Category: Artikel Tentang Jepang

Negara paling Ramah Sepeda di Asia

7 Hal Mengapa Jepang Menjadi Negara paling Ramah Sepeda di Asia

03 Jul 20
tensai
,
No Comments

Bersepeda kini menjadi tren kembali di sebagian besar Indonesia. Mungkin terpicu pentingnya hidup sehat dan mendukung lingkungan yang lebih baik di masa pandemik Corono ini. Yuk bersepeda dan kursus bahasa Jepang di Tensai Karawang. Di Jepang kita bisa melihat pesepeda bebas berlalu-lalang bersaing dengan aneka transpostasi publik modern. Kok bisa? 7 hal inilah jawabannya, 7 Hal Mengapa Jepang Menjadi Negara paling Ramah Sepeda di Asia. adalah Mikael Coville-Anderson, dari Copenhagenize, memeringkatkanJepang sebagai negara bersepeda terbesar ketiga di dunia setelah Belanda dan Denmark. Tentu dengan demikian menjadikan Jepang sebagai negara no 1 dalam penggunaan sepeda di Asia. Mengapa Jepang yang menjadikan bersepeda sebagai pilihan transportasi yang menarik bagi jutaan orang setiap hari?

Negara paling Ramah Sepeda di Asia

Hal-hal ini yang Bikin Bersepeda di Jepang itu Fenomenal

1. Kota di Jepang

Kota-kota di Jepang merupakan lingkungan modern yang terbesar dan terpadat di dunia, tetapi sebagian besar lingkungan tempat tinggal memiliki nuansa kota kecil yang unik. Di Jepang, kemandirian menjadi kunci dalam hal layanan, lingkungan Jepang

Penduduk harus bersepeda minimal 5 hingga 10 menit untuk mencapai supermarket, taman kanak-kanak, sekolah, dokter, dokter gigi, bahkan sebagian besar kebutuhan hidup sehari-hari hanya berjarak singkat dengan perjalanan singkat.

Tanpa perlu menempuh jarak yang terlalu jauh untuk dasar kehidupan sehari-hari, sepeda menjadi sangat masuk akal.

2. Transportasi umum

Di Jepang, kota-kota terhubung dengan sistem kereta api dan kereta bawah tanah yang cepat bersih dan efisien. Selain itu layanan bis juga murah dan sangat bisa diandalkan. Dibandingkan dengan mobil, sistem transportasi umum di Jepang begitu efisiennya sehingga seringkali lebih cepat dan nyaman untuk naik kereta daripada bepergian dengan mobil.

Sementara pengendara sepeda meningkat setelah gempa bumi 11 Maret melumpuhkan sistem kereta api Tokyo, sedikit orang yang bersedia bersepeda lebih dari satu atau dua stasiun dari rumah mereka. Banyak yang menggunakan sepeda untuk menikmati transportasi umum, sehingga mereka memilih bersepeda dari rumah ke stasiun.

3. Mobil

Memiliki mobil di Tokyo tidaklah mudah, dan sudah pasti, mahal. Calon pembeli mobil diwajibkan untuk memberikan bukti bahwa mereka telah mendapatkan tempat parkir yang sesuai. Di Jepang tempat parkir bukanlah barang murah. Penduduk perkotaan di Jepang tidak memiliki garasi, sehingga menyewa tempat parkir bisa menjadi hal yang mahal. Asal Anda tahu saja, dari tempat parkir menuju rumah itu mungkin beberapa menit berjalan kaki.

Bagi orang-orang yang bekerja di kota, pulang pergi bekerja dengan mobil bukanlah suatu pilihan karena beberapa ruang parkir di pusat kota bisa lebih mahal per bulan daripada apartemen kecil di pinggiran kota. Menghamburkan-hamburkan uang untuk biaya asuransi dan perawatan kendaraan adalah tidak masuk akal jika dibandingkan bersepeda.

4. Sepeda

Lupakan sepeda jalanan yang mahal, juag sepeda hibrida dan apalagi sepeda gunung, sebagian besar orang Jepang naik sepeda Mama-chari. Merk ini, bagi orang Jepang sudah seperti motor di Indonesia yang menjadi kendaraan wajib. Speda Mama-chari itu murah, dilengkapi dengan lampu dinamo, kunci sepatu kuda dan stander belakang yang kokoh. Keranjang depan dan rak belakang merupakan pilihan standar untuk membawa barang dan anak-anak dengan penambahan aksesori tidak terbatas.

Negara paling Ramah Sepeda di Asia

Mama-chari digunakan emak-emak di Jepang untuk mengangkut dua atau lebih anak-anak. Itu adalah pemandangan yang umum. Mungkin terlihat berat dan tidak fashionable, tapi sepeda Mama-chari sangat cocok untuk lingkungan di kota Jepang, dan untuk tugas-tugas yang digunakan jutaan orang dalam kehidupan sehari-hari.

5. Aturan Hukum

Peraturan secara undang-undang bersepeda di Jepang sebenarnya sebagian besar tidaklah begitu ketat, kecuali jika terjadi kecelakaan. hal itu menjadikan pengalaman bersepeda yang sangat bebas dan membebaskan.

Bersepeda di Jepang melahirkan begitu banyak karakteristik pesepeda dan kultur bersepeda yagn beraneka ragam. Jika Anda pede dengan arus lalu lintas di jalanan, bersepedalah di jalan raya. Tapi jika Anda membawa anak-anak di sepeda, maka tetaplah di trotoar. Jika jalanan padat, maka Anda bisa  lompati trotoar dan sebaliknya. Selama Anda mengendarai sepeda dengan aman dan menghormati orang lain, tidak masalah berapa banyak undang-undang bersepeda Jepang (atau saya suka menyebutnya “pedoman”) yang Anda langgar, tapi jangan sampai mengalami kecelakaan.

6. Infrastruktur

Meskipun Jepang tidak memiliki infrastruktur sepeda yang istimewa jiak dibandingkan dengan Eropa, namun kenyataannya ada jutaan orang bersepeda setiap hari.

Sebagian besar jalan-jalan Jepang, terutama di pinggiran kota seringkali tidak memiliki trotoar sehingga pejalan kaki, sepeda, dan mobil merasa nyaman berbagi ruang yang sama. Jalur sepeda praktis tidak ada, ketika seringkali tidak ada cukup ruang untuk trotoar, bagaimana kita bisa mengharapkan jalur sepeda?

Menemukan tempat parkir resmi seringkali cukup sulit, jadi parkir secara ilegal dengan orang lain adalah norma yang berlaku. Meskipun demikian beberapa orang menyerukan peningkatan infrastruktur bersepeda, dan bersepeda kini memang sedang booming dan trending.

7. Masyarakat

Faktor besar dalam membuat bersepeda menjadi pilihan utama di Jepang adalah orang Jepang itu sendiri. Mereka, sebagian besar sangat sabar dan sopan, serta tinggi sekali toleransi mereka terhadap orang-orang di sekitar. Di Tokyo, kota dengan 12,9 juta manusia, Anda mau tak mau harus hidup berdampingna dan menjunjung tinggi nilai toleransi dan haru banyak sabar.

Pejalan kaki, pengendara sepeda dan mobil sering berbagi ruang yang sama dan itu tidak dapat berfungsi kecuali seorang pengemudi dan pengendara sepeda siap melakukan perjalanan dengan kecepatan berjalan sampai seorang pejalan kaki dapat keluar dari jalan mereka.

Orang Jepang juga memiliki apa yang disebut “roh gaman”, yang diterjemahkan secara longgar adalah “lanjutkan saja” bersama dengan “shoganai”, atau “apa yang akan Anda lakukan?” Itulah sikap mereka. Jadi ketika Anda harus menuju ke stasiun di tengah musim dingin, lakukan saja dengan bersepeda, karena apa lagi yang bisa Anda lakukan?

Bisakah negara lain di Asia terutama, meniru kesuksesan bersepeda di Jepang ini? Sumber: http://www.tokyobybike.com

5 Lokasi Terbaik di Jepang untuk Bersepeda

Berwisata dengan sepeda adalah salah satu cara terbaik untuk menikmati Jepang. Berikut adalah 5 area terbaik di Jepang untuk bersepeda dan tips tentang musim terbaik, peraturan dan cara memilih tur bersepeda dan menyewa sepeda.

Sebelumnya, Anda harus pahami bahwa selain menikmati tempat wisata, ada manfaat lain yang didapat dari bersepeda. Sepeda adalah salah satu cara berguna terbaik untuk bergerak di wilayah kota dan pedesaan di Jepang.

Anda dapat dengan bebas berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan sepeda sementara kereta dan bus terikat oleh tabel waktu dan peta transportasi yang rumit. Selain itu, sepeda sewaan jauh lebih murah daripada kereta, bus, dan transportasi lainnya. Ini dilayani dari hanya 200-300 yen per jam di Jepang.

Bagi mereka yang khawatir kehilangan diri sendiri dan membutuhkan petunjuk arah di negara asing, sangat disarankan untuk mengambil bagian dalam tur bersepeda dengan pemandu terutama untuk pelancong pertama kali ke Jepang.

Berikut adalah 5 area terbaik di Jepang untuk bersepeda dan tips termasuk musim terbaik, peraturan dan cara memilih tur bersepeda dan menyewa sepeda.

1. Chiba – Sawara dan Narita

Negara paling Ramah Sepeda di Asia Negara paling Ramah Sepeda di Asia Negara paling Ramah Sepeda di Asia Negara paling Ramah Sepeda di Asia Negara paling Ramah Sepeda di Asia Negara paling Ramah Sepeda di Asia

2. Fukuoka – Itoshima

Negara paling Ramah Sepeda di Asia Negara paling Ramah Sepeda di Asia Negara paling Ramah Sepeda di Asia Negara paling Ramah Sepeda di Asia Negara paling Ramah Sepeda di Asia Negara paling Ramah Sepeda di Asia

3. Osaka – Sakai

Negara paling Ramah Sepeda di Asia Negara paling Ramah Sepeda di Asia

4. Tokyo – Imperial Palace dan Sekitarnya

Negara paling Ramah Sepeda di Asia

5. Tokyo – Taman Yoyogi dan Sekitarnya

Negara paling Ramah Sepeda di Asia

Sumber: https://jw-webmagazine.com/best-areas-for-cycling-in-japan/

 

Fakta Menarik Bahasa Jepang

9 Fakta Menarik Bahasa Jepang yang Harus Anda Ketahui

26 Jun 20
tensai
,
No Comments

Tahukah Anda apa sajakah fakta – fakta menarik bahasa Jepang? Bukankah Anda sudah tahu semua tentang anime, Anda sudah berkaraoke dengan lagu-lagu JPop, dan Anda sudah makan sepuasnya dengan sushi dan sashimi? Beneran kan, budaya Jepang sudah pasti terkenal di dunia internasional? Tunggu dulu, sekarang, seberapa banyak yang Anda ketahui tentang bahasanya? Apakah Anda tahu tentang sistem kehormatannya yang kompleks? Atau bahwa penutur bahasa Jepang merupakan kurang dari 2% dari populasi dunia, tetapi hampir 10% dari pengguna internet? Teruslah membaca untuk hal-hal ringan tapi menarik dan lebih menyenangkan tentang bahasa Jepang. Untuk kursus dan jasa penerjemah bahasa Jepang, kami ahlinya di seantero Karawang hingga Jabotabek. Percayalah.

9 Fakta Menarik Bahasa Jepang

1. Salah satu bahasa tercepat dalam pengucapan

Sebuah studi terbaru membandingkan kecepatan (dalam suku kata per detik) di mana penutur asli dari berbagai bahasa berbicara. Jepang berada di puncak daftar dengan 7,84 suku kata rip-roaring per detik! Sebagai perbandingan, bahasa Inggris dituturkan pada suku kata yang relatif siput 6,19 per detik.

Anda mungkin pengguna sabuk hitam di karate atau penikmat komik manga, tetapi kami menduga Anda tidak tahu tentang kata pinjaman Jepang dari bahasa Portugis, atau delapan arti “shin” yang berbeda!

2. Kata Kerja tidak dikonjugasikan.

Yang ini melegakan bagi pelajar Jepang: kata kerja tidak dikonjugasikan untuk orang atau angka, jadi setelah Anda mempelajari kata kerja dasar, Anda tidak perlu menghafal banyak turunan sial. Sebagai gantinya, Anda dapat memusatkan perhatian pada kompleksitas sistem penulisan Jepang yang terkenal sulit.

3. Jepang tidak memiliki hubungan dengan bahasa utama lainnya.

Tidak seperti bahasa Inggris, yang terkait erat dengan Roman (mis., Spanyol, Prancis) dan bahasa Jerman (mis., Jerman), bahasa Jepang tidak terkait erat dengan bahasa utama lainnya. Bahkan, sampai saat ini, itu diklasifikasikan sebagai isolat bahasa, yang berarti bahwa itu benar-benar unik di antara semua bahasa dunia saat ini. Sejak itu, ahli bahasa telah menemukan akar yang sama antara bahasa Jepang dan bahasa Ryukyuan, yang merupakan bahasa asli yang digunakan di Jepang selatan.

4. Bahasa Jepang menampilkan kata-kata pinjaman dari bahasa di seluruh dunia.

Jepang mengandung sejumlah besar 外来 語 (“gairaigo”, kata pinjaman dari bahasa lain). Namun, ini tidak hanya berasal dari bahasa Inggris. Beberapa kata seperti テ レ ビ (“terebi”) berasal dari bahasa Inggris. Memang, bahasa lain juga ada: パ ン (“pan”, roti) berasal dari pao Portugis, dan ア ル バ イ ト (“arubaito”, pekerja paruh waktu) berasal dari kata Jerman Arbeit (pekerjaan).

5. Kata Jepang untuk “Jepang” berarti “Negeri Matahari Terbit”.

Kata “Jepang” adalah kata asing – orang Jepang menyebut negara mereka に ほ ん (Nihon) atau に っ ぽ ん (Nippon), yang secara kasar diterjemahkan menjadi “Negeri Matahari Terbit”.

6. Hampir 10% pengguna Internet menggunakan bahasa Jepang.

Jepang adalah bahasa ke-9 yang paling banyak digunakan di seluruh dunia, tetapi merupakan bahasa ketiga terbesar di Internet, setelah bahasa Inggris dan Spanyol. Meskipun penutur bahasa Jepang hanya mewakili kurang dari 2% dari populasi dunia, namun mereka membentuk hampir 10% dari pengguna internet.

Seberapa baik bahasa Jepang Anda? Gabung yuk di Instagram Tensai untuk tes onlinenya!

7. Bahasa Jepang berkembang pada abad ke-6 dari orang-orang Yamato.

Sekitar 1500 tahun yang lalu, orang Yamato mendirikan dinasti pertama di tempat yang sekarang dikenal sebagai Jepang. Bahasa mereka akhirnya berkembang menjadi bahasa Jepang modern seperti yang kita kenal sekarang.

8. Homofon berlimpah.

Jika Anda berpikir bahwa bahasa Inggris memiliki banyak homofon (kata-kata yang memiliki arti berbeda tetapi diucapkan sama), cobalah belajar bahasa Jepang! Kedelapan karakter di bawah ini diucapkan shin, tetapi semuanya memiliki arti yang sama sekali berbeda: Tuhan, untuk maju, untuk percaya, baru, benar, melar, hati, dan orangtua, dari kiri ke kanan.

9. Banyak tingkat penghormatan juga.

Jepang menggunakan tingkat penghormatan secara ekstensif, yang melibatkan penambahan sufiks pada kata-kata untuk menunjukkan berbagai tingkat penghormatan. Sufiks kehormatan yang berbeda digunakan untuk teman sebaya, anak-anak, tamu, orang tua, kolega, guru, dan banyak lagi!

Ada banyak hal lain di Jepang selain hal-hal ringan dan menyenangkan di website ini. Jika Anda ingin belajar lebih banyak, pertimbangkan mengambil kelas yang dibuat khusus dari pengajar khusus yang berpengalaman. Bergabunglah dengan Tensai. Ada tombol pendaftaran di menu atas atau hubungi kami via kontak

Demikianlah 9 fakta menarik bahasa Jepang. Apakah Anda ingin belajar tatap muka atau melalui WhatsApp, ada banyak metode dan pilihan cara belajar yang kami miliki. Segera hubungi kami untuk mencari tahu informasi lebih banyak lagi agar keterampilan bahasa Jepang Anda ke posisi teratas!

Covid-19 Jepang: Abe Nyatakan Keadaan Darurat

Covid-19 Jepang: Abe Nyatakan Keadaan Darurat

12 Apr 20
tensai
, ,
No Comments

Hai pembaca Tensai, semoga kita semua selalu sehat dan baik-baik saja. Di masa pandemik ini, jagalah kebersihan, selalu cuci tangan yang benar, tetap jaga social distancing, tetap di rumah saja, keluar jika hanya perlu, dan jangan lupa minum vitamin. Sebagai lembaga pendidikan yang menginformasikan tentang Jepang dan industrinya, kami tetap online dan mengupdate website ini.

Langkah Jepang Menangani Covid-19

Apa kabar Jepang terkini di situasi wabah covid-19 ini? Terkait penyebaran virus Corona Covid-19, perdana Menteri Shinzo Abe menyatakan negerinya memasuki keadaan darurat. Abe mengumumkan pernyataannya pada Selasa, 7 April 2020. Beberapa prefektur Jepang yang terdampak adalah Tokyo, Chiba, Kanagawa, Saitama, Osaka, Hyogo, dan Fukuoka.

1. Mendelegasikan Gubernur Perfektur

Sebagaimana dikutip dari: https://jpninfo.com/192004, guna menetapkan aturan dan pedoman yang kuat untuk memerangi pandemi, keadaan darurat ini akan berlangsung hingga hingga 6 Mei. Kebijakan ini diharapkan memungkinkan gubernur prefektur untuk mengambil langkah-langkah yang harus diprioritaskan.

Langkah penerapan darurat ini diambil Abe setelah menghadapi tekanan publik yang kian membesar terkait lonjakan kasus covid-19. Dikonfirmasi bahwa seluruh Jepang telah tertular pandemic ini dan Tokyo adalah area yang paling terpengaruh.

2. Langkah Gubernur Tokyo Koike Yuriko

Sebanyak 143 kasus COVID-19 telah tercatat di Tokyo pada hari Minggu, hari kedua berturut-turut ibukota Jepang mengalami tiga digit. Gubernur Tokyo Koike Yuriko meminta penduduk untuk tidak pergi selama akhir pekan kecuali jika benar-benar diperlukan. Himbauan tersebut dikeluarkannya setelah Tokyo mulai melihat peningkatan kasus virus korona.

sumber: https://www.instagram.com/tv/B-imLYeJ85W/

3. Himbauan Gubernur Perfektur

Bukan mewajibkan, Koike tetap dengan sopan meminta penduduk untuk tidak pergi. Koike tetap menghimbau karena alasannya adalah bahwa Jepang cenderung tidak mengganggu kebebasan sipil rakyat. Koike juga telah mengisyaratkan bahwa dia ingin Abe menyatakan keadaan darurat, karena tanpa itu setiap gubernur prefektur tidak memiliki kekuatan untuk menetapkan aturan.

Sebelum menyatakan keadaan darurat, Abe diminta untuk menentukan area mana yang akan ditargetkan. Proses birokrasi memakan waktu karena Abe tidak memiliki kekuatan untuk menyatakan keadaan darurat sendiri. Pertama, ia perlu berkonsultasi dengan panel spesialis. Pemerintah juga diharuskan memberi tahu parlemen tentang niat untuk menyatakan keadaan darurat.

Untuk alasan itu, Abe menyebutkan prefektur mana yang akan ditargetkan pada hari Senin, 6 April sambil mendeklarasikan keadaan darurat pada hari berikutnya.

4. Langkah-Langkah Menanggulangi Covid-19

Dalam situasi darurat, pemerintah prefektur DAPAT melakukan beberapa langkah berikut:

  • Membatasi penggunaan dan minta penutupan sementara tempat -tempat berkumpulnya orang dalam jumlah banyak, misalnya di sekolah, bioskop, stadion, tempat musik, dan taman hiburan.
  • Meminta pasokan makanan dan pasokan medis dari perusahaan yang menolak untuk menjualnya, dan memberi mereka sangsi tertenau jika mereka tidak mematuhi atau melakukan penimbunan.
  • Mengambil alih tanah dan bangunan jika pemiliknya menolak permintaan untuk membangun rumah sakit darurat. Ini dapat dilakukan jika sistem perawatan kesehatan runtuh dan rumah sakit menjadi penuh dengan pasien covid-19.
  • Memaksa perusahaan-perusahaan untuk membantu mengangkut barang untuk kebutuhan darurat
  • Menghimbau agar masyarakat tidak pergi ke luar kecuali itu hal penting seperti berbelanja bahan makanan
  • Menghimbau masyarakat orang untuk tidak pergi bekerja kecuali pekerjaan penting seperti di sektor kesehatan

Namun, pemerintah prefektur TIDAK memiliki kekuatan untuk:

  • Menghukum individu yang tidak sepenuhnya patuh
  • Melarang kegiatan bisnis

5. Kesimpulan

Dua hal itu didasari atas hukum Jepang yang melindungi kebebasan individu sehingga pemberlakuan status lockdown yang ketat seperti di Italia, Spanyol, Cina, dan Prancis tidak mungkin untuk dijalankan.

Kota Tokyo sendiri telah menyediakan sebanyak 1.000 tempat tidur untuk pasien corona virus, dan itu jumlah yang sedikit dibanding angka kasus yang dikonfirmasi, untuk  itu Koike berencana untuk menyiapkan 4.000 tempat tidur.

Pemerintah juga menggagasan rencana untuk mengubah Area yang sebelumnya direncakan untu kpelaksanaan Olimpiade untuk menjadi rumah sakit sementara guna merawat pasien covid-19.

Sementara itu, beberapa ahli khawatir bahwa keadaan darurat yang ditetapkan pemerintah tersebut adalah langkah yang terlambat, sehingga dikhawatirkan Tokyo bisa akan bernasib sama dengan Kota New York.

Ekspresi Sehari-hari Dalam Bahasa Jepang

Ungkapan Ekspresi Sehari-hari Dalam Bahasa Jepang

26 Mar 20
tensai
,
No Comments

Inilah Ungkapan Ekspresi Sehari-hari Dalam Bahasa Jepang. Perasaan senang, sedih, bahkan marah merupakan suatu hal yang wajar dan pasti pernah dialami oleh semua orang. Namun, sepertinya akan lebih menarik jika kita dapat mengekspresikan ungkapan-ungkapan perasaan tersebut dalam pelafalan bahasa Jepang. Hal ini juga bermanfaat untuk melatih kosa kata dalam berbahasa Jepang yang telah kalian kuasai, lho. Nah, penasaran kan kira-kira seperti apa jika kita hendak berekspresi mengungkapkan perasaan sehari-hari dalam bahasa Jepang? Berikut, Kami paparkan 20 macam ungkapan ekspresi dalam bahasa Jepang beserta contoh kalimat dan penjelasannya.

15 Macam Ungkapan Ekspresi Dalam Bahasa Jepang

1. Utsukushii (Indah)

Ekspresi Sehari-hari Dalam Bahasa Jepang

Sumber: https://pixels.com/

Ungkapan ‘Utsukushii’ (うつくしい) digunakan untuk mengekspresikan rasa takjub akan ‘keindahan’ atau kemegahan sesuatu yang terdengar anggun dan elegan. Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut.

  • 日本のじょせいはうつくしいです。(Nihon no Josei wa utsukushii desu). Wanita Jepang yang Anggun / Indah.

2. Ureshii (Senang)

Ekspresi Sehari-hari Dalam Bahasa Jepang

Sumber: https://www.fluentu.com/

Secara harfiah, ‘Ureshii’ (うれしい) dapat diartikan sebagai ungkapan kebahagiaan seseorang ketika sedang merasa ‘senang’. Misalnya ketika Anda mendapatkan kejutan atau hadiah dari sahabat Anda, kemudian Anda merasa sangat senang dengan hadiah yang diberikan tersebut. Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut.

  • 私はプレゼントをもらってうれしいです。 (Watashi wa Purezento o moratte ureshii desu). Saya senang mendapatkan kado.

3. Subarashii (Luar Biasa, Hebat)

Ekspresi Sehari-hari Dalam Bahasa Jepang

Sumber: https://www.pinterest.ch/

Kata ‘Subarashii’ (素晴らしい) biasanya dipakai ketika hendak memuji ‘kehebatan’ atau kebaikan seseorang. Namun, bisa juga untuk mengungkapkan rasa kagum terhadap sesuatu yang terlihat hebat. Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut.

  • その飛行機は素晴らしいです。(Sono hikouki wa subarashii desu). Pesawat terbang itu luar biasa / hebat.

4. Kirai (Benci)

Ekspresi Sehari-hari Dalam Bahasa Jepang

Sumber: https://aboutjapan.japansociety.org/

Ungkapan bahasa Jepang selanjutnya adalah ‘Kirai’ (嫌い) yang berarti ‘benci’ atau ungkapan ketidaksukaan seseorang terhadap suatu hal. Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut.

  • 私は数学が嫌いです。(Watashi wa suugaku ga kirai desu). Saya membenci pelajaran matematika.

5. Omoshiroi (Menarik)

Ekspresi Sehari-hari Dalam Bahasa Jepang

Sumber: https://www.cheria-travel.com/

Kata dalam bahasa Jepang yang satu ini biasanya digunakan untuk mengungkapkan ketertarikan Anda pada sesuatu. ‘Omoshiroi’ (面白い) juga berarti ‘menarik’. Selain itu, pada beberapa kondisi, omoshiroi juga dapat dipakai ketika Anda melihat hal-hal yang lucu.  Jadi, penggunaannya disesuaikan kembali dengan situasi dan kondisi. Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut.

  • 花見まつりは面白いです。 (Hanami matsuri wa omoshiroi desu). Festival hanami itu sungguh menarik.

6. Suki (Suka)

Ekspresi Sehari-hari Dalam Bahasa Jepang

Sumber: https://www.robertharding.com/

Salah satu kata ungkapan dalam bahasa Jepang yang paling populer ada ‘Suki’ (好き) yang dalam bahasa Indonesia berarti ‘suka’. Suki tidak hanya digunakan untuk menyampaikan perasaan seseorang terhadap orang yang disukainya saja, namun juga berlaku sebagai ungkapan perasaan suka terhadap suatu hal atau benda. Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut.

  • 私はお茶が好きです。 (Watashi wa ocha ga suki desu). Saya suka minum teh.

7. Kanashii (Sedih)

Ekspresi Sehari-hari Dalam Bahasa Jepang

Sumber: https://www.telegraph.co.uk/

Selanjutnya, ungkapan dalam bahasa Jepang yang mengekspresikan rasa sedih terhadap suatu hal dapat menggunakan kata ‘Kanashii’ (悲しい) yang juga berarti ‘sedih’. Misalnya saat Anda merasa sangat sedih ketika mengetahui bahwa kucing peliharaan Anda mati. Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut.

  • ペットの猫が死んだ、私は悲しいです。(Petto no neko ga shinda, watashi wa kanashii desu). Saya merasa sedih karena kucing peliharaan saya telah mati.

8. Tanoshii (Menyenangkan)

Ekspresi Sehari-hari Dalam Bahasa Jepang

Sumber: https://www.liveabout.com/

Kata ‘Tanoshii’ (楽しい) bisa diartikan sebagai perasaan gembira atau ‘menyenangkan’ ketika melakukan suatu hal. Perbedaannya dengan ‘ureshii’ adalah ‘tanoshii’ merupakan perasaan senang yang hanya berlalu sesaat saja. Sedangkan, ‘ureshii’ adalah rasa senang yang cukup dimaknai mendalam oleh subjeknya sehingga sifatnya bertahan cukup lama. Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut.

  • 野球をするのはとても楽しいです。(Yakyuu o suru no wa totemo tanoshii desu). Bermain baseball sangat menyenangkan.

9. Kowai (Takut)

Sumber: https://en.compathy.net/

‘Kowai’ (怖い) merupakan kata dalam bahasa Jepang untuk mengekspresikan rasa ‘takut’ terhadap sesuatu, bisa berupa benda maupun peristiwa yang menakutkan atau menyeramkan. Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut.

  • 私はジェットコースターに乗るのが怖いです。(Watashi wa jettokoosutaa ni noru no ga kowai desu) . Aku takut naik roller coaster.

10. Usotsuki (Pembohong)

Sumber: https://soranews24.com/

Kata ungkapan dalam bahasa Jepang selanjutnya adalah ‘Usotsuki’ (うそつき) yang jika diartikan merupakan ungkapan bagi seseorang yang dianggap sedang ‘berbohong’. Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut.

  • あの ひとはうそつき です。 (Ano hito wa usotsuki desu). Orang itu adalah seorang pembohong.

11. Tsukareru (Melelahkan)

Sumber: https://www.japantimes.co.jp/

Saat Anda merasa kelelahan akibat melakukan atau mengerjakan sesuatu, penggunaan kata ‘Tsukareru’ (疲れる) adalah pilihan tepat, yang umumnya memiliki arti dalam bahasa Indonesia yaitu ‘lelah’. Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut.

  • 宿題はとても疲れるです。(Shukudai wa totemo tsukareru desu). Mengerjakan PR begitu melelahkan.

12. Akiramenai (Jangan Menyerah!)

Sumber: https://soranews24.com/

Ucapan atau kalimat ‘Akiramenai’ (あきらめない) ini sepertinya sudah cukup sering terdengar di film-film buatan Jepang. Kata ini juga dapat diartikan sebagai ungkapan semangat terhadap sahabat atau kerabat yang tengah dalam keadaan sulit dengan mengatakan ‘jangan menyerah’. Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut.

  • あなたは悪いテストスコアをあきらめないでください. (Anata wa warui Tesuto sukoa o akiramenaide kudasai).  Tolong Anda jangan menyerah dengan nilai ujian yang buruk.

13. Shiawase (Bahagia)

Sumber: https://www.straitstimes.com/

Kata ungkapan dalam bahasa Jepang selanjutnya adalah ‘Shiawase’ (幸せ) yang juga berarti ‘kebahagiaan’ atau ungkapan bahagia seseorang atas suatu momen atau peristiwa yang sedang dialami. Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut.

  • 私は妹の誕生を見て幸せです。 (Watashi wa imouto no tanjou o mite shiawase desu). Saya bahagia melihat kelahiran adik.

14. Hazukashii (Malu)

Sumber: http://cosplaying-niffer.blogspot.com/

Hazukashii (恥ずかしい) biasanya digambarkan sebagai perasaan ‘malu’ terhadap suatu hal atau barang yang dianggap memalukan untuk dilakukan atau dikenakan. Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut.

  • このシャツはとても恥ずかしいです。 (Kono shatsu wa totemo hazukashii desu). Baju ini sangat memalukan

15. Kakkoii (Keren)

Sumber: https://soranews24.com/

Terakhir, salah satu kata yang juga cukup sering diucapkan oleh tokoh-tokoh dalam film atau animasi buatan Jepang yaitu ‘Kakkoii’ (かっこいい) yang berarti ‘keren’, atau bisa juga dikatakan sebagai ungkapan bagi seseorang yang takjub akan sesuatu yang dianggap keren. Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut.

  • その車はかっこいいです。(Sono kuruma wa kakkoii desu). Mobil itu terlihat keren

Nah, itu dia beberapa kosa kata dalam bahasa Jepang yang digunakan untuk mengungkapkan perasaan atau ekspresi sehari-hari. Bagi kalian yang tertarik mengunjungi Negeri Sakura dan ingin mencoba berbicara langsung dengan orang Jepang, tidak cukup dengan hanya mempersiapkan perbekalan fisik dan informasi umum seputar Jepang saja. Namun, perlu juga untuk setidaknya mahir dalam menguasai bahasa Jepang yang baik dan benar. Maka, menjalani pendidikan bahasa Jepang di tempat-tempat kursus formal juga bisa menjadi salah satu solusi tepat bagi Anda untuk dapat menguasai bahasa Jepang dengan cepat dan lancar. Rutin berlatih dan belajar dengan giat juga dapat membantu Anda agar semakin mengingat beragam kosa kata dalam bahasa Jepang.

Atas dasar itulah, Tensai Nihongo Bunka Gakuin hadir sebagai LKP Bahasa Jepang terdepan dan terpercaya nomor 1 di Karawang, bahkan Jawa Barat. Kami siap membantu Anda mewujudkan impian agar bisa fasih dalam mengucapkan kalimat-kalimat berbahasa Jepang. Selain itu, Tensai juga mengadakan banyak program-program beasiswa pendidikan ke Jepang bagi siswa Kami yang berprestasi dibidang bahasa Jepang.

Referensi

Artikel di atas dibuat dengan bersumberkan:

Suasana Bersekolah di Jepang Dulu dan Sekarang

25 Mar 20
tensai
,
No Comments

Bagaimana suasana bersekolah di Jepang dulu dan sekarang? Pendidikan merupakan salah satu aspek kehidupan yang paling penting untuk dikuasai dan dipelajari. Salah satu jalan menempuh pendidikan adalah dengan menjalani pendidikan di sekolah-sekolah formal seperti yang kita ketahui saat ini. Baru-baru ini, sebuah situs, yakni Vouchercloud merilis predikat daftar negara-negara tercerdas di dunia. Situs tersebut menganalisa sebanyak 25 negara berdasarkan dari statistik jumlah hadiah Nobel yang diterima, skor rata-rata pendidikan, dan skor IQ rata-rata.

Fakta Sejarah Pendidikan Jepang

Fakta mengejutkan terungkap bahwa negara Jepang berhasil menempati peringkat pertama sebagai negara tercerdas. Terdapat beberapa faktor yang menjadi sebab masyarakat Jepang cerdas, salah satunya karena sistem pendidikan yang tertata dengan baik. Namun, tahukah kalian? jauh sebelum masa sekarang, Jepang memiliki sejarah panjang terkait sekolah publik pertama yang ditujukan bagi rakyat biasa bernama Terakoya.

Pada era Tempō

Terakoya (寺子屋, sekolah biara) adalah lembaga pendidikan publik pertama di Jepang yang memberikan fasilitas pendidikan menulis dan membaca kepada anak-anak dari golongan rakyat biasa. Sekolah ini awalnya hanya tersebar di Edo (nama Tokyo sebelumnya), namun perlahan mulai menyebar di kota-kota dan desa-desa lainnya di seluruh Jepang. Selama periode era Tempō (1830-1844), ribuan sekolah rakyat ini sudah mulai menerima murid-murid dari seluruh penjuru negeri. Pada akhir Keshogunan Tokugawa, terakoya semakin menyebarluas hingga berjumlah sekitar 30.000-40.000, termasuk juga lembaga-lembaga yang turut berkontribusi bagi tingginya tingkat melek huruf dikalangan rakyat biasa di Jepang pada saat itu.

Bersekolah di Jepang

Sumber: https://twitter.com/Tokyonobo

Fasilitas pendidikan di Jepang

Biara Buddha pertama kali membuka sekolah rakyat ini pada abad ke-17 dengan tujuan untuk membantu anak-anak dari kalangan rakyat awam di Jepang dalam menyediakan fasilitas pendidikan. Para rakyat biasa ini menuntut ilmu di Terakoya, untuk merajut asa bagi kehidupan mereka yang mapan dikemudian hari. Sekolah-sekolah publik ini didirikan atas dasar sukarela oleh berbagai golongan orang di Jepang seperti keluarga samurai, orang kota, biksu, pegawai kantor desa, bahkan Imam Shinto dan Tabib yang juga turut berperan aktif mengadakan kegiatan berbasis pendidikan tersebut.

Pada awalnya, hanya sedikit anak yang rutin mendatangi sekolah-sekolah ini, namun perlahan tingkat kehadiran pun kian meningkat bersamaan dengan kesadaran akan pentingnya memiliki ilmu pengetahuan. Di pertengahan Zaman Edo, terakoya semakin melebar hingga ke kota-kota besar seperti Tokyo, Osaka, dan beberapa daerah lainnya. Pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19, bahkan tingkat kehadiran murid pada sekolah rakyat di Tokyo mencapai 70%. Presentase ini menunjukkan tingkat antusias belajar anak-anak Jepang yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan anak-anak dari daratan Hindia Belanda pada masa itu yang sama-sama belum mengenal alfabet.

Tingkat Buta Huruf di Jepang

Selain itu, dikutip oleh Hidekazu Ishiyama (Kepala Museum Edo-Tokyo), jumlah pendaftar sekolah rakyat itupun berada di kisaran 70-80%, yang mana rasio tersebut bahkan lebih tinggi daripada pendaftar sekolah anak-anak di Benua Eropa pada masa yang sama. Di terakoya, anak-anak tidak hanya diajarkan soal membaca dan menulis dalam huruf-huruf Jepang saja, namun mereka juga mempelajari ilmu pengetahuan umum seperti menghitung dengan sempoa, ilmu sejarah, dan geografi. Sedangkan, khusus untuk anak perempuan, mereka juga mempelajari kegiatan-kegiatan seni seperti merangkai bunga (ikebana), ritual upacara minum teh (chanoyu), dan pelajaran jahit menjahit. Pengetahuan yang mereka dapatkan di terakoya ini membangkitkan semangat dan kepercayaan diri mereka selama masa periode Jepang yang menutup diri dari dunia Barat.

Bersekolah di Jepang

Sumber: https://www.worthpoint.com/

Zaman Heian

Setelah menguasai pembelajaran baca-tulis, murid-murid di terakoya memakai buku teks yang telah ada dari sejak Zaman Heian (794-1185) yang pada masa itu hanya digunakan oleh kalangan kaum samurai, buku ini bernama “Oraimono”. Buku-buku teks yang berisi berbagai pengetahuan praktis seperti ajaran kekeluargaan, nilai-nilai moral, sejarah, serta keterampilan berkomunikasi tersebut dimanfaatkan dengan baik. Selain itu, ilmu didalam buku ini juga dibedakan sesuai dengan kebutuhannya, misal antara anak-anak pedagang dan petani masing-masing mempelajari buku teks yang berbeda sesuai dengan ilmu yang dibutuhkan.

Teikin-ōrai (庭訓往来) merupakan salah satu teks “Ōraibutsu” yang digunakan untuk mempelajari kaligrafi dan budaya dasar Jepang di terakoya. Para periode Muromachi, buku ini pertama kali dibuat untuk ditujukan hanya kepada anak-anak dari kalangan bangsawan, biarawan, dan samurai saja. Namun, kemudian pada periode Edo, barulah buku teks ini dipakai untuk seluruh kalangan rakyat biasa di Jepang.

Pada Era Meiji

Pada periode Meiji, terakoya kemudian dihapus dan digantikan oleh sekolah umum pendidikan dasar yang wajib diikuti oleh seluruh penduduk Jepang. Hal ini sesuai dengan kebijakan pemerintah dalam melembagakan Sistem Pendidikan Orde (学制, gakusei) pada tahun 1872.

Walaupun tidak terdapat data tertulis, namun berkat adanya kegiatan terakoya atau sekolah rakyat sebelumnya di Jepang, diperkirakan telah berhasil mendongkrak angka melek huruf dikisaran 50% laki-laki dan 20% perempuan Jepang. Selain itu, mereka juga telah menguasai kemampuan dasar berhitung. Pada waktu yang sama, tingkat melek huruf di Amerika bahkan hanya menyentuh angka 20% dan Rusia 10%.

10 Fakta Menarik Seputar Dunia Pendidikan Sekolah di Jepang Masa Kini

Bersekolah di Jepang

Sumber: https://www.hisgo.com/

Setelah melalui perjalanan sejarah yang cukup panjang, dunia pendidikan di Jepang pun terus berkembang seiring kemajuan zaman. Bahkan, Jepang kini menempati urutan 10 besar negara dengan tingkat melek huruf terbaik didunia dengan jumlah persentase sebesar 99%, mengalahkan China dan Amerika Serikat (AS). Dengan begitu, tidaklah berlebihan jika kita mengatakan bahwa orang-orang Jepang memang memiliki tingkat kecerdasan yang luar biasa. Hal ini tidak lepas dari kebiasaan dan budaya Jepang dalam menjalani pendidikan di sekolah dalam berbagai tingkatannya.

Nah, berikut ini kami paparkan 10 fakta menarik seputar dunia pendidikan sekolah di Jepang.

1. Kapan Mulai Sekolah?

Sekolah dan perkuliahan di Jepang dimulai pada tanggal 1 April, dimana pada saat itu bertepatan dengan Bunga Sakura yang mulai bermekaran diawal musim semi.

Bersekolah di Jepang

Sumber: https://www.flickr.com/

 2. Makan Siang

Biasanya, siswa-siswa bersekolah di Jepang tingkat SD dan SMP akan makan siang bersama dengan guru di dalam kelas, dengan tujuan untuk menciptakan ikatan kebersamaan dan hubungan harmonis yang erat antar anggota kelas.

Bersekolah di Jepang

Sumber: https://mainichi.jp/

 3. Tak Ada PR

Kurikulum saat tiga tahun pertama awal siswa bersekolah di Jepang lebih mengutamakan pengajaran tentang sikap dan moral yang baik daripada nilai akademis yang bagus. Siswa diajarkan untuk dapat bersikap hormat kepada orang lain, berlaku baik terhadap hewan dan alam, bersikap dermawan, berempati, serta memiliki rasa kasih sayang. Selain itu, siswa tingkat sekolah dasar ini juga diajarkan tentang keadilan, keberanian, dan pengendalian diri. Bahkan, dalam tingkat sekolah dasar di Jepang, tidakada yang namanya pekerjaan rumah (PR) yang dibebani kepada para siswanya.

Bersekolah di Jepang

Sumber: http://www.geocities.com/

4. Mandiri

Para siswa dibiasakan untuk dapat mandiri, bahu membahu kerja tim dalam membersihkan ruang kelas, toilet, dan fasilitas sekolah lainnya. Umumnya, beberapa sekolah di Jepang bahkan tidak mempekerjakan pekerja kebersihan disekolahnya. Hal ini agar mendorong kesadaran para siswa akan kebersihan kelas dan lingkungan sekolahnya.

Bersekolah di Jepang

Sumber: https://4570book.info/

5. Kaus Kaki

Terdapat peraturan bahwa siswa hanya diperkenankan memakai kaus kaki berwarna putih, hitam, atau biru tua. Jika seorang siswa melanggar dengan memakai warna-warna diluar warna tersebut maka berlaku hukuman berbentuk penyitaan kaus kaki oleh pihak sekolah.

Bersekolah di Jepang

Sumber: https://learnjapanese123.com/

6. Bahasa Inggris

Bahasa Inggris bukan merupakan bagian dari mata pelajaran utama pada sekolah-sekolah di Jepang. Namun, sekarang sudah terdapat beberapa sekolah tingkat dasar yang mulai mengajarkan mata pelajaran Bahasa Inggris.

Bersekolah di Jepang

Sumber: https://mainichi.jp/

7. Ekstrakurikuler

Pemilihan klub atau ekstrakulikuler sangat penting bagi siswa di Jepang. Sebagian besar sekolah bahkan mendorong siswanya agar dapat bergabung dalam salah satu dari dua klub, yang terdiri dari klub olahraga (sepak bola, baseball, tenis, berenang, bola voli, rugby, kendo, judo, atletik, dll) dan klub budaya (kaligrafi, sains, dll).

Bersekolah di Jepang

Sumber: http://www.asano.ed.jp/

8. Liburan

Pembagian libur tahunan disetiap musimnya, yaitu liburan musim panas yang berlangsung selama 40 hari, biasanya mulai tanggal 20 Juli-31 Agustus. Liburan musim dingin berlangsung selama 10 hari, mulai tanggal 26 Desember-6 Januari. Sedangkan, liburan musim semi yang juga berlangsung selama 10 hari, mulai tanggal 25 Maret-5 April. Selain itu, anak-anak sekolah ditingkat SMP dan SMA juga biasanya akan diberikan PR selama liburan musim panas dan musim dingin berlangsung.

Bersekolah di Jepang

Sumber: https://jpninfo.com/

9. Durasi Sekolah

Durasi bersekolah di Jepang biasanya berlangsung dari pukul 08.30-15.00 waktu setempat. Siswa juga diharuskan untuk sudah berada di sekolah setidaknya jam 08.30 tepat. Jika siswa terlambat walaupun hanya beberapa menit dan melakukannya berulang-ulang selama 5 kali, maka ia akan menanggung hukuman berupa datang lebih pagi untuk membersihkan lingkungan sekolah.

Bersekolah di Jepang

Sumber: https://www.sbs.com.au/

10. Jalan Kaki

Tidak ada bus sekolah di Jepang yang memaksa para siswa untuk menempuh perjalanan dengan berjalan kaki, menaiki sepeda atau dengan angkutan umum. Biasanya, murid-murid dalam tingkat sekolah dasar akan pergi bersekolah dengan mandiri bersama temannya dalam kelompok-kelompok kecil, tanpa diantar orang tuanya.

Bersekolah di Jepang

Sumber: https://www.city-cost.com/

Nah, bagi kalian yang tertarik untuk bersekolah di Jepang atau melanjutkan pendidikan di Negeri Sakura itu, tidak cukup dengan hanya mempersiapkan diri dalam hal ilmu pengetahuan umum terkait jurusan di sekolahan yang kita tuju saja. Namun, perlu juga untuk setidaknya bisa menguasai bahasa Jepang dengan baik. Maka, menjalani pendidikan bahasa Jepang di tempat-tempat kursus formal juga bisa menjadi salah satu solusi ampuh bagi Anda untuk dapat menguasai bahasa Jepang dengan cepat dan lancar. Rutin berlatih dan belajar dengan giat juga dapat membantu Anda agar semakin mengingat beragam kosa kata dalam bahasa Jepang.

Atas dasar itulah, Tensai Nihongo Bunka Gakuin hadir sebagai LKP Bahasa Jepang terdepan dan terpercaya nomor 1 di Karawang, bahkan Jawa Barat. Kami siap membantu Anda mewujudkan impian agar bisa fasih mengucapkan kalimat-kalimat dalam Bahasa Jepang. Selain itu, Tensai juga mengadakan banyak program-program beasiswa ke Jepang bagi siswa Kami yang berprestasi dibidang Bahasa Jepang.

Referensi

Artikel di atas dibuat dengan bersumberkan:

Titik Balik Kebangkitan Jepang

Sakoku Hingga Restorasi Meiji, Perjalanan Titik Balik Kebangkitan Jepang!

23 Mar 20
tensai
, ,
No Comments

Jepang merupakan salah satu negara yang diakui memiliki kemajuan teknologi di segala bidangnya yang mampu bersaing dan tak kalah hebat dengan negara-negara barat seperti Jerman dan Amerika Serikat. Namun, seperti yang kita ketahui, jauh sebelum masa sekarang, Jepang sempat menutup diri dari dunia luar selama beberapa abad lamanya. Hingga pertengahan abad ke-19, negara Jepang masih menganut sistem politik monarki feodal yang menerapkan kebijakan untuk sangat menutup diri dari dunia luar.

Titik Balik Kebangkitan Jepang

Salah satu yang diyakini menjadi awal mula Jepang menjadi sangat tertutup dari budaya luar adalah letak geografis Negeri Sakura yang berbentuk kepulauan yang terlihat memisahkan diri atau terisolasi dari dataran utama Benua Asia. Selain itu, Jepang juga dipisahkan dengan negara-negara lain diluar Benua Asia, oleh perbatasan lautan yang sangat luas.

Para ahli sejarah pun bahkan tak ragu menyebut Jepang sebagai negara yang terabaikan dari sejarah peradaban dunia karena masa isolasi tersebut.

Para pemimpin kaisar yang memerintah Jepang pada masa periode sekitar tahun 660 SM diwarisi turun temurun sesuai klan dari berbagai generasi keluarga kekaisaran. Mereka secara penyebutan menamai dirinya sebagai ‘Tenshi’ (putra langit). Kondisi pengasingan diri kehidupan masyarakat Jepang dari dunia luar juga merupakan hal yang memang diatur oleh setiap kaisar yang berkuasa di Jepang hingga abad ke-19.

Sesuai maklumat resmi yang dirilis oleh pemerintah Jepang tahun 1636, bahwa masyarakat Jepang dilarang untuk bepergian keluar dari wilayah Jepang dengan alasan apapun. Puncaknya, pada tahun 1639, pemerintahan militer Tokugawa menerapkan politik isolasi (Sakoku) dengan membatasi segala bentuk pengaruh asing yang masuk ke negara Jepang dalam waktu yang cukup lama.

Bahkan, saking terisolasinya, orang-orang Jepang yang melihat kapal-kapal uap USS Powhatan yang berlabuh di Pelabuhan Edo, Tokyo pada tahun 1853 pun menganggap bahwa kapal-kapal tersebut merupakan jelmaan ular-ular naga berukuran raksasa yang sedang marah dan menghembuskan nafasnya berbentuk kepulan asap tebal. Mereka belum mengetahui bahwa saat itu kapal uap telah diciptakan dan dipergunakan untuk berlayar.

Begitu terkejut dan terkesimanya orang-orang Jepang, saat melihat armada kapal yang dipimpin oleh seorang perwira Angkatan Laut Amerika, Komodor Matthew C. Perry. Armada kapal yang dikenal dengan istilah Armada Kapal Hitam (Kurofune) itu juga dilengkapi dengan senjata-senjata berukuran besar.

Sakoku (Menutup Diri) Selama 2 Abad Lamanya!

Titik Balik Kebangkitan Jepang

Sumber: https://storymaps.arcgis.com/

Sakoku (鎖国, “negara tertutup”) merupakan kebijakan luar negeri yang dikeluarkan pemerintah militer Jepang, yang menerapkan sistem monarki feodal dibawah kepemimpinan Shogun Tokugawa Iemitsu (徳川 家光) yang terus diterapkan pada periode tahun 1633-1853. Kebijakan yang berlangsung hingga lebih dari 2 abad lamanya ini mengatur tentang hubungan diplomatik hingga hubungan perdagangan Jepang dengan negara lain diluar Jepang yang dibatasi dengan sangat ketat. Hal ini dilatarbelakangi oleh anggapan para penguasa Jepang terhadap perilaku bangsa Belanda dan Portugis yang menimbulkan kisruh di Jepang.

Selain tujuang perdagangan, beberapa bangsa-bangsa dari Benua Eropa seperti bangsa Portugis yang datang ke Jepang juga memiliki misi lain yaitu menyebarkan ajaran Agama Kristen yang berujung pada terjadinya peristiwa Pemberontakan Shimabara (島原の乱, Shimabara no ran) yang berlangsung pada 17 Desember 1637 hingga 15 April 1638. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor pendukung bagi masyarakat Jepang terhadap penerapan kebijakan isolasi Jepang yang diusung Shogun Tokugawa Iemitsu pada saat itu.

Selama penegadopsian kebijakan sakoku, tepatnya di masa abad ke-17 hingga abad ke-19 tersebut, sangat sedikit warga negara asing yang diizinkan masuk dan melakukan aktivitas perdagangan di Negeri Sakura.

Bahkan, bagi masyarakat Jepang sendiri, siapapun yang nekat pergi meninggalkan negara Jepang akan diancam hukuman mati. Hingga pada tahun 1853, ketika kedatangan Komodor Perry yang akhirnya memaksa Jepang untuk kembali membuka jalur perdagangannya dengan dunia Barat untuk pertama kalinya setelah masa pengisolasian. Jepang yang mulai membuka diri itupun memicu perkembangan perdagangan luar negeri dan westernisasi secara pesat.

Titik Balik Kebangkitan Jepang

Sumber: https://tabi-mag.jp/

Kini, periode sakoku atau masa pengisolasian Jepang yang menutup diri dari pengaruh Barat pun telah menjadi bagian dari sejarah Jepang. Peristiwa bersejarah inipun diabadikan dalam sebuah bangunan rumah The Hirado Dutch yang didirikan oleh Perusahaan India Timur Belanda sejak tahun 1609.

Rumah Perdagangan Belanda ini merupakan bangunan gudang yang diyakini menjadi bangunan Barat pertama di Jepang yang hingga kini tetap terawat dan menjadi saksi bisu sejarah kebijakan isolasi saat periode sakoku yang pernah berlaku di Negeri Sakura tersebut.

Restorasi Meiji, Titik Balik Kebangkitan Jepang yang Mulai Membuka Diri!

Titik Balik Kebangkitan Jepang

Sumber: https://meijirestorationart.weebly.com/

Angin perubahan kian dirasakan Jepang, setelah Kapten Angkatan Laut Amerika, Matthew Calbrath Perry melabuhkan sejumlah kapal perang menuju Teluk Edo pada 8 Juli 1853. Bersamaan dengan itu, juga terdapat sebuah pesan dari Presiden Millard Filmore yang ditujukan bagi Jepang. Pesan tersebut berisi ancaman ultimatum negara Amerika Serikat (AS) terhadap Jepang jika mereka masih tidak mau membuka jalur perdagangan dengan negaranya.

Pemerintah AS memberi waktu selama satu tahun lamanya kepada Jepang untuk mempertimbangkan tawaran tersebut, jika nantinya Jepang menolak, maka armada kapal perang itu akan menggempur seluruh wilayah Jepang.

Akibat perjanjian yang dirasa tidak adil bagi Jepang tersebut, Keshogunan Tokugawa pun mendapat banyak tantangan dari berbagai kalangan di dalam negeri. Akhirnya terbentuklah sebuah gerakan sosial radikal anti-Barat di Jepang yang punya slogan “sonno joi” (, “hormati kaisar, usir orang barbar”). Gerakan ini bertujuan untuk menentang kebijakan Keshogunan Tokugawa. Sonno joi kemudian tersebar luas di daerah Satsuma, ujung Selatan Kyushu dan Chosu, ujung Barat Honshu.

Kaisar Komei yang pada saat itu menjabat pun menyetujui sentimen anti-Barat tersebut dan mulai aktif berperan dalam berbagai urusan negara. Kaisar memanfaatkan situasi untuk dapat lepas dari keshogunan dengan melayangkan kritik keras terhadap berbagai perjanjian yang dibuat Jepang dengan negara Barat, serta turut ikut campur dalam urusan suksesi shogun.

Kemudian pada 31 Maret 1854, waktu yang ditunggu pun akhirnya datang, dimana pasukan AS kembali ke Jepang untuk menagih perjanjian yang sebelumnya pernah mereka tawarkan. Jepang akhirnya memutuskan untuk menyerah dengan menyetujui perjanjian tersebut, yang kemudian ditandatanganinya Perjanjian Kanagawa sebagai pertanda awal bergabungnya Jepang dengan komunitas dunia.

Menjelang tahun 1858, AS, Prancis, dan Inggris mulai mendirikan pangkalan-pangkalan militernya di Jepang. Namun, hal ini cukup menimbulkan keresahan bagi beberapa kelompok masyarakat Jepang yang masih tidak setuju dengan kehadiran bangsa asing di tanah airnya.

Titik Balik Kebangkitan Jepang

Sumber: https://id.wikipedia.org/

Pada 6 April 1868, Kaisar Mutsuhito, putra kedua dari Kaisar Komei yang juga dikenal dengan nama Meiji, membuat sebuah peraturan yang berisi larangan bagi semua aktivitas anti-Barat diseluruh wilayah Jepang.

Ia juga turut berperan dalam memprakarsai modernisasi Jepang dengan cara mengimpor mesin-mesin dari berbagai negara di Benua Eropa yang juga dikenal dengan masa Revolusi Industri di Jepang. Tahun 1868 juga menandai runtuhnya kekuasaan Dinasti Tokugawa yang telah menguasai Jepang selama lebih dari 2 abad lamanya.

Lambat laun, Jepang pun mulai memasuki era baru dan membuka diri terhadap dunia luar. Kekuasaan yang sebelumnya diatur oleh pemerintahan militer pun dikembalikan kepada kaisar. Walaupun Kaisar berlaku sebagai kepala negara, namun urusan pemerintahan dan politik dijalankan oleh kelompok intelektual Jepang.

Program reformasi besar-besaran pun segera dilakukan Negeri Matahari Terbit tersebut dengan bergaungnya semboyan “Perkaya Negara, Perkuat Angkatan Bersenjata” (富國強兵, Fukoku-kyohei). Reformasi yang dikenal dengan Restorasi Meiji itupun dijalankan dengan tujuan utama untuk menciptakan bangsa Jepang yang mampu berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa Barat.

Titik Balik Kebangkitan Jepang

Sumber: https://www.harashobo.com/

Untuk mengejar ketertinggalannya selama masa menutup diri (sakoku), Jepang mendatangkan lebih dari 3.000 tenaga ahli dari Barat untuk mengajarkan seputar pembelajaran bahasa asing, sains modern, serta ilmu teknologi. Selain itu, pemerintah Jepang di era Restorasi Meiji juga mengirimkan sejumlah ribuan siswa sekolah Jepang keluar negeri untuk dapat belajar disana.

Roda perekonomian Negeri Sakura itupun digerakkan dengan melakukan impor bahan mentah dan kemudian mengekspor produknya yang telah jadi ke luar negeri. Restorasi Meiji membuat Jepang menjadi negara pertama yang mengusung industrialisasi di Benua Asia. Kondisi pertumbuhan ekonomi ini terus menjadi fokus utama Jepang hingga masa berakhirnya Restorasi Meiji pada 1912, dan berlanjut pada masa Taisho (1912-1926) yang kemudian dipertahankan sampai masa-masa setelahnya.

Kini, kualitas masyarakat Jepang terus memukau dunia Internasional. Hal itu dibuktikan dengan mereka yang berhasil terus mengembangkan teknologi yang setara atau bahkan melampaui produk-produk Eropa dan Amerika Serikat. Era Restorasi Meiji pun menjadi awal titik balik kebangkitan Jepang yang hanya membutuhkan waktu seperempat abad untuk dapat kembali bersaing dengan negara-negara Barat yang telah lebih dulu maju.

Nah, bagi kalian yang tertarik untuk tinggal atau berkunjung ke Jepang yang kaya akan perjalanan sejarah dan budayanya tersebut, tidak cukup hanya dengan mempersiapkan segala perbekalan berbentuk fisik ataupun informasi umum mengenai Jepang saja. Namun, baiknya juga dilengkapi dengan kemampuan berbahasa Jepang yang fasih dan lancar.

Rutin berlatih adalah salah satu cara untuk dapat terus mengasah kemampuan Bahasa Jepang yang telah kita kuasai dan dipraktekkan langsung dalam obrolan berbahasa Jepang. Atas dasar itulah, Tensai Nihongo Bunka Gakuin hadir sebagai LKP Bahasa Jepang terdepan dan terpercaya nomor 1 di Karawang, bahkan Jawa Barat. Kami siap membantu Anda mewujudkan impian agar bisa fasih mengucapkan kalimat-kalimat dalam Bahasa Jepang.

Referensi

Artikel di atas dibuat dengan bersumberkan:

Jepang Lakukan Social Distancing

Wabah Virus Menular, Ini Cara Masyarakat Jepang Lakukan Social Distancing!

22 Mar 20
tensai
, ,
No Comments

Penyebaran wabah virus Covid-19 semakin meresahkan masyarakat dibeberapa negara yang terdampak, tak terkecuali Indonesia. Update terbaru yang dilansir dari CNN Indonesia, pada Sabtu (21/3) pukul 16.07 WIB, tercatat sebanyak 450 laporan kasus positif virus corona, dengan 38 orang diantaranya meninggal dunia, dan 20 orang telah berhasil dinyatakan sembuh. Pemerintah pun terus gencar melakukan upaya pencegahan demi meminimalisir penyebaran wabah virus menular ini, salah satunya dengan himbauan social distancing.

“Untuk mengatasi penyebaran Covid-19 membuat kebijakan belajar dari rumah bagi pelajar dan mahasiswa, sebagian ASN bisa bekerja dari rumah melalui online dan tetap mengutamakan pelayanan prima dari masyarakat,” ungkap Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/3).

Social distancing dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti membatasi kontak fisik dengan orang asing, menghindari keramaian, serta melakukan segala aktivitas dari jarak yang jauh secara daring (online).

Saat kondisi darurat seperti saat ini, seluruh masyarakat dihimbau untuk tetap diam didalam rumahnya masing-masing dan meminimalisir aktivitas diluar rumah jika dirasa tidak perlu. Segala bentuk aktivitas mulai dari bekerja, sekolah, dan beribadah masih tetap rutin dijalankan, hanya saja lebih mengutamakan agar dilakukan didalam rumah.

Selain itu, pemeriksaan kesehatan pun perlu kiranya agar rutin dilakukan oleh masing-masing individu jika merasa sedang kurang sehat. Pola hidup sehat pun menjadi salah satu kebiasaan yang harus lebih gencar lagi diterapkan dalam situasi seperti ini. Selalu rutin mencuci tangan menggunakan cairan antiseptik adalah salah satu cara agar terus mensterilkan virus-virus berbahaya yang menghinggapi tubuh kita.

Jepang Lakukan Social Distancing

Sumber: https://thedailybreakingnews.com/

Jepang sebagai salah satu negara yang wilayahnya paling berdekatan dengan China sebagai pusat awal penyebaran virus mematikan inipun, telah aktif bergerak lakukan tindakan pencegahan melawan virus Covid-19. Dilansir dari Kompas yang dipaparkan Worldometer, pada Kamis (19/03), Jepang berada di urutan ke-17 negara dengan jumlah kasus positif virus corona terbanyak, dengan sebanyak 923 pasien positif dan 32 orang meninggal dunia.

Pemerintah Jepang juga telah melakukan langkah-langkah untuk meminimalisir penyebaran wabah virus menular ini, salah satunya adalah dengan meliburkan seluruh kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah, terhitung hingga awal April 2020 mendatang. Usaha pemerintah Jepang inipun juga turut didukung oleh masyarakatnya yang membatasi segala aktivitas luar ruangan dengan cara social distancing.

Sebenarnya Apa Sih yang Dimaksud ‘Social Distancing’?

Jepang Lakukan Social Distancing

Sumber: https://letterf.id/

Masyarakat diseluruh belahan dunia kini sedang dikhawatirkan oleh kasus merebaknya virus menular Covid-19, termasuk di Indonesia. Masyarakat mulai berbondong-bondong membatasi segala aktivitasnya dimuka umum dengan cara social distancing. Namun, sebenarnya apa sih yang dimaksud social distancing itu sendiri? Kira-kira, cara seperti apa yang tepat agar dapat membantu usaha pemerintah dalam meminimalisir penyebaran virus menular ini? Mari kita ulas sekilas tentang segala hal terkait social distancing.

Pakar Kebijakan Kesehatan, Profesor Wiku Adisasmito mengatakan, bahwa social distancing adalah menjaga jarak sosial sebagai bentuk usaha diluar bidang farmasi yang berguna untuk meminimalisir penyebaran suatu wabah atau infeksi, seperti yang saat ini tengah terjadi di Indonesia dan beberapa negara lainnya, yakni wabah virus Covid-19. Cara tersebut dinilai cukup ampuh, dikarenakan penyebaran penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 itu rentan terjadi melalui percikan air liur, bukan dari aerosol atau penyebaran di udara.

Misal, seseorang yang sedang bersin atau batuk di tempat umum dan tidak menutup mulut dengan tangannya, maka cairan liur yang dikeluarkannya dapat jatuh dan menempel ke beberapa permukaan yang ada disekitarnya. Sehingga, memungkinkan untuk kemudian disentuh oleh orang lain dan menjadi salah satu media penularan virus.

Dalam skala besar, social distancing yang biasanya dilakukan oleh pemerintah setempat melalui himbauan untuk meliburkan beberapa kegiatan seperti sekolah, bekerja, dan beribadah diluar rumah yang memungkinkan banyak orang berkumpul dalam satu tempat.

Beberapa hal yang juga perlu diperhatikan saat hendak menerapkan social distancing saat penyebaran wabah virus menular seperti ini. Social distancing bukan berarti sepenuhnya menghalangi kita untuk melakukan aktivitas, bertemu dengan orang lain, atau bahkan menutup diri didalam rumah. Namun, hal ini hanya sebagai pembatas untuk kita mengurangi kontak fisik dengan orang lain dengan tujuan menghentikan penyebaran virus menular ini.

Kita masih diperbolehkan untuk beraktivitas diluar ruangan hanya jika benar-benar dibutuhkan seperti saat hendak membeli bahan makanan, berobat ke dokter, atau berolahraga.

Sebaliknya, sebisa mungkin, kita harus menghindari aktivitas berdesakan di tempat umum yang penuh dengan keramaian seperti menonton konser, melihat pertandingan olahraga, atau mengadakan acara yang mengumpulkan banyak orang di satu tempat. Jadi, tetap jaga kesehatan dan untuk sementara ini agar menjaga jarak dalam berhubungan sosial, ya!

Unik! Imbas Social Distancing, Siswa Sekolah Dasar di Jepang Rayakan Kelulusan Lewat Game Online ‘Minecraft’

Jepang Lakukan Social Distancing

Sumber: https://twitter.com/backyennew

Di tengah wabah virus Covid-19, seluruh masyarakat diajak untuk bersatu melawan penyakit mematikan tersebut, salah satunya dengan cara social distancing. Wabah virus corona ini juga cukup menghambat beberapa aktivitas diluar rumah seperti bekerja dan sekolah. Berhubung tahun ajaran 2019-2020 dibeberapa sekolah sudah akan berakhir, maka normalnya akan diadakan acara kelulusan bagi para siswa di tingkat teratasnya, tak terkecuali di negara Jepang.

Namun, dengan adanya wabah virus menular ini mengharuskan orang-orang untuk menunda atau bahkan meniadakan untuk sementara waktu, segala kegiatan yang sifatnya berkumpul dalam satu tempat, salah satunya seperti acara kelulusan sekolah.

Hal tersebut seakan memaksa pihak sekolah atau para siswa di Jepang untuk memutar otak agar acara seremonial kelulusan sekolah tetap bisa diadakan meskipun terhalang oleh adanya social distancing.

Menurut laporan Ubergizmo, seperti dikutip Telset.id, Kamus (19/3), para siswa lulusan sebuah sekolah dasar di Jepang ingin tetap bisa merayakan prosesi kelulusan yang merupakan salah satu momen paling penting dalam hidup mereka. Para siswa ini mengakalinya dengan cara bertemu secara virtual melalui media salah satu game online populer bernama Minecraft untuk melakukan seremonial kelulusan.

Saat kondisi darurat seperti ini, memang sudah sewajarnya segala pertemuan langsung dapat dialihkan melalui daring (online), salah satunya dengan media video game online seperti yang dilakukan para siswa sekolah dasar di Jepang tersebut. Menurut cuitan SoraNews24 di media sosial Twitter, para siswa terlihat bersenang-senang dan menikmati acara upacara kelulusan unik melalui game virtual ini.

“Mereka menghabiskan sepanjang harinya dengan bermain game online itu bersama-sama dan saling bersenang-senang. Bagian aula pun dibuat dengan sangat detail,” pungkasnya.

Tren Baru, Pesta Minum Bersama Lewat ‘On-nomi’ di Jepang!

Jepang Lakukan Social Distancing

Sumber: https://thelatch.com.au/

Kian merebaknya wabah virus corona di berbagai negara berimbas pada pembatasan beberapa kegiatan pertemuan yang dilakukan secara langsung diruang publik atau tempat-tempat umum. Social distancing pun diberlakukan dalam beberapa kegiatan dan diyakini menjadi cara yang ampuh dalam menghentikan penyebaran virus menular ini.

Di Jepang, terdapat salah satu budaya atau kebiasaan yang biasanya melibatkan rekan kerja untuk datang ke acara perayaan minum bersama. Minuman disini tidak terbatas hanya minuman beralkohol saja lho, bagi kalian yang tidak berkenan dapat meminum minuman seperti jus buah, sirup, teh, atau hanya sekedar meminum segelas air mineral saja.

Karena khawatir dengan kondisi penyebaran virus Covid-19 yang tengah menjadi isu yang cukup meresahkan, orang-orang Jepang mencoba cara lain agar tetap bisa menjalin komunikasi antar sesama rekan kerja melalui acara minum bersama. Maka, munculah istilah tren baru di Jepang yang disebut dengan ‘On-nomi’ yang dapat diartikan sebagai acara minum bersama secara online.

Dalam kepercayaan di Jepang, menolak ajakan perayaan minum bersama rekan kerja dapat diartikan sebagai sifat sombong atau perlakuan yang tidak sopan.

Dikutip dari Metro, beberapa grup di Jepang memanfaatkan salah satu layanan dari aplikasi Skype, yaitu FaceTime atau Zoom agar bisa saling terkoneksi satu sama lain. Di acara on-nomi ini, mereka akan saling memegang gelas minuman dan mendekatkannya kearah kamera untuk bersama melakukan “tos”. Hal ini bahkan telah menjadi tren baru di Negeri Sakura tersebut belakangan ini.

Mereka juga akan saling mengobrolkan hal-hal seputar apa saja yang biasa dilakukan dirumahnya masing-masing dan berdiskusi tentang persoalan virus Covid-19 yang kini tengah menjadi isu global yang cukup membuat kepanikan bagi sejumlah masyarakat di beberapa negara yang terdampak virus mematikan tersebut.

Nah, bagi kalian yang tertarik tinggal atau berkunjung ke Jepang setelah wabah virus menular ini selesai, kalian bisa memanfaatkan waktu ini untuk mencoba mempelajari Bahasa Jepang untuk bekal kalian saat di Negeri Sakura nantinya. Karena untuk dapat kesana, tidak cukup hanya dengan mempersiapkan segala perbekalan berbentuk fisik ataupun informasi umum mengenai Jepang saja. Namun, baiknya juga dilengkapi dengan kemampuan berbahasa Jepang yang fasih dan lancar.

Rutin berlatih adalah salah satu cara untuk dapat terus mengasah kemampuan Bahasa Jepang yang telah kita kuasai dan dipraktekkan langsung dalam obrolan berbahasa Jepang. Atas dasar itulah, Tensai Nihongo Bunka Gakuin hadir sebagai LKP Bahasa Jepang terdepan dan terpercaya nomor 1 di Karawang, bahkan Jawa Barat. Kami siap membantu Anda mewujudkan impian agar bisa fasih mengucapkan kalimat-kalimat dalam Bahasa Jepang.

Artikel di atas dibuat dengan bersumberkan:

Ragam Santapan Bento Khas Jepang

Mencicipi Ragam Santapan Bento Khas Jepang

20 Mar 20
tensai
, ,
No Comments

Mencicipi Ragam Santapan ‘Bento’ Khas Jepang. Kalian pasti sudah sangat mengenal dan tidak asing lagi dengan salah satu sajian makanan Jepang paling populer bernama Bento, yang merupakan bekal makan siang khas Negeri Sakura yang berisi nasi dan lauk pauk, lengkap dengan penataannya yang rapih dan hiasan-hiasan menariknya. Kreasi makanan unik ini biasanya identik disajikan oleh para orang tua sebagai bekal makan siang bagi anak-anak sekolah di Jepang.

Jenis-jenis masakan Bento di Jepang

Hidangan bento umumnya disajikan semenarik mungkin dengan desain karakter-karakter lucu yang disukai oleh anak-anak. Namun, bento tidak hanya mencangkup makanan bekal buatan sendiri, tapi juga dijual bebas di beberapa toko serba ada di Jepang dengan menu makanan yang lebih beragam. Pada dasarnya, dalam satu kotak bento biasanya berisi jenis-jenis makanan yang sehat dan kaya akan kandungan nutrisi seperti nasi, sayur, buah-buahan, daging, dan ikan.

Di Jepang, sajian bento telah menjadi tradisi yang berupa menu makan siang yang dikemas dalam wadah kotak kayu, dan dibuat untuk tujuan agar lebih praktis dan menghemat pengeluaran saat bepergian keluar rumah. Kini, kreasi hidangan bento sudah terkenal hingga keseluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Namun, tahukah kalian? sebelum dikenal sebagai bekal anak-anak, bento pada zaman Edo atau tepatnya pada abad ke-16 identik dengan pertunjukan Kabuki dan Noh (drama klasik Jepang) yang ditonton oleh kalangan orang dewasa. Pada saat itu, bekal makanan yang bernama makunounchi bento ini disajikan saat jeda pergantian layar panggung pertunjukkan.

Sejarah dan Makna Bento Bagi Masyarakat Jepang

Ragam Santapan Bento Khas Jepang

Sumber: https://www.bbc.com/

Sajian dalam sekotak bento yang memiliki desain unik dan menarik telah melalui sejarah yang panjang di negara asalnya, Jepang. Konsep kotak bento telah ada sejak berabad-abad lamanya. Santapan makan siang bergaya bento yang tercatat pertama kali di Jepang adalah pada masa periode Kamakura, tahun 1185-1333. Pada saat itu, proses dari mulai memasak nasi, menyimpannya ke dalam kotak pernis tradisional, hingga kemudian memakannya telah populer dikalangan masyarakat Jepang. Bento juga telah sejak lama dijadikan sebagai santapan yang paling praktis dan nyaman dikala hendak bepergian atau bekerja. Hal tersebut karena secara harfiah, bento dapat diartikan dengan kata ‘nyaman’.

Lalu, sejak tahun 1568 sampai 1600-an, orang Jepang mulai terbiasa dengan gaya hidup memakan santapan diluar rumah. Makanan itu dibawa dan ditaruh didalam kotak kayu yang dipernis. Kemudian, kebiasaan makan praktis ini terus dilakukan orang Jepang saat perayaan tertentu seperti upacara minum teh saat perayaan hanami. Selanjutnya, pada zaman Edo di tahun 1600 sampai 1800-an, budaya makan praktis atau bento semakin berkembang dan muncul istilah Koshikobento, yaitu bento yang diletakkan dipinggang. Bento tersebut biasanya berisi onigiri.

Pada saat itu juga, dikenal jenis bento bernama Makunouchi Bento, yaitu bento yang dibawa sebagai bekal makanan saat menonton pertunjukkan noh dan kabuki Jepang yang nantinya dimakan pada waktu ‘maku’ atau pergantian layar panggung. Perlahan, kebiasaan membawa makanan praktis inipun menyebar hingga ke kalangan pelajar yang mulai terbiasa membawa bento buatan orang tuanya, saat pergi ke sekolah. Namun, pada tahun 1912-1926, tepatnya saat bergejolaknya perang dunia pertama, kebiasaan membawa bento ditiadakan dan sempat menimbulkan gerakan sosial khusus yang melarang para siswa membawa bento ke sekolah. Hal ini pun sempat dijadikan ajang pamer antara kalangan orang kaya dan miskin di Jepang.

Baru kemudian, di tahun 1980-an, bento kembali populer dan mulai rutin dijadikan perbekalan makan siang anak-anak sekolah di Jepang. Isi didalam kotak bento pun mulai bervariasi dan beragam, tidak hanya terbatas onigiri saja. Lauk pauk bento mulai dikreasikan menggunakan hias-hiasan seperti sosis dan nori. Sejak itu pula, mulai banyak toko-toko yang menjual produk makanan sajian bento.

Ragam Santapan Bento Khas Jepang

Sumber: https://web-japan.org/

Alasan mengapa bento seringkali digambarkan sebagai kotak makan siang adalah karena kotak bento biasanya dikemas dan disajikan dengan baik agar mudah dimakan diatas pangkuan saat dalam perjalanan atau suatu tempat diluar rumah seperti sekolah atau tempat bekerja. Selain itu, biasanya jenis-jenis makanan dalam kotak bento sangat mudah digigit dan tidak perlu dihangatkan terlebih dahulu, serta dikemas rapih dengan kotak makanan yang cukup rapat. Sehingga, praktis untuk dibawa kemana saja tanpa khawatir makanan tumpah atau berantakan.

Dalam hal pembuatannya, kotak bento membutuhkan waktu dan keterampilan lebih untuk membuat dan menyusunnya dengan benar, kecuali bagi mereka yang telah terbiasa. Kotak bento tradisional Jepang biasanya memiliki varian makanan yang khas seperti nasi, telur, ikan atau daging, sayuran, makanan asinan, dan buah-buahan. Namun, kotak bento modern lebih memiliki menu yang bervariasi dengan memasukkan menu-menu ala Barat seperti sandwich, manis-manisan, kentang goreng, salad, dan yogurt.

7 Jenis Bento Khas Jepang yang Paling Populer!

1. Ekiben

Ragam Santapan Bento Khas Jepang

Sumber: https://www.tsunagujapan.com/

Salah satu transportasi umum di Jepang yang paling sering digunakan adalah kereta api atau shinkansen. Disini, kita dapat dengan mudah menemui berbagai macam bento berjenis ekiben. Seperti namanya, eki (駅) yang berarti stasiun, ekiben adalah bekal makanan khusus yang disajikan hanya disekitar area stasiun. Umumnya, ekiben dibeli orang Jepang saat menaiki kereta api dengan jarak tempuh yang cukup jauh dan biasanya berisi nasi beserta lauk pauk khas Jepang. Selain itu, ekiben juga biasa dihias dengan kotak makan yang memiliki bentuk unik seperti miniatur kereta shinkansen.

2. Kyaraben

Ragam Santapan Bento Khas Jepang

Sumber: https://www.biome.com.au/

Kyaraben adalah jenis bento yang paling populer dan terkenal di Jepang. Kyaraben atau disebut juga Character Bento memang biasanya dibuat serupa dengan karakter-karakter lucu yang menarik minat anak-anak. Berbagai bahan makanan seperti nasi, telur, dan keju dikreasikan sedemikian rupa hingga membentuk karakter, mulai dari hewan-hewan lucu hingga tokoh anime atau kartun buatan Jepang. Dengan begitu, anak-anak pun menjadi semakin lahap menyantap makanan yang dihias cantik dan imut dalam kotak kyaraben.

3. Makunouchi Bento

Ragam Santapan Bento Khas Jepang

Sumber: https://tdjapan.com/

Jenis bento yang satu ini merupakan salah satu bento yang pertama kali populer di Jepang. Seperti yang sebelumnya dijelaskan dalam sejarah bento, Makunouchi Bento telah ada sejak zaman Edo pada abad ke-16, yang biasa dihidangkan sambil menonton pementasan kabuki dan noh atau drama klasik Jepang. Kini, makunouchi bento masih dapat dijumpai pada beberapa restoran tradisional Jepang dan biasanya dijual dengan harga yang cukup mahal untuk satu kotak bentonya.

4. Koraku Bento

Ragam Santapan Bento Khas Jepang

Sumber: https://id.pinterest.com/

Koraku Bento merupakan bekal makan yang biasanya dibawa saat pergi piknik bersama keluarga dan orang terdekat. Dalam bahasa Jepang, koraku dapat diartikan sebagai piknik atau tamasya. Yang cukup mencolok dari bento jenis ini adalah kotaknya yang cukup besar dengan berbagai jenis makanan didalamnya. Koraku bento lebih cocok untuk disantap beramai-ramai bersama keluarga seperti pada saat perayaan hanami. Lauk pauk didalam sekotak sajian koraku bento biasanya berisi makanan-makanan khas Jepang seperti onigiri, tempura, dan sushi roll dengan porsi yang cukup besar.

5. Kamameshi Bento

Ragam Santapan Bento Khas Jepang

Sumber: https://www.moshimoshi-nippon.jp/

Kamameshi bento merupakan jenis bento yang pertama kali populer pada awal tahun 1900-an dan disajikan dalam mangkuk porselen atau keramik dengan desain klasik khas Jepang. Bento jenis ini biasanya diisi dengan nasi bersama lauk pauk seperti daging, aneka seafood, dan sayur-sayuran. Kamameshi bento sangat lezat dinikmati saat masih dalam keadaan hangat. Selain mudah ditemui di restoran Jepang, kamameshi bento juga biasa dihidangkan sebagai bekal kala di perjalanan jauh.

6. Hinomaru Bento

Ragam Santapan Bento Khas Jepang

Sumber: http://www.kitchenalia.jp/

Seperti namanya, Hinomaru yang juga diartikan sebagai matahari berbentuk bulat, merupakan bekal makanan sederhana dengan hiasan bulatan merah dari umeboshi yang terletak ditengah nasi. Pada masa Perang Dunia II, hinomaru bento disajikan bagi para tentara Jepang yang melambangkan jiwa patriotisme. Umeboshi atau asinan buah ume khas Jepang dimakan nikmat sebagai lauk dipadukan dengan nasi hangat. Kini, umeboshi pada hinomaru bento disajikan dengan lebih beraneka ragam lauk pauk khas Jepang dan biasa dibuat sebagai bekal makan siang saat sekolah maupun bekerja.

7. Shoukadou Bento

Sumber: https://fooddiversity.today/

Yang terakhir, ada Shokadou Bento yang merupakan bekal atau hidangan makan siang dalam wadah kotak kayu yang diberi sekat didalamnya. Ukuran shokadou bento juga terbilang lebih besar dibandingkan jenis bento lainnya. Dengan diberikan sekat-sekat didalam kotaknya, membuat nasi dan lauk pauk dalam shoukadou bento tetap terjaga rapih dan tersusun apik, membuatnya tidak akan saling bercampur. Lauk pauk dalam shoukadou bento pun terbilang cukup lengkap dengan tambahan seperti chicken katsu atau gorengan lainnya, hingga sup khas Jepang.

Nah, bagi kalian yang tertarik tinggal atau berkunjung ke Jepang dan ingin mencoba merasakan langsung nikmatnya ragam santapan bento khas Negeri Sakura tersebut, tidak cukup hanya dengan mempersiapkan perbekalan fisik dan informasi umum seputar Jepang saja. Namun, juga diperlukan kemampuan berbahasa Jepang yang fasih. Rutin berlatih adalah salah satu cara untuk dapat terus mengasah kemampuan Bahasa Jepang yang telah kita kuasai dan dipraktekkan langsung dalam obrolan berbahasa Jepang. Atas dasar itulah, Tensai Nihongo Bunka Gakuin hadir sebagai LKP Bahasa Jepang terdepan dan terpercaya nomor 1 di Karawang, bahkan Jawa Barat. Kami siap membantu Anda mewujudkan impian agar bisa fasih mengucapkan kalimat-kalimat dalam Bahasa Jepang.

Referensi

Artikel di atas dibuat dengan bersumberkan:

Budaya Tertib Lalu Lintas di Jepang

Patut Ditiru! Budaya Tertib Lalu Lintas di Jepang

19 Mar 20
tensai
,
No Comments

Seringkali peraturan lalu lintas hanya dianggap sebagai pajangan semata yang cukup jarang dipatuhi oleh para pengguna jalan raya, tatkala tidak ada petugas lalu lintas yang berjaga. Namun, masyarakat di negara Jepang, sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kepatuhan dalam berlalu lintas. Seperti umumnya kota-kota besar di setiap negara, jalanan di lalu lintas Jepang pun terkadang mengalami kemacetan yang cukup padat. Terlebih, saat musim liburan tiba di Negeri Sakura tersebut, juga terjadi kemacetan dibeberapa titik lalu lintas Jepang.

Meskipun demikian, Jepang merupakan negara yang sangat memperhatikan sistem yang mengatur ketertiban lalu lintas. Orang Jepang terkenal dengan sikap taat dan disiplin terhadap tata tertib lalu lintas karena telah diajarkan sejak dini dan terus diterapkan secara turun temurun.

Pada dasarnya, beberapa peraturan lalu lintas di Jepang sama halnya dengan di Indonesia, seperti menggunakan jalur sebelah kiri bagi para pengguna kendaraan di jalan raya. Namun, akses lalu lintas di Jepang terbilang lebh tertata rapih antara pengguna kendaraan dan pejalan kaki.

Terdapat beberapa hal dalam peraturan lalu lintas yang cukup berbeda dari Jepang dibanding negara-negara lain, yang dirasa tidak biasa bagi wisatawan asing yang tengah berkunjung dan menikmati lalu lintas di Negeri Sakura.

9 Hal Seputar Peraturan Lalu Lintas yang Ada di Jepang

1. Blok Braille Kuning di Trotoar

Budaya Tertib Lalu Lintas di Jepang

Sumber: https://www.howsjapan.com/

Trotoar di sebagian ruas jalan di Jepang sangat ramah terhadap kaum disabilitaas, seperti pengendara kursi roda dan tunanetra. Konstruksi trotoar di Jepang yang memiliki lintasan khusus cukup memudahkan bagi para kaum tunanetra untuk tetap bisa berjalan di trotoar dengan aman. Di Jepang, kita akan menemukan jalur khusus diatas trotoar yang berwarna kuning dan memiliki tekstur yang disebut blok braille, yaitu alat bantu bagi tunanetra yang sedang berjalan kaki diatas trotoar. Nantinya, pola-pola khusus pada blok braille ini dapat dengan mudah diraba oleh kaki sang tunanetra. Diharapkan bagi kalian yang tidak memiliki kebutuhan khusus untuk tidak berhenti diatas area blok braille yang bisa mengganggu para penyandang tunanetra nantinya.

2. Dilarang Parkir Sembarangan

Budaya Tertib Lalu Lintas di Jepang

Sumber: http://www.jepang.net

Di Jepang terdapat peraturan khusus, yang mengatur bahwa kendaraan pribadi tidak bisa parkir di sembarang tempat dihampir seluruh jalanan sekalipun di bagian sisi atau bahu jalan. Walaupun hanya berhenti sebentar untuk beberapa menit saja, tindakan ini telah dianggap sebagai pelanggaran yang nantinya akan dikenai sanksi tilang oleh pihak aparat setempat. Bahkan, petugas di Jepang tidak ragu memberlakukan tindakan tilang hingga pengangkutan kendaraan yang parkir sembarangan, sekalipun kendaraan tersebut hanya berupa sebuah sepeda.

3. Lampu Merah yang Tetap dipatuhi Sekalipun Jalanan Sepi!

Budaya Tertib Lalu Lintas di Jepang

Sumber: https://news.detik.com/

Salah satu penyebab terjadi beberapa kemacetan di Negeri Sakura adalah karena banyaknya titik-titik lampu lalu lintas di berbagai persimpangan jalan. Sekalipun hanya berupa persimpangan jalan sempit di perumahan, pemerintah setempat tidak akan segan untuk menaruh lampu lalu lintas disana. Hal itu cukup ampuh dalam meminimalisir kecelakaan lalu lintas antara pejalan kaki dan pengendara di Jepang. Meskipun keadaan disekitar lampu lalu lintas sedang sepi, baik pengendara maupun pejalan kaki di Jepang pasti akan mematuhinya. Jika sedang lampu menunjukkan tanda berhenti, para pengguna kendaraan pasti akan berhenti, begitupun sebaliknya jika lampu masih menunjukkan tanda jalan, maka pejalan kaki yang hendak menyebrang akan sabar menunggu disisi jalan sampai lampu berubah warna.

4. Sepeda dan Sepeda Motor Berjalan disisi Jalan Paling Kiri

Budaya Tertib Lalu Lintas di Jepang

Sumber: https://livejapan.com/

Sama halnya dengan di Indonesia, dalam aturan lalu lintas Jepang, kendaraan berjalan kedepan di sisi kiri jalan raya. Maka, kursi pengemudi mobil di Jepang pun berada di sebelah kanan dalam mobil. Namun, terdapat satu peraturan khusus dimana para pengguna sepeda dan sepeda motor wajib untuk memakai sisi paling kiri di jalan raya Jepang dengan tujuan untuk memperlancar jalannya lalu lintas di Negeri Sakura.

5. Lampu Lalu Lintas Berwarna Merah, Kuning, dan Biru

Budaya Tertib Lalu Lintas di Jepang

Sumber: https://www.alamy.com

Dalam budaya dan bahasa Jepang, nuansa warna hijau yang terang biasa disebut berwarna biru. Lampu lalu lintas berwarna merah, kuning, dan biru ini pertama kali diperkenalkan di Jepang pada tahun 1930-an yang cukup menyulitkan pendatang internasional untuk bisa mengerti maksud dari warna hijau pada lampu lalu lintas yang cenderung berwarna biru tersebut. Sementara, para ahli bahasa di Jepang terus memakai kata “ao” untuk penyebutan warna hijau terang. Kemudian, pada tahun 1973, baru pemerintah Jepang menginstruksikan seluruh penggunaan warna hijau secara umum untuk lampu lalu lintas, namun warna hijau yang kebiruan masih dibenarkan dalam segi bahasa. Sehingga, lazim ditemui pada beberapa kota di Jepang yang masih menggunakan lampu lalu lintas berwarna merah, kuning, dan biru.

6. Minimnya Suara Klakson Kendaraan

Budaya Tertib Lalu Lintas di Jepang

Sumber: http://www.iromegane.com/

Di beberapa negara, kemacetan biasanya diikuti dengan suara bising dari klakson yang dibunyikan oleh para pengendara kendaraan, utamanya saat di persimpangan lampu lalu lintas. Namun, di Jepang pemandangan seperti itu tidak akan kalian jumpai, karena sangat jarang ditemui orang Jepang yang membunyikan klakson atau berterika ketika sedang berkendara, kecuali dalam kondisi yang benar-benar darurat.

7. Mendahulukan Pejalan Kaki yang Hendak Menyebrang

Sumber: https://voyapon.com/

Semua pengguna jalan di Jepang sangat mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada meskipun tidak dijaga oleh petugas keamanan. Mereka saling menghormati sebagai sesama pengguna jalan. Biasanya di tempat-tempat persimpangan di Jepang yang tidak terdapat lampu lalu lintas, baik pengendara maupun pejalan kaki yang hendak menyebrang akan saling berhenti dan menunggu beberapa detik. Namun, hak pejalan kaki untuk menyebrang jalan lebih diutamakan di Negeri Sakura tersebut. Maka, pengendara pun akan kembali melanjutkan laju kendaraannya setelah sang pejalan kaki telah selesai menyebrang jalan.

8. Polisi Jepang yang Tetap Santun Dalam Kondisi Darurat di Jalan Raya

Budaya Tertib Lalu Lintas di Jepang

Sumber: https://www.flickr.com/

Saat kondisi darurat, sudah umum bagi aparat kepolisian yang tengah menangani situasi tersebut untuk meminta para pengendara kendaraan di jalan raya untuk membuka jalan melalui pengeras suara atau bunyi sirine yang terpasang diatas mobil polisi. Namun, meskipun terburu-buru, polisi Jepang akan dengan santun meminta pengendara lainnya untuk memberikan jalan tanpa membunyikan suara klakson atau sirine secara berulang kali yang dapat menimbulkan kebisingan. Kemudian, polisi Jepang akan mengucapkan beberapa patah kata dalam bahasa Jepang dengan nada yang sopan yang jika diartikan kurang lebih yaitu, “Selamat siang para pengguna jalan, kini sedang terjadi sesuatu peristiwa yang darurat. Untuk itu, kami meminta agar dapat memberikan jalan kepada kendaraan kami, dan mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan.”

9. Berhenti Sejenak Sebelum Melintasi Perlintasan Kereta Api

Sumber: https://id.pinterest.com/

Di Jepang, mobil diwajibkan untuk berhenti sejenak saat hendak melintasi perlintasan kereta api sekalipun sedang sepi dan portal pembatas tidak diturunkan. Selain itu, pengendara tidak boleh menjalankan mobilnya melebihi garis berhenti sebelum memastikan mobil didepannya telah melewati perlintasan kereta api sepenuhnya.

Kenali Juga Rambu-Rambu Lalu Lintas dalam Bahasa Jepang!

Setelah mengetahui peraturan lalu lintas di Jepang, ketahui juga rambu-rambu lalu lintas yang harus kalian patuhi saat berada di Negeri Sakura. Berikut kami sajikan beberapa rambu-rambu lalu lintas dalam bahasa Jepang beserta artinya.

  • Tomare (止まれ) : Berhenti

Budaya Tertib Lalu Lintas di Jepang

Sumber: https://www.flickr.com/

  • Usetsu kinshi (右折禁止) : Dilarang Belok Kanan
  • Sasetsu kinshi (左折禁止) : Dilarang Belok Kiri
  • Jintensha kinshi (自転車禁止) : Dilarang Bersepeda
  • Shinnyuu kinshi (進入禁止) : Dilarang Masuk
  • Oudan kinshi (横断禁止) : Dilarang Melintas

Budaya Tertib Lalu Lintas di Jepang

Sumber: https://www.flickr.com/

  • Yuutaan kinshi (ユーターン禁止) : Dilarang Berbelok
  • Chuui (注意) : Hati-Hati
  • Surippu chuui (スリップ注意) : Hati-Hati Jalan Licin
  • Migigawa tsuukou (右側通行) : Ikuti Lajur Kanan
  • Hidarigawa tsuukou (左側通行) : Ikuti Lajur Kiri
  • Ippou tsuukou (一方通行) : Jalan Satu Arah
  • Gensoku (減速) : Kurangi Kecepatan
  • Basu tei (バス停) : Pemberhentian Bus
  • Takushii noriba (タクシー乗り場) : Pangkalan Taksi

Budaya Tertib Lalu Lintas di Jepang

Sumber: http://traveljapanblog.com/

Nah, itu dia beberapa informasi mengenai berbagai macam tata cara berlalu lintas di Jepang. Bagi kalian yang sangat tertarik untuk tinggal maupun sekedar mengunjungi Negeri Sakura, tidak cukup hanya dengan perbekalan fisik dan informasi umum terkait Jepang saja. Namun, juga perlu menguasai skill berbahasa Jepang yang baik dan lancar. Rutin berlatih adalah salah satu cara untuk dapat terus mengasah kemampuan Bahasa Jepang yang telah kita kuasai dan dipraktekkan langsung dalam obrolan berbahasa Jepang.

Atas dasar itulah, Tensai Nihongo Bunka Gakuin hadir sebagai LKP Bahasa Jepang terdepan dan terpercaya nomor 1 di Kabupaten Karawang, bahkan Jawa Barat. Kami siap membantu Anda mewujudkan impian agar bisa fasih mengucapkan kalimat-kalimat dalam Bahasa Jepang. Untuk informasi lebih lanjut, segera hubungi nomor kontak pelanggan Tensai di 0813-1704-3583.

Referensi

Artikel di atas dibuat dengan bersumberkan:

Open chat
Butuh Penawaran / Info Lebih Lanjut?
Hi, Anda butuh penawaran atau info lebih lengkap tentang jasa kami? WhatsApp kami sekarang!