika berada di Jepang tepatnya di Kansai adalah Sanuki Udon. Udon sendiri adalah salah jenis Mie di Jepang yang memiliki sebuah ciri-ciri tertentu, seperti dengan Mie nya yang tebal dan juga disertai dengan cita rasa dari Ikannya yang menjadi ciri khas. Anda bisa juga menikmati makanan pelengkapnya seperti dengan tambahan Tempura atau gorengan sayur.

Restoran halal di Jepang

Sanuki Udon merupakan tempat yang masih sangat baru karena baru dibuka sejak tahun 2015. Dengan tempat yang sederhana dan kesan yang sangat kental akan negeri Jepang, menjadikan tempat makan Sanuki Udon menjadi salah satu yang banyak diminati oleh pengunjung. Apalagi dengan di beri label halal menjadikan banyak pengunjung yang mayoritas muslim berada di sana. Untuk bisa menjelajah ke berbagai tempat di Jepang, Tensai Karawang jasa Penerjemah Jepang bisa menjadi tempat kursus yang tepat bagi anda.

Jigoku

Jigoku: Neraka dalam Keyakinan Tradisi, Budaya dan Pariwisata Jepang

24 Jan 19
tensai
,
No Comments

Jigoku: Neraka dalam Keyakinan Tradisi, Budaya dan Pariwisata Jepang. Seperti kebanyakan peradaban lain yang tersebar di seluruh dunia, budaya dan sejarah Jepang sangat dipengaruhi oleh agama yang memiliki konsep unik mengenai teologi dan moralitas. Kali ini kami akan mengajak Anda untuk mengeksplorasi tentang konsep neraka di Jepang. Ini adalah tentang budaya dan tradisi, sehingga Anda pun bisa merasakan pengalaman memahami konsep neraka, lebih dari yang digambarkan dalam anime: Dragon Ball Z atau film Silent Hill!

Membahas tentang neraka ini merupakan hal yang menarik secara historis, budaya, dan artistik. Meskipun demikian, jika Anda merasa tidak nyaman, Anda tidak harus melanjutkan membaca artikel ini.

Bagi Anda yang ingin merekomendasikan tempat kursus bahasa atau jasa interpreter dan translasi Jepang, Tensai adalah institusi yang akan sesuai dengan Anda. Terutama Anda yang berlokasi di Karawang, baik di Galuh Mas, KIIC, Suryacipta dan sekitarnya. Kami telah bekerja sama dengan banyak perusahaan Jepang di Indonesia d ibanyak kawasan industri di Karawang ini. Kami menawarkan kesempatan mendapatkan info magang, lanjut studi, lowongan kerja, travelling, atau sekedar ingin tahu budaya Jepang yang disiplin.

Beberapa kisah menggambarkan neraka sebagai hukuman yang kekal untuk dosa-dosa yang dilakukan dalam kehidupan. Sementara itu keyakinan lainnya melihatnya sebagai periode perantara antara inkarnasi dalam siklus kehidupan kekal. Dan masih ada lagi kisah dan keyakinan lainnya yang menyebut neraka bukan sebagai hukuman, melainkan sebagai kediaman alami bagi orang mati.

Meskipun agama dan mitos di Jepang cenderung berevolusi dan berubah seiring waktu, seringkali beradaptasi dengan standar moral masyarakat saat ini, gambaran umum yang luas tentang neraka tetap cukup statis.

Dalam sejarah baru-baru ini, kata Jepang untuk neraka yang umum digunakan dan diakui adalah Jigoku (地獄) dan sebagian besar berasal dari kombinasi mitologi Cina dan Buddhisme, meskipun itu tidak selalu terjadi.

Neraka-Neraka di Jepang yang Bisa Anda Kunjungi

8 Neraka di Beppu

Jigoku

Terletak di sudut timur laut Kyushu, terletak kota kecil Beppu; tempat dengan rahasia kelam … itu adalah pintu gerbang ke neraka! Delapan dari mereka, tepatnya! Neraka ini adalah nama lain untuk beberapa sumber air panas (onsen) paling menakjubkan yang dapat ditemukan di ibukota onsen Jepang. Yang tertua dari kolam setan adalah Kolam Darah. Untuk informasi lebih lanjut tentang tempat yang luar biasa ini, lihat tampilan luas kami di sini.

Jigoku Nozoki: Pemandangan (地獄のぞき)

Jigoku

Ini adalah salah satu pemandangan yang kurang dikenal di Jepang. Lokasinya ada di Chiba: melalui kuil Nihon-ji dan di puncak Gunung Nokogiri. Tempat ini berupa tebing batu kecil yang menjorok tinggi di atas dengan pemandangan hijau di bawah.

Nama tempat ini adalah Jigoku Nozoki, yang secara harfiah diterjemahkan menjadi “mengintip ke dalam Neraka”. Nama itu diberikan karena mungkin pengunjung bakal terus diselimuti kengerian akan ketinggian setelah mengunjungi tempat tersebut

Adapun pemandangan neraka itu sendiri, sebenarnya berupa pemandangan yang terdiri dari pedesaan, Teluk Tokyo dan Gunung Fuji yang terlihat jauh (itupun jika cuaca memungkinkan).

Enma & Para Tamunya

Kegelapan dan agresifitas adalah gambaran dari raja agung Enma dan permaisurinya. Mereka adalah yang pasangan patung tertua yang berasal dari zaman Kamakura pada abad ke-13.

Jigoku Jigoku

Sosok suram Enma semakin menakutkan dengan matanya yang berkilau, yang sebenarnya terbuat dari kuarsa bertatah, dengan demikian memberikan wajahnya tampilan yang meriah dan penuh perhatian. Meskipun mereka awalnya bertempat di kuil Enmado, patung-patung itu sekarang berada di Hōshaku-ji, Kyoto, kuil gunung dengan sejarah berusia 1.200 tahun. Di sana mereka dapat dilihat dengan segala kemegahan mereka yang mengerikan.

Festival Jigoku di Noboribetsu (登別地獄まつり)

Setiap tahun selama musim panas, gerbang neraka dibuka dan kengerian dari luar kubur memasuki dunia manusia berupa iring-iringan prosesi yang mengejutkan naum meriah di jalan-jalan Noboribetsu di Hokkaido.

Jigoku

Festival ini mengarak beberapa iblis dan tentu saja, hakim favorit semua orang, si Raja Enma yang terkutuk! Di festival warisan budaya ini semua orang akan larut dalam kemeriahan, kesenangan, kengerian.

Gua Jigoku Gokuraku (地獄極楽)

Tidak ada yang tersisa dari kuil kuno Keisho-ji; kecuali sebuah gua bernama Jigoku Gokuraku. Setelah menaiki beberapa langkah, pengunjung akan menjumpai sebuah struktur tak bertuan dengan buku tamu dan tidak banyak lagi. Meskipun tidak ada lagi kuil untuk dikunjungi dan dirituali, ada serangkaian gua buatan manusia untuk dijelajahi.

Jigoku

Gua-gua ini ditempati pada tahun 1820 oleh seorang bhikkhu yang mencari ketenangan dan hakikat kehidupan setelah kematian. Kamar pertama menampung istana Enma di dunia bawah, dan lebih jauh lagi terletak interpretasi dari neraka berkolam darah yang dikelilingi oleh ukiran batu mentah oni.

Senkō-ji (千光寺)

Kuil Osaka ini agak berbeda dalam menyajikan neraka. Neraka di kuil ini terkesan lucu sekaligus menjijikan. Di halaman, ada kuesioner elektronik yang konon mampu menilai kemungkinan pengunjung akan berakhir di perut Jigoku.

Jigoku Jigoku

Begitu masuk, ada berbagai atraksi seperti patung Enma, oni yang agak mengganggu dengan gunting besar yang dimaksudkan untuk memutuskan lidah para pendusta, seorang wanita yang mengingatkan Sadako dari Ringu, dan sebuah layar yang menggambarkan berbagai jiwa yang menderita disertai dengan suara mengerikan yang menggambarkan kengerian neraka.

Bagi beberapa orang itu mungkin kelihatan norak, tetapi tentu saja unik!

Referensi:

Keunikan Islam di Jepang

Keunikan Islam di Jepang

04 Oct 17
tensai
,
No Comments

Ingin tahu bagaimana Keunikan Islam di Jepang? Kami akan menceritakannya. Tapi sebelum itu, sekali lagi, untuk Kursus bahasa Jepang? Di Tensai Karawang saja. Terdapat berbagai alasan mengapa harus belajar bahasa Jepang di tensai karawang. Selain kualitas dari tempat kursus serta organisasi di dalamnya, peserta akan diajak mengenali bagaimana kehidupan Islam di negeri sakura. Berbeda dengan Indonesia yang memang mayoritas penduduknya beragama Islam bahkan menjadi negara dengan penduduk umat Islam terbesar di dunia mengalahkan negara kelahiran Islam itu sendiri.

Bagi orang Indonesia yang terbiasa dengan kehidupan yang agamis khususnya agama Islam tentu saja berbeda dan terasa asing saat berada di Jepang yang notabene agama Islam di negara tersebut menjadi minoritas. Dengan belajar di tensai karawang, peserta akan diajak untuk membiasakan diri hidup di tengah-tengah kehidupan yang berbeda dan selalu dikejar dengan kerja dan kerja sebagai salah satu ciri khas dari negeri ini.

Keunikan Islam di Jepang

Ibu Deti (kanan), Owner Tensai bersama Mr dan Mrs Kuno (sepasang suami istri muslim dari Jepang), tengah melaksanakan rangkaian ibadah haji di kota suci Mekkah, Arab Saudi.

Keunikan Islam di Jepang

Bagi umat muslim di Jepang tentunya harus memahami bagaimana cara membagi waktunya untuk beribadah dan bekerja sesuai dengan kondisi disana. Sampai saat ini agama Islam menjadi salah satu agama yang berkembang pesat di negara Jepang. Bagaimana bisa? Berikut ini beberapa fakta unik yang tidak banyak orang tahu bagaimana Islam di Jepang.

Secercah Agama Di antara Kehidupan Tak Berketuhanan

Jepang adalah sbeuah negara dengan tuntutan kerja sangat tinggi dimana sistem perekonomian seakan tidak lekang oleh waktu karena tidak hanya pada pagi hari saja akan tetap saat malam hari juga tetap berproduksi. Oleh karena itulah banyak warga Jepang yang tidak percaya akan adanya tuhan karena mereka merasa bisa hidup sendiri tanpa adanya bantuan tuhan. Dari sekian banyak orang yang tidak beragama inilah Islam datang dengan penuh kelembutan dan fakta-fakta yang diberikan.

Warga Jepang termasuk orang yang lebih mengedepankan rasionalnya dibandingkan dengan keyakinannya oleh karena itulah dibutuhkan fakta yang real atau nyata untuk membuktikan akan keberadaan tuhan. Dari sinilah Islam mulai banyak diperhitungkan karena beberapa bagian dari al quran dapat disesuaikan dengan fakta yang berkembang saat ini. Sudah tak terhitung lagi banyaknya warga yang merasa lebih baik setelah memeluk agama Islam.

Bukti Perkembangan Islam di Jepang

Perkembangan Islam di Jepang dapat dilihat dari banyaknya masjid yang ada di negara tersebut. tidak seperti dua abad silam yang sempat melarang berdirinya masjid karena agama bisa merusak sistem pemerintahan dan hanya akan membawa negara pada kemunduran. Saat ini sudah terdapat beberapa masjid yang berdiri yang umumnya didirikan oleh umat Islam pendatang dari turki, bangladesh, hingga Indonesia. Berikut ini bukti perkembangan masjid di Jepang.

– Masjid Kobe

Masjid kobe adalah masjid yang pertama kali dibangun dan menjadi saksi bisu akan perkembangan umat Islam di negeri sakura. Hal ini tampak dari arsitektur bangunannya yang merupakan campuran dari budaya barat dan budaya timur sehingga tampak indah dan bersejarah. Sempat di tutup pada masa kekaisaran pada tahun 1800-an, masjid ini difungsikan kembali saat ini, bahkan sudah menampung ribuan jamaah ketika adzan berkumandang.

– Masjid Tokyo Camii

Salah satu bukti bahwa Islam diterima dengan baik di negeri Jepang adalah adanya masjid dipusat kota yakni tokyo yang merupakan ibukota Jepang. Masjid tokyo camii dibuat menggunakan arsitektur modern yang dilengkapi dengan berbagai teknologi tinggi khas negeri Jepang. Keberadaannya di pusat kota menjadi simbol bahwa agam Islam diterima dengan baik di negeri sakura.

– Masjid Indonesia

Terakhir adalah rencana pemerintah Indonesia yang ingin membangun masjid sebagai wujud nyata dari banyaknya orang Islam asal Indonesia yang ingin memiliki fasilitas beribadah disana. Pembangunan masjid inipun sudah disetujui oleh pemerintah setempat dan hanya tinggal menunggu waktu saja.

Fakta-fakta keunikan Islam di Jepang di atas menunjukkan bahwa orang Indonesia tidak lagi perlu khawatir tentang bagaimana cara beribadah di negara minoritas Islam tersebut. Sehingga tak ada lagi alasan tidak ingin untuk pergi ke negara Jepang dan mempelajari bahasanya. Untuk bisa tetap belajar bahasa Jepang dengan cepat dan mudah, ikuti saja kursus bahasa Jepang? Di Tensai Karawang.

Open chat
Butuh Penawaran / Info Lebih Lanjut?
Hi, Anda butuh penawaran atau info lebih lengkap tentang jasa kami? WhatsApp kami sekarang!