Beratnya Omikoshi, Sensasi Tak Tertandingi

5 Feb , 2016,
Tensai Nihongo
, , ,
No Comments

Dalam setiap perayaan kejepangan alias matsuri, ada sebuah rangkaian acara yang tak boleh dilewatkan karena merupakan simbol dari adanya perayaan itu sendiri. Yapp, omikoshi !!

Omikoshi merupakan sebuah kuil portabel berupa tandu yang dihias dengan megah seperti sebuah yogura dan dipercaya dinaiki oleh objek pemujaan atau roh dari kuil Shinto di Jepang. Pada penyelenggaraan matsuri , mikoshi diusung beramai-ramai di pundak oleh para penganut Shinto dan dibawa berpawai keliling kota dengan tujuan untuk menenangkan roh dari persemayaman permanen ke tempat peristirahatan sementara selama perayaan/matsuri berlangsung.

Namun sejalan dengan perkembangan zaman, saat ini omikoshi hanya dijadikan sebuah simbol dari adanya suatu perayaan (matsuri) atau acara kejepangan dan orang yang mengusungnya pun bukan dari umat kuil Shinto saja, tetapi juga membolehkan pengunjung matsuri yang ingin berpartisipasi menjadi relawan untuk mengarak mikoshi. Jadi jangan disalah artikan ya, saat omikoshi di event Karawang Japan Matsuri Tensai bulan Oktober 2015 kemarin berlangsung bukannya kami (panitia) menjerumuskan untuk mempercayai adanya roh di dalam omikoshi tersebut. Namun kami hanya bermaksud memperkenalkan salah satu budaya Jepang yang harus ada saat berlangsungnya suatu perayaan/ matsuri.

Sebagian besar mikoshi dibuat dari kayu yang dipernis hitam. Komponennya terdiri dari sepasang kayu pemikul, bagian badan, dan atap. Dua buah batang kayu pemikul yang dipasang sejajar pada bagian bawah juga berfungsi sebagai penyangga bagian badan. Bentuk bagian badan bisa persegi, heksagonal, atau oktagonal. Pada puncak atap biasanya dipasang hiasan patung burung hoo.

Nah di event KJM 2015 yang diadakan Tensai kemarin dan berlokasi di halaman area Technomart, ada dua buah omikoshi yang disiapkan dan rencananya akan diarak khusus masing-masing untuk pengunjung pria dan wanita. Tiap mikoshi diusung ± 60 orang dan diarak dari pintu utama Technomart menuju ke lapangan parkir samping. Tepat di depan panggung utama KJM, mikoshi diarak berputar-putar dan sesekali diangkat ke atas-bawah, serta harus memutar kembali untuk meletakkan Omikoshi di tempat semula (depan pintu utama Technomart). Agar tidak terasa capek dan pegal saat memikul dan mengarak omikoshi, sepanjang perjalanan para volunteer harus tetap fokus mengikuti aba-aba sambil meneriakkan yel-yel penyemangat “SOYA!!! SOYA!!! SOYA!!!”

Saat diarak, para pemikul omikoshi harus mengikuti aba-aba dari beberapa panitia Omikoshi yang merupakan orang Jepang asli. Ada saatnya pemikul harus dalam posisi bersiap mengangkat kayu pemikul dengan cara dipeluk dan diletakkan pada bahu, posisi saat berjalan mengarak dan mengangkat mikoshi sambil digerakkan ke atas dan ke bawah, posisi istirahat sejenak dan meletakkan mikoshi ke tempat penyangga, serta aba-aba untuk mengangkatnya lagi. Ada beberapa kali istirahat koq, dapat minum dan snack gratis lagi!! Jadi tenang deh, gak akan terasa capeknya… 😀

Yang paling keren yaitu khusus pengunjung atau volunteer omikoshi akan memakai baju hapi beserta ikat kepala yang sudah disiapkan oleh panitia KJM. Untuk relawan pemikul omikoshi laki-laki akan mengenakan baju hapi berwarna abu-abu dan ikat kepala warna ungu-putih, sedangkan untuk relawan omikoshi perempuan memakai baju hapi berwarna merah-hitam dengan ikat kepala berwarna merah-putih. Sebelum keringetan memikul mikoshi 1 ton, selfie duluu yuuuuk !!!

Berdasarkan data pendaftar volunteer/relawan omikoshi putra dan putri yang ikut mengarak pada event KJM 2015 lalu, tercatat ada beberapa orang yang masih berstatus pelajar SMA/SMK dan juga siswa & alumni Tensai yang sebelumnya sudah mendaftar kepada panitia h-7 sebelum KJM berlangsung. Sedangkan peserta lainnya yaitu berasal dari pengunjung KJM yang sesaat sebelum acara arak-arakan omikoshi dimulai, mereka mendaftarkan diri di stand khusus Tensai (di area bazar). Dibantu juga oleh teman-teman dari AIKIDO (Dojo Black Tiger Karawang) yang merupakan salah satu pengisi acara KJM 2015 dan meskipun baru selesai mendemonstrasikan penampilan mereka, dengan senang hati mereka bersedia menjadi relawan omikoshi karena kekurangan jumlah volunteer omikoshi perempuan pada saat itu. Sehingga formasi yang rencananya satu omikoshi khusus putra dan satunya untuk putri harus berubah, khusus untuk omikoshi putri dibantu oleh beberapa relawan putra dan beberapa panitia KJM yang ikut mengusung.

Meski efek samping setelahnya bahu akan terasa pegal-pegal karena memikul beban omikoshi seberat 1 ton (terutama bagi yang orangnya kurus akan terasa banget deh…hehehe :D) , tapi pengalaman memikul dan mengarak Omikoshi begitu sangat menyenangkan. Dari pemikul yang berjumlah banyak itu, walaupun tidak saling kenal tapi akan bersorak-sorai semangat menyelaraskan setiap langkah kaki agar posisi mikoshi saat dipikul tetap seimbang dan tidak berat sebelah (kalo jatuh kan bisa bahaya…..!!!)

Bener kan, meskipun lelah dan capek saat memikul dan mengarak omikoshi bolak-balik di area Technomart tapi ekspresi para volunteer omikoshi terlihat ceria dan bangga sudah berhasil mengarak omikoshi yang beratnya mencapai 1 ton dengan sukses tanpa ada yang cidera.. IMG_4751

IMG_4797

IMG_4781

IMG_4532

IMG_4513

IMG_4792Ganbatte!!! Banzai!!!

FacebookTwitterPinterestStumbleUponLinkedInTumblrDiggApp.netDeliciousBlogger PostXINGShare

Leave A Comment